NovelToon NovelToon
Bunga Plum Diatas Luka

Bunga Plum Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Action / Romantis / Obsesi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: NurfadilaRiska

Dibawah langit kerajaan yang berlumur cahaya mentari dan darah pengkhianatan, kisah mereka terukir antara cinta yang tak seharusnya tumbuh dan dendam masa lalu yang tak pernah padam.

Ju Jingnan, putri sulung keluarga Ju, memegang pedang dengan tangan dingin dan hati yang berdarah, bersumpah melindungi takhta, meski harus menukar hatinya dengan pengorbanan. Saudari kembarnya, Ju Jingyan, lahir dalam cahaya bulan, membawa kelembutan yang menenangkan, namun senyumannya menyimpan rahasia yang mampu menghancurkan segalanya.

Pertemuan takdir dengan dua saudari itu perlahan membuka pintu masa lalu yang seharusnya tetap terkunci. Ling An, tabib dari selatan, dengan bara dendam yang tersembunyi, ikut menenun nasib mereka dalam benang takdir yang tak bisa dihindari.

Dan ketika bunga plum mekar, satu per satu hati luluh di bawah takdir. Dan ketika darah kembali membasuh singgasana, hanya satu pertanyaan yang tersisa: siapa yang berani memberi cinta di atas pengorbanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NurfadilaRiska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipersimpangan Takdir

Sore itu, matahari mulai condong ke barat, meninggalkan cahaya keemasan yang hangat namun singkat. Yaoqin dan Jianhong bersiap berpamitan—Jianhong harus mengantar istrinya kembali ke kediaman agar Yaoqin bisa beristirahat dengan tenang.

Yaoqin memeluk Jingyan.

“Putri Jingyan,” bisiknya pelan di telinga Jingyan sambil tersenyum lembut,

“lebih baik secepatnya ungkapkan perasaanmu yang sebenarnya pada Tabib Ling An.”

“Eh—”

Jingyan langsung melepaskan pelukan itu, wajahnya memerah seketika. Yaoqin yang melihat reaksinya hanya tersenyum tipis, penuh arti.

Setelah itu, Yaoqin beralih memeluk Jingnan.

“Lain kali kita bertemu lagi ya,” bisik Yaoqin pelan.

“Di tempat Shifu,” jawab Jingnan lirih.

Keduanya melepaskan pelukan dan saling tersenyum tipis.

Tak jauh dari sana, Ling An memperhatikan dengan tatapan tenang—namun matanya tak melewatkan gestur kecil Jingnan dan Yaoqin, seolah keduanya tengah menyimpan sesuatu yang tak terucap.

“Jianhong,” Jingnan menatap tajam ke arah pria itu,

“kau harus berhati-hati menjaga istrimu.”

“Tenang saja, Jenderal,” Jianhong tersenyum tipis sambil mencium punggung tangan Yaoqin.

“Yao’er akan selalu aman di sisiku.”

“Yayaya,” Jingnan mendengus.

“Kata Yanyan, kau sering ceroboh.”

“Jie, itu kata Yaoqin,” Jingyan cepat-cepat menyela dengan senyum tipis.

“Yao’er?” Jianhong melirik istrinya.

“Memang begitu, bukan?” Yaoqin melipat kedua tangannya sambil menatap Jianhong.

“Kau sering ceroboh.”

Saat itu, Wei Yu melangkah mendekat dengan senyum tipis.

“Yaoqin, jika Jianhong ceroboh dan membahayakanmu, jangan ragu melapor pada paman. Paman akan memberinya hukuman berat.”

“Baik, Paman!” Yaoqin tersenyum cerah.

“Jenderal, kau tega sekali…” Jianhong menghela napas.

“Makanya kau harus menjaga istrimu dengan baik,” Jingyan menimpali.

“Dan jangan terlalu ceroboh,” tambah Jingnan.

“Baik, Putri Kedua dan Jenderal,” Jianhong tersenyum pasrah.

“Aku akan berusaha menjaga istriku sebaik mungkin… dan tidak ceroboh lagi.”

......................

Dua hari berlalu dengan cepat.

Mei Yin kini telah pulih sepenuhnya. Wei Yu, Weifeng, Mei Yin, Jingyan, Jingnan, dan Tabib Ling An telah kembali ke Istana Zhenhua—karena beberapa hari lagi, pesta perjamuan menyambut mekarnya bunga plum akan digelar, seperti tradisi tahunan yang selalu diadakan oleh Ibu Suri Jing Yue.

Begitu Jingyan hendak memasuki kamarnya—

“Yanyan!!”

Qing Lang berlari menghampirinya.

“Qing Lang,” Jingyan tersenyum.

“Kau baru saja kembali?” tanya Qing Lang.

“Iya,” jawab Jingyan lembut.

“Kau pergi tanpa memberitahu apa pun padaku.”

“Maafkan aku,” ucap Jingyan.

“Aku harus mengantarkan obat untuk Nannan Jiejie waktu itu.”

“Ooh… begitu.” Qing Lang mengangguk.

“Oh ya, bagaimana kabar Shifu?” tanya Jingyan.

“Shifu setiap hari menanyakan kapan kau akan kembali,” jawab Qing Lang.

Padahal, dialah yang paling sering menanyakan hal itu—pada dirinya sendiri.

“Besok pagi, temani aku menemui Shifu, ya,” ujar Jingyan.

“Hari ini aku ingin beristirahat dulu. Aku sangat lelah.”

“Baik,” Qing Lang tersenyum.

“Beristirahatlah.”

......................

Di sisi lain, tepatnya di kamar Jingnan.

Cahaya senja menembus kisi-kisi jendela, jatuh lembut di atas lantai kayu berukir. Jingnan duduk di kursi kayu bundar di tengah kamarnya, punggungnya tegak namun bahunya terasa berat. Semakin ia berusaha menenangkan diri, semakin hatinya bergejolak.

“Mengapa Tabib Ling An selalu berada di pikiranku…?” gumamnya pelan.

Ia mengepalkan tangannya.

“Sebenarnya apa maumu?! Mengapa kau terus saja muncul di kepalaku?!”

Brak!

Telapak tangannya menghantam meja dengan keras. Pada saat yang sama, pintu kamar terbuka—dan Shuyin yang baru melangkah masuk langsung terkejut.

“NANNAN JIEJIE!!”

Jingnan menoleh tajam ke arah suara itu.

“Shuyin,” ucapnya dingin,

“jangan kemari jika hanya ingin membicarakan hal yang tak penting. Aku lelah karena perjalanan. Jangan membuatku semakin lelah.”

“Aku saja belum mengatakan tujuanku kemari,” balas Shuyin santai.

Ia melangkah mendekat dan duduk di kursi kayu bundar di hadapan Jingnan, wajahnya dipenuhi senyum penuh rasa ingin tahu.

“Apa maksudmu tadi?” Shuyin menyeringai.

‘Selalu saja berada di pikiranku,’ hm?”

“Haa?!” Jingnan melotot.

“Kau?! Kau menguping, ya?!”

“Enak saja!” Shuyin cepat-cepat membela diri.

“Aku hanya lewat dan mendengarmu berteriak.”

'Walaupun… sedikit menguping hehehe.' batin Shuyin

“Benarkah…?” Jingnan menatapnya curiga.

'Dia tidak mendengar saat aku menyebut nama Tabib Ling An, kan?'

batinnya gelisah.

“Huum,” Shuyin mendekatkan wajahnya sedikit.

“Jadi cepat katakan. Apa maksudmu dengan ‘selalu berada di pikiranku’, ha?”

Senyumnya semakin lebar.

“Apa kau sudah menemukan pria yang kau cintai? Siapa dia? Pangeran dari kerajaan mana? Tampan tidak? Gagah tidak? Dan—”

Belum sempat Shuyin menyelesaikan kalimatnya, Jingnan berdiri mendadak. Ia menarik tangan Shuyin tanpa ampun, menyeretnya keluar kamar, lalu—

Brak!

Pintu kamar tertutup rapat.

“NANNAN JIEJIE!!” teriak Shuyin dari luar.

“Aku ini permaisuri! Apa kau tidak takut padaku?!”

“Tidak peduli!” balas Jingnan dari balik pintu.

“Kau permaisuri, dan aku adalah kakak perempuan Kaisar!”

“Heh… benar juga,” Shuyin tertawa kecil.

“Ehehehehe.”

Ia terdiam sejenak, seperti berpikir keras.

“Eh… tapi…”

Beberapa detik berlalu, lalu Shuyin menghela napas panjang.

“Sudahlah. Terlalu banyak berpikir membuat kepalaku sakit.”

Langkah kakinya pun menjauh, meninggalkan lorong istana yang kembali sunyi.

Di dalam kamarnya, Jingnan bersandar pada pintu yang telah tertutup rapat.

Ia memejamkan mata sejenak, seolah ingin menenangkan dirinya sendiri—namun detak jantungnya justru terdengar terlalu jelas di telinganya.

Kata-kata Shuyin terngiang kembali di benaknya.

'Pria yang kau cintai.'

“Cinta…?” gumam Jingnan pelan.

Ia terdiam, lalu menggeleng kecil.

“Tidak, Jingnan. Kau tidak boleh goyah,” katanya pada dirinya sendiri sambil menghela napas panjang.

“Kau adalah putri keluarga Ju. Juga Seorang jenderal yang ditakdirkan menjaga negeri dan membawa kedamaian bagi rakyatnya,” lanjutnya, suaranya dingin namun tegas.

“Cinta hanyalah sesuatu yang bisa melemahkan tekad.

Dan aku… tidak boleh menjadi lemah.”

Namun ia tak tahu—bahwa semakin keras ia menolak, semakin dalam takdir menjerat hatinya.

1
Annida Annida
lanjut tor
Arix Zhufa
mampir thor
᥍hυׄnxıׂׅ' ᥍ ᵍᶠ › 🎀: Hi kak, makasii udah mampir💙💙💙
total 1 replies
Adis Suciawati
bagus kak
Adis Suciawati
beberapa lagi kakak kontrak nih kak
᥍hυׄnxıׂׅ' ᥍ ᵍᶠ › 🎀: iya kak💙
total 1 replies
Adis Suciawati
lala lama cinta akan datang sendiri nya
Adis Suciawati: ceritanya siga warga China ya kak
total 2 replies
Adis Suciawati
ini kasih nya seperti nama nama orang China ya ka
᥍hυׄnxıׂׅ' ᥍ ᵍᶠ › 🎀: betul kak, ceritanya juga memang china kak💙💙
total 1 replies
Adis Suciawati
bagus kak,kisah nya unik kak
Adis Suciawati: iya kak semoga kisah kita banyak peminat nya ya kak
total 2 replies
Finne•wine (Gak up, awokawok)
Bagus kak mulai ada perkembangan 👍
semangat teruslah aku dukung🔥❤️
᥍hυׄnxıׂׅ' ᥍ ᵍᶠ › 🎀: Makasiii" 💙💙💙
total 1 replies
Finne•wine (Gak up, awokawok)
mantap lah lanjutkan 💪, semangat terus author.
᥍hυׄnxıׂׅ' ᥍ ᵍᶠ › 🎀: Makasii yap💙💙
total 1 replies
Finne•wine (Gak up, awokawok)
aku ngebayangin si Mei Yin🤣
᥍hυׄnxıׂׅ' ᥍ ᵍᶠ › 🎀: Mei Yin cantik" kelakuannya buat geleng-geleng😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!