Seorang gadis berusia 23 tahun yang dipaksa menikah dengan ayahnya karna perjodohan, gadis itu bernama Raisa.
Raisa terpaksa menerima perjodohan itu sebab dia tidak bisa menolak keinginan papanya, dia dijodohkan dengan seorang pemuda berusia 29 tahun anak dari sahabat papanya.
pemuda itu bernama Billy, pemuda yang sama sekali belom pernah dia kenal bahkan melihatnya, namun kini akan menjadi suaminya.
pernikahan karna perjodohan tanpa adanya cinta diantara mereka berdua.
Apakah yang akan terjadi dirumah tangga mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani Suaharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 18.
Ke-esokan harinya, Raisa sedang menikmati acara televisi, Setelah semua pekerjaan rumah selesai Raisa melihat Papanya tidak mengenakan pakaian kerja melainkan pakaian santai, Papa Raisa duduk disampingnya.
"Sayang siap-siaplah kita akan bertemu dengan kakakmu" ucap Papa Raisa.
"Hari ini Pa? bukannya Kakak sedang ada di luar negeri ya!" kata Raisa bertanya kepada Papanya itu.
"Tidak sayang, Kakak mu sudah pulang ke Indonesia, kamu perti merindukannya bukan karena sudah lebih dari 22 tahun lalu kamu tidak bertemu dengannya" kata Mama Raisa yang berjalan dari ambang pintu dan duduk disampingnya.
Raisa hanya terdiam beberapa saat pergantian memandangi orang tuanya
"Reza gimana Mah?" tanya Raisa.
"Tidak apa-apa, Mama sudah menitipkan sama jeng Meli saat adikmu pulang sekolah nanti" kata Mama Raisa.
"Ya sudahlah siap-siap dulu lah" kata Papa Raisa.
Raisa menyiarkannya Raisa masuk ke kamarnya untuk segera bersiap-siap dan orang tua Raisa pun juga bersiap-siap untuk menuju tujuan mereka yang dimaksudkan.
Papa Raisa mengendarai mobilnya Mama duduk di samping papa dan Raisa duduk di belakang Raisa memiliki banyak sekali pertanyaan kepada orang tuanya itu.
"Kita mau ke mana? Bukannya ini arah kejakarta ya!" tanya Raisa.
"Iya sayang, rumah kakak mu ada di Jakarta saat ini" kata Papanya.
"Muka kakak apa sama ya seperti Raisa Ma?" kata Raisa berkhayal.
"Tidak sayang, dulu semasa kecil mu saja wajah kalian tidaklah kembar" Kata Mamanya.
" Kenapa bisa begitu mah? kan kita kembar" kata Raisa Mama.
"Mama juga tidak begitu paham, papamu juga memiliki kembaran namun papamu tidak mirip dengan kembarannya" ucap Mamanya dan Papa hanya tersenyum dan fokus mengendarai mobilnya.
"Oh begitu ya Ma" sahut Raisa.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan.
Sebelum masuk ke dalam rumah itu, tiba-tiba ponsel Raisa berbunyi bernadakan panggilan masuk, dilihatnya nama Raihan di sana, Raisa mengangkat panggilan dari Raihan.
" Halo" ucapkan .
"Ayo masuk" ajak Mama Raisa.
"Bentar Ma" kata Raisa.
"Ya sudah nanti kamu nyusul ya, Mama sama Papa duluan" kata Mamanya, lalu Papa dan Mama Raisa sembari berjalan masuk ke rumah mewah di depannya itu.
"Hello, Maaf ya Han tadi Mamaku mengajakku berbicara sebentar" ucap Raisa meminta maaf kepada Raihan.
"Nggak apa-apa Raisa" sahut Raihan dari seberang.
"Ada apaan kau menelponku?" tanya Raisa.
"Hari ini aku akan bertemu dengan kembaranku, Katanya kamu mau ikut denganku saat aku akan bertemu dengan kembaranku itu, Jadi atau tidak?" tanya Raihan.
"Waduh... Maaf ya hari ini aku sedang ada acara keluarga" kata Rausa.
"Oh tidak apa-apa, Lain kali saja ya pasti akan ku pertemukan nanti dengan saudaraku" sahut Raihan.
"Iya, Terima kasih ya, Aku akan menunggumu" sahut balik Raisa.
"Aku Lanjut dulu ya sa, Maaf telah mengabarimu mendadak" kata Raihan.
"Iya nggak apa-apa, Bye" ucap Raisa lalu menutup telepon dari Raihan.
Raisa memasuki rumah di depannya itu nampak begitu megahnya rumah Ini, Raisa kebingungan mencari tempat dimana para tamu berkumpul, di ruang tamu nampak begitu sepi dan rumah ini tampak begitu sunyi, dilihatnya ada seorang pelayan sedang berjalan membawa nampan berisi minuman, Raisa pun berinisiatif untuk bertanya ke pelayan itu.
"Mbak.. Mbak Mbak tunggu!" Panggil Raisa dan Pelayan itu pun menghentikan langkahnya.
"Ada apa ya Mbak?" tanya pelayan itu ke Raisa.
"Tempat acara ada dimana ya?" tanya Raisa.
"Mari Ikuti saya" ucap pelayan itu dan Raisa mengikutinya dari belakang.