Penyesalan datangnya selalu diakhir.
Kalau diawal namanya pendaftaran.
Baik buruknya setiap perbuatan,pasti akan mendapat balasan.Percayalah,,karma itu ada
Tuhan maha adil,dalam membagi luka dan kebahagian.
Suka dan Duka akan mewarnai kehidupan manusia.
Apa yang kita tanam,itulah yang akan kita tuai.Jadi berbuat baiklah sebelum penyesalan itu datang.
Yang gak suka sama cerita ini, tinggalkan, jangan dibaca😊 gak usah komentar yang aneh-aneh, apalagi ngebanding-bandingkan dengan cerita lain. Karena beda author beda juga cara mereka bercerita, dan juga beda ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Saya tahu itu tante. Tuhan memang sangat membenci perceraian.Tapi Tuhan juga tidak akan menyukai suami dzolim seperti Abimanyu."Ujar Rama.
"Jadi maksud kamu anak saya sudah mendzolimi Alya, begitu?."
"Iya benar tante. Abimanyu sudah mendzolimi Alya. Apa tante tahu, selama ini Abimanyu memperlakukan Alya seperti pembantunya? Dia suka menghina dan menyakiti perasaan Alya. Dia bahkan tidak pernah menafkahi Alya, lahir dan batin, sehingga Alya terpaksa bekerja menjadi office girl dikantor saya, agar ia bisa bertahan hidup.
Selain itu, dia juga sangat kasar pada Alya. Dan yang lebih parah, dia berani membawa pacarnya ke rumah, dan bermesraan dihadapan Alya. Apa menurut tante itu bukan suatu kedzaliman?." Tanya Rama.
"Kamu jangan asal bicara Rama. Anak saya tidak mungkin melakukan hal itu." Sanggah bu Monika tak percaya.
"Sayangnya dia memang melakukannya tante. Dia sendiri yang mengatakannya kepada saya selama ini. Dan saya juga tahu, kesepakatan antara tante dan Abimanyu. Saya tahu, kalau dalam waktu setahun Alya tidak hamil, Abimanyu akan menceraikannya, dan dia akan menikahi pacarnya.
Bagaimana mungkin Alya bisa hamil, Abimanyu tidak pernah menyentuh Alya. Bahkan mereka tidur di kamar dan ranjang yang berbeda. Seharusnya tante tahu, kalau seorang suami tidak memberikan nafkah lahir dan batin selama tiga bulan berturut-turut, maka itu artinya sudah jatuh talak satu. Jadi mereka memang sudah bercerai secara agama." Kata Rama.
Bu Monika dan mbak Nisa sangat shock mendengar semua yang dikatakan Rama. Mereka berdua seakan tidak percaya, Abimanyu berbuat sejauh itu.
Tapi mereka juga tahu, kalau Rama tidak berbohong. Apalagi mbak Nisa pernah melihat sendiri Tamara ada dirumah Abimanyu.
"Kamu tidak membohongi tante kan, Rama?." Tanya bu Monika.
"Tidak tante. Untuk apa saya berbohong?Selama ini saya tahu semua kelakuan Abimanyu pada istrinya, dan saya diam saja karena saya pikir itu bukan urusan saya.Tapi setelah saya tahu, kalau yang didzolimi adalah adik saya sendiri, saya mana mungkin tinggal diam.
Dan saya mohon, kalau tante memang menyayangi Alya, biarkan Alya berpisah dengan Abimanyu. Biarkan Alya mendapatkan kebahagiannya sendiri." Ucap Rama
Ibu Monika tampak emosi. Wajahnya sangat merah. "Baiklah Rama.Tante akan menyetujui perceraian mereka.Tapi setelah tante mendengar semua kebenaran ini, dari Alya dan Abimanyu." Ucap bu Monika.
"Baiklah tante. Kalau gitu, kita pergi kesana sekarang." Ajak Rama.
"Baiklah." Jawab bu Monika.
Mereka pun pergi ke rumah Abimanyu. Rama menyuruh mang Komar supirnya, untuk mengantarkan Alya kerumah Abimanyu.
Rama, bu Monika dan mbak Nisa sudah sampai dirumah Abimanyu. Tak lama kemudian, Alya datang diantar mang Komar. Alya terkejut saat melihat ada ibu mertua dan kakak iparnya disana.
"Kenapa pipi dan dahi kamu Alya.?."Tanya mbak Nisa.
"Saya jatuh kemarin mbak." Bohong Alya.
"Kamu nggak bohong kan Alya?." Tanya mbak Nisa.
"Enggak mbak."
"Abimanyu, Alya, mama mau tanya. Apa benar selama ini kalian belum pernah berhubungan selayaknya suami istri?." Tanya bu Monika.
Alya dan Abimanyu sama-sama terkejut mendengar pertanyaan bu Monika.
"Jawab."Teriak bu Monika. Membuat keduanya kembali terkejut. Bu Monika terlihat sangat emosi.
"Benar mah."Jawab Alya, takut-takut.
"Dan apa benar, selama ini kamu memperlakukan Alya seperti pembantu Abi?Kamu selalu menghinanya, dan kamu tidak pernah memberinya uang?." Tanya bu Monika lagi.
Abimanyu diam. Dia bingung jawaban apa yang harus ia berikan.
"Itu dulu mah. Sekarang ...."Belum selesai dengan kata-katanya. Bu Monika memotong ucapan Abimanyu.
"Berarti jawabannya iya kan?. Dan Alya, mama mau tanya sama kamu. Apa benar Abimanyu sering membawa kekasihnya ke rumah ini?." Tanya bu Monika.
Alya diam. Dia melirik Abimanyu.
"Jawab saja sejujurnya Alya. Kamu nggak perlu takut." Ucap mbak Nisa.
Alya masih diam.
"Ayo katakan Alya, apa benar Abimanyu sering membawa kekasihnya kerumah ini?." Tanya bu Monika.
"Iya mah." Mbak Nisa yang menjawab kali ini.
"Aku yakin Tamara memang sering datang kesini. Aku sendiri pernah bertemu dengannya dirumah ini. Dan dia turun bersama Abimanyu, dari kamar." Sahut mbak Nisa.
"'Memalukan." Ucap bu Monika.
Dan...plakkkkkk....Bu Monika menampar Abimanyu.
"Mama tidak menyangka kamu tega melakukan semua ini pada gadis sebaik Alya. Kenapa kamu tega Abi? Apa karena perempuan murahan itu?.Mama sangat malu, mempunyai anak seperti kamu. Apa kamu lupa, kalau mama dan kakak kamu juga perempuan. Bagaimana perasaan kamu, seandainya apa yang kamu lakukan kepada Alya, dialami kakak atau mama, hahh?" Tanya bu Monika, emosi.
"Maafkan Abi mah, Abi tidak ...."
"Mama tidak butuh maaf kamu. Kamu harusnya minta maaf sama Alya. Karena kamu sudah menyakitinya selama ini.
Baiklah Rama. Sekarang tante akan menyetujui perceraian Abimanyu dan Alya.Tante tidak mau, Abimanyu terus menyakiti Alya." Ucap bu Monika.
Abimanyu terkejut mendengar ucapan mamanya. Dia tidak mau bercerai dengan Alya. "Tidak mah, aku tidak mau bercerai dengan Alya." Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Abimanyu.
"Kenapa? Apa kamu takut, mama akan melanggar janji mama?. Kamu tenang saja Abi. Mama tidak akan melanggar janji mama. Kamu ingin menikahi pacar kamu itu kan?Silahkan...mama tidak akan menghalangi kamu. Lakukan saja apa yang mau kamu lakukan, mama tidak peduli. Tapi sebelum itu kamu ceraikan Alya." Ucap bu Monika yang sudah sangat emosi.
"Sekarang kamu bereskan barang-barang kamu Alya, kita pergi dari sini." Titah Rama.
Alya pergi ke ke kamarnya, dan membereskan semua barang-barangnya.
Bu Monika menangis melihat kenyataan didepan matanya. Dia tahu sekarang, kalau Alya dan Abimanyu benar-benar tidur terpisah. Dia tidak mau Alya dan Abimanyu bercerai, tapi dia juga tidak mau, kalau Abimanyu menyakiti Alya.
Alya sudah selesai membereskan barang-barangnya. Rama mengajaknya pulang. Alya berpamitan pada bu Monika, mbak Nisa, dan Abimanyu.
Bu Monika menangis sambil memeluk Alya. "Maafkan mama Alya. Mama tidak pernah bermaksud membuat kamu menderita bersama Abimanyu."
"Sudahlah mah. Mama nggak perlu minta maaf. Ini bukan salah mama, atau salah siapapun."Sahut Alya. Lalu ia pamit kepada mbak Nisa, dan terakhir Abimanyu.
"Maafkan saya mas. Selama ini saya sudah merusak hubungan mas Abi dan nona Tamara. Saya harap setelah perceraian ini, kita berdua akan mendapatkan kebahagian kita. Terimakasih karena selama ini mas Abi mengijinkan saya tinggal disini." Ucap Alya.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Abimanyu. Dia ingin sekali meminta Alya agar tidak pergi, tapi bibirnya terasa kelu. Setiap kata yang keluar dari mulut Alya membuat hatinya terasa teriris.
Alya dan Rama pun pergi dari sana. Bu Monika dan mbak Nisa juga pulang, meninggalkan Abimanyu sendirian. Abimanyu terpaku ditempatnya. Dia tidak menyangka, Rama benar-benar akan membuatnya bercerai dengan Alya.
Dia sadar, kalau semua ini memang kesalahannya.Tapi entah kenapa dia tidak menerima, kalau ia harus bercerai dengan Alya. Abimanyu melemparkan semua barang yang ada disana. Hingga rumahnya berantakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa komen,vote dan like sebanyak-banyaknya ya dears😉
kasian karakter nya dibuat kayak lelaki bodoh pengemis cinta ditolak dan disakiti hatinya berkali tapi tetap saja dibuat kayak pengemis
coba kau diposisi abimayu thor, kau pernah melakukan kesalahan kau sudah menyesal dan menebunya dan kau ditolak berkali2, dengan kata2 yang menyakiti hati, apakah author masih mau mengejar dan kayak pengemis apakah adil author rasa kalau diposisi abimayu
miris