NovelToon NovelToon
LUNARA

LUNARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Judul : LUNARA

Genre : Romantic/Comedy

Sedari kecil selalu dikelilingi oleh empat orang pria yang sangat menyayangi dan melindunginya, ternyata tak membuat kisah cintanya seberuntung itu.

Kisah cinta pertamanya, berakhir bahkan sebelum dimulai. Kisah cinta selanjutnya dan seterusnya, penuh dengan penghianatan.

Gadis itu bernama Lunara, yang berarti Putri Bunga. Mempunyai kulit putih mulus, berparas cantik dan berhati baik. Bisa diibaratkan Lunara seperti malaikat. Kekayaan orangtua yang melimpah, tidak membuatnya tumbuh menjadi gadis angkuh dan sombong.

Lunara gadis yang selalu terlihat ceria dimata dunia, namun memendam banyak luka.

© 2020, Maya Asviana

Kisah ini merupakan lanjutan dari Novel saya sebelumnya yang berjudul Paman Yoo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 33

"Gimana?" tanya Chicko penasaran.

"Apanya gimana?" ucap Junior kemudian berjalan meninggalkan kedua orangtuanya dan juga Keitaro.

"Dad, makan dulu dong. Laper nih" ucap Junior yang sudah menghampiri Yohan dan Mikayla.

"Daddy sama Mommy mau ke rumah Nek Rose dulu nih, tadi katanya sedang kurang enak badan. Kalian makan berempat saja ya" jawab Yohan.

Junior pun hanya mengangguk. Akhirnya mereka semua berjalan menuju ke tempat dimana mobil mereka terparkir.

"Kei ikut mobil Papa ya Dad" ucap Keitaro kemudian berjalan masuk kedalam mobil Chicko, dan duduk berdua dengan Junior di bagian belakang.

"Kalian berdua ini! seharusnya kalian yang menyetir. Masa orangtua yang disuruh menyetir!" ucap Chicko kesal. Namun Junior dan Keitaro tak memedulikan ucapan ayah mereka.

"Bang, lu tadi habis ditolak sama Luna ya?" tanya Keitaro penasaran.

"Apaan sih lu, sok tau banget" jawab Junior malas.

"Diterima ya Jun!" ucap Gea antusias.

"Apa sih" jawab Junior masih dengan sikap malas.

"Kamu gak menyatakan perasaan kamu ke Luna tadi?" tanya Chicko.

"Perasaan apa sih" ucap Junior sambil melirik ke arah Keitaro.

"Yaelah Bang, gue udah paham kali perasaan lu ke Luna itu gimana" ucap Keitaro. Junior langsung menatap kesal kepada kedua orangtuanya. Chicko dan Gea pun menggelengkan kepalanya, sebagai pernyataan kalau mereka berdua tidak memberitahukan apa-apa kepada Keitaro.

"Gue udah tau lu cinta dengan Luna dari dulu. Gak perlu informasi dari Papa dan Mama" jelas Keitaro.

"Trus tadi Ngobrolin apa berduaan di pojok sana?" tanya Chicko.

.

Flashback on

Saat Lunara akan melakukan check-in, Junior menarik tangan Lunara.

"Bang, Luna sudah mau check-in nih" ucap Lunara menahan tarikan tangan Junior.

"Abang mau bicara sebentar aja, Dek" ucap Junior dengan wajah resah.

Lunara pun akhirnya mengikuti Junior yang berjalan ke salah satu sudut yang tidak terlalu ramai orang berlalu lalang.

"Abang mau membicarakan apa? Rahasia ya?" tanya Lunara.

Junior menggenggam kedua tangan Lunara. Dia pun menutup mata dan menarik nafas panjang.

"Luna, Abang ... Ehmm ... Abang ..." Ucap Junior dengan tergagap.

"Abang kenapa?" tanya Lunara lembut sambil. mengguncang tangan pelan Junior.

Lagi-lagi Junior menutup matanya dan menghela nafas.

"Luna mau gak ...." Junior tidak mampu meneruskan kata-katanya, dia pun kembali memejamkan matanya dan menengadahkan kepalanya.

"Luna setiap hari harus memberikan kabar ke Abang ya." Ucap Junior. Kali ini Junior benar-benar mengutuk dirinya karena belum berani mengungkapkan perasaannya kepada Lunara.

Lunara hanya bisa terbengong dan mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar penuturan dari Junior.

"Luna pikir Abang mau memberitahukan rahasia negara, sampai kita ngobrol di pojokan begini" ucap Lunara. Junior hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Lunara.

Junior pun menarik Lunara kedalam pelukannya, dan memeluknya erat.

"Hanya dengan memeluk kamu dengan erat, Abang bisa merasa sedikit tenang, Dek" gumam Junior dalam hati. Junior kemudian mengecup lama pucuk kepala Lunara.

"Janji ya Dek, akan sering-sering memberi kabar" ucap Junior kemudian melepaskan Lunara dari pelukannya.

"Iya Babang Yuyun" Jawab Lunara sambil tersenyum lebar.

Junior kembali menganggap jemari Lunara dan mengantarkannya menuju boarding gate. Mereka pun saling melambaikan tangan dan tersenyum lebar. Junior tetap berdiri disana hingga Lunara hilang dari jangkauan retina nya.

Flashback off

.

"Payah!" ucap Gea kesal.

"Penonton kecewa deh" ucap Chicko sambil menghela nafas.

"Apa susahnya sih tinggal bilang I Love you" dengus Keitaro.

"Lu gak akan paham Kei" jawab Junior.

"Terserah lu aja Bang" jawab Keitaro datar. Lagi-lagi Junior menghela nafas.

"Bukan hanya kalian, gue juga kecewa dengan diri gue sendiri, yang masih belum berani mengungkapkan perasaan ini ke Luna" gumam Junior dalam hati.

Sepanjang perjalanan Junior hanya memejamkan matanya dan mendengus.

.

.

.

Sementara itu Lunara dan Reinaldo baru saja memasuki pesawat yang akan membawa mereka ke Negara Kanguru itu.

"Parah banget Daddy, kita dapat tender raksasa tapi di berikan transportasi kelas ekonomi" ucap Lunara kesal.

"Mungkin karena kita berangkatnya berdua Lun. Dulu sewaktu gue ke Singapore, naik yang bisnis kok, hehe" ucap Reinaldo. Lunara hanya mendengus mendengar ucapan Reinaldo.

.

"Seluruh keluarga lu sayang banget sama lu ya Lun. Udah segede ini aja masih diantar satu keluarga ke bandara" ucap Reinaldo saat pesawat yang mereka tumpangi telah lepas landas.

"Iya dong ...." jawab Lunara bangga.

"Setiap orang pasti akan salah sangka Lun, saat melihat tingkah laku lu, terlebih perlakuan keluarga lu" ungkap Reinaldo.

"Salah sangka?" tanya Lunara heran.

"Iya, sama seperti gue yang juga salah sangka" ucap Reinaldo lagi.

"Salah sangka kenapa?"

"Karena tingkah laku lu yang kekanakan, manja, trus suka menye-menye gak jelas, gue pikir lu anak orang kaya yang gak bisa apa-apa. Anak orang kaya yang hanya mengandalkan harta orangtua. Eeh ... Ternyata lu cerdas dan punya pemikiran dewasa" ucap Reinaldo sambil tersenyum tipis menatap Lunara.

"Gak ada korelasi antara sikap manja dan pemikiran dewasa. Banyak kok orang yang sok bersikap dewasa, tapi pemikirannya masih kekanakan" ucap Lunara.

"Iya benar" jawab Reinaldo sambil mengangguk.

Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Karena Lunara sudah mulai terlelap.

"Mudah banget dia tertidur" ucap Reinaldo sambil menatap lekat wajah Lunara yang tengah tertidur.

"Kalau lagi tidur dan diam begini, dia terlihat cantik banget" gumam Reinaldo dalam hati sambil menyunggingkan senyuman. Namun seketika Reinaldo tersadar, dan langsung memalingkan wajahnya. Reinaldo pun berusaha untuk memejamkan matanya.

.

Setelah hampir tujuh jam perjalanan, akhirnya Reinaldo dan Lunara tiba di Melbourne. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju komplek apartemen yang akan mereka berdua tempati selama tiga bulan kedepan. Sesampainya di apartemen, Lunara langsung melakukan panggilan video kepada Junior.

Malam harinya, Reinaldo dan Lunara berkeliling di sekitar apartemen mereka untuk mencari makan malam. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan burger disalah satu restoran fast food.

Sehabis menikmati makan malam, mereka pun langsung kembali ke kamar apartemen mereka yang letaknya bersebelahan. Karena besok mereka akan menghadiri jamuan makan siang dengan beberapa perusahaan yang juga ikut dalam proyek yang sama dengan mereka.

.

Keesokan harinya Lunara sudah mengetuk pintu kamar Reinaldo. Lunara menyerahkan kaos dengan kerah turtle neck untuk Reinaldo.

"Acara siang ini kan semi formal Kak. Lu pakai kaos ini aja" ucap Lunara.

Reinaldo pun mengikuti saran dari Lunara, bahkan Lunara juga mengubah tatanan rambut Reinaldo hingga dia terlihat lebih muda.

"Nah, kalau gini kan Luna gak seperti jalan dengan om-om" ucap Lunara santai.

"Umur gue itu masih dua puluh delapan tahun Lun, tidak setua itu. Lagian usia kita hanya terpaut lima tahun!" ucap Reinaldo kesal.

"Tapi kan Luna terlihat seperti usia tujuh belas tahun" jawab Lunara santai. Reinaldo hanya bisa mendengus karena tidak bisa menyangkal ucapan Lunara.

Setelah acara jamuan makan siang itu, mulai besok hingga tiga bulan kedepan, Lunara dan Reinaldo sudah mulai disibukkan dengan pengerjaan Melbourne Project.

Reinaldo dan Lunara bekerja sama dengan sangat baik. Klien mereka pun terkesan dengan cara kerja mereka. Terlebih saat tau kalau Lunara merupakan salah satu lulusan terbaik dari kampus yang sama dengan pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan mereka.

Selama di Melbourne, Lunara selalu menghubungi Junior beberapa kali dalam satu hari. Terlebih saat sebelum tidur, Junior selalu melakukan panggilan video kepada Lunara setiap malam. Meskipun saat Lunara hendak tidur, Junior yang berada di Jakarta baru menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan hari itu.

Sementara itu, hubungan Lunara dan Reinaldo pun semakin bertambah akrab. Reinaldo bahkan bercerita kalau dia belum pernah mempunyai seorang kekasih diusianya yang menginjak dua puluh delapan tahun. Karena hingga saat ini dia masih menyukai juniornya sewaktu di bangku perkuliahan dulu.

"Kak Hana ya?" tebak Lunara. Reinaldo terkejut kenapa Lunara bisa mengetahui hal itu.

"Hingga saat ini Kak Rein masih menyukainya. Dan wanita yang dekat dengan kak Rein saat ini, hanya Kak Hana. Kalian terlihat beberapa kali pulang bersama" jelas Lunara.

"Kamu mengetahuinya hanya karena gue dan Hana terlihat dekat dan sering pulang bersama?" tanya Reinaldo. Lunara pun menjawab dengan anggukan.

"Kita juga dekat Lun, dan sering pulang kerja bersama juga" elak Reinaldo.

"Berarti Kak Rein suka sama Luna juga dong" ucap Lunara sambil tersenyum lebar.

Reinaldo yang kala itu sedang makan langsung tersedak mendengar pernyataan Lunara. Lunara yang melihat itu tentu saja langsung tertawa terbahak-bahak.

Reinaldo tidak bisa memungkiri, setelah dua bulan tinggal di Melbourne, dia merasa sangat nyaman bersama Lunara.

"Kesinikan ponsel Kakak" ucap Lunara.

Reinaldo pun memberikan ponsel tersebut kepada Lunara. Saat ini di Melbourne waktu menunjukkan pukul empat sore, sedangkan di Jakarta menunjukkan pukul dua belas siang, yang artinya saat ini adalah waktu istirahat makan siang karyawan Putra Erl.

Lunara mengetik suatu kalimat di ponsel Reinaldo, dan mengirimkan pesan itu kepada Hana. Tidak lama kemudian Hana pun membalas pesan singkat itu.

Lunara kembali mengirimkan balasan kepada Hana dengan menggunakan ponsel Reinaldo. Tidak membutuhkan waktu lama, Hana langsung membalas pesan itu. Lunara pun tersenyum saat membaca pesan balasan dari Hana.

Lunara kemudian mengembalikan ponsel itu kepada Reinaldo. Betapa terkejutnya Reinaldo saat membaca isi pesan antara Lunara yang mengaku sebagai dirinya, bersama Hana.

Reinaldo : "Han, hubungan kamu dengan pacar kamu gimana?"

Hana : "Hana dan Dylan sudah putus satu bulan yang lalu Kak"

Reinaldo : "Syukurlah kalau begitu"

Hana : "Maksudnya?"

Reinaldo : "Aku senang kalau kamu sudah putus. Aku disini merindukanmu Han"

Hana : "Hana juga merindukan Kak Rein"

"Lun, gimana ini?" tanya Reinaldo panik saat dia membaca pesan terakhir yang baru saja diterimanya dari Hana.

"Memangnya dia balas apa?" tanya Lunara penasaran, kemudian berjalan menghampiri Reinaldo dan duduk disampingnya, sambil melihat ponsel yang dipegang oleh Reinaldo.

"Tuh kangen juga katanya Kak, balas lagi dong! Pokoknya kalau kalian jadian, Luna harus dapat hadiah ya" ucap Lunara. Reinaldo hanya tersenyum mendengar celotehan Lunara.

Lunara pun mengajari Reinaldo dalam berbalas pesan dengan Hana. Tanpa sengaja dagu Lunara bertumpu pada lengan atas Reinaldo. Hal ini membuat jantung Reinaldo berdetak lebih kencang dari biasanya. Hingga dia selalu saja salah ketika mengetik kalimat arahan Lunara.

"Mungkin karena gue tidak pernah terlalu dekat dengan wanita sampai seperti ini" gumam Reinaldo, mencari jawaban dari jantungnya yang berdetak lebih cepat.

-----------------------------------------

.

.

.

Terimakasih sudah membaca 💕

Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE, tuliskan KOMENTAR kamu dan beri VOTE yaaa ...

Jangan lupa juga untuk memberikan RATE

⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan

1
Sarina Hendri
Biasa
Sarina Hendri
Kecewa
Wi
👍
Mamak_A: Terima kasih 🥰
total 1 replies
Didi Icha
bosan bacanya,terlalu mutar2 ceritanya. ga jelas gimana akhirnya perasaan si jun dan luna. 🤔🤔🤔
Mamak_A: Semoga dibaca sampai tamat, ya 🥰
total 1 replies
iYind Dewi
hahaha
"SAYANGKU"😘
masih ingin tertawa saja aku bambang Yuyun.
Mamak_A: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Matchiatoo61
kasihan junnnn
Masdayani Sidauruk
muter2 kayak gasing yA,,,, pusing pala barbie
Masdayani Sidauruk
setuju sama rein ja
Masdayani Sidauruk
jun lebay dan lelet..,. oleng sanA oleng sini. tak punya pendirian
Ida Rubaedah
dek mau kmn de... (A)
mau ke laundry bang (L)
😂😂😂
Ida Rubaedah
dasar keluarga gesrek.. 😂😂😂
Ida Rubaedah
kurang hot ahh author😂😂💪💪
Mamak_A: waduh 🙈
total 1 replies
Ida Rubaedah
dasar anak somplak.. 😂😂😂
Ida Rubaedah
saya suka alur cerita nya berwarna...
tdk monoton ke dalam romantisan saja...
lanjut author💪💪💪
Mamak_A: Terima kasih sudah membaca Lunara
lanjut baca kisah Keitaro ya 🙏
Judulnya Dia Carissa
total 1 replies
Ida Rubaedah
memang c lydia itu mesti dpt ganjaran..
ntar keenakan dia bikin kacau ditempat kerja.. 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ida Rubaedah
nah gitu jun... jangan jual mahal...
Ida Rubaedah
apa salahnya sih Yun.. ngaku cinta ma luna .
kalau gk boleh dekat ma orang lain....
jangan muna. weww.. 😁😁
Maya Sari
mudah bgt Luna d ciuman bibir dgn rein secara d lubuk hati terdalam nya Luna sebenarnya cinta k Jun biasanya kan klo dah cium bibir gtu Krn mang dah saling cinta klo ini kan cuma rein doang yg cinta Luna masih abu2
Maya Sari
aku tetep gong Yoo tp klo Park Soo juen mau gkpp lah Thor aku gk nolak 😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!