Season 1
" Seorang gadis yang sangat ceria bernama Kartika Atmaja teman-temanya memanggil dengan nama Tika, tapi keceriannya hilang disaat sang ayah sakit dan dirawat dirumah sakit,,
" Bagas cowok yang tegas dan dingin tapi hangat waktu bersama keluarganya,
" mereka dijodohkan, akankah mereka bersatu
🌹🌹🌹
Season 2
Dimana Sang putra sulung dari Tika dan Bagas harus menerima seorang gadis belia yang masih bersekolah SMA untuk menjadi istri,
Mereka berdua menikah tanpa ada rasa Cinta, mereka melakukan hanya untuk orang yang disayangi,
Akan kah Cinta hadir di antara mereka? akankah keluarga mereka bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Sutrisno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CDD 32
bagas dan tika masuk kedalam kamar mereka yang ada di hotel itu, bagas langsung masuk kekamar mandi sedangkan tika masih duduk disisi ranjang, 30 menit kemudian bagas keluar dari kamar mandi
" kamu mandi sekarang, kamu tidur di ranjang sedangkan aku tidur di sofa saja
" baik mas, (tika langsung masuk kekamar mandi)
jam 2.30 tika bangun untuk melaksanakan sholat tahajud, sesudahnya tika membaca Al Quran untuk menunggu sholat subuh, disaat tika membaca Al Quran bagas terbangun karena mendengar ada orang mengaji,
" Masya Allah suaranya merdu sekali, (memuji tika), setelah itu bagas tidur lagi
tika sudah melaksanakan sholat subuh dan segera membangunkan bagas
" mas bagas bangun mas, sudah waktunya sholat subuh
" (hoam bagas bangun dari tidurnya), iya, bagas menjawab singkat lalu pergi kekamar mandi
tika mengemasi barang-barangnya, tika juga sudah membawa barang-barangnya dari rumah ayahnya untuk dibawa kerumah dinas bagas nanti
" kamu sudah siap, ayo segera kita berangkat keburu siang nanti
" sudah mas,
mereka keluar dari hotel dan menuju kesatuan bagas
setelah 15 menit akhirnya tika dan bagas sampai juga di rumah dinas bagas
" ini rumah dinasku, rumahnya sederhana jadi kamu jangan bermimpi kayak rumah-rumah besar
" iya mas, alhamdulilah, bagus ya mas rumahnya, tidak apa-apa mas, besar atau kecil buat tika tidak masalah mas yang penting hidup dalam kedamaian
bagas segera masuk karena bagas malu melihat penampilan tika yang memakai baju longgar,
" ini kamarku, dan yang sebelah itu kamar kamu, dirumah ini hanya ada dua kamar saja
" mas kenapa kita tidak satu kamar, kenapa kita harus tidur terpisah kan kita suami istri mas? tanya tika ke bagas
" iya emang status kita suami istri tapi kamu jangan harap bisa tidur denganku, ingat aku tidak cinta sama kamu, aku melakukan ini hanya untuk memenuhi permintaan dari orang tua ku, dan perlu kamu ingat aku sudah punya kekasih, dia itu cantik dan seksi tidak seperti kamu yang kayak orang tidak terawat saja, baju saja longgar begitu, satu lagi kita memang hidup satu atap tapi aku harap kamu jangan ikut campur urasanku dan akupun juga begitu tidak akan ikut campur dalam urusanmu
hati tika bagaikan tertancap pisau yang sangat tajam mendengar ucapan bagas terhadapnya, mata tika berkaca-kaca tapi tika berusaha untuk menahannya agar tidak jatuh dideoan bagas
" baiklah mas, (tika melangkah masuk kamar yang sudah ditunjukan bagas kepadanya)
didalam kamar tika meletakkan barang-barangnya dan menatanya disaat waktu menjelang sore tika keluar untuk mandi dan sholat, dan menata barang-barangnya lagi, jam 20.00 malam tika memandang langit-langit (huh.... tika membuang nafas beratnya, ini kamarku sekarang, disinilah aku tinggal sekarang, semoga saja mas bagas akan berubah sikapnya terhadapku, akhirnya tika tertidur dikasurnya)
disisi lain bagas keluar dari kesatuan untuk menemui kekasihnya yang sudah lama tidak dia temui, tapi disaat ketemu malah mereka bertengkar karena bagas tidak memenuhi apa yang dinda minta, akhirnya bagas pulang dengan raut wajah yang marah karena bagas sudah bela-belain untuk datang disaat dinda telp tadi malah disaat sudah ketemu malah bertengkar
" maunya dia apa sih? (bagas berbicara sendiri) bagas langsung masuk rumah dan menuju kamarnya tanoa melihat tika lagi ngapain, tika sudah makan apa belum karena bagas keluar sejak siang dan disaat tika menata barang-baragnya
cukup membekas diingatanku.
tentu hal yg positif