Cerita ini hanyalah fiksi tak ada unsur dunia nyata. ini murni hanyalah karangan saja.
Cerita sedang revisi dari alur dan penulisan. jika ada kesalahan dalam pemahaman harap berkomentar dengan bijak! Atau tinggalkan cerita!!
Dilarang spam promosi!!
Area 21+
banyak adegan kekerasan!
Gadis desa itu pergi ke kota berkuliah bermodalkan beasiswa. Seorang muslimah yang menjaga kesuciannya dan juga kehormatannya.
Menjadi sasaran bullying karena pakaiannya yang berbeda dan juga kepolosannya. Hingga datang seorang pria yang terkenal di kampus sebagai laki-laki berwatak kejam dan dingin menyatakan cinta pada gadis muslimah itu.
Di karenakan berbeda keyakinan, gadis itu menolak mentah-mentah karena tak ada istilah pacaran dalam agamanya. Siapa sangka satu kata tidak membuat hidupnya kembali menderita.
Ia diculik dan dikurung di sebuah ruangan, dipaksa menikah dengan pria yang kejam dan tak berperasaan yang ternyata adalah seorang Mafia.
Mampukah gadis itu mengubah watak suaminya?
Dan mampukah ia membawa suaminya ke jalan yang lebih benar mendekat pada sang Maha Pencipta?
Atau malah dia akan tetap menderita dari awal sampai akhir pernikahan.
Penasaran.
Simak kisahnya pada novel berikut!
Terdapat banyak adegan kekerasan. Harap bijak dalam memilih bacaan bagi yang merasa di bawah umur!
Cover: Buatan sendiri. Harap tidak memperbanyak secara ilegal bila tak ingin berurusan secara hukum!
Nb:
Bila tak suka tinggalkan tanpa jejak yah
Nama kota/ tempat di buat secara khusus oleh author. Tidak menyangkut nama kota/ tempat manapun agar tidak terjadi kesalahpahaman!
HARGAI PENULIS DENGAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT. SAYA TIDAK MENERIMA SEGALA MACAM JENIS PLAGIAT, JIKA TERDAPAT ATAU KETAHUAN MELAKUKAN HAL TERSEBUT. SAYA TIDAK AKAN RAGU MENUNTUT ANDA. TOLONG HARGAI PENULIS, JIKA ANDA MEMANG MANUSIA!!!!
Happy reading:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harus menjauhinya!
...Sahabat... Allah tak akan pernah mengambil sesuatu dari kita, tanpa maksud menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Percayalah....
...Jangan mengeluh atas apa yang kita miliki. Jangan iri atas apa yang orang lain miliki. Bersyukurlah! Ingin lebih? Berusahalah!...
...Selalu ada pelajaran dibalik setiap kejadian. Jangan anggap masalah sebagai musibah, tapi carilah hikmah dan jangan menyerah.❤💗...
...Keep fighting💪🏻💪🏻💪🏻...
...----------------...
...****************...
Malam sudah berganti menjadi pagi yang cerah, setelah shalat subuh tadi Aria kini sudah berada di balkon kamar Gabriel menikmati semilir angin pagi yang sejuk.
Sedari pagi Aria tak melihat Gabriel sama sekali, ia bahkan terbangun dalam keadaan sendiri. Aria sedikit bingung, Gabriel itu sebenarnya punya kepribadian berapa. Sifatnya terlalu sering berubah-ubah.
Aria berdiri mencoba berjalan menuju lantai bawah. Untungnya rasa perih di bagian perut dan ************ nya sudah sedikit mereda.
Ia berjalan menelusuri anak tangga melihat para pelayan yang bekerja.
Ia terus menapak kakinya menuruni anak tangga, dibawah sana ada seorang pelayan yang sedang mengepel lantai. Ia tampak tersenyum melihat Aria yang berjalan sambil termenung, dengan sengaja ia menumpahkan air dilantai lalu kembali mengepel.
Buuuuuukkkkkk
"Astaghfirullah," lirih Aria ketika ia terjatuh dengan posisi terduduk. Pelayan itu tersenyum dan menghiraukan Aria yang merintih kesakitan memegangi perutnya.
"Kakak," panggil Alisa dari depan pintu berlari mendekati Aria.
"Apa kakak baik-baik saja?" tanya Alisa.
Aria menatap kedepan, disana ada Gabriel yang menatapnya dengan tatapan biasa. Ia berjalan mendekati Aria, orang-orang mungkin akan berpikir kalau Gabriel akan menolong Aria, tapi nyatanya Gabriel melewati Aria begitu saja.
Aria hanya terdiam membisu karena diabaikan oleh Gabriel, lalu ia tersenyum lucu dengan perasaan berharap lebih pada orang yang bahkan pernah menyakiti nya.
Alisa melihat kepergian Gabriel dengan wajah bingung, ia membantu Aria untuk berdiri dan kembali naik keatas tangga. Niat hati ingin mengantarkan Aria menuju kamar Gabriel, tapi Aria menolak dan ingin diantarkan ke kamar nya saja.
Di bawah sana, pelayan itu tersenyum puas ketika ia menyaksikan ketidakpedulian Gabriel pada Aria.
"Kalau begini, aku akan mudah menjahili gadis desa itu, hehehehe."
Sesampainya dikamar, Alisa membantu Aria untuk mengganti pakaiannya yang sudah basah. Alisa membantu Aria untuk kembali berbaring di atas ranjang. Ia melihat sekitar kamar yang kecil dan warna yang tidak elegan dan juga perabotan yang minim.
"Apa ini kamar kakak?" tanya Alisa tidak percaya kalau ini adalah kamar yang diberikan Gabriel pada istrinya.
"Iya, ada apa?" tanya Aria.
"Tidak ada," kilah Alisa menemani Aria bercerita tentang pengalaman mereka masing-masing.
...----------------...
...****************...
Di dalam kamar Gabriel mengambil ponselnya lalu menghubungi bi Mei.
Drrrrttt
Drrrrttt
"Saya tuan."
"Bawa pelayan muda yang tadi membersihkan lantai di dekat tangga ke bawah tanah!" perintah Gabriel.
"Baik tuan."
Panggilan terputus, Gabriel melangkahkan kakinya menuju ruang bawah tanah. Ia juga menghubungi Roy agar segera menuju ruang bawah tanah.
Setelah beberapa menit menunggu, ruangan yang tadinya kosong kini sudah di datangi oleh BI Mei dan juga seorang wanita muda berseragam pelayan. Ada juga beberapa bodyguard yang ikut mengkawal barulah disusul Roy yang datang terakhir.
Hening.
Semuanya diam, tak ada yang berani membuka suaranya sebelum Gabriel berbicara.
"Kau tahu apa kesalahan mu?" tanya Gabriel santai pada pelayan muda itu.
"Tidak, tuan," jawabnya takut.
"Lalu apa yang kau lakukan tadi saat di bawah tangga?" tanya Gabriel mulai meninggikan suaranya.
"I-itu saya tidak tahu apa maksud tuan," jawabnya gugup.
"He, baiklah. Karena kau tidak ingat apa yang sudah kau lakukan, akan aku ingatkan kembali."
Gabriel melempar sebuah ponsel pada Bi Mei lalu memutar video dan memperlihatkan nya pada pelayan muda itu. Sontak pelayan itu terkejut karena disana terlihat bagaimana ia menumpahkan air di bawah tangga dan membiarkan Aria terjatuh.
"Sa-saya minta maaf tuan," ucapnya berlutut memohon.
"Aku tidak menyuruh mu untuk berlutut, jadi berdirilah!" bentak Gabriel marah. Sontak pelayan itu langsung berdiri sambil meneteskan air matanya.
"Apa kau punya masalah dengan Aria? Apa Aria pernah mengganggu mu!: teriak Gabriel.
"Ma-maafkan saya tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu, sa-saya..."
"Ahhh banyak sekali bicara mu! Kau tahu kan kalau Aria baru saja keluar dari rumah sakit dan bagian perutnya sedang dalam kondisi tidak baik, tapi dengan teganya kau membuat istriku jatuh dan merintih kesakitan disana!"
"Roy, urus wanita itu!" perintah Gabriel pergi dari dalam ruangan. Gabriel tak ingin mengotori tangannya dengan darah orang lain sekarang. Ia harus mencoba untuk tidak membunuh orang lain dengan tangannya sendiri melainkan dengan tangan anak buahnya.
Roy pun mendekat sembari meregangkan otot-otot nya. "Sudah lama aku tidak memukul orang," kata Roy dengan wajah datarnya.
"Kalian pegang dia dengan benar kalau mau selamat dari pukulan ku!"
"Baik tuan."
...----------------...
...****************...
Gabriel berjalan menuju kamar biasanya ia gunakan untuk menumpahkan kegundahan nya, ia membaringkan tubuhnya mengambil bunga mawar putih yang ada di atas ranjang lalu memandang bunga itu dengan lama.
"Aku harus menjalani nya ibu, berpura-pura agar ia tak akan kecewa." Gabriel menutup matanya dengan tangan yang memegangi wajahnya.
"Aku harus membuat Aria tidak mengharapkan sesuatu yang tidak akan ia dapatkan dan inilah caranya. Aku akan menjauhi nya namun akan tetap memantau nya, aku tak ingin ia berharap padaku karena aku sudah mulai baik padanya."
"Biarkan saja dia membenciku, asalkan ia tak terluka karena mengetahui sebenarnya ia tak bisa memiliki anak. Kalaupun bisa, aku akan memaksanya untuk menggugurkan kandungannya! Harus!"
"Itu lebih baik dari pada aku harus kehilangan istriku."
_
_
_
_
Menjauhi Aria?
Tidak semudah itu Ferguso, kau lupa kalau kau mempunyai rival hahahaha 🤭🤣
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.
sehat selalu author nya😄😄