NovelToon NovelToon
CANDUNYA SANG CASANOVA, MALIKAKU

CANDUNYA SANG CASANOVA, MALIKAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak / Pembantu / Pernikahan rahasia
Popularitas:41.6k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

Sean, seorang Casanova yang mencintai kebebasan. Sean memiliki standar tinggi untuk setiap wanita yang ditidurinya. Namun, ia harus terikat pernikahan untuk sebuah warisan dari orang tuanya. Nanda Ayunda seorang gadis yatim piatu, berkulit hitam manis, dan menutup tubuhnya dengan jilbab, terpaksa menyanggupi tuntutan Sean karena ulah licik dari sang Casanova.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

"Hahaha, jadi dia mencampakkanmu?"

Maura mengerucutkan bibir, mengaduk-aduk Oren jus dihadapan dengan sedotan. Lalu menyedotnya untuk mengurai panas di dada. Suara tawa Febi menggelegar menghina, semakin menambah panas saja. Bukannya surut oleh minuman jus dingin yang baru melewati kerongkongannya.

Siang ini, ia bertemu dengan salah satu temannya di sebuah mal ternama di kota. Bercerita tentang Sean yang juga menjalin hubungan dengan Febi. Disebut menjalin hubungan juga sebenarnya tidak. Karena mereka hanyalah teman kencan Sean.

"Issh, berhenti ketawa bisa nggak sih? Kita ke sini bukan untuk menertawakan ku!" rajuk Maura.

"Sorry, sorry." Febi berusaha menekan tawanya. Mengambil es smoothiesnya lalu meminum cairan kemerahan itu.

"Ya sudahlah, cari saja yang lain," hibur Febi enteng.

"Tidak bisa, aku nggak bisa nglepasin Sean gitu aja."

Febi berdecak pelan.

"Sadarlah, dia nggak akan mengencani wanita lebih dari tiga kali. Katakan dengan jujur, berapa kali dia mengencanimu?"

"Aku nggak bisa melepaskan dia begitu aja."

Febi tersenyum, "berapa kali dia mengencanimu?"

"Apa itu penting?" Maura tak suka.

"Tentu saja. Kalau dia sudah mengencanimu tiga kali, ya sudah. Lepaskan saja, daripada kamu menyesal."

Maura membuang muka kesal.

"Berapa?" Kejar Febi

"Dua." Menjawab dengan malas dan malu.

"Ahahahah..." Febi tergelak, sampai tangannya memukul-mukul meja. Maura menyorotnya tak suka.

"Sudahlah, lepaskan saja dia!" Febi berucap sambil menahan tawanya.

"Tidak bisa! Dari semua pria yang aku pacari, hanya dia yang royal."

"Buka matamu, Maura! Dia tidak pernah menganggapmu pacar!"

"Diam kamu!"

"Itulah kenyataannya. Kita hanyalah teman kencannya. Tidak lebih! Cobalah buka matamu!"

Mau mengelak, tapi Maura pun sadar apa yang Febi katakan benar. Mereka hanyalah teman kencan yang tidak dianggap serius.

"Bagaimana denganmu?" Melirik wanita yang duduk di hadapan."Kalian sudah berkencan berapa kali?"

"Hampir tiga kali, tapi tiba-tiba dia langsung pergi sebelum kami sempat melakukannya."

"Benarkah?"

"Heemm.. dia hanya meninggalkan uang lima ratus ribu. Menyebalkan sekali kan?" Febi menjelaskan dengan wajah ditekuk.

Kali ini giliran Maura yang tertawa. Wajah Febi langsung berubah tak suka.

"Jadi kamu mundur?"

"Aku cukup sadar diri. Tidak ada dia masih ada yang lain." Febi berucap getir, memajukan tubuhnya dan menyedot smoothies hingga hampir habis.

"Aku tidak bisa. Dia sudah menghinaku, jadi aku harus buat dia bertekuk lutut padaku."

Febi tertawa meremehkan, tangan mengibas di udara.

"Tidak mungkin, tidak mungkin bisa, Maura!" Menggeleng seraya terus tertawa, semakin membuat Maura menekuk wajah.

"Apanya yang tidak mungkin? Aku cantik dan juga seksi. Lihatlah, banyak pria yang mengantri jadi kekasihku. Tapi aku memilih Sean," sanggah Maura pongah.

Tawa Febi berhenti, menyeruput smoothies nya lagi. Lalu menyingkirkan gelas yang sudah kosong ke samping. Ia harus menyadarkan temannya yang satu ini. Walau ia juga berharap lebih, tetapi ia cukup tau orang seperti apa Sean.

"Sayangnya, dia tidak memilihmu!" ucap Febi menohok. "Dengar Maura. Sean pria bebas, dia tidak mungkin akan terikat pada satu wanita. Jika pun ia, pasti ia akan mencari kesenangan dari wanita lain. Dan nasip istrinya? Kau pasti tau bagaimana dia akan berakhir."

Senyum Febi begitu syarat akan makna. Memang, seorang yang sudah mencoba banyak lubang kenikmatan tak akan cukup dengan satu. Dan pasti akan mencari sensasi yang lain.

"Kamu mau jadi wanita menyedihkan seperti itu? Lebih baik jadi teman kencannya seperti sekarang. Tidak perlu makan hati karena dia juga berbagi peluh dengan wanita lain."

"Akan ku buat dia hanya melakukan padaku." Maura yakin.

"Tidak mungkin."

Maura melototi temannya.

"Jangan terlalu yakin. Ingat, Maura. Sean itu seorang Casanova. Dia tidak akan sembuh dari bermain wanita."

Maura mencelos, namun matanya malah melihat sosok yang cukup ia kenal di ujung pandang sana. Melalui kaca penyekat kafe tempatnya bersantai siang ini.

"Dia..."

"Siapa?" Febi melihat ke arah yang sama.

"Itu... Pembantunya Sean."

"Yang mana?" Febi tertarik.

"Itu! Yang item, pakai jilbab biru," tunjuk Maura pada sosok wanita yang sedang memilih gelang di sebuah stand di mal.

"Dia?"

Maura mengangguk. "Aku pernah bertemu dengannya. Tidak salah lagi itu pasti pembantu Sean. Sean pasti ada bersamanya,"sambungnya yakin beranjak.

"Haahh?" Febi seperti tak percaya."Sean jalan-jalan sama pembantunya?" Berganti mendongak, menatap Maura.

"Ayo ikut!"

"Ngapain?" Protes Febi tak paham.

"Ayok!" Maura menarik lengan Febi sampai gadis itu berdiri dari kursinya dan terpaksa mengikuti langkah cepat Maura.

Di sisi lain, Nanda yang sedang memilih gelang bersama Eni tiba-tiba merasakan getaran di saku celananya. Hari ini, sepulang kerja Nanda memang sengaja tak pulang dulu dan memilih langsung jalan-jalan bersama Eni teman sejawatnya.

Merogoh kantong, mengambil benda pipih berwarna merah hati dari sana. Panggilan masuk dari kontak bernama PK. Singkatan dari penjahat kelamin. Siapa lagi kalau bukan Sean?

"Ngapain sih dia menelpon? Bukannya seharusnya ia bekerja?" Nanda menggerutu pelan.

"Siapa?" Eni yang berdiri di sampingnya melongok. "PK? Siapa PK?"

Nanda tersenyum masam, tak mungkin juga ia menjelaskan.

"Pengganggu!" Celetuk Nanda mengabaikan panggilan dan langsung menyimpannya di saku celana lagi.

"Pengganggu?" Eni mengernyit tak paham.

"Heemm," angguk Nanda kembali memilih gelang. "Begini-begini, aku punya penggemar." Tersenyum nakal.

Eni berdecak,"Iya deh. Mas Irham aja sampai cinta mati sama kamu," godanya menyenggol lengan Nanda.

Gadis itu tersenyum lebar.

"Bagaimana hubungan kalian?"

"Tidak bagaimana-bagaimana."

Eni berdecak lagi. "Jadi nggantung?"

"Ya enggak."

"Terus?"

Nanda tak menanggapi, masih sibuk memilih gelang.

"Apa kalian nggak membicarakan masa depan. Mm, menikah misalnya?"

"Enggak."

"Yang benar?" Eni tak percaya.

"Iya."

"Ingat umur, Nanda."

"Ingat kok, ingat." Gadis hitam manis itu memilih dua gelang couple berwarna hitam. Lalu menunjukkan pada penjual."Ini berapa, Mbak?"

"Satunya dua lima."

"Yaah, mahal banget? Biasanya sepuluh ribuan loh."

"Ya ampun, Mbak itu gelang dari untaian batu hitam granit."

"Iya, tau. Dua ini, tiga puluh ya?" Nanda menawar.

"Nggak dapat, Mbak."

Nanda dan si penjual masih melakukan tawar menawar. Tanpa ia tau beberapa meter darinya, dua orang wanita sosialita sedang mengendap mengintai dirinya.

"Keknya, dia nggak sama Sean deh." Febi berujar."Lagian juga nggak mungkin Sean jalan ke mall sama cewek kek gitu. Nggak level kali, Ma."

"Aku ketemu mereka di swalayan." Maura berdecak kesal."Kami juga sempat jalan-jalan. Kusuruh saja pembantunya itu bawain barangku. Namanya aja pembantu kan?"

Febi melongo, "benarkah?"

Maura mengangguk yakin.

"Apa karena pembantu ya, Sean nggaka gengsi? Gimana-gimana, gadis itu... Iiyyuuuh..."

"Makanya, aku suruh dia bawa bawaan kami." Maura tertawa puas sekaligus mencemooh."Keliling mal ini. Harus ada penegasan memang antara majikan dengan pembantu."

Febi diam, masih melihat ke arah Nanda.

"Ayok!" Maura melangkah lebih dulu.

"Kemana?"

"Ngamperin dia lah," tukas Maura memutar mata malas.

"Buat apa?"

Maura tersenyum sinis. Febi menyipitkan mata. Entah apa yang akan Maura lakukan pada pembantu Sean itu.

1
Cinta_manis
iya, nih
Nur Adam
lnjut
Cinta_manis: oke ka, 😊
total 1 replies
azalea_lea
haduh...
kok bisa ada dtempat yg sma yaaa??
apa yg akan terjadi??
lanjut thor 🙏🌹❤👍🤔🤭
Cinta_manis: makasih Kaka, siap lanjutin 😊
total 1 replies
Uthie
Wadduuhhhh...salah paham itu 😥
Cinta_manis: iya, nih kak 🤧
total 1 replies
Uthie
Tuhhh kaann.. 😂
azalea_lea
nahloh siapa itu yg datang??
sampai bikin malika kaget
🤔👍❤🌹🙏
Yessi Kalila
tamu siapa yaaaa....
Uthie
surprise.. itu... kayanya mertua yg datang dehh 🤩😁😁
Yessi Kalila
hahah....kirain mau bilang apa...ternyata iiii....temm.....😄😄😄
azalea_lea
hahaahaa semakin kamu menyangkal perasaanmu kamu akan semakin tersiksa sean
hayooh nti terlambat loh keburu diambil irham
🤣🤣🙏🌹❤👍
Uthie
Hahaha... Nanda...terus jaim dan pegang teguh kamu agar gak mudah jatuh ada si Sean itu 💪😆
mending kamu terus aja hubungan sama Irham 👍👍👍😁
azalea_lea
hahaaa dasar kau malika siap siap saja nanti dibucinin sean
🤣🙏🌹❤👍
Uthie
Nahhh.. tuhhh.. udah tindihan aja itu 😂😂😂
Asih Rara
malika kedelai hitam..top markotop😂
Desmeri epy Epy
lanjut thor
azalea_lea
siapa malika??? hyaoo kalian cari tau s
heheee... pasti kaget lou tau 🤭🙏🌹❤👍
Uthie
Akhirnya... mengakui jugaa 🤩🤩😁👍
Yessi Kalila
Malika....akhirnya jatuh cinta juga...😄😄
Nur Adam
lnjut
azalea_lea
hahaaa malu yaa kamu maura
dah tau sean udah muak sama kamu udah dblokir pula ehhh PD bgt sok nlpon2
🤭👍🌹❤🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!