NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Jaksa

Istri Rahasia Jaksa

Status: tamat
Genre:Angst / Menikah Karena Anak / Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Tamat
Popularitas:387.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: phoebeee

Anara Kamala Alice tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya berubah selamanya di malam ulang tahunnya yang ke-23. Impiannya menjadi dokter hancur seketika ketika ia mendapati dirinya hamil di luar nikah—sebuah aib yang merenggut segalanya: beasiswa, pendidikan, dan kehormatan keluarganya.


Di tengah tekanan itu, ia terpaksa menikah dengan Alan Ravindra Sanjaya, pria yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Alan, yang sebenarnya tunangan kakaknya, memperlakukannya dingin dan penuh kebencian. Keluarga Alan pun tak pernah menerima kehadirannya. Alan bukan hanya tunangan kakaknya, tapi juga calon jaksa besar yang dihormati. Namun, pernikahan itu jauh dari kata bahagia. Identitas Nara sebagai istri Alan disembunyikan dari publik, dan sikap Alan yang dingin membuatnya merasa terasing


Tapi di balik semua itu, ada rahasia besar yang perlahan terungkap—sebuah pengkhianatan yang tak pernah ia bayangkan datang dari orang terdekatnya. Sementara Alan mulai menyadari perasaan yang selama ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phoebeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Alan

Alan mondar mandir depan belakang dengan panik menunggu Dokter keluar dari ruangan Nara. Wajahnya sudah benar pucat sekarang, takut terjadi sesuatu dengan Nara dan juga bayi di dalam perutnya. 

“Berhentilah mondar mandir seperti itu, Alan!” kesal Della melihat Alan yang sibuk membuatnya juga ikut pusing melihatnya. 

Alan menoleh sebentar ke belakang melihat ke arah Della menatap sepupunya sejenak kemudian mengalihkan pandangannya begitu saja. 

Ia mendudukan badanya di kursi depan ruangan, menunggu kabar Nara. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan penuh penyesalan. 

“Alannnn.. Alannn..”

Alan dan Dela mendongakkan kepalanya, diantara segala hening kerisauan tiba-tiba saja suara wanita memanggil Alan dengan panik. 

Alan mengerutkan dahinya dengan bingung saat melihat Mama berjalan lari dengan panik ke arah dirinya 

Kenapa Mama bisa ada di sini? 

“Mama? Mama ngapain di sini?” tanya Alan dengan bingung ke arah Mamanya yang memegang bahunya dengan khawatir mengecek setiap inchi tubuhnya dan menghembuskan nafas lega saat tidak melihat satu lecetpun ditubuh anaknya. 

“Syukurlah, kamu tidak kenapa-napa. Mama panik mendengar kamu ada di rumah sakit ini,” ujar Dwi dengan nada panik kemudian lega menjelaskan kepada Alan. 

“Mama kenapa bisa tahu Alan ada di sini?” tanya Alan dengan bingung sekali lagi.

Mama mendudukan badanya di samping Alan, ia menatap sekitar melihat keponakanya itu masih ada di sini. 

“Mama dapat telepon dari kepala rumah sakit bahwa kamu masuk rumah sakit, kenapa kamu ada di sini jika tidak ada apa-apa?” tanya Dwi dengan bingung

Alan terdiam, pandangan matanya menatap lurus melihat ruangan yang tertutup di dalamnya ada Nara yang sedang diperiksa oleh Dokter. 

“Nara pingsan, Ma,” ujar Alan

Dwi memutar bola matanya mendengar penjelasan anak sematawayangnya itu. Ia sudah panik dan berlari dengan cepat mendengar anaknya masuk rumah sakit tapi saat ia tiba dirumah sakit bukan Alan yang sakit melainkan wanita sial itu. 

Bukankah tadi Alan dan Della berencana pergi ke tempat Ayah Nara? yang Dwi ketahui itu berada di rumah sakit jiwa ujung kota. Mangkanya saat ia mendengar Alan ada di rumah sakit di tengah malam hari membuatnya benar-benar panik.

“Hadeh, sia-sia deh Mama ke sini. Mama kira kamu yang sakit,” ujar Dwi dengan santai 

Alan menatap Mamanya dengan tidak percaya mendengar ucapan Mamanya. Ia menatap Mamanya dengan frustasi bergumam dengan lirih. 

“Nara Maa.. Naraa, ia pingsann, anakku Maa, istrikuu,” lirih Alan

“Udahlah, biarin saja, lagian bagus dia masuk rumah sakit kalo bisa mati aja sekalian,” ujar Dwi dengan santai. 

Alan menatap Mamanya dengan terkejut dan marah, ia tidak menyangka ucapan itu keluar dari mulut Mamanya. 

Apa yang dikatakan oleh Nara benar? ia awalnya berpikir tidak mungkin Mama seperti itu namun mendengar ucapan Mama sekarang membuat pikiran Alan berubah. 

“Apa maksud Mama?” tanya Alan dengan nada naiknya. 

Dwi terkejut mendengar nada naik Alan, kenapa Alan tiba-tiba marah? 

“Stop! Tante cukup! Aku sudah muak dengan prilaku, Tante. Sudah cukup Tante menyakiti Nara selama ini. Alan! asal kamu tahu yaaa, selama ini alasan Nara bekerja karena Mamamu! -”

“Ya, Tante Dwi yang mengatakan bahwa Nara harus mencari tambahan persalinan. Ia mengatakan bahwa cucunya tidak mungkin melahirkan dirumah sakit yang murah dan pasti harus mahal. Nara yang harus berat badanya naik malah turun di kehamilan besarnya dan juga Dokter sering kali mengingatkan Nara jika tidak makan dan juga vitamin, Baby akan kekurangan gizi pada kelahiranya-”

“Dahulu Nara bisa memakan apapun yang ia makan, ia bisa berbelanja apa yang ia mau tanpa memikirkan bahwa ada bayi di dalam perutnya, tanpa memikirkan keperluan pribadi dan juga keperluan rumah yang belum terbeli,” ujar Dela dengan penuh amarah menatap Dwi dengan tatapan tajam. 

Alan semakin terkejut mendengar ujaran Dela, tidak mungkin. Bagaimana bisa ia tidak menyadari ini selama ini, ia terlalu egois tanpa memikirkan Nara selama ini. 

“Kalian iblis, lepaskan Nara. Asal Tante tahu Nara juga tidak ingin menjadi seperti ini bahkan ia tidak sudi menjadi istri dari pengecut seperti anak Tante,” tambah Della. 

Air mata jatuh membasahi pipi Alan, ia tidak menyangka bahwa penyesalan itu datang. Bagaimana orang yang ia percayai mengkhianatinya. 

Alan menoleh ke samping melihat ke arah Mama yang tampak terkejut mendengar pengakuan Dela. Ia menatap Mama dengan tatapan terluka dan kecewa.

“Bagaimana bisa Mama melakukan hal ini? Bukankah aku sudah memberikan Nara uang setiap bulan? belum juga Ayah yang memberikanya kepada Nara dalam rekeningnya?” tanya Alan dengan penuh tuntutan. 

“Ayah bisa marah jika mengetahui ini, bukankah aku mempercayai Mama untuk memberikanya kepada Nara. Bahkan Mama yang meminta langsung biar Mama saja yang memberikan langsung kepada Nara, dengan dalih bahwa Nara itu boros takut menghabiskan semua uang begitu saja?” tanya Alan dengan tidak terima.

Dela mendengar itu menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka bahwa Tante Dwi sejahat itu. Bagaimana di depan publik wanita itu sangat ramah sekali dan juga suka memberi, berbeda prilakunya kepada Nara yang sangat kejam. 

“Tante benar-benar keterlaluan. Palsu, semua palsu image Tante yang ada di publik, bagaimana Tante bisa sangat baik kepada orang lain tetapi kepada menantu sendiri sangat jahat? Jika Tante pikir Nara merebutnya Alan dari Senja, itu Tante salah-”

“Senja yang sudah menjebak ini semua, wanita yang Tante pikir baik itu sangat licik. Bagaimana bisa Tante menyuruh wanita hamil besar mencari uang dan membiarkan ia bekerja berat? bahkan Tante dengan kejam menyuruhnya konsultasi regular yang harus bayar padahal ia mengandung pewaris keluarga Sanjaya?” tanya Dela dengan kesal. 

Dwi terdiam mendengar ujaran Dela, ia menggelengkan kepala menatap Alan mengatakan bahwa ia tidak melakukan itu. 

“Bagaimana bisa Mama melakukan itu? Aku bahkan sudah menyiapkan persalinan itu semua, bahkan peralatan untuk bayi juga sudah aku kirimkan uangnya. Lagian Nara pasti akan melahirkan dirumah sakit kita, bahkan Dokter lahirnya sudah aku pilihkan, “ ujar Alan dengan lirih. 

Ia tidak menyangka bahwa Mamanya melakukan ini semuanya. Pantas saja ia sama sekali tidak melihat perlengkapan bayi di kamar Nara dan saat ia bertanya kepada Mama dimana perlengkapan bayi yang sudah ia pilih itu, namun Mama terus berkilah dan mengatakan bahwa Nara tidak suka dan memilih lain. 

“Tidak, kamu jangan percaya sama Dela. Wanita itu bohong sama seperti temanya,” ujar Dwi dengan air mata menggelengkan kepalanya dengan ribut takut dengan kemarahan dan kekecewaan anaknya. 

“Alan kecewa dengan Mama,” lirih Alan 

“Hikss, tidak, Mama tidak melakukan itu. Nara pantas mendapatkan itu” 

Namun disaat isak tangis sang Mama yang berusaha menyangkal semua tiba-tiba saja seorang pria datang yang telah mendengar semuanya. 

“Apa yang terjadi? Dan apa maksud kamu Dwi?”

Dwi, Alan dan juga Dela mendongakkan kepalanya mendengar suara berat pria dengan baju rapinya berdiri dengan gagah penuh intimidasi.

“Ayah?” gumam Alan

Dela terkejut pamanya yang tiba-tiba datang. Ia melangkah maju mendekat mengatakan. 

“Jika kalian ingin Senja menjadi menantu kalian, maka lepaskan Nara!”

“Aku akan mengambil Nara, tanpa kalian Nara akan bahagia dan tanpa kalian sadar Senja lebih buruk dibanding sahabatku, Nara,” 

1
Sulis Tyawati
aq jga jd ikut mengeluarkan air mata thor😭😭
Sulis Tyawati
ank Darren
Sulis Tyawati
hrs nya Nara dan twins diikutsertakan dlm penyembuhan Alan.. agar kondisinya cpt pulih
Sulis Tyawati
hadehhhhh.... sinetron bgt ne
Ririn Nursisminingsih
kereenn alan ingin memperbaiki semua kesalahanya..
Ririn Nursisminingsih
seorang jaksa yg cerdass kok bidoh mudah dikibulin dan ndak bisa cari bukti aneh
Ririn Nursisminingsih
nara iki kok bodoh banget mudah terpedaya senja
Netiihsan
nara...jgan putus asa
Ririn Nursisminingsih
pak jaksa dari pada penasaran selidiki dong jg bodoh kamu
Ririn Nursisminingsih
hadeh thor a baca dari awsl. kok sedihhh terus
Netiihsan
nara...kuat kn hati dn jlan hidup mu
Ririn Nursisminingsih
dari awal baca udah wedih
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
astr.id_est 🌻
huahaha kocak ni bapak2 🤣🤭
"Alana" alan-nara nama yg indah
makasih thor untuk extra part nyaa
di tunggu karya baru nyaa..
sukses slalu...
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Ketut sariani Sariani
lanjut dong thor,buat kisah ank" ya Alan daren SMA gean dong thor🙏🙏🙏
Deliz Diaz Dla FM B
Wow
phoebeee
hallo guyss, selamat pagi, siang, sore dan malam.
inilah last chapter dari buku ini, semoga kalian sukanya.
dengan ini aku menyatakan bahwa buku ini sudah tamat
maaf sepertinya tidak ada seos 2 karena aku berpikir lebih baik cukup di sini dan juga rencananya ak mau nulis buku baru.
jadi bagi kalian nyari cerita baru boleh ke buku baru aku yaa.
aku bakal mulai update minggu depan
terima kasih guys always waiting this story ❤ love you
khadizah thea: blm ada cerita baru
total 1 replies
Ketut sariani Sariani
lanjut dong thor,untk senso 2 ya
Ketut sariani Sariani
lanjut dong thor
Putri Sabina: mampir kak ke ceritaku yang Dendam Ratih dan cinta sang pangeran ular.😍
total 1 replies
Deera__
OTHOR KUYYY CRAZY UP /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Drool//Drool//Drool//Kiss//Kiss//Watermalon//Watermalon//Watermalon//Watermalon//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/ TRIPLE UP OR FIVE UP JUGA BOLEH.. AKU UDAH GK SABAR MENUNGGU KELANJUTANNYA. SEMANGAT BERKARYA. ❤️❤️💚❤️❤️❤️❤️💚💚💚💚❤️❤️
Kalau Bisa SEASON 2 KU BERHARAP ADA THOR 😍😍😍😭😭😭😭❤️❤️💚❤️❤️
Putri Sabina: mampir kak ke ceritaku yang Dendam Ratih dan cinta sang pangeran ular.😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!