NovelToon NovelToon
Black Swan

Black Swan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:279.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: chalista saqila

Aciel Lutherford datang ke panti asuhan itu dengan segala janji palsu yang ia berikan kepada si lugu Eden yang kala itu tidak tahu apa-apa. Pria itu mengadopsi Eden tanpa alasan yang jelas dan membiarkan Eden hidup tanpa status yang jelas di rumahnya hingga enam tahun lamanya. Setelah enam tahun berlalu, Eden perlahan-lahan mulai berubah menjadi sosok wanita dewasa yang mengagumkan. Usianya yang mulai menginjak dua puluh tahun membuat Aciel yang sebelumnya tidak pernah memperhatikan wanita itu, mulai berbalik untuk mengintai wanita itu dari kejauhan. Hingga suatu hari sebuah peristiwa buruk mengubah segalanya. Wanita polos itu tidak lagi menjadi sesosok angsa putih yang lembut, melainkan telah berubah menjadi sesosok angsa hitam yang selalu memancarkan luka dan lara di kedua mata bulatnya. Dan kini ia pun mulai memiliki ambisi untuk menghancurkan pria bermata coklat itu, pria yang telah membawanya pada penderitaan yang tak bertepi, Aciel Lutherford!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chalista saqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Got You Back (Thirty Three)

        Aciel berjalan tenang kearah kerumunan wartawan yang sejak tadi terus membidikan kamera kearahnya. Menghadiri sebuah acara peragaan busana seperti ini memang cukup jarang ia lakukan, sehingga tak heran jika kedatangannya kali ini cukup menyita banyak perhatian. Saat ia melewati red carpet yang membentang cukup panjang di depan pintu masuk ballroom, langkah kakinya langsung dihentikan oleh stand banner besar yang sedang menampilkan wajah para desainer yang ikut berpartisipasi dalam acara peragaan busana hari ini. Di barisan paling atas, ia adapat melihat wajah manis Jessica sedang tersenyum lebar kearah kamera sambil berpose menggunakan gaun merah selutut yang tampak membalut tubuh proposionalnya. Lalu di bawahnya, ia melihat empat orang desainer yang lain juga sedang berpose dengan gaya anggun mereka. Hanya saja, ada satu desainer yang tidak menyertakan fotonya di dalam banner tersebut. Foto desainer itu tampak kosong dan hanya diisi sebuah nama butik yang terlihat cukup tidak asing di matanya.

            “Morel’s Apparel, kau mengenal siapa desainernya?”

            Aciel berbisik pelan ada asisten pribadinya, Noah yang juga sedang mengamati foto-foto para desainer yang hari ini akan memamerkan hasil rancangan mereka di hadapan para penikmat fashion.

            “Tidak tuan, dia adalah desainer baru kurasa. Dan dia, berasal dari Perancis.” tunjuk Noah pada profil singkat desainer Morel’s Apparel. Dengan wajah datar, Aciel kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam ballroom. Percuma saja ia terus menerka-nerka dengan pikirannya yang buntu. Lebih baik ia masuk, lalu melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Benarkah desainer Morel’s Apparel adalah.... seorang wanita yang selama ini selalu mengusik hidupnya?

            “Aciel!!!”

            Aciel menoleh malas kearah sumber suara sambil tersenyum tipis kearah wanita itu. Jessica, hari ini ia tampak seksi dengan gaun ketat hitam sebatas paha dengan belahan dada yang cukup rendah. Entah apa maksud Jessica menggunakan pakaian seterbuka itu di acara peragaan busana ini. Tapi mungkin wanita itu hanya sedang mencoba mencari perhatian agar brand fashionnya semakin dikenal luas oleh masyarakat.

            “Kau datang.”

            “Hmm, sesuai permintaanmu Jessica. Apa kau mengenal desainer Morel’s Apparel?”

            Jessica mengerutkan dahinya bingung, lalu ia menggelengkan kepalanya sambil menoleh lama kearah stand banner yang terpasang di dekatnya.

            “Aku belum pernah bertemu desainer brand itu. Tapi menurut rumor, ia adalah keturunan amerika yang telah berhasil mendirikan sebuah rumah mode di Paris. Ada apa, kau tertarik dengannya?” tanya Jessica menggoda. Aciel tampak diam sambil mencoba mencerna semua informasi yang diberikan oleh Jessica.

            “Wajahnya tidak terpampang di banner seperti wajahmu dan desainer yang lainnya. Cukup misterius.” komentar Aciel sambil mengamati foto di banner itu serius.

            “Sudahlah, kau bisa melihatnya nanti saat ia menampilkan koleksi-koleksi pakaian musim gugurnya di panggung. Duduklah di sana, aku akan pergi ke back stage sekarang.”

            Jessica lantas berjalan pergi meninggalkan Aciel sendiri bersama asistennya untuk melihat serangkaian acara peragaan busana yang sangat membosankan siang ini.

            “Tuan, ini adalah para model yang membawakan pakaian rancangan dari desainer Morel’s Apparel.”

            Aciel melirik sekilas model-model itu, dan tampak menyipitkan matanya saat melihat seorang wanita yang sepertinya adalah desainer Morel’s Apparel, sedang berjalan di barisan paling belakang bersama para modelnya yang anggun. Tapi saat ia mengamati wajah wanita itu, ia sedikit kecewa karena ternyata desainer Morels’s Apparel yang datang siang ini bukanlah wanita yang ia cari. Nama brand pakaian yang mirip dengan nama belakang milik Eden membuat Aciel berpikir jika Morel’s Apparel adalah rumah mode milik Eden.

            “Aku ingin merokok, kau tetaplah di sini.”

              Tanpa menunggu jawaban dari asistennya, Aciel segera berjalan keluar dari ballroom untuk mencari smoking area. Ia merasa perlu melampiaskan kekecewaanya hari ini dengan merokok dan menenangkan pikirannya yang kacau. Pikiran mengenai Eden selalu saja dapat mengacaukan pikirannya. Padahal ia sendiri yang telah mengambil keputusan untuk membiarkan wanita itu bebas dengan jalannya sendiri.

            “Sial!”

            Aciel mengumpat keras di depan pintu ballroom saat ia tak menemukan sebatang rokokpun di dalam saku celana bahannya. Dengan gusar ia kembali masuk kedalam ballroom, dan tanpa sengaja ia melewati seorang wanita berambut sebahu yang sedang menghubungi seseorang di dekat pintu utama. Refleks ia menghentikan langkah kakinya sambil menyeringai puas kearah wanita itu. Tidak salah lagi, feelingnya sebagai seorang pria memang tidak pernah salah. Wanitanya, kini telah kembali.

            “Eden.... Selamat datang Eden Morel.”

            Aciel melihat wanita itu menegang saat ia mencengkeram bahu wanita itu dan memaksanya untuk berbalik kearahnya.

            “Bukankah ini suatu kebetulan yang menarik?”

            Aciel menyeringai licik kearah Eden sambil mengamati penampilan wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sekarang Eden tampak lebih dewasa dengan gurat-gurat keibuan yang tercetak jelas di wajah cantiknya. Sudah jelas jika ia adalah seorang ibu yang sangat menawan di usianya yang masih terbilang muda, dua puluh tujuh tahun.

            “Lepaskan tanganmu Aciel, kita sudah tidak memiliki urusan apapun lagi.” ucap Eden datar sambil menatap tajam kearah telapak tangan Aciel yang masih setia bertengger di bahunya. Tanpa perlawanan, Aciel menurunkan begitu saja telapak tangannya dari bahu Eden, namun ia tidak serta merta membiarkan Eden pergi dari hadapannya. Aciel justru menarik Eden untuk keluar dari ballroom dengan merangkul pundak wanita itu penuh tekanan.

            “Lepaskan aku Aciel! Atau aku akan berteriak sekarang.”

            Aciel tampak tak takut sedikitpun dengan ancaman Eden, dan ia justru semakin cepat menyeret tubuh Eden kearah kafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari ballroom.

            “Aku masih memiliki beberapa urusan denganmu Eden, jadi sebaiknya kau tidak membuang-buang suara seksimu itu untuk berteriak pada petugas keamanan. Lebih baik kau meneriakan namaku saat kita bercinta nanti.”

            “Brengsek! Kau tidak bisa melecehkanku lagi Aciel.” umpat Eden kesal. Pertemuan pertama yang sangat tak terduga ini benar-benar sebuah kesialan untuknya. Bahkan kesan pertama yang ia dapatkan juga sangat buruk seperti ini. Benar-benar waktu empat tahun sama sekali tidak bisa merubah diri Aciel menjadi pribadi yang lebih baik.

            “Oh, lalu penyambutan seperti apa yang kau inginkan sayang? Aku bisa saja naik ke atas panggung dan mengumumkan pada semua orang jika Eden yang angkuh ini telah kembali ke Las Vegas dengan beribu-ribu kepercayaan diri yang menakjubkan. Sekarang duduk!”

            Aciel menekan tubuh Eden kuat ke atas sebuah kursi, lalu ia menghalangi akses wanita itu dengan menempatkan sebuah kursi di depan kursi milik Eden.

            “Apa yang kau inginkan? Aku bukan lagi budak seksmu.” geram Eden kesal. Beberapa pengunjung yang sejak tadi melihat sikap aneh mereka tampak mencuri-curi pandang dengan wajah ingin tahu. Dan Eden yang melihat hal itu, sangat sadar diri untuk tidak mempermalukan dirinya sendiri dengan berteriak-teriak di depan Aciel, meskipun saat ini ia ingin sekali memaki-maki pria itu dan menendangnya jauh dari hadapannya.

            “SSsshhhh... kau terlalu merendahkan dirimu sendiri Eden. Kenyataanya kau bukanlah budak seksku, kau lebih dari sekedar itu. Kau tahu, tubuhku benar-benar mendambakan sentuhanmu Eden. Kepergiamu selama empat tahun membuatku tidak pernah terpuaskan setiap aku mencoba berhubungan dengan wanita-wanita yang kutemui. Kau benar-benar seperti morphin.”

            Rasanya telinga Eden benar-benar panas mendengar serentetan kalimat halus penuh pelecehan yang dilontarkan oleh Aciel. Sayangnya ia tidak bisa membalas pria itu dengan kata-kata kasarnya, karena Aciel pasti tidak akan mempan dengan itu semua. Ditambah lagi pengunjung kafe ini terlihat seperti sedang menatap kearahnya, Eden merasa sedang dihakimi sekarang. Perasaan itu tiba-tiba menyusup ke dalam dirinya dan meruntuhkan seluruh keberanian yang ia miliki untuk melawan Aciel. Ia ketakutan, sangat ketakutan...

            “Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku? Jangan mengusik hidupku lagi, kita tidak memiliki ikatan apapun sekarang.”

            “Benarkah? Apa kau yakin?” tanya Aciel santai. Eden cukup was-was dengan ekspresi wajah Aciel yang mencurigakan. Namun sebisa mungkin ia tetap mempertahankan wajah tenangnya agar Aciel tidak mencium aroma kelemahannya.

            “Sangat yakin. Sekarang katakan apapun yang ingin kau katakan, karena aku harus segera melihat para modelku.”

            “Jadi, selama ini kau bersembunyi di Perancis? Hmm... menarik. Sejujurnya aku ingin mencarimu Eden, tapi aku selalu menunggu kemunculanmu karena aku memiliki firasat kuat jika kau tidak akan pernah pergi terlalu lama meninggalkanku.”

            “Cih, kau benar-benar memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi tuan Lutherford. Ingat, sekarang aku bukanlah Edenmu yang dulu lagi. Sekarang aku telah memiliki keluarga, dan aku terikat pada Zyan, suamiku.”

            Eden sengaja memberikan penekanan pada kata suami sambil menunjukan cincin pernikahannya yang tersemat di jari manis sebelah kanannya. Tapi sial, Eden lupa jika di jari manis kirinya ia masih menggunakan cincin pemberian dari Aciel. Ia lupa melepasnya karena tadi pagi Ciara bermain-main dengan kotak perhiasannya, dan memasangkan cincin itu di jari manis kirinya.

            “Isteri macam apa yang masih menyimpan cincin dari mantan teman tidurnya? Kau rupanya tetap tidak bisa melupakanku Eden. Tenanglah, aku tidak akan mengadukan kelakuanmu ini pada Zyan. Apa suamimu juga berada di Las Vegas? Aku jadi ingin menemuinya, aku ingin meminta ijin untuk meminjam isterinya sebentar.” ucap Aciel

dengan gaya santainya yang menyebalkan. Pria itu menyandarkan punggungnya santai di kursi kayunya sambil menaikan salah satu kakinya ke udara. Tangan kanannya kini sedang menjepit sebatang rokok yang baru saja ia dapatkan dari seorang pelayan hotel yang baik hati. Lalu ia segera menghisap batang tembakau itu dengan nikmat sambil tetap menikmati perubahan raut wajah Eden yang tampak gelisah di depannya.

            “Jangan pernah mengusik keluarga kecilku Aciel, kau hanyalah masa lalu terburukku. Aku harus pergi!”

            Eden bangkit dari duduknya dan hendak berjalan pergi meninggalkan Aciel, namun pergelangan tangannya langsung dicekal Aciel dengan kasar, dan tanpa aba-aba pria itu langsung menariknya mundur agar ia kembali ke kursinya.

            “Aku belum selesai denganmu Eden. Aku tahu, kau adalah dalang dibalik keracunan yang menimpa Jessica empat tahun yang lalu bukan? Dan.... aku masih memiliki banyak rahasiamu yang lain.”

            Dengan terpaksa Eden kembali duduk di kursinya sambil bersungut-sungut kesal pada Aciel. Pria itu ternyata benar-benar tak terduga. Setelah empat tahun ia dibiarkan hidup tenang dengan keluarganya sendiri, kini ia harus kembali berurusan dengan pria brengsek itu karena perbuatan liciknya yang dulu tidak ia simpan rapat-rapat.

            “Kau tidak memiliki bukti apapun tentang itu, jadi jika kau hanya ingin menggertakku, aku sama sekali tidak takut.”

            “Benarkah? Aku memiliki Jackson di pihakku Eden. Setelah kau pergi, aku berusaha meluruskan hal-hal janggal yang sering kutemui sebelum kau pergi. Dan ternyata kau cukup licik juga untuk menyusun rencana itu. Bahkan kau sengaja memfitnah ayahku agar hubunganku dengan ayahku semakin memburuk. Ckckck... kau

benar-benar hebat. Aku bangga padamu Eden.”

            “Jadi sekarang kau ingin memerasku dengan semua itu? Brengsek! Lepaskan aku, aku tidak ingin berurusan denganmu lagi.” marah Eden dengan wajah memerah. Ia hampir saja menggebrak meja di depannya jika salah satu pelayan tidak melintas dan sedikit melemparkan tatapan anehnya pada mereka.

            “Terserah jika kau memang berpikir aku akan memerasmu. Tapi kau harus ingat Eden, kebebasanmu bukan karena aku tidak bisa mencarimu, tapi karena aku memang ingin memberimu kesempatan untuk bebas. Sekarang cepat atau lambat kau akan kembali ke dalam genggamanku lagi. Ingat itu baik-baik.”

            Setelah menebarkan teror yang cukup mengerikan, Aciel langsung pergi begitu saja sambil melirik sinis kearah Eden. Akhirnya ia dapat menjadi mimpi buruk untuk wanita itu lagi. Tak akan ia biarkan Eden lolos sedikitpun dari pengawasannya, karena kali ini ia akan kembali membuat wanita itu bertekuk lutut di kakinya. Persetan dengan Zyan ataupun keluarganya, karena ia akan membawa Eden ke dalam kehidupannya lagi.

-00-

            Eden meringkuk frustrasi di dalam kamarnya sambil menggigit bibirnya gemas. Lagi-lagi ia harus berurusan dengan Aciel Lutherford sialan setelah empat tahun mereka berpisah. Ia tidak menyangka jika Aciel akan mengetahui kebusukannya bersama Jackson yang selama ini selalu menjadi informannya. Dan setelah ini ia yakin, Aciel pasti akan semakin gencar merusak kehidupannya.

            “Ciara... apa yang harus mommy lakukan?”

            Eden mendesah frustrasi di samping Ciara yang saat ini sedang tertidur sambil menghisap jempolnya lucu. Baru dua jam yang lalu Ciara tidur setelah ia menjemputnya dari rumah Tiffany. Sayangnya setelah Ciara tidur, ia justru semakin stress dengan serangkaian teror yang ditebarkan Aciel untuknya. Terlebih lagi pria itu sekarang mengetahui nomor ponselnya. Entah mendapatkan darimana, tapi sore tadi Aciel baru saja menghubunginya untuk mengajaknya bertemu besok siang di kantornya. Gila! Pria itu benar-benar gila dan mengerikan. Ia yakin kesempatannya untuk kabur dari Aciel akan benar-benar tipis. Bahkan sampai kapanpun ia tidak akan pernah bisa lepas dari cengkeraman pria itu, kecuali jika pria itu sendiri yang menginginkannya.

            “Ayahmu adalah pria paling gila sepanjang masa. mommy menyesal telah terhasut oleh Elena untuk mengikuti peragaan busana di Nevada, karena ternyata sekarang mommy harus menanggung kesialan yang sangat mengerikan.” gumam Eden lebih pada dirinya sendiri. Ia lalu mendekap tubuh mungil Ciara dan menenggelamkan wajahnya kedalam rambut panjang Ciara yang beraroma menenangkan. Ia harus tenang dan tidak boleh panik jika ingin melawan Aciel. Jika pria itu ingin bermain licik dengannya, maka ia juga akan melakukannya. Bukankah ia juga pernah menjadi seorang wanita jahat yang licik, maka sekarang ia akan tunjukan pada pria itu, siapa Eden Morel yang sebenarnya

1
INdah🌹
151
Alimka Iksany
lanjut lagi nggak sih, kok nggak up lagi
ciprut
wouoowww....stlh 3thn akhirnya ada notiv dari nich cerita....kangen sm klrg Eden & aciel 🥰
Evitha Junaedy
aduuuh lama sekali kemana author?semoga sehat sll authornya
chalista saqila: Haaii... mau comeback sama cerita ini nih...
Semoga masih ttp suka sama cerita ini yaa...
Thanks untuk doanya
total 1 replies
Gita Dys
up lagi dong Thor😭😭😭😭🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
chalista saqila: OTW up =)
total 1 replies
Chatarina Shinta
ini udah tamat blom sih thir ?
chalista saqila: Haaii... ceritanya masih berlanjut yaa
Maaf lama g up, baru buka platform ini lagi... hehe
total 1 replies
Ruth Siti Fatimah
tidak ada kelanjutannya kah..??
dhanirizky25
ini tamat udah tamat iya..??kok lama gak up😣
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"cinta pertama tuan mudaku"
thanks 💕💕
total 1 replies
Dira
suka cerita nya Thor
Evitha Junaedy
kemana ko ilang thor..
Emynee Griss
ceritanya keren thor, ini termasuk cerita pertama yg aku baca pas pertama instal NT😊

ah iya, dapat salam dari Mitsuki nih, jangan lupa mampir yaa

JUST THREE DAYS : MITSUKI
Enysa
tamat kah???
Ning-Nong25
setiap eden hamil pasti ada masalah besar yang membahayakan nyawanya...
sabar ya Ed...
penting babang Ace tetep sayang...
Gita Dys
udah tamat kah ini teh??😢
Evitha Junaedy
k gk up udh lama y...
dhanirizky25
kok belum up lagi Thor.???selalu setia menunggu☺️
Chatarina Shinta
kapan lg up nya thor
Evi Novianti
nyesek thor😭😭
Gita Dys
kok gak up lagi Thor???
mmtt
sudah tamatkah?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!