NovelToon NovelToon
Mencairkan Hati Tuan Muda Gultom

Mencairkan Hati Tuan Muda Gultom

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:141.9k
Nilai: 5
Nama Author: Inka

Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia, lalu Satu Malam di tahun Baru, terlebih dahulu. Supaya alurnya nyambung.

Daniella Katherina tidak pernah menyangka kalau dia hanyalah anak kandung seorang pembantu yang bekerja di kediaman orang tua angkatnya. Orang tua angkat yang selama ini Daniella anggap sebagai orang tua kandungnya.

Daniella merasa tidak pantas menikah dengan sang kekasih yang notabenenya adalah salah satu pewaris Gultom group. Daniella memutuskan pertunangan mereka dan pergi keluar negeri meninggalkan sejuta luka di hati Prince Ocean Arnold. Putra pertama Karina Fransiska Arnold.

Bertahun-tahun berpisah membuat api dendam tumbuh membara di hati Sean. Hingga pertemuan pertama mereka di acara reunian kampus membuat Sean tanpa berperasaan mempermalukan Daniella hingga menjadi bahan olok-olokan banyak orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Sekembalinya dari kebun binatang. Sean langsung mengantarkan Daniella dan kedua anak mereka kembali ke rumah. Kedua anak mereka sudah tertidur pulas di kursi penumpang. Setelah seharian diajak jalan-jalan.

Sean menggendong Zayan sementara Daniella menggendong Xavi masuk ke rumah.

Xia dan Danil tersenyum tipis saat melihat kedatangan mereka.

"Apa mereka sudah tidur?" tanya Xia menghampiri Sean dan Daniella.

Daniella mengangguk pelan mendengar pertanyaan ibunya.

Setelah membaringkan Zayan dan Xavi di tempat tidur. Sean dan Daniella kembali ruangan tamu.

"Tante, Om. Sean mau pamit pulang." ujar Sean menyalami keduanya dengan sopan.

"Apa kamu tidak mau makan malam dulu sebelum pulang?" tawar Danil tersenyum ramah.

"Kami sudah makan malam di luar sebelum kembali ke rumah. Mungkin lain kali Sean tidak akan menolak tawaran, Om." sahut Sean tersenyum kaku. Ia merasa tidak enak hati menolak tawaran Danil.

Xia dan Daniella tersenyum tipis mendengar jawaban Sean.

"Kalau begitu Sean pulang dulu Tante, Om." kata Sean sebelum melangkah menuju pintu keluar.

Tak beberapa lama Daniella menyusul Sean melangkah menuju pintu keluar. Sean menghentikan langkahnya saat mendengar panggilan Daniella.

"Sean, terima kasih untuk hari ini."

Sean membalikkan tubuhnya dan menatap Daniella dengan tatapan tak terbaca.

"Sudah seharusnya aku melakukan itu." jawab Sean dengan wajah datar.

Membuat Daniella terdiam sebentar mencerna ucapan pria itu.

"Masuklah. Angin malam tidak baik untuk kesehatan." lanjut Sean sebelum membalikkan tubuhnya.

Daniella hanya menatap kepergian mobil Sean dengan tatapan teduh.

"Hati-hati dijalan." gumam Daniella sebelum membalikkan tubuhnya.

Seorang pria memperhatikan kediaman Daniella dari kejauhan. Ia tersenyum tipis saat melihat wajah cantik itu.

"Setelah lima tahun tidak bertemu. Ternyata dari hari ke hari wajah mu semakin cantik, Ella." gumam pria itu sebelum menghilang dari gelapnya malam.

Di sisi lain

Sekembalinya dari kediaman Daniella. Sean langsung mendatangi Oscar agar mengirim beberapa anggota bayangan Black Mamba melindungi kedua anaknya.

"Aku membutuhkan beberapa anggota bayangan Black Mamba melindungi kedua anakku." ujar Sean dengan wajah serius.

"Apa mereka dalam bahaya?" tanya Oscar sembari merangkul pinggang istrinya.

"Dari taman bermain hingga mengantar Daniella dan anak-anak kembali ke rumah. Kami terus diikuti oleh beberapa pria berpakaian serba hitam. Aku tidak ingin musuh-musuh Black Mamba ataupun The Devil menargetkan anak-anak ku!" ujar Sean membuat Oscar menghela napas panjang.

"Jangan khawatir. Mereka tidak akan berani menyentuh anak-anak mu." sahut Oscar menatap Sean dengan wajah serius.

"Mengapa kau begitu yakin dengan perkataan mu?" tanya Sean dengan wajah bingung melihat sikap tenang saudara kembarnya.

"Kau akan mengetahuinya sebelum hari pernikahan mu tiba. Cepat atau lambat mereka akan keluar dari tempat persembunyiannya." ujar Oscar membuat Sean semakin penasaran.

"Mereka siapa yang kau maksud?" tanya Sean lagi semakin penasaran dengan perkataan saudara kembarnya.

"Kau akan mengetahuinya secepatnya." ujar Oscar menatap wajah penasaran Sean sekilas.

"Sayang, apakah malam ini kau lelah?" tanya Oscar tiba-tiba kepada Kimberly di depan Sean.

Wajah Kimberly langsung merah merona mendengar pertanyaan suaminya. Ia tentu saja tahu pertanyaan suaminya menjurus kemana.

"Cih! Dasar pamer!" ketus Sean sebelum menghilang dari ruangan tamu.

#

#

#

Jauh di Negera lain. Seorang pria tersenyum tipis memandangi bingkai foto seorang bayi perempuan di atas meja kerjanya.

"Apakah kau hidup bahagia selama 35 tahun ini? Sekarang usiaku tidak lagi muda. Bukankah sudah saatnya aku membalas dosa-dosa ku dimasa lalu?" gumam pria itu dengan mata berkaca-kaca.

Tok

Tok

Tok

Tak beberapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya. Seorang pria muda menggenakan jas berwarna hitam masuk ke dalam dan tersenyum tipis menatap pria itu.

"Dad." sapa pria itu duduk di kursi seberang meja pria itu.

"Dari mana saja kamu? Bukankah Daddy sudah minta kamu mengurus perusahaan kita sejak lama! Usia Daddy sudah tua. Sudah saatnya Daddy pensiun dan mewarisi semua harta kekayaan Daddy padamu!"

"Aku lebih suka hidup bebas tanpa peraturan ataupun aturan!"

"Lagi-lagi kau mengucapkan kalimat yang sama!" marah pria itu menatap putranya dengan rahang mengeras.

"Mengapa Daddy tidak minta anak haram Daddy yang meneruskan perusahaan ini. Bukankah dia sangat berambisi mewarisi semuanya setelah beberapa kali hampir mencelakai ku!"

"Andreas! Jaga bicaramu!" ketus pria itu membentak putranya dengan mata melotot.

"Pokoknya Andreas ingin hidup bebas tanpa peraturan maupun aturan! Jika Daddy ingin seseorang mewarisi kekayaan Daddy mungkin anak haram itu adalah pilihan terakhir! Andreas hanya ingin mewarisi Kartel mafia yang Daddy miliki!" ujar Andreas sebelum keluar dari ruangan ayahnya.

"Mengapa sikapnya semakin keras kepala!" gumam pria itu memijit pelipisnya.

Saat melangkah keluar dari perusahaan. Andreas tanpa sengaja berpapasan dengan seorang pria yang usianya lebih muda 2 tahun dari Andreas.

"Apa kau sudah tidak sabar mewarisi semuanya hingga sangat buru-buru datang ke perusahaan?" tanya Andreas dengan wajah angkuh menatap pria itu dengan penuh permusuhan.

"Aku sedang tidak memiliki tenaga berdebat denganmu!" sahut pria itu dengan ketus sebelum berlalu dari sana.

Andreas hanya menatap kepergian saudaranya dengan tatapan mencemooh.

"Untuk apa Daddy memanggil ku?" tanya pria Itu dengan wajah datar.

"Andreas tidak mau mewarisi perusahaan. Apa kamu mau menggantikannya mengurus perusahaan?" tanya pria paruh baya itu menatap wajah datar putranya.

"Bukan hanya itu. Usiamu sudah tidak lagi muda. Menikahlah secepatnya. Tuan Alberto juga sudah memberikan lampu hijau padamu." lanjutnya sembari mendorong kursi rodanya kearah putranya.

"Sejak kecelakaan itu, Daddy sudah tidak bisa berjalan dengan normal. Kaki Daddy lumpuh total. Daddy sudah tidak bisa memimpin perusahaan ataupun Bratva. Daddy ingin memberikan perusahaan padamu dan Bratva akan Daddy berikan kepada saudaramu."

"Lebih baik Daddy memberikan semuanya kepada Andreas. Aku takut Andreas akan berpikir yang tidak-tidak setelah mewarisi perusahaan ini. Lagian aku sudah memiliki bisnis sendiri yang sudah ku bangun sejak remaja." sahut putra bungsunya dengan wajah tenang.

"Jika hanya itu yang ingin Daddy katakan, Matt harus pergi menyelesaikan urusan lain."

Saat Matt ingin membalikkan tubuhnya. Tiba-tiba ayahnya berucap dengan lirih.

"Sebenarnya ada yang ingin Daddy katakan padamu mengenai ibu kandung mu."

Deg

Jantung Matt berdetak kencang mendengar perkataan ayahnya.

"Dimana dia?" tanya Matt dengan tatapan putus asa. Sudah 15 tahun mencari keberadaan ibunya. Matt masih belum menemukan titik terang mengenai identitas ibu kandungnya.

Ayahnya menyerahkan sebuah foto bayi perempuan.

"Siapa dia?" tanya Matt dengan suara terbata-bata.

"Bayi perempuan itu adalah saudari kembarmu."

Lagi-lagi Matt terkejut mendengar rahasia besar yang selama ini disembunyikan ayahnya.

"Bagaimana bisa Daddy memisahkan dua anak kembar yang baru lahir dan baru saja melihat dunia baru! Jadi, selama ini Matt punya saudari kembar! Mengapa Daddy menyembunyikan semuanya dari Matt! mengapa Daddy sekejam ini! Mengapa Daddy memisahkan kami!"

"Dia tinggal bersama ibumu. Aku tidak ingin ibumu mengetahui kelahiran mu." ujar ayah Matt dengan mata berkaca-kaca sembari menyentuh dadanya. Hatinya juga sakit saat mengingat masa lalu. Cintanya bertepuk sebelah tangan hingga membuatnya gelap mata mengkhianati sahabat baiknya.

1
Dedeh Dian
ternyata ada part nya ya...sampai ending ..maap author...aku kurang jeli... ceritanya bagus ... makasih author
Dedeh Dian
Hem gimana end nya ya?
Asih Sulastri
👍
AnaZa O
koq udah gitu aja
andreas kapan tobat?
Hanisah Nisa
lanjut
Anonymous
🌟🌟🌟🌟🌟kerennn
Ade Syafira Suhardin
lanjutan nya mana kak
Zainatul Ilmiyah
.
Maya Ellydarwina
seharus nya judul nya,sama sama mati,baru ini baca novel berbelit tanpa ada cerita bahagia nya,tau tau tamat dengan sama sama mati pula hadehhhhh sungguh kecewa,
sukses dan sehat selalu Thor
INKA: ada kelanjutannya di kisah Orlando kak. ✌️
total 1 replies
Evy
lho...mana lanjutannya..
Evy
saudara kembar' Ella... kasihan ya sudah berumur tapi belum ketemu jodohnya.kadih jodoh dong Thor..
Evy
Ayah biologisnya Ella kayaknya..
Evy
Ternyata.. mereka si twins anaknya Sean ya ..wah..curang juga si Sean.. meninggalkan benihnya begitu saja...
Evy
Rasanya tidak terima jika sampai terjadi pemerkosaan... kenapa bisa begitu? kecuali Sean yang melakukan nya..m
Yu Ningsih
di lanjut thor .. klo gini endingnya nga sesuai dengan judulnya.
INKA: lanjutan kisah mereka ada di kisah Orlando kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
cerita.nya gantung
Feeza_MCI
ayah kandung Daniella ternyata seorang mafia juga
Feeza_MCI
jangan-jangan tuan A.V ini ayah kandung nya Daniella
Salma Suku
Tau2 endingnya begini nda kubaca ceritanya...kurang jelas...penjahatnya nda di tangkap...
Shinta Dewi Anggraeni: betul dia kali baca ceritanya gantung..
tau gitu aku gak baca
total 1 replies
Salma Suku
Ceritanya udah mau tamat,tapi yg ada hanya kesedihan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!