Berawal dari hubungannya dengan seorang pria bernama Aldi, Rindu terlalu naif dan berfikir hanya Aldi lah satu satunya pria yang tulus mencintainya.
hingga suatu kejadian pahit membuat Rindu tersadar,jika Aldi bukanlah pria yang tepat untuknya. dan kisah Rindu pun bermula, kejadian demi kejadian pahit membawanya pada sosok seorang pria angkuh. siapa sangka pria itu akhirnya menjadi suaminya.
akankah Rindu menemukan kebahagiaan setelah pernikahan?
atau cobaan demi cobaan masih harus menguji Rindu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia Riadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.33#Tembak Langsung
Selesai sudah persiapan Rindu, setengah jam bersolek cukup untuk membuatnya tampil cantik namun tetap sederhana dan elegan.
Al sudah tiba di kediamannya. bergegas ia menaiki tangga menuju kamarnya. dan sesaat matanya terpaku melihat Rindu yang sedang berdiri di depan cermin.
"kau sudah bersiap?'tanya al.
"iya" jawab rindu.
"aku sudah mempersiapkan sopir untuk mengantarmu,dan satu lagi...."
Almengeluarkan sesuatu dari saku nya.
sebuah ponsel
"bawalah, hubungi aku jiga ada hal penting"
"baik, terimakasih Al"
Rindu pun berlalu menemui sang sopir yang sudah menunggu, mobil pun melesat ke sebuah restaurant.
Dalam hati Al sebenarnya ada kemarahan. betapa tidak dia harus merelakan Rindu menemui Vano dengan dandanan cantik seperti itu. namun kali ini Al membuat pengecualian, ia hanya ingin tahu seperti apa perasaan gadis itu terhadap Vano.
dan satu lagi, ponsel yang ia berikan kepada Rindu sudah ia tanamkan sebuah alat.
di era digital yang modern seperti saat ini, cukup mudah untuk memodifikasi alat alat seperti itu melalui sebuah ponsel.
Bima sudah bersiaga mengikuti mobil yang Rindu tumpangi dari belakang. dia hanya akan memperhatikan dari kejauhan saja, hanya berjaga jaga kalau sesuatu terjadi pada Rindu.
Tiba di sebuah restauran, Vano sudah duduk menunggu. ruangan itu hanya terdapat satu meja saja, dengan mengarah kepada pamandangan indah lampu lampu kota dari kejauhan.Vano telah mempersiapkan semua nya,ia sengaja memesan satu lantai restauran itu khusus untuknya dan Rindu.
Rindu pun di antar seorang pelayan menuju meja Vano.
"Mari silahkan nona" rindu mengikuti.
Vano tersenyum melihat kedatangan Rindu, matanya tidak berkedip. bidadari itu kini hadir di hadapan nya,tanpa orang lain dan hanya berdua saja.
"Selamat malam tuan Vano"
"Selamat malam Nona, mari sillahkan duduk"
Vano pun berdiri, menggeserkan sebuah kursi untuk Rindu.
"terimakasih Nona sudah bersedia memenuhi undangan saya"
"Tentu tuan, ini sudah menjadi tugas saya sebagai sekretaris tuan Al" di sela percakapan, datanglah beberapa orang pramusaji mereka menghidangkan berbagai makanan.
"Apa Nona suka dengan menu nya"?
"oh tentu saja tuan Vano"
"mari silahkan makan"
Mereka pun menyantap hidangan tersebut, tanpa obrolan dan hanya terfokus menikmati kelezatan dari menu newah yang disajikan.
tapi tetap saja pandangan mata Vano membuat Rindu sedikit risih.
"Nona suka wine?"
"maaf tuan saya tidak suka"
"oke, pesan saja minuman lainnya"
setelah suasana di rasa sudah tidak terlalu kaku Vano pun membuka pembicaraan kembali.
"Nona apakah anda sudah bekerja lama dengan tuan Al? "
"belum lama tuan"
"tapi sepertinya saya melihat ada kedekatan tidak biasa antara nona dan tuan Al"
mendapat pertanyaan seperti itu membuat Rindu sedikit tidak nyaman. bukankah ini hanya sebatas urusan kerja, mengapa dia menanyakan hal hal bersifat pribadi seperti itu, gumam rindu.
"kedekatan seperti apa yang tuan Vano maksud? saya hanya sekretaris tuan Al"
jawab Rindu dengan ekspresi penuh antisipasi.
Vano tersenyum,tentu saja ia menyadari ada rasa tak nyaman dalam diri Rindu mendapati pertanyaan diluar jalur pekerjaan.namun Vano tidak akan membuang waktu,ia harus segera mengetahui sejauh apa hubungan antara Rindu dan Aldebaran.
"Apakah nona sudah punya pacar?"
hati rindu tersentak seketika, ia merasa pria di depan nya sudah keterlaluan menanyakan hal hal bersifat pribadi padanya.
"Ma- maaf tuan, apa maksud dari pertanyaan anda?"seketika wajah rindu memerah antara menahan malu dan jengkel pada pria yang ada di hadapannya itu.
"Jujur saja, saya menyukai nona saat pertama melihat nona di taman itu"
Rindu seperti tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. sebagai wanita muda, tentu saja merasa tersipu dan malu.
"Tuan,saya rasa ini bukan saatnya untuk membahas itu" Rindu tertunduk, wajahnya masih saja memerah.hal itu tak luput dari pemindaian Vano yang malah merasa gemas melihat tingkah gadis muda itu.
"kenapa?bukankah Nona seorang lajang dan akupun begitu,apa ada yang salah?"
"Tidak,tentu tidak ada yang salah. hanya saja saya merasa kurang pantas untuk menerima pujian dari anda"
"Jadilah pacarku"
Seketika jantung Rindu serasa berhenti berdetak,ia tidak menyangka akan mendapat pertanyaan cinta dari Vano
***
Aldebaran masih terfokus pada layar digital yang berada di hadapannya.ia masih saja terus mendengarkan percakapan yang terjadi di antara mereka.
Hatinya seakan di penuhi bara, terasa ingin mengeluarkan amarah. tapi sekali lagi, untuk kali ini dia memberikan pengecualian. ia ingin menguji hati gadis yang di cintainya.
Al pun bergegas meninggalkan rumah,menuju ke sebuah kelab malam untuk menghilangkan rasa penatnya.
Sudah lama Al tidak berkunjung kesana untuk sekedar mencari kesenangan. ia pun memutuskan menghilangkan rasa jenuh yang sedang melanda hatinya, sebenarnya bukan kejenuhan tepatnya menghilangkan kemarah yang di picu oleh rasa cemburu.
Segelas minuman dengan kadar alkohol tinggi sudah berada di tangan nya. di iringi
dentuman musik yang memekakan telinga,membawanya larut dalam dunia bawah sadarnya.
Tiba tiba saja ia terusik oleh kehadiran seorang wanita,dengan pakaian minim yang membuat pandangan pria menjadi bergairah tentunya.Wanita itu nampak sudah berpengalaman,dilihat dari caranya merayu tentu saja banyak pria yang tidak bisa menolak pesonanya.
"Selamat malam tuan, sendirian saja?" wanita itu mencoba berbasa basi.
Al hanya diam tidak merespon. tidak tinggal diam wanita itu pun membungkukan sedikit tubuhnya dan mengarahkan nya pada Al.
"Boleh traktir aku minum?" kembali wanita itu mencoba peruntungannya untuk menarik perhatian Al.
"Minumlah sesukamu"
mereka pun menghabiskan bergelas gelas minuman bersama,hingga membuat Al sedikit kehilangan kesadarannya.
"Apa anda perlu service tuan?" wanita itu mendekatkan bibirnya setengah berbisik dengan suara sensual nan menggoda.
sudah lama Al tidak bermain main dengan wanita penjaja cinta sambil lalu.
kesibukan demi kesibukan membuatnya tidak ada waktu untuk bersenang senang.
Al berfikir sejenak, ingatan nya kembali pada sosok gadis yang sedang berada di sebalah rekan bisnisnya,hatinya sungguh merasa ada sesuatu yang tidak biasa.
wanita itu kembali bertanya sambil merangkul pundak Al.
"Bagaimana tuan, mau saya layani?"
di gantung dulu ya... biar sedikit penasara😀
dan mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan.
tetap berikan komentar untuk koreksi&masukannya 💖💖