NovelToon NovelToon
Putri Sandra Dan Mafia Kejam

Putri Sandra Dan Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Identitas Tersembunyi / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Time Travel / Tamat
Popularitas:266.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yakasa

Sebelumnya baca novelku dengan judul Transmigrasi : Putri Kasandra VS Pangeran William.

Di mana Putri Sandra terlempar ke dunia modern dan masuk ke gadis culun dan gendut. Pemilik tubuh tersebut sering di siksa oleh keluarganya dan di bully oleh teman sekolahnya.

Putri Sandra melakukan pembalasan dendam terhadap mereka hingga akhirnya dipertemukan dengan pria yang sangat tampan dan kaya raya namun sangat arogant dan kejam terlebih ketua mafia.

Apa yang terjadi selanjutnya? Yuk ikuti novelku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Pembalasan

"Benar, Nona." Jawab pria tersebut.

"Maaf, Pak lain kali tidak usah menjemput atau mengantarku." Ucap Putri Sandra.

"Memangnya kenapa, Nona? Apakah Saya menyinggung perasaan Nona karena itu Nona tidak mau Saya antar?" Tanya pria tersebut dengan wajah terkejut sekaligus takut jika mendapat hukuman dari Nathan.

"Bukan begitu hanya saja Aku tidak enak sama temannya Kak Nathan. Aku tidak ingin Kak Nathan nanti di anggap memanfaatkan teman." Jawab Putri Sandra beralasan.

'Aku ingin tahu apa jawabanmu dan apa yang akan dikatakan Kak Nathan.' Sambung Putri Sandra dalam hati.

"Nanti Saya akan sampaikan." Jawab pria tersebut yang tidak mempunyai pilihan.

"Ok." Jawab Putri Sandra dengan singkat.

'Aduh, Nona. Seandainya saja Nona Muda tahu kalau Tuan Muda Nathan berbohong. Saya ini hanya sopir pribadi Tuan Muda Nathan dan sekarang Saya ditugaskan untuk mengantar kemanapun Nona Muda pergi.' Ucap pria itu dalam hati.

'Nona Muda sangat berbeda dengan wanita yang selalu berusaha menempel dengan Tuan Muda Nathan. Mereka sangat sombong dan tidak pernah menghargai pekerjaan sopir sedangkan Nona Muda sangat menghormati orang rendah sepertiku.' Sambung pria tersebut dalam hati.

'Tidak salah jika Tuan Muda Nathan memilih Nona Muda sebagai pendamping.' Sambung pria itu dalam hati.

Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di Mansion Dela Costa. Pria itupun menghentikan mobilnya dan Putri Sandra langsung membuka pintu mobilnya tanpa menunggu pria itu membukakan pintu mobil.

"Terima kasih banyak atas tumpangannya dan salam buat Kak Nathan. Kalau Kak Nathan bisa datang Aku ingin mentraktirnya di Kafe Pesona hati sebelum makan siang." Ucap Putri Sandra.

Walau saat ini dirinya tidak memegang uang namun dirinya sangat yakin keluar dari Mansion Dela Costa, Putri Sandra bisa memegang uang yang di simpan di brangkas milik Redi.

"Baik, Nona." Jawab pria tersebut dengan patuh.

Putri Sandra turun dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah sopir tersebut. Tanpa sengaja matanya menatap ke arah mobil berwarna putih ikut berhenti tidak jauh dari mobil hitam.

Ketika mobil hitam itu pergi mobil putih itupun ikut pergi membuat Putri Sandra berfikir.

'Siapa di dalam mobil putih itu ya? Sudahlah pikirkan nanti saja yang penting sekarang pembalasan di mulai." ucap Putri Sandra dalam hati sambil tersenyum devil.

Putri Sandra berjalan ke arah gerbang mansion Dacosta yang gerbangnya masih tertutup dengan rapat.

"Permisi, Pak." Ucap Putri Sandra dengan nada masih sopan pada bodyguard yang berjaga di gerbang.

"Eh nona Putri Sandra, silahkan masuk Nona Muda." Ucap bodyguard tersebut.

"Terima kasih, Pak." Jawab Putri Sandra dengan nada sopan.

Dua bodyguard itu pun membuka gerbang utama setelah terbuka Putri Sandra masuk ke dalam dan berjalan dengan santai sambil mengeluarkan satu kipas.

Sampai di depan pintu utama seorang bodyguard membuka pintu dan Putri Sandra pun juga berjalan dengan santai dan penuh percaya diri.

Namun baru beberapa langkah berjalan kepala pelayan menatapnya dengan tatapan tajam sambil ke dua tangannya berkacak pinggang.

"Hei culun, bukannya kamu sudah mati? Atau kamu memang belum saatnya mati karena ingin membantu kami membereskan mansion yang besar ini?" Tanya Kepala Pelayan dengan nada ketus.

"Ambilkan Aku minum, Aku haus." Ucap Putri Sandra dengan nada santai sambil berjalan ke arah sofa kemudian duduk tanpa memperdulikan ucapan Kepala Pelayan.

"Kurang ajar! Berani sekali kamu ya." Ucap kepala pelayan dengan nada naik satu oktaf.

Kepala pelayan itupun mengangkat tangannya bersiap menampar Putri Sandra.

duag

bruk

"Akhhhhh... sakit !..." Teriak Kepala Pelayan.

Dalam kondisi duduk di sofa, Putri Sandra menendang tulang kering kepala pelayan hingga terjatuh membuatnya berteriak kesakitan.

Suara teriakan Kepala Pelayan terdengar oleh Ririn membuat Ririn keluar dari kamarnya kemudian menuruni anak tangga.

"Apakah sakit?" Tanya Putri Sandra sambil berdiri dan mengangkat dagu Kepala Pelayan dengan menggunakan kipasnya.

"Brengs*k." Umpat Kepala Pelayan sambil menepis kipas Putri Sandra sambil berusaha untuk berdiri.

Putri Sandra merentangkan kipasnya kemudian mengipasi wajahnya sambil tersenyum menyeringai.

Kepala Pelayan itupun mengangkat tangannya kembali dan bersiap untuk memukul Putri Sandra tapi gerakannya dapat terbaca oleh Putri Sandra.

bugh

duag

bruk

"Akhhhhh... sakit !..." Teriak Kepala Pelayan lagi.

"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."

Putri Sandra memukul dan menendang perut Kepala Pelayan dengan sekuat tenaga membuat Kepala Pelayan itu ambruk dan terbatuk - batuk mengeluarkan darah segar dari mulutnya.

"Bagaimana rasanya sakit sekali bukan? Itulah yang Aku alami waktu itu. Kamu dan para pelayan memukuliku tanpa henti hingga Aku tidak sadarkan diri padahal Aku Nona Tertua di sini dan sudah membantu pekerjaan kalian tapi apa balasanmu padaku hah!!!!" Bentak Putri Sandra dengan nada satu oktaf.

"Putri Sandra! Ka ... Kamu ma ... ma ... masih hidup!!" Teriak Ririn dengan nada terbata - bata dan wajahnya sangat terkejut.

Putri Sandra memalingkan wajahnya ke arah Ririn yang merupakan Ibu Tirinya sekaligus mantan sahabat ibu pemilik tubuhnya. Putri Sandra menatap tajam ke arah Ririn, tatapan yang seakan ingin membunuhnya.

"Apa yang kamu lakukan di sini hah!!! Keluar!!!" Teriak Ririn dengan nada satu oktaf.

Plak

Plak

"Tamparan ini adalah hukuman pertamamu karena kamu telah berani menampar ibuku!!" Teriak Putri Sandra sambil menampar pipi kanan dan kiri.

"Akhhhhh... " Teriak Ririn sambil memegangi ke dua pipinya yang terasa sangat menyakitkan membuat Ririn ingin membalas dengan cara menampar Putri Sandra namun kalah cepat dengan Putri Sandra.

Plak

Plak

"Akhhhhh... " Teriak Ririn kembali.

bruk

"Tamparan ini adalah hukuman ke dua mu karena kamu sering menamparku." Ucap Putri Sandra sambil menampar kembali pipi kanan dan kiri.

Tamparan Putri Sandra terasa sangat menyakitkan membuat ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar dan bibirnya menjadi pecah. Ririn yang mendapatkan tamparan sebanyak empat kali membuatnya terjatuh.

duag

duag

duag

"Akhhhhh... Sakit... Berhenti!" Teriak Ririn kembali merasakan sakit di sekujur tubuhnya.

"Tendangan ini adalah hukuman ke tiga karena kamu sering menendangku di kala Aku sedang sakit akibat ulah kalian yang sering memukuli diriku dengan alasan karena Aku tidak mengerjakan semua pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh pelayan." Ucap Putri Sandra sambil menendang perut, wajah dan kaki dengan sangat kencang.

"Mommy!!! Teriak Rina tiba-tiba datang dan berlari ke arah mommynya.

Putri Sandra memalingkan wajahnya ke arah Rina dengan tatapan membunuh.

"Apa yang kamu lakukan pada Mommyku!" Teriak Rina sambil berusaha membantunya berdiri.

"Mau ngasih pelajaran kecil ke wanita mu x ra x han dan tidak punya rasa malu sama sepertimu." jawab Putri Sandra dengan nada santai sambil mengipasi wajahnya dengan kipas.

"Kamu belum mati? Bukankah kamu seharusnya mati!!" Teriak Rina dengan wajah terkejut tanpa memperdulikan ucapan Putri Sandra.

Putri Sandra menutup kipasnya kemudian memukul kipas ke arah wajah mulus Rina dan bibir Rina.

plak

plak

"Akhhhhh... sakit..." Teriak Rina sambil memegangi pipi dan bibirnya yang memerah bekas pukulan kipas.

"Pukulan pipi karena kamu sering menamparku padahal Aku selalu berusaha bekerja dengan baik dan pukulan mulut kamu sering memfitnahku." Ucap Putri Sandra.

"Kamu sering memfitnahku baik sama mantan ayah kandungku juga dengan mantan kekasihku." Sambung Putri Sandra yang tidak mengakui Ayah kandungnya karena itulah dirinya memanggilnya dengan sebutan mantan.

"Dua tendangan ini karena kamu sering menendang perutku dan juga kakiku." Ucap Putri Sandra ketika melihat Rina berusaha untuk bangun.

duag

duag

"Akhhhhh... sakit..." Teriak Rina kembali sambil memegangi perut dan kakinya.

"Bagaimana sakit bukan? Padahal Aku menendang dan memukulku hanya dua kali sedangkan kamu memukulku sampai berkali-kali lipat." Ucap Putri Sandra sambil tersenyum devil.

"Pengawal!!!" Teriak Rina meminta bantuan.

Empat orang bodyguard berjalan dengan langkah cepat sambil membawa pentungan hansip dan berjalan ke arah mereka.

"Pukul gadis culun itu!" Perintah Rina sambil menatap Putri Sandra dengan tatapan membunuh.

1
Yakasa
maaf Author ngantuk jadi salah
Susan
Thor.....Kenapa c rina jd kk kan yg lahir duluan putri sandra, hrsnya putri sandra yg jd kk nya
Indy Metta
Leonard iku sapa sih???
Weni Kasandra
bagus
Frianty Frianty
mampir kesini gara gara putri kasandra
Yakasa: terima kasih banyak
total 1 replies
MSIT
terimakasih banyak thor ,suka ceritanya
Yakasa: terima kasih banyak
total 1 replies
MSIT
bagus ,candu baca cerita transmigrasi
Yakasa: terima kasih banyak. Silahkan baca novelku yang lainnya
total 1 replies
Erlina Ibrik
Luar biasa
Moertini
mantap seru asyik terimakasih thor sudah tamat Sandra dan Nathan hidup bahagia bersama putra kembarnya dan keluarga besarnya terus berkarya thor semangat
Yakasa: sepasang anak kembar, nanti ada lanjutannya tentang sepasang anak kembarnya di novel terbaru
total 1 replies
Me Ta
waktu nikah ngga sebutkan namakah
Moertini
jahat sekali Rara dan Rendi apakah mereka berhasil membunuh Sandra dilanjutin thor penasaran niiii semangat
Yuli Yanti
👍❤️
yudi
👍👍👍
Helen Nirawan
byk kuman dmn2 isshh
NOiR🥀
mental..
Febriani Nazularahmatika
oke
Lydia
Bagus
Diana Rositawati
ceritanya bisa dijadikan plajaran hidup,dan bagaimana kita dalam bersikap dan takut dengan yang namanya karma
Ai Maryami
iih baru mulai baca ceritanya dah serem
Helen Nirawan
rmh ny di renov semua , biar baru lg , soal ny kan dah bekas di tgglin siluman kadal , byk bakteri , jd hrs renov , jd baru , bersih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!