NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Figuran Antagonis

Aku Menjadi Figuran Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:282.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pipit_vie

Arianna Safi mengalami penganiayaan yang membuatnya meninggal. Tidak disangka dia justru masuk ke dalam tubuh figuran antagonis di novel yang dia baca sebelum meninggal.

Figuran antagonis itu bernama Arianna Serafine Wezen yang merupakan kembaran dari antagonis cerita yaitu Catalina Hermione Wezen.

Arianna yang diberi kesempatan untuk hidup pun bertekad untuk merubah takdir agar tidak sesuai dengan alur cerita dimana dia, Catalina dan keluarganya mengalami kehancuran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit_vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33: Benang Kusut

...-<{ SELAMAT MEMBACA }>-...

"Apa hanya itu saja yang kau lihat?" tanya Eze seraya menghapus jejak air mata di pipi Arianna.

Anggukan Arianna dibalas senyuman oleh Eze, senyuman yang tentu saja jarang diperlihatkan pada siapapun karena pria ini biasanya lebih sering menunjukan senyum mengejek.

Eze mengusap kepala Arianna lembut, "Jadi kau menangis sesenggukan seperti itu karena aku?"

Arianna mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca lagi, "Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya menjadi dirimu saat itu."

Eze terkekeh, "Tidak perlu dibayangkan, sekarang aku baik-baik saja."

"Itu hanya tampak dari luarnya. Beda dengan yang ada disini." Arianna menyentuh dada bidang Eze, "Hatimu mungkin tidak baik-baik saja."

Kekehan Eze terhenti, Arianna selalu tepat sasaran. Itulah alasan Eze begitu yakin dengan sosok wanita di depannya yang kini sudah menjadi istrinya.

Semenjak sadar dan melihat reaksi Eze, Arianna menyadari bahwa yang dilihatnya dalam mimpi tadi bukanlah sekadar mimpi, melainkan memang masa lalu Eze yang sebenarnya.

Lalu bagaimana bisa dia melihat masa lalu Eze? Padahal sebelumnya dia tidak bisa melakukan itu.

Arianna menatap lurus mata Eze, "Eze, apa kau tahu kenapa aku bisa melihat masa lalu mu?"

Eze menundukkan kepalanya untuk berpikir sebentar. Dia juga heran dengan apa yang terjadi pada Arianna yang bisa melihat masa lalunya. Arianna tidak memiliki sihir sama sekali, bahkan cara menggunakan sihir pun istrinya pasti tidak tahu.

Eze lantas kembali memandang Arianna yang menunggu penjelasannya. Namun, tatapan Eze justru terpaku dengan perubahan warna mata kiri Arianna yang membuatnya terpukau. Eze seolah-olah melihat dua warna cat yang diaduk hingga membentuk warna satu. Mata kiri Arianna berubah warna menjadi hitam.

"Eze? Kenapa kau memandangku seperti itu?"

"Warna mata kirimu berubah lagi."

Arianna ingin berlari ke arah cermin untuk melihat lagi matanya, namun lengannya justru di tahan oleh Eze.

"Tetaplah disini, aku ingin melihat bagaimana warna matamu berubah kembali normal."

Sesuai permintaan Eze, Arianna pun duduk kembali berhadapan dengan Eze yang masih setia memandangi matanya.

Karena keduanya saling diam yang membuat suasana menjadi canggung untuk Arianna, seketika Arianna berpikiran bagaimana Eze tahu bahwa dia bukanlah Arianna asli.

"Eze, bagaimana kau tahu kalau aku adalah perasuk?"

Eze masih terfokus dengan perubahan warna mata Arianna yang bisa dibilang lambat tapi berhasil berubah normal lagi. Eze yang mendapat pertanyaan itu kemudian merentangkan telapak tangannya untuk menunjukkan sihir hitamnya.

"Setelah melihat ini, apa kau tidak merasakan sesuatu yang menekan tubuhmu?" tanya Eze yang membuat Arianna bingung.

"Tidak, aku tidak merasakan apapun." refleks Arianna menyentuh sihir hitam yang bentuknya seperti gumpalan asap rokok.

"Kau masih ingat perkataan ku saat kau sakit di istana Kerajaan Naveer?"

Wajah Arianna bersemu, "T-tentu saja aku ingat. Kau juga bilang padaku bahwa jiwaku masih belum sepenuhnya menyatu dengan tubuh ini."

"Perpindahan jiwa, apa kau benar-benar tidak tahu menahu soal itu?"

"Tidak! Aku sungguh tidak tahu? Aku juga sampai sekarang bertanya-tanya kemanakah jiwa Arianna Serafine?"

Dulunya, Eze pikir Arianna melakukan sihir terlarang yaitu sihir perpindahan jiwa karena sihir itu bagian dari sihir kegelapan dan penggunaannya dilarang termasuk bagi semua bangsa. Eze tahu tentang itu dari cerita ibunya sewaktu dia diasingkan di istana Pagar.

Sekitar seratus lima puluh tahun lalu saat benua Atlanta masih dihuni oleh bangsa Elf, Vampir dan juga Canisk, digemparkan dengan adanya sihir perpindahan jiwa yang dilakukan oleh Ratu bangsa Vampir yaitu, Ratu Helxona.

Bangsa Vampir yang memang dikenal akan hidupnya yang abadi namun tetap menua menjadi momok mengerikan untuk Ratu Helxona. Karena alasan itu, dia melakukan perpindahan jiwa ke tubuh yang lebih muda lebih dari lima puluh kali.

Hal yang dilakukan Ratu Helxona berhasil diketahui oleh para penyihir. Mengetahui perbuatan Ratu Helxona yang ternyata juga memiliki pengikut sontak saja membuat kekacauan karena penganut sihir kegelapan yang memuja iblis Heires ada banyak. Hal itu berimbas dengan munculnya iblis Heires yang mengacaukan dunia.

Iblis Heires berhasil dikalahkan berkat kemunculan kekuatan sihir suci pelindung Atlanta. Kekuatan sihir suci itu merasuk ke tubuh pemimpin Elf. Iblis Heires saat itu belum mampu dimusnahkan dan hanya disegel dengan kekuatan sihir suci hingga sekarang.

"Anna, sebelum masuk ke dalam tubuh Arianna Serafine apakah kau pernah mendengar atau melihat sesuatu?" tanya Eze dengan tatapan serius.

Arianna mencoba mengingat-ingatnya, 'Saat itu gue baca komik cerita ini lalu ... ada tulisan aneh dibagian depannya. Tapi gue ga mungkin bilang ke Eze kan kalau dunia yang gue tau ini adalah dunia komik?!'

"Aku mendengar kalimat yang ... aneh." ucap Arianna agak ragu.

"Kau masih ingat kalimatnya?" tatapan Eze semakin intens.

"Difâsæ māgantyåra àlucardanä Arianna Serafine Wezen. Itu adalah kalimat yang pernah aku dengar sebelum masuk ke tubuh Arianna Serafine."

Meskipun yang dikatakan Arianna tidak seratus persen dia percayai apakah karena kalimat itu yang membuatnya masuk ke tubuh Arianna Serafine, tapi bisa saja Eze tahu makna kalimat itu yang memang mengandung nama Arianna Serafine.

Setidaknya benang kusut yang selama ini mengganggunya menjadi sedikit lurus jika dia memberitahukannya pada Ezekiel.

Eze yang mendengar mantra itu mengernyitkan keningnya karena baru pertama kali mendengarnya. Tapi bisa saja karena mantra itu yang membuat Arianna masuk ke dalam tubuh si wanita gila Wezen.

"Mungkin saja wanita itu tahu sesuatu tentang mantra ini." gumam Eze pelan.

"Wanita?" beo Arianna memastikan kala mendengar gumaman Eze, "Wanita siapa yang kau maksud, Eze?"

Sudut bibir kanan Eze terangkat ke atas, "Wanita aneh yang membuatku bertemu denganmu, Anna. Ku pikir dia tahu sesuatu tentang mantra sihir yang kau sebutkan tadi, tapi sayang sekali wanita aneh itu agak sulit untuk ditemukan karena suka berpindah-pindah tempat."

...🤍🖤🤍...

"Haatchim!"

Seseorang yang tengah memasak baru saja bersin dengan suara keras. Jari telunjuknya tampak menggosok hidungnya yang tiba-tiba gatal.

"Siapa yang baru saja membicarakan? Tidak sopan sekali!" decaknya marah.

Seseorang itu tampak kembali mengaduk sup yang dimasaknya dengan sesekali menggosok hidungnya dengan jari telunjuknya.

"Hm~ hm~"

"Kakak! Aku berhasil mendapat kelinci!"

Yang dipanggil Kakak itupun menoleh, tatapannya tertuju pada sosok anak kecil berkisar sepuluh tahunan tengah menenteng kelinci yang masih hidup.

"Bagus, Ge! Cepat bunuh kelinci itu agar Kakak bisa segera mengolahnya."

"Baik, Kakak! Aku tidak akan lama." Kepergian anak itu membuat orang yang dipanggil Kakak tersenyum.

"Hidup begini lebih baik, tapi ... Aku merindukanmu, Gavriel ..." gumam orang itu sambil menatap pantulan dirinya di cermin yang tertempel di pintu dapur.

Dari cermin yang berdebu itu terpantul seorang wanita berambut pirang dengan mata hijau lumut yang memesona.

Wanita itu lantas kembali fokus mengaduk sup kentang yang sudah hampir matang. Sambil mengaduk sup, wanita itu kembali teringat dengan seseorang.

"Apakah pria penyihir itu berhasil bertemu dengan orangnya?"

Seorang pria penyihir yang ditemuinya setahun yang lalu, "Yah itu bukan urusanku juga sih." gumam wanita itu seraya mengendikkan bahunya acuh.

"Tapi dia memiliki hal yang menarik, tentang takdirnya yang berbeda dari yang lain." gumamnya lagi.

Wanita itu pun mematikan api yang dia gunakan untuk memasak sup kentang. Kemudian wanita itu pergi menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, wanita itu membuka sebuah buku yang berisi catatan-catatan kecil miliknya.

Selanjutnya, ibukota Kekaisaran.

"Sudah lama aku tidak pergi ke sana setelah hari itu." wanita itu memandangi tulisannya seraya terkikik cukup panjang, "Georgie pasti akan menyukainya"

Bersambung...

Yuhuuu😊

Selamat menunaikan ibadah puasa yang menjalankan yaaa, semoga kita semua bisa bertemu dengan lebaran tahun ini.

See you next chapter guys😊🤍

1
REY ASMODEUS
jadi pedagang Thor. lumayan jual racun untungnya wahhh🤣🤣🤣🤣...
Zhang Wuyang (张五阳)
terima terima mayan dapat suami ganteng kalau aku sih gak nolak ya 😍💃
chiara azmi fauziah
penasaran cuy
@Resh@
lamanya ini baru up
Pa Muhsid
penyihir agung yang jauh dari agung
@Resh@
hancurkan gerald dia jahat bangett
Pa Muhsid
kalau gak salah lintas tahun sampai lupa alur ceritanya
pipit_vie: mweheheheheeh🤭🤭🤭
total 1 replies
@Resh@
sampai lupa ceritanya😜
pipit_vie: 🤭🤭🤭 maapkan aku ya ges yaaaa akwowoowkwkwk jadi malu akwowowkkwkw
total 1 replies
Erna Masliana
Ariana ditinggal begitu aja di istana? bukankah sama saja dengan membunuh Ariana,s Isabella kan jahat.. gak ngerti cara berpikir Eze
Erna Masliana
terus kenapa balik lagi ke istana sudah tau tidak diinginkan.. tidak mungkin hanya untuk pernikahan.. tanpa campur tangan Kaisar pernikahan bisa terjadi karena kamu bukan bagian istana lagi..
Erna Masliana
kamu kuat tapi lembek..kamu mengecewakan Eze.. ini benar benar penghinaan
si kecil nikkey
thor wajah arianna sudah umum bnget bnyk model wajah kaya gtu....
Erna Masliana
kenapa tidak lawan kaisar aja..kan kamu lebih kuat ngapain masih mau dimanfaatin
Erna Masliana
suka berprasangka buruk duluan jalani aja
Erna Masliana
itu lebih baik dari cireng 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ya ampun cimol..cilor.. jangan jangan nama peliharaannya memang nama nama jajanan.. nanti ada cilok,batagor dan siomay
Erna Masliana
cilor...enak tuh
Erna Masliana
mau terharu malah ngakak gara gara jawaban Eze yang katanya masih perjaka 🤣
Erna Masliana
nah kan.. cuma ngancam
Erna Masliana
ya jangan.. dia cuma ngancam..dia masih butuh kamu karena penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!