Rara Artania, seorang remaja yang masih duduk dibangku sekolah menengah ke atas. Hidup hanya berdua dengan sang ibu yang bekerja serabutan.
Rara itulah sahabatnya memanggilnya gadis tangguh yang rela bekerja keras membantu sang ibu untuk menyambung hidup mereka.
Rara rela menukar waktu remaja untuk bekerja dan bekerja demi ia bisa melanjutkan sekolah kependidikan yang tinggi, agar ia dapat merubah nasib mereka untuk masa depannya menjadi lebih baik lagi, hingga suatu saat ia bertemu om-om tanpa sengaja membuat beberapa kesalahan, hingga mereka membuat negosiasi untuk saling menguntungkan membuat nikah kontrak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Aku gendut
Alex membaringkan pelan Rara di sofa yang ada di dalam kamarnya. Lalu ia duduk disamping Rara dengan membuang nafas kasar.
"Om capek ya? Sudah Rara suruh menurunkanku ngak mau, Rara berat ya om?" tanya Rara menautkan alisnya.
"Ngak kok, kamu ringan. Aku ngak capek hanya kehausan saja," bohong Alex yang sebenarnya sangat kelelahan.
Mendengar Alex kehausan Rara segela mengambil air minum di atas nangkas.
"Om, minumlah dulu! Biar tenggorokan om tak kering. Aku belajar dulu, jika om sudah ngantuk sebaiknya om tidur saja lebih dulu," ucap Rara menuju meja belajar.
"Om ke atas dulu ya mau ganti baju dulu. Kita malam ini tidur disana saja, nanti jika tidur di atas takutnya kamu makin kelelahan," sahut Alex meninggalkan Rara di dalam kamarnya.
Rara segera membaca dan mengerjakan tugas kimia yang diberikan oleh bu Suci kemarin. Setelah selesai ia segera mengulang mata pelajaran yang akan di ajarkan besok jika ada sesi tanya jawab ia bisa menjawab dengan benar.
Merasa ia sudah lelah belajar selama satu jam itu ia melihat Alex belum juga kembali ke kamarnya ia merasa bersyukur tak harus berbagi ranjang dengan suaminya itu.
"Kalau om Alex tak kesini berarti dia ngak jadi tidur disini, sebaiknya aku segera berganti baju tidur setelah itu aku bisa tidur dengan tenang tanpa khawatir ada yang mengangguku," lirih Rara berbicara sendiri.
Setelah menganti piyamannya ia segera melempar tubuhnya di atas ranjang yang berukuran sedang dengan teletang hingga tubuhnya memenuhi kasur miliknya.
Sedangkan Alex di dapur sibuk membuat nasi goreng dengan melihat tutorial youtube karena ia tak pernah turun langsung ke dapur.
Sebenarnya Alex memiliki assisten rumah tangga namun sejak ia menikah dengan Rara ia hanya menyuruhnya kesini setiap pagi untuk membersihkan rumah setelah ia dan Rara pergi untuk melakukan aktifitas.
Alex menyiapkan bumbu untuk membuat nasi goreng merasa cukup dengan bumbunya ia segera menumis dan memasukkan nasi sesuai yang ia lihat. Ia segera memasukan potongan ayam, telur, sosis dan pentol kemudian ia menambahkan kecap dan saos. Merasa sudah cukup matang ia segera meletakkan nasi goreng kedalam piring.
"Semoga Rara suka, dia kan tadi belum makan malam," kata Alex dengan membawa nampan yang berisi nasi goreng dipiring dengan satu gelas susu dan teko berisi air.
Rara yang entah mengapa di dalam kamar tak bisa memejamkan matanya, di pikirannya terbayang-bayang wajah Alex yang selalu memenuhi isi otaknya.
"Kenapa juga tak bisa tidur? Apa aku sudah benar-benar jatuh cinta sama dia," kata Rara mengacak-acak rambutnya frustasi.
Rara segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nangkas ia segera mencari lagu yang asyik ia dengarkan agar ia segera bisa tertidur belum sampai ia mendapatkan lagu yang cocok untuknya suara pintu terbuka.
Cklek
Rara segera menoleh ke arah pintu kamarnya.
"Om, bawa apa itu?" tanya Rara.
"Om buatkan nasi goreng, kamu kan tadi belum makan malam. Aku suapin ya," tawar Alex.
"Om, ini sudah malam aku malas makan," tutur Rara.
"Kamu nanti sakit, sudah sini buka mulut kamu," rayu Alex.
"Om, nanti aku gendut lo. Aku jelek gimana?" tolak Rara dengan cemberut.
"Rara kamu itu sudah ada yang punya jadi tak perlu khawatir, aku itu suka kamu apa adanya," tutur Alex.