Raisa cukup kaget saat mertuanya menyurunya menjadi ibu susu keponakannya sendiri anak dari adik suaminya. apakah Raisa menyetujuinya atau menolaknya?..
*******************************
"milikmu enak sekali beda jauh dengan milik istriku" pujinya kala milik mereka telah menyatu, membuat wanita yang dibawahnya tersenyum bangga " aku ingin setiap hari kita melakukan ini" ucapannya lagi sambil mulai menggoyangkan pinggulnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myabra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
" Arga gimana cucu mamah, semua sehat kan?" Tanya Tantri kala mereka sudah duduk di sofa.
" Iya mah mereka senang, Rangga tanya kenapa kakek dan neneknya tidak ikut" Ujarnya yang langsung mengambil duduk disamping Tantri.
" Mama jadi kangen sama mereka" ujar Tantri yang memang benar-benar kangen dengan cucunya.
" Mah, pah ada hal yang sangat penting yang ingin Arga bicarakan" ujar Arga membuat Arya dan Tantri melihat kearah putra bungsu mereka, sedangkan Talita duduk dengan gelisah.
" Mas bisa kita bicara? Sebelum mas bicara sama mama dan papa " mohon Talita. Dia ingin menjelaskan dan mengakui semuanya. namun tak ditanggapi oleh Arga .
" Kayaknya penting banget memangnya kamu mau membicarakan tentang apa?" Tanya Arya
" iya Arga، mama jadi dag-dig-dug " ujar Tantri.
" Aku mohon mas" Talita sampai memohon agar Arga tidak memberi tahukan kejadian kemarin kepada kedua mertuanya.
" Ta kamu kenapa?, kenapa kamu gugup?" Tanya Tantri melihat tingkah laku Talita aneh.
" Gak kenapa-kenapa mah" Ujarnya pasrah
Arga mengeluarkan map berwarna coklat dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Talita.
" Apa itu Arga ? Apa surat tanah?" Tunjuk Arya pada map coklat yang Arga berikan ke Talita.
"A-apa ini mas?" Tanya Talita yang tidak tahu isinya apa yang ada didalam map coklat itu, tapi hatinya merasa was-was tidak mungkin kan ini surat.. dia takut membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.
" Buka dong Ta, kita juga pengen liat, jadi penasaran kejutan apa yang diberikan Arga" ujar Tantri senang, melihat anak dan menantunya akur walaupun mereka jarang berkumpul.
" Na..nti aja mah bukanya" pinta Talita yang tak ingin membuka map coklat itu.
" Sini mama yang buka" Tantri merebut map itu dari tangan Talita, dan langsung membuka tali merah yang melilit di kancing berwarna coklat. Dengan tidak sabarnya dia membuka dan mengeluarkan isinya. " Apa, apaan ini Arga?" Tanya Tantri yang melempar map berserta isinya ke atas meja. Yang langsung dipungut oleh Arya yang ikut membaca apa yang ada didalamnya.
" Apa maksud kamu ini Arga?" Tanya Arya yang tidak percaya dengan tindakan gegabah putranya, sedangkan Tantri menangis sambil memeluk Talita yang juga tengah menangis, dengan kejutan yang Arga berikan. Namun Arga tak beraksi apapun karena keputusannya sudah bulat ingin bercerai dengan wanita itu. Karena tak ada jawaban dari Arga , Arya langsung menarik putranya itu masuk kedalam ruangan yang dulu bekas kamar cucu-cucunya.
" Kamu ceritakan sebenarnya apa yang terjadi sampai kamu menggugat cerai Talita" paksa Arya, karena dia harus tahu , apa penyebabnya Sampai-sampai Arga bisa melakukan hal sebodoh itu.
Arga yang tadinya tidak mau menceritakan kejadian sebenarnya akhirnya dengan terpaksa, dia menceritakan kejadian sebelum dirinya mau menerima tugas dari rumah sakit untuk bertugas ditempat yang terjadi bencana alam.
" Lima bulan lalu sebelum Arga berangkat tugas , Arga ingin mengajak Talita makan siang, tapi Arga keduluan, ada yang sudah menjemput Talita, saat Arga ikuti mereka bukan berhenti ditempat makan melainkan dikosan, cukup lama Arga menunggu tapi Talita tidak kunjung keluar, karena rasa penasaran Arga akhirnya turun , karena pintu dikunci Arga cari jalan lain , Arga dengar suara desahan," ujar Arga menceritakan kronologi kejadian yang tidak semua diceritakan karena istrinya, saat itu berselingkuh dengan Angga kakaknya tidak mungkin Arga memberitahukan papahnya, yang jadi selingkuhan istrinya adalah Angga putra sulungnya.
" Dan kemarin Arga juga memergoki Talita sedang ngamar disebuah hotel bersama pria yang berbeda " ujar Arga lagi membuat Arya kaget bukan main dengan pernyataan putranya. Tidak mungkin putranya itu bohong ini masalah serius dan malam itu juga Arya langsung menghubungi keluarga Talita agar segera datang karena ini masalah serius yang tidak bisa ditunda-tunda lagi
Diruangan depan Tantri masih menenangkan Talita yang masih terpukul atas kejutan yang diberikan oleh Arga, dia tidak percaya bahwa pria itu ingin menceraikan dirinya. Padahal dia pikir kesalahannya masih bisa dimaafkan .
Dua puluh menit berlalu, terdengar suara mesin mobil yang berhenti dihalaman rumah, yang disambut oleh Arga dan Arya yang sudah dari lima menit yang lalu menunggu kedatangan orang tua Talita.
" Siapa yang datang malam-malam begini?" Tanya Tantri yang langsung berdiri dan berjalan kedepan rumah yang sudah ada Arga dan suaminya .
" Assalamualaikum" salam dari orangtua Talita. "Walaikumsalam" jawab mereka serentak. Arya mempersilahkan besannya untuk masuk. Dan mereka kini sedang duduk diruang tengah.
" Sayang siapa yang buat kamu nangis kaya gini" tanya maya ibu dari Talita. Melihat mata sembab putrinya.
" Mas Lukman terimakasih atas kedatangannya" ujar Arya yang tadi menelpon besannya itu.
" Sebenarnya ada apa ini? Sampai putri saya menangis" tanya Lukman yang tidak suka ada yang membuat masalah dengan anaknya apa lagi Talita adalah putri kesayangannya.
" Mohon maaf mas, mbak, ini kesalahan saya, sudah teledor dalam mengurus anak-anak, " ujar Tantri kepada kakak angkatnya. Membuat Lukman tidak mengerti dengan arah pembicaraan Tantri.
" Maksud kamu apa? Apa kamu yang bikin anak saya nangis" tuduhnya kepada Tantri. Membuat Tantri menggelengkan kepalanya.
Ini semua salah Arga pah, jangan salahkan papa dan mama Arga , Arga menyuruh papa dan mama ke sini..." Ujar Arga menghentikan sejenak ucapannya dan tarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya. " Arga ingin mengembalikan Talita kepada papah dan mamah " ujar Arga membuat bola mata Lukman hampir lompat dengan ucapan menantunya, begitupun dengan Tantri.
" Apa kamu bilang?" Ujar Lukman langsung berdiri dan mencengkram kerah baju Arga.
" Mas Lukman lepaskan Arga " Arya mencoba melepaskan cengkraman tangan Lukman pada kerah baju Arga.
" Pah jangan pah, kasian mas Arga" pinta Talita yang tengah menangis.
" Tantri, apa kamu tidak bisa mendidik putra mu? yang tidak bisa bersyukur karena memiliki istri seperti Talita, berani sekali kamu mau menceraikan putri saya" ujar Lukman tidak terima dan hendak memukul Arga, namun Arga menepisnya dan mendorong tubuh Lukman hingga terjerembab di sofa.
Membuat Lukman melotot karena menantunya itu berani mendorongnya.
" Kalian kelurga tidak tahu di untung , kamu Tantri kalau tidak diangkat anak sama bapak saya , mungkin sekarang kamu sudah jadi gembel, " maki Lukman yang tidak terima dengan perlakuan Arga kepadanya dan Tantri pun tidak membelanya.
" Mas tolong maafin Arga, mungkin Arga khilaf, masalah perceraian Arga akan membatalkannya" ujar Tantri membuat mata Arga membola, dengan ucapan mamanya.
" Arga tidak akan pernah mengubah keputusan Arga untuk menceraikan Talita" ujar Arga yang sudah mantap dengan keputusannya. Membuat orang tua Talita marah besar dan tidak terima anaknya dipermalukan. Maki dan cacian keluar dari mulut mereka membuat Tantri menangis histeris sedangkan Arga sudah tidak ingin berdebat lagi dia langsung pergi meninggalkan rumah karena percuma menghadapi keluarga Talita yang tidak bisa diajak berbicara.
gak ngomong langsung👍👍👍