NovelToon NovelToon
Dibeli Sang Mafia

Dibeli Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Dark Romance / Tamat
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: Valéria Bezerra

Di lelang gelap, seorang gadis dijual kepada penawar tertinggi. Pembelinya adalah Hendra Wirakusuma, mafioso yang ditakuti seisi kota, dingin, berbahaya, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau.

Sekar tak punya siapa-siapa lagi. Ia dikhianati keluarganya sendiri dan kini terkurung di rumah pria yang seharusnya paling ia takuti. Namun di balik tatapan dan tangan yang berlumur dosa itu, ada sisi Hendra yang tak pernah dilihat orang lain.

Antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, mampukah Sekar bertahan? Dan sampai di mana seorang mafioso rela melangkah demi satu perempuan yang ia beli?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buktikan Kalau Begitu

POV Ratna

"Halooo, menantuku yang cantik!" Aku masuk dan memeluknya.

POV Sekar

"Hendra sudah cerita?"

POV Ratna

"Tentu. Ide sarapan di kamar itu dari Ibu." Aku mengedip.

POV Beti

"Jadi dia sudah menonton videonya?"

POV Ratna

"Sudah, Beti, berhasil." Kami bertos.

POV Sekar

"Hei, aku di sini lho... Video apa?"

POV Beti

"Rekaman kamera di ruang perawatan. Dia menonton semalaman kamu merawatnya, terutama obrolan kecil kita itu."

POV Sekar

"Jadi kalian menjebakku?" Aku menyipitkan mata.

POV Ratna

"Dan kamu masuk perangkap. Hahahaha."

POV Sekar

"Kalian ini..."

Kami menghabiskan berjam-jam di sana mengobrol sambil menyiapkan makan siang. Kuundang Lintang makan bersama kami dan Pak Darto yang menjemputnya. Tak lama Hendra, Baskoro, dan Panji tiba.

POV Hendra

"Halo, keluarga."

POV Sekar

"Halo." Aku tersenyum, dan ia mengejutkanku dengan ciuman. "Hendra, ada orang!"

POV Hendra

"Memangnya di sini tidak ada yang pernah berciuman?"

POV Lintang

"Aku..." Aku mengangkat jari dengan malu. "Tapi aku sudah sering lihat orang berciuman, kok. Silakan, jangan sungkan." Semua tertawa.

POV Ratna

"Jangan malu, Sayang, kamu sangat berharga. Beruntung laki-laki yang mendapat ciuman pertamamu."

POV Panji

"Semoga aku orangnya." Itu yang kupikirkan.

POV Hendra

"Seperti aku yang mendapat ciuman pertama Sekar."

POV Sekar

"Kamu yang menerkamku, kan?"

POV Hendra

"Tapi kamu suka..." Kutarik dia lagi.

Kami ke meja dan makan siang bersama. Setelah itu orang tuaku pulang, dan aku bersama Panji mengantar para gadis ke sekolah, lalu kami berangkat kerja.

Di tempat lain...

POV Agnes

"Cepat, Ma, kita harus cari tahu apa yang terjadi pada anak sial itu. Tidak mungkin dia seberuntung itu, sampai menikah dengan cowok seseksi itu."

POV Mirna

"Jangan konyol, Nak. Kamu pikir laki-laki seperti itu mau menikahi cewek bodoh yang hambar kayak Sekar? Tentu tidak. Pasti dia atasannya, atau dibeli untuk jadi pelacurnya."

POV Agnes

"Entahlah, cara dia membelanya tadi... Pokoknya kita cari tahu."

Di gudang...

POV Mirna

"Jadi, apa yang terjadi dengan keponakanku?"

POV Jarot

"Anehnya, Hendra Wirakusuma yang membelinya. Kudengar dia cuma dijadikan pembantu."

POV Mirna

"Sudah kubilang, kan?" Kutoleh pada Agnes. "Aku mau alamatnya."

POV Jarot

"Kami tidak punya informasinya."

POV Agnes

"Tidak apa-apa, Ma. Kita ke sekolah lalu ikuti mereka."

POV Mirna

"Benar juga. Ayo."

Di sekolah...

POV Hendra

"Belajar yang rajin." Aku tersenyum.

POV Sekar

"Terima kasih." Kucium dia.

POV Panji

"Dah, semangat belajarnya."

POV Lintang

"Terima kasih." Aku tersenyum.

Kami menuju kelas.

POV Sekar

"Gimana kabarmu dengan Panji?"

POV Lintang

"Cuma teman, Sayang. Cuma teman."

POV Sekar

"Iya, deh..."

Pelajaran dimulai dan sore berlalu cepat. Kedua pria itu datang menjemput, Panji mengantar Lintang, dan aku pulang bersama Hendra.

Di mansion...

POV Mirna

"Sekar..."

POV Hendra

"Kalian ngapain di sini?"

POV Agnes

"Kumohon, Sepupu, biarkan kami bicara. Kami punya penjelasan."

POV Sekar

"Baik. Bicaralah. Aku ingin dengar kebohongan apa lagi."

POV Mirna

"Sayang, ini yang sudah kami katakan, kami diancam."

POV Agnes

"Sekar, kami juga sangat menderita karena semua ini."

POV Hendra

"Buktikan kalau begitu."

POV Mirna

"Tapi bagaimana caranya?"

POV Sekar

"Kembalilah kemari kalau sudah membawa bukti dari ucapan kalian." Kami masuk.

POV Mirna

"Terkutuk dia..."

POV Agnes

"Bagaimana caranya, Ma?"

POV Mirna

"Mama tahu caranya. Ayo." Kami kembali ke gudang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!