Berawal dari link aplikasi aneh yang masuk dalam obrolan chat grup kelasnya, Yufuin Tenn, Demon Lord yang bereinkarnasi menjadi seorang manusia akhirnya harus mengikuti sebuah game aneh karena terpaksa.
[Code Name: Alice Liddell]
[Welcome to the Murderland]
Game dengan seribu kisah dongeng sebagai setting permainan membuat Tenn semakin penasaran dengan orang di balik permainan ini tersebut.
Hanya satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui sosok di balik game ini dan menyelesaikan permainannya yaitu mengumpulkan kartu klondike untuk masuk ke level selanjutnya.
Demi mengetahui apa alasan dia terpilih dalam game pembunuhan dalam kisah dongeng tersebut, Tenn harus berusaha membuat dirinya lolos ke level berikutnya tanpa ada yang tau identitasnya sebagai demon lord hingga akhir permainan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33. The Three Billy Goats Gruff
-Graaaa!!!
-Mbeeeek…Mbeeeek!!
Beberapa pohon mulai tumbang dan akhirnya sosok dalam cerita lain muncul.
“Suara itu…kambing?”
Code Name: Mad Hatter mulai menekan perut anak kecil yang masih diinjak olehnya.
“Kaaagh!!”
Suara Code Name: Gretel semakin keras.
Sekarang, suara kambing-kambing dan suara troll yang berlari semakin dekat. Hal tersebut ditandai dengan guncangan yang terdengar dan getaran di tanah.
Tenn merasa bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan.
“Hatter, bunuh mereka dan ambil kartunya. Kita tinggalkan mayat mereka dan pergi dari sini.”
“Roger, Alice.”
Sebelum getaran itu semakin dekat dengan mereka, Tenn mematahkan tulang leher Hansel dengan mulus.
-Kreeek
Dari mulut gadis kecil itu, keluar darah dan tubuhnya berhenti bergerak. Dia mati.
“Han…sel…” suara lirih dengan air mata keluar dari mulut Code Name: Gretel. Tapi rupanya tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk menyusul.
Code Name: Mad Hatter mengambil permen tongkat yang ada di dekat tubuh anak kecil itu. Dia mengangkatnya dan mengarahkan ujung runcing lancipnya ke arah wajah gadis itu.
“Sampai jumpa lagi.”
-Whooosh
-Craaaat!!
Satu tusukan kuat menembus leher anak kecil itu dan tentu saja dia mati. Pemuda itu langsung melepaskan permen tongkat yang masih menancap di leher sang anak gadis dan mencari kartu yang dimilikinya.
“Ketemu. Alice, aku berhasil menemukannya!”
“Aku sudah mendapatkannya juga. Sekarang, kita pergi dari si–”
Saat mereka baru saja mendapatkan kartunya, tamu tersebut akhirnya tiba.
-Mbeeek…Mbeeek
Sosok kambing akhirnya terlihat. Bebatuan yang ada di sekitar tempat itu bergetar dan saat mereka melihat hewan itu mendekat, ada yang tidak benar.
“Alice…kambingnya…”
Tenn langsung menarik tangan Code Name: Mad Hatter dan berlari.
“Kalau masih ingin hidup, jangan berhenti berlari!”
Keduanya berlari dan tentu saja, makhluk berkaki empat itu mengejar mereka. Ada alasan kenapa mereka berlari.
Saat tiga ekor kambing itu datang mendekat, ternyata ukuran tubuh mereka berbeda. Salah satu dari mereka memiliki ukuran tubuh sebesar 2 meter, yang seekor lagi memiliki ukuran sekitar dua kali ukuran kambing pertama dan kambing ketiga memiliki ukuran empat kali ukuran kambing pertama.
Dengan kata lain, mereka memiliki tiga ukuran dan bagian yang paling tidak menyenangkan lainnya adalah, troll yang berada paling akhir seakan mengejar ketiga ekor kambing tersebut memiliki ukuran yang sama dengan kambing ketiga.
Tidak mengherankan bila banyak pohon tumbang dan tanah bergetar karena mereka berlari.
Saat Code Name: Mad Hatter melihat ke belakang, ada sedikit senyum bahagia yang terlihat. Hal itu dikarenakan dia melihat secara langsung tubuh kedua anak kecil yang sudah mati itu terinjak hingga hancur.
Tidak begitu diperlihatkan bagaimana kondisi tubuh mereka setelah terinjak, tapi yang jelas pemuda itu begitu senang sampai memperlihatkan wajah berbinar dengan senyum yang sangat bahagia.
“Menakjubkan.” gumamnya.
Rupanya suara itu terdengar oleh Tenn yang langsung menjawab spontan, “Ya, benar. Ini menakjubkan. Lebih menakjubkan lagi jika kita bisa menghindari para makhluk berkaki empat itu dengan troll di belakangnya.”
Tenn tidak melihat pemandangan yang dilihat Code Name: Mad Hatter. Semua fokusnya mengarah ke depan.
Para kambing-kambing itu juga berbelok mengejar keduanya. Diikuti oleh troll yang mengejar para kambing, ini terlihat seperti permainan kejar-kejaran.
Tenn berteriak kepada sistemnya.
“Sistem, jelaskan padaku seperti apa dongeng “The Three Billy Goats Gruff” itu. Kenapa kambingnya jadi mengejar kita?”
[Mengambil data cerita dimulai]
[Judul: The Three Billy Goats Gruff]
[Pengambilan data selesai]
[The Three Billy Goats Gruff menceritakan kisah tiga ekor kambing berbeda ukuran yang hendak menyeberangi sebuah jembatan dengan arus sungai yang kuat di bawahnya untuk pulang]
[Di sisi lain jembatan, terdapat troll yang hendak memakan mereka. Kambing paling kecil menyebrang terlebih dahulu, namun dihadang oleh troll penjaga jembatan. Si kambing paling kecil meyakinkan troll untuk melahap kambing kedua yang tubuhnya lebih besar darinya]
[Troll setuju dan membiarkan kambing paling kecil lewat. Kemudian kambing kedua hendak menyeberangi jembatan namun dihadang oleh troll. Kambing kedua juga meyakinkan troll untuk melahap kambing ketiga yang merupakan kambing paling besar]
[Troll setuju dan membiarkan kambing kedua lewat. Ketika kambing ketiga hendak lewat, dia dihadang oleh troll yang mengancam akan memakannya. Kambing ketiga menantang troll bertarung]
[Saat troll hendak menyerang kambing ketiga, si kambing melompati tubuh troll dan mendorongnya jatuh ke sisi samping jembatan hingga terbawa arus]
[Cerita berakhir]
Secara garis besar, tokoh yang muncul dalam cerita dan makhluk yang mengejar mereka berdua sama persis. Tiga kambing dengan ukuran berbeda dan seekor troll besar.
Tapi, masalah utamanya adalah settingnya.
“Kenapa mereka jadi saling mengejar satu sama lain seperti ini?!” teriak Tenn.
[Admin Wonder hanya memasukkan tokoh dongeng ke dalam permainan level 1, akan tetapi tidak memasukkan plot cerita dalam setting arena permainan]
[Dengan kata lain, mereka hanya tokoh cerita yang menjadi bagian dari permainan dan bukan tokoh yang ada dalam sebuah setting cerita]
[Cerita asli “The Three Billy Goats Gruff” tidak ada kaitannya dengan keempat makhluk yang mengejar Code Name: Alice dan Code Name: Mad Hatter]
Semua ini semakin membuat Tenn merasa kesal dan ingin mengutuk sistem beserta permainannya.
Setelah nyaris 10 menit berlari dan masuk ke area yang lebih dalam, keduanya bersembunyi di dalam sebuah gua yang tidak sengaja ditemukan di dekat area pepohonan rindang dengan ukuran pohon raksasa.
Tenn memutuskan untuk bersembunyi di sana sambil terus menarik pemuda yandere yang masih sibuk tersenyum sendiri.
Saat tersadar, keempat makhluk raksasa itu sudah melewati area tempat mereka sembunyi. Tetapi memang tidak semuanya mulus, karena hasil jejak mereka meninggalkan banyak pepohonan yang tumbang dan jejak besar di tanah.
“Setidaknya kita aman sekarang.” gumam Tenn pelan.
Tenn mungkin aman dari para makhluk aneh hasil keisengan Wonder, tapi dia masih belum selamat dari yandere yang secara tidak sadar ditolong olehnya.
*****