NovelToon NovelToon
I Love U! Suami Dadakan 2

I Love U! Suami Dadakan 2

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan / Obsesi / Beda Usia / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:256k
Nilai: 4.7
Nama Author: unchihah sanskeh

Angkasa, seorang Kapten tentara Angkatan Udara yang tegas dan dingin berusia 28 tahun, sangat malas berhadapan dengan wanita. Namun dengan karakternya yang rumit itu, ia justru harus menikah dengan seorang gadis cerewet, ceplas-ceplos dan kekanakan bernama Aina Maura; Kekasih dari adik kembarnya sendiri, Samudera.

Pernikahan paksa tersebut terjadi ketika Samudera mengemban tugas penyelamatan sandera di Tongo, dan mewasiatkan agar Angkasa menikahi kekasihnya jika ia tak kembali lagi. Beban yang diemban Angkasa, perasaan duka serta kasih sayangnya pada adik kembarnya itu akhirnya mendorong Angkasa mengucapkan kata nikah di hadapan ayah Aina.

"Saya akan menikahinya, sekarang!"

Karakter Aina yang tidak cocok untuk Angkasa, membuatnya bersikap dingin bahkan mengacuhkan istrinya sendiri, "Saya tidak pernah mencintai kamu, semua terjadi karena permintaan adik saya dan mendiang ayah kamu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - Masa Lalu Terulang Lagi?

"Pak tolong berhenti di sini---Saya turun---"

Panik mulai menggerogoti pikiran Aina, terlebih saat sopir malah makin mempercepat laju mobilnya. Seolah memang sengaja tak ingin menggubris keinginan penumpangnya itu sama sekali. Dan tiba-tiba, bahkan sebelum Aina menyelesaikan permohonannya, seseorang datang dari kursi paling belakang, lelaki bertopeng yang bahkan belum sempat Aina lihat siapa wujudnya.

Orang itu bergerak menggapai Aina dan berusaha membekap mulutnya sampai ia tak sanggup bernapas atau bahkan bersuara. Jari-jari orang itu lembab berkeringat, menyebar menyentuh badan Aina dengan sangat kuat, lalu membelitkan kain yang menutup matanya bagaikan rantai yang mengikat penglihatan Aina.

Dada Aina menjerit mencari udara dan cahaya, pikirannya merintih mencari tempat untuk memohon pertolongan. Rasa dingin menyusupi tulangnya, dan ada suara mendesis yang berbisik di telinganya, suara dari pria yang tadi langsung mundur dari belakang, tidak ia sadari sama sekali.

"Diam, jangan ribut!" ujar suara itu. Tegas dan keras, khas laki-laki. "Dasar merepotkan, padahal aku tidak perlu repot-repot bangun kalau kamu nurut."

Pikiran Aina terpecah menjadi kepingan-kepingan ketakutan. Pecahan-pecahan bayangan bermunculan di pikirannya. Dia melihat dirinya 10 tahun yang lalu, disekap oleh teman satu kelas karena tidak punya ibu. Diejek, dikucilkan semua karena ia dicap berbeda oleh siswa lain. Ia terdiam di dalam lemari dengan mata tertutup persis saat ini, napasnya sesak karena debu dan gelap. Semuanya terasa sama dan berulang.

"Tidak!" Aina menggeleng keras-keras, menolak kain yang disumpalkan ke dalam mulutnya. Aina berusaha keras melepas diri dari cengkeraman orang itu dan berjuang untuk menyelamatkan diri.

Tapi orang itu terus menahannya dengan tak sabaran, dan nampak begitu jengkel. Dan Aina tak akan menyerah, ia tak akan membiarkan masa lalu menelan keberaniannya dan membuatnya lemah karena ketakutan.

"Akh! Sial!" pekik orang itu setelah Aina menggigit tangannya.

Bersamaan dengan itu pula dengan cepat Aina menarik kain yang menutup matanya, suasana dalam mobil pun menjadi gaduh. Sementara orang di belakang kesakitan, tangan Aina yang lain cepat mengambil tas jinjingnya lalu dipukul kan ke kepala supir.

"Kurang ajar!" Supir itu mulai hilang kendali. Mobil pun berhenti paksa dan tiba-tiba.

Tanpa basa-basi lagi, Aina langsung menarik handle pintu dan segera keluar.

Langkahnya gemetar dan matanya pun nanar memandang jalan, ia terisak ketika berlari membabi buta meninggalkan mobil itu.

"Mau lari kemana pun sia-sia saja," suara orang itu kembali muncul setelah mereka keluar dari mobil. Mereka tertawa besar seolah mengejek, sementara Aina masih berkutat melawan takut dengan terus mencoba jalan dengan langkah tergopoh-gopoh.

"Cepat kembali, ini daerah kami. Kemanapun kamu pergi percuma saja!" sahut mereka lagi, bertubi-tubi, terus mendesak Aina selagi perempuan itu terus berlari. Suara peringatan dan tawa mereka menyusup ke dalam pikiran dan jantung Aina, menyerang tubuh Aina dan menuntutnya agar patuh. "Larilah kemanapun kamu mau, kami akan mendapatkan kamu lagi. Kamu cuma buang-buang waktu kami saja... "

"Kak Asa!" Aina meneriakkan nama suaminya secara spontan selagi ia berlari menjauhi orang-orang yang entah mengapa berniat jahat padanya. Suara tangisnya berkutat dengan deru langkahnya yang berdentam keras di tengah kesunyian jalan. Napas Aina pendek, dan mulai tersengal-sengal seolah parunya tengah menjerit meminta untuk berhenti, pikirannya terpecah oleh teriakan-teriakan yang dipekikkan oleh orang jahat itu.

"Kamu teriak panggil siapa pun percuma, anak malang! tidak ada siapa pun yang akan mendengarmu di sini. Lebih baik kamu diam dan nurut. Kemarilah masuk kembali ke mobil, kami janji tidak akan kasar."

"Kak Asa pasti akan datang! Kalian tidak tahu siapa suami saya!" Suara Aina pecah, dipenuhi tangis dan hancur di dalam getaran langkah kakinya yang tiba-tiba melemas tak ada tenaga.

"Memang tidak tahu, dan tidak mau tahu. Yang penting kami dapat duit!"

Aina tak tahu, uang apa yang dimaksud. Mungkinkah dua orang itu adalah penculik bayaran, tapi siapa yang memberi perintah? atau mungkin mereka hanyalah penculik yang mengharap tebusan? Entahlah, yang pasti ia ketahui sekarang adalah bila menuruti perintah orang-orang itu akan berarti bahaya tengah mengancamnya. Namun, tubuhnya seakan-akan berkhianat.

Ketika Aina mencapai jalanan dekat pohon limus liar, kakinya langsung tak ada rasa dan badannya langsung tersungkur, ia tak sanggup menolong dirinya sendiri, tak sanggup untuk terus berlari sampai ada pertolongan yang datang.

Tawa mengejek mengeruak mendekat dan berputar di sekeliling Aina di udara bagaikan pita sutra yang hitam. Kini, dua orang pria jahat itu telah berada di dekatnya, tepat di belakangnya.

Aina mendengar gelak tawa dua orang itu, dan merasakan dorongan yang tak tertahankan untuk terus melawan. Untuk terus mencoba, agar tak selalu menyerah pada keadaan. Dan bahkan selagi dua orang pria itu menariknya dengan kasar menuju mobil kembali, Aina masih berusaha berteriak memanggil nama Angkasa dengan apa pun yang masih bisa ia lakukan. Dan entah mengapa di saat begini, di saat ia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, Angkasa adalah satu-satunya makhluk yang ia tahu dapat menyelamatkannya. Seolah ia meyakini, hanya pria itu, suaminya itu yang mampu. Sungguh semua itu tak asing... bila Aina memahaminya.

Siapa yang mengganggumu? Kemarilah, ada aku di sini. Tidak akan ada lagi, anak-anak yang mengusikmu.

Kata-kata yang pernah diucapkan Kakak baik hati, yang selalu Aina ingat... 10 tahun yang lalu.

"Kak Asa!" Pekik Aina lagi, panggilan itu keluar dari tenggorokannya dalam isakan yang lemah. "Kak Asa tolong Aina Kak! Kak Asa!"

"Kak Asa!"

Ketika mencapai mobil kembali, Aina sudah hilang kesadaran. Penglihatannya mulai mengabur saat orang yang tadi bersembunyi di belakang, menepuk pundaknya dengan keras.

"Dasar perempuan berisik, menyusahkan sekali!" ujarnya jengkel.

"Sudah, ayo cepat naik. Aku tak sabar dapat upah dari perempuan itu." Sahut sang supir.

...****************...

Firasat buruk tiba-tiba menggerayangi pikiran Angkasa, tepat saat kepalanya sedang berdenyut kuat karena masalah di markas yang tak terduga, wajahnya malah tergores karena kukunya sendiri; seolah ia merasakan bahaya yang sedang dihadapi oleh istrinya. Merasakan hal buruk yang mengelilingi Aina, merasakan takut yang mencekik Aina, namun ia menepis itu semua terutama setelah melihat pesan yang dikirimkan Aina tadi di ponselnya.

Kak Asa, Aina baru selesai bertemu Mbak Dian. Nanti setelah Kak Asa pulang kerja Aina ceritakan semuanya, sekarang Aina masih di dalam taksi mau pulang ke rumah buatkan makan siang. Kakak jangan sering marah-marah di markas ya!

Senyum menyungging di bibir Angkasa, lenyaplah sudah segala prasangka buruk dan kepusingannya di markas hari ini.

1
Siti Aisyah
Biasa
Siti Aisyah
Kecewa
Bigo S
Buruk
Jumi Eko
bagus
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa kisah sam & berlian digantung, kak thor?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
akhirnya cinta masa kecil itu bertahan
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baik author, ditunggu ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
oke asa sudah dengan aina. nicolo belum ada hilal jodohnya. sam sudah menikah dengan berlian. tapi kenapa belum up lagi, kakak author?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: oke kak. tapi lapak nikolo dimana? 🤔🤔🤔
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
dahlah Nico, biarin aja mereka kumpul keluarga dulu. kamu urus laras & the ganks aja ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
oke. lanjutkan
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lalu siapa itu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
laras sakit jiwa juga berisik. gak mungkin asa ceraikan aina demi kamu
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
laras bilang apa?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
obsesi laras pada asa & keluarga nya sungguh merugikan
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
laras
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
aina disekap dimana ya?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semua mengira dian lah yg menculik aina. padahal....
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
aina pasti selamat. apakah sam akan muncul di moment ini?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
inikah momen aina diculik laras
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
aina sudah cukup tegas, dian harus paham ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!