NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya ingin Makan

" Hana "

Teriak ibu mertua Hana. Setiap pagi begitulah ibu mertua Hana, dia berteriak sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan Hana.

Hana yang sedang menggoreng nasi pun berlari menghampiri ibu mertuanya. Dia ingin tahu hal apalagi yang akan dipermasalahkan oleh ibu mertuanya.

" Ada apa bu?"Seru Hana dengan tangan masih memegang sutil untuk mengaduk nasi goreng.

Cihhh...

Bukannya menjawab ibu Sundari alias ibu mertua Hana malah merdercih kesal.

" Heehh.. apa‑apa? Kamu tidak lihat ini lantai ruang tamu masih kotor? Kamu itu dari tadi ngapain saja sih? Rumah masih kotor begini? Pemalas sekali jadi menantu !!."Sentak ibu Sundari memarahi Hana.

Hal seperti ini sudah biasa bagi Hana, di rumah nya itu bukan Hana seorang yang tinggal. Akan tetapi ada Dimas suami Hana, ada ibu Sundari mertuanya, ada Lastri adik iparnya dan ada Sintia istri dari Bayu kakak Dimas. Bayu sendiri bekerja di luar kota dan akan pulang 2 minggu sekali saat weekend.

" Bu, Hana ini sudah bangun dari jam 4 subuh bahkan sebelum subuh. Hana harus mencuci semua pakaian kalian, bahkan harus pakai tangan. Baru selesai 30 menit yang lalu dan ini Hana lagi buat sarapan bu. Untuk menyapu kan bisa mbak Sintia atau Lastri. Mereka juga tidak ngapa‑ngapain kan?."Hana membela dirinya. Dia tidak terima dikatakan pemalas oleh mertuanya.

Selama 3 tahun tinggal dengan mertuanya dia sudah mengabdikan hidupnya di keluarga suaminya dengan baik. Bahkan Hana sudah seperti pembantu di rumahnya sendiri.

Memang setelah menikah, Hana sudah tinggal di rumahnya sendiri. Rumah yang dia dapat dari kakaknya sebagai hadiah pernikahannya.

Dan baru 1 bulan menempati rumah itu, ibu mertua nya beserta adik dan kakak iparnya ikut pindah dan tinggal dengannya. Mereka beralasan ingin tinggal di kota dan di rumah yang lebih besar, rumah mereka sendiri mereka sewakan.

" Heehh.. memangnya kamu itu siapa? Pakai mengatur ini dan itu segala. Pekerjaan rumah ini tanggung jawab kamu, jangan pernah kamu menyuruh Lastri ataupun Sintia untuk mengerjakan pekerjaan rumah !! Kamu di sini tidak punya hak, karena ini rumah Dimas !! Kamu di sini cuma numpang, numpang makan saja !!."

Ucapan ibu Sundari sangat menyakitkan, padahal hampir 3 tahun ini merekalah yang menumpang hidup dan numpang makan dengannya. Biaya mereka makan, biaya bulanan mereka semua itu memakai uang Hana. Yang mereka ketahui uang Dimas, sebab Dimas sendiri yang mengatakan jika uang gajinya dikelola oleh Hana. Padahal seribu rupiah pun Hana tidak tahu uang gaji Dimas, bahkan gaji Dimas berapa pun dia tidak tahu.

Dimas bekerja di salah satu perusahaan bonafit dengan gaji 5 juta perbulan. Sedangkan Hana juga bekerja di perusahaan besar dengan jabatan sebagai menejer keuangan, dengan gaji yang tidaklah sedikit. Saat pertama kenal dengan Dimas, Hana memang masih karyawan biasa dan dia di angkat menjadi menejer 3 bulan sebelum dia menikah.

Hana sengaja tidak memberitahu Dimas jika dia sudah menjadi menejer agar Dimas tidak berkecil hati. Keluarga Dimas pun tidak ada yang tahu jika Hana seorang menejer, yang mereka tahu Hana karyawan biasa dengan gaji tidak sampai 3 juta.

" Terserah ibu saja. Hana mau lanjut ke dapur untuk masak sarapan, lagian ini juga masih pagi. Hana malas berdebat, yang ada mood Hana akan jelek. Di kantor Hana masih banyak pekerjaan, Bu. Tolong jangan buat masalah pagi‑pagi begini."Seru Hana lalu meninggalkan ibu Sundari dan kembali ke dapur.

" Dasar menantu durhaka !! Awas saja kamu, aku akan mengadukan kelakuanmu ini kepada Dimas, agar Dimas memarahimu dan kalau bisa langsung menceraikanmu !!."Teriak ibu Sundari dengan lantang.

Hana tidak memperdulikan teriakan sang ibu mertua. Batin Hana sebenarnya tersiksa, dia ingin sekali mengusir keluarga suaminya agar dia bisa hidup tenang dengan Dimas. Namun, sudah beberapa kali Hana menyampaikan keinginannya kepada Dimas, bukannya mendengarkan ucapan Hana. Dimas justru marah dan mendiamkan Hana berhari‑hari.

" Ada apa sih bu? Pagi‑pagi sudah ribut terus, malu bu didengar sama tetangga."Ucap Dimas yang baru keluar dari kamar dengan muka bantalnya.

" Itu istri kamu, sudah mulai melawan dia. Dia itu pemalas, masa dia meminta Lastri atau Sintia untuk membereskan rumah. Lalu kerjaan dia apa? Cuma mau numpang makan saja di rumah ini? Baru juga bekerja jadi resepsionis sudah sombong, berapa sih gajinya? Paling cuma habis untuk beli bedaknya sama bayar cicilan motornya saja. Makan juga tetap minta kamu, boro‑boro dia mau memberi ibu uang."Seru ibu Sundari mengoceh tidak jelas.

Dimas hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia pusing dengan ocehan ibunya yang tidak berujung. Jika sudah seperti ini, Dimas juga pasti akan menyalahkan Hana. Hana dibilang istri yang tidak mau patuh, istri tidak perduli dengan keluarga suaminya dan masih banyak lagi anggapan Dimas.

" Apaan sih, pagi sudah ribut terus."Seru Sintia juga baru bangun.

" Biasa. Itu si menantu durhaka dan mandul, bisanya bikin masalah saja."Jawab ibu Sundari melebih‑lebihkan.

" Dimas akan tegur Hana, bu."Seru Dimas.

Dimas pun berjalan ke dapur untuk menemui istrinya. Di dapur terlihat Hana sedang menyiapkan makanan di atas meja.

" Mandi dulu mas, terus sarapan."Seru Hana tanpa melihat wajah suaminya.

" Bisa tidak sih Han, sehari saja kamu itu patuh dan tidak buat masalah. Aku pusing Han, pagi‑pagi mendengar keributan antara kamu dan ibu. Kalau bukan dengan ibu pasti sama Lastri ataupun mbak Sintia. Kapan rumah ini akan damai dan tenang, Han?."Seru Dimas menghakimi Hana.

" Mas, kenapa aku terus yang kamu salahkan? Dan kenapa harus aku terus yang mengerti mereka? Aku ini tuan rumah, pemilik rumah ini tapi sudah seperti pembantu di rumah ku sendiri. Semua pekerjaan rumah itu aku yang mengerjakan, mencuci dan menyetrika semua orang yang ada di rumah ini juga aku. Hanya gara‑gara aku meminta mereka untuk ikut membereskan rumah mereka bisa marah? Dan mengataiku hidup cuma numpang !! Hehhh.. Siapa yang numpang? Yang ada kalian semua itu yang numpang makan tidur di rumahku. Kamu ingat kan mas kalau rumah ini rumahku, bahkan untuk kebutuhan rumah ini juga uangku. Untuk jatah ibu dan adikmu itu juga uang ku, uang gaji kamu mana? Apa ada kamu memberikannya kepadaku?."Tanya Hana dengan mengeluarkan segala uneg‑unegnya selama ini.

Jadi kamu sudah mulai perhitungan? Keterlaluan kamu, Hana !! Mereka itu keluargaku yang berarti juga keluargamu."Ucap Dimas tidak terima dengan perkataan Hana.

Beginilah Dimas, setiap kali ribut dengan Hana selalu Hana yang dia salahkan. Padahal dia sebagai suami sudah jelas salah, lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya. Jika itu semua menggunakan uangnya tidak masalah, ini masih menggunakan uang Hana tapi dia selalu menganggap Hana perhitungan.

Apa perhitungan? Sejak kapan aku perhitungan? Bahkan aku di sini juga menampung dan memberi makan kakak iparmu aku tidak perhitungan. Jika kamu memang menganggap aku perhitungan, ok !! Mulai sekarang urus saja semuanya sendiri."Ucap Hana menantang Dimas.

Bbrraakkk

Dimas membanting kursi, dia semakin marah dan tersinggung dengan perkataan Hana. Menurutnya Hana tidak menghargainya sebagai seorang suami.

Kurangajar kamu, Hana !!."Seru Dimas sambil mengepalkan tangan kanannya.

Ppllaakk

Untuk pertama kalinya, Dimas memukul Hana. Selama 3 tahun pernikahan, di saat cekcok mereka hanya adu argument saja tanpa ada kekerasan. Namun kali ini, Dimas sudah beranu memukul Hana.

1
Heni Setiyaningsih
yg ada Kamu nanti malah dimanfaatkan,jgn bodoh sekar
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
dekar,jgn sampai kamu cinta buta sama suami mu ya masa demua tagihan Ardi kamu ug byrin semua lama lama bs keenakan Ardi apalagi ibunya suka menghina mu sekar. Makanya gk enakny menyembunyikan identitas mu mendatang kan masalah utk dirimu sendiri
Heni Setiyaningsih
terimakasih crazy up nya Thor t👍👍👍
tetap sehat dan semangat Thor 😍😍💪💪
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat
Heni Setiyaningsih
semoga rumah tangga sekar tidak mengulang kisah masa lalu Hana
Heni Setiyaningsih
/Doubt//Doubt//Doubt//Sleep/
Heni Setiyaningsih
lama lama sebel sama dimas, emang nya semua orang sama seperti dirinya dulu, merasa kali ya jadinya curigaan mulu.lama lama muak rastri sama kamu dim/Frown/
sutiasih kasih
suami mokondo tak tau diri.... mnding km buang han....
😅😅
Heni Setiyaningsih
gengsi gk akan buat anak istri mu kenyang Dimas, biarpun dibantu Aldo yg tetap krj kan kamu
Heni Setiyaningsih
nah ... gitu dong Dim
Ayunda
dari semua novel yg prnh ku baca g jauh dari laki mokkndo klrg benalu selingkuhan
Heni Setiyaningsih
maunya Dimas itu apa sih dah tau gajinya kecil dibantu istrinya krj kok begitu /Smug//Smug//Smug/
Wega Luna: dia itu GK enak sama mertua nya sudah dibelikan rumah ,istri ikut kerja,walau Dimas Rasti bilang baik baik saja,pasti ada saat rumah tangga kalo diuji ada mertua mengungkit ungkit ,banyak di dunia nyata, mending kontrak atau ngekost berdua dulu baru buat rumah , jangan sampai lah rumah tangga anak diatur orang tua, kecuali mertua yg paham rumah tangga.intinya si Dimas ini minder jadi suami( efek dia menyakiti Hana dulu) 😌😌😌, kecuali pasangan seperti aldo dan Hana itu udah level beda, tinggal beli apa gesek GK ada mertua yg atur kecuali bibit pelakor datang,🤣🤣🤣,
total 1 replies
Wega Luna
GK ada kapok kapoknya si Sintia ini😌
Heni Setiyaningsih
bagus Dimas,kamubs berpikir jernih gk cemburu buta yg akan merugikan diri sendiri 👍👍
Wega Luna
jujur aja dim ,,,GK papa daripada orang lain yg ngomong
Heni Setiyaningsih
siapa itu...... mudah mudahan si Danu alias Maryadi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dilla Fadilla
kpn karma Shintia Thor masa Dimas aja yg menuai kehancuran kutunggu thor😡
Dilla Fadilla
kapan karma Sinta thor
Lee Mba Young
Tara jng mau ma Rasti. wanita murahan ngejar laki smp bgitu berani nginep di rumah laki tanpa ikatan itu sdh bukti nyata Rasti bukan wanita baik. sundal wanita bgitu itu. naudzubillah moga Tara dpt wanita baik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!