❗DILARANG BOOM LIKE❗
plis yah! nanti author nangis nih🙏
bantu like, komen, dan gift bunganya ya🥰
Bella adalah seorang yatim piatu yang di besarkan oleh sang paman, orang tuanya meninggal karena kecelakaan sewaktu dirinya masih kecil. Dirinya di jodohkan dengan pria yang tidak dia kenali demi melunasi hutang-hutang perusahaan milik pamannya.
akankah pernikahan Bella bisa bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembali
Di sepanjang perjalanan pulang, Devan terus menggenggam erat jemari Bella. perasaan pria itu tengah berbunga-bunga, karena akhirnya perjuangannya membawa istrinya kembali pun membuahkan hasil. Dia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan menyakiti Bella walau seujung kuku pun. Dirinya ingin menebus kesalahannya yang lalu dengan cara membahagiakan Bella dan calon anak mereka.
"Mas," Panggil Bella pelan.
"Ya sayang, kamu ingin sesuatu?" tanya Devan antusias.
"A-aku ingin mengatakan sesuatu," kata Bella dengan ragu-ragu.
"Ada apa sayang? Apakah ada yang mengganggu hati mu? Katakan saja," ucap Devan serius.
"Ini tentang kita berdua," kata Bella sebelum memulai pembicaraan.
"Ya?" sahut Devan sambil sesekali menatap manik mata Bella.
"A-aku hamil," kata Bella lirih, namun masih bisa di dengar oleh Devan.
Tepat sekali! Inilah yang Devan tunggu-tunggu. pria itu tersenyum manis, mendengarnya. Devan sangat menantikan Bella mengatakan hal ini padanya, karena dia memang sudah tahu. Tapi saat mendengar Bella yang mengatakannya langsung, ada perasaan senang tersendiri dari dalam lubuk hatinya.
Bella yang melihat Devan tersenyum pun menjadi takut, "Apa mas marah?" tanya Bella.
"Marah kenapa sayang?" tanya Devan lembut.
"Mas malah bahagia mendengarnya, karena sebentar lagi Mas akan menjadi seorang Daddy. tentu saja mas sangat senang mendengarnya," sambung Devan.
"Jadi mas mengakui bayi ini adalah anak mas? Mas percaya kan?" tanya Bella ragu.
"Tentu saja sayang mas percaya sayang, karena memang mas lah yang pertama untuk mu, kan?" ucap Devan sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Jadi selama ini mas sudah tahu ya?" tanya Bella.
"Iya sayang, mas sudah tahu. Tapi mas menunggu kamu yang mengatakannya langsung," kata Devan.
"Jadi Mas ingin kembali pada ku dan membawa ku pulang ke Mansion karena aku sedang mengandung anak mas?"
Pikiran-pikiran negatif mulai berkeliaran kembali di kepala Bella, dia mulai ragu dengan keputusannya yang menerima Devan kembali.
Mendengar pertanyaan Bella yang yang bisa memancing permasalahan, Devan menepikan mobilnya lalu dia menggenggam kedua jemari Bella. di tatapnya manik mata yang teduh itu
"Sayang dengarkan mas, sebelum kamu hamil mas bahkan sudah sering menemui mu dan meminta maaf pada mu. benar bukan?" tanya Devan.
Bella mengangguk mengiyakan. memang benar, yang di katakan oleh Devan itu memanglah benar. Dari sebelum dirinya hamil pun Devan sudah sering mencoba untuk menemuinya dan meminta maaf padanya.
"Mas tulus mencintai mu, mas ingin memperbaiki kesalahan yang pernah mas perbuat pada mu. Dan poin pentingnya adalah sekarang ada buah hati kita, yang harus sama-sama kita jaga. Kita harus menjadi orang tua yang baik, yang berhasil membesarkannya," ucap Devan sambil tersenyum manis pada Bella.
"Sekarang kamu paham, kan?" sambung Devan.
Bella mengangguk mengiyakan, manik matanya berkaca-kaca dirinya terharu mendengar itu.
"Ya sudah, kita lanjutkan perjalanan?"
"Iya," jawab Bella seraya mengangguk pasti.
"Kamu ingin ke mana dulu atau ingin membeli sesuatu dulu?" tanya Devan.
"Aku tidak ingin apa-apa, mas," sahut Bella.
Mereka pun melanjutkan perjalanan yang tertunda.
...💜💜💜...
Sementara di mansion, tadi Devan sudah mengabarkan bahwa dirinya akan pulang bersama sang istri tercinta. Terlihat pak Sam dan para pelayan lainnya tengah menghias mansion sedemikian rupa untuk menyambut kedatangan Nona mereka kembali.
Ada beberapa bunga yang di pajang di beberapa sudut ruangan, mereka juga mengganti bunga hidup di vas bunga. Pak Sam juga memerintahkan untuk memasak makanan kesukaan Bella. Mereka begitu senang saat mendengar Bella kembali ke mansion ini, Bella yang memang dasarnya wanita yang baik begitu di sukai oleh para pelayan yang ada di Mansion Devan. Bukan suka antara wanita dan pria, tetapi suka karena sang Nona tidak sombong melainkan sangat rendah hati dan selalu menghormati siapapun tanpa memandang kasta.
Papa Andra yang memang masih di sana juga merasa senang, karena sang menantu akan kembali ke mansion ini. Dan putranya yang nakal itu tidak akan galau lagi.
"Pak Sam, kapan mereka akan sampai?" tanya papa Andra yang sudah tidak sabar ingin bertemu menantunya itu.
"Tidak tau tuan besar, tadi tuan muda hanya mengatakan agar membuat pesta kejutan untuk menyambut kembalinya nona Bella," jelas pak Sam.
"Ah begitu rupanya. Ya sudah pak kalau begitu, mungkin mereka sebentar lagi sampai," timpal papa Andra.
"Iya tuan."
Papa Andra kembali ke atas, dia akan menunggu kedatangan anak dan menantunya itu di balkon kamarnya saja.
Baru beberapa menit papa Andra duduk di balkon kamarnya, pria paruh baya itu melihat mobil Devan memasuki kawasan mansion. Pria paruh baya itu langsung turun ke lantai satu.
Tin tin..
Bunyi klakson mobil Devan saat sudah berhenti tepat di depan pintu utama. Terlihat para pelayan berbaris rapi di depan pintu utama untuk menyambut kedatangan Bella.
"Selamat datang kembali nona," ucap para pelayan serempak.
Bella yang melihat hal itu pun menjadi terharu, dirinya di terima dengan tangan terbuka oleh semua orang di mansion Devan. Terlebih ada papa mertuanya yang juga ikut menyambutnya sambil tersenyum hangat, sehangat senyuman ayahnya. Bella balas tersenyum, dirinya seperti memiliki ayah kembali.
"Selamat datang kembali, nak," ucap papa Andra.
Bella mengangguk dan tersenyum.
Devan mengajak Bella untuk membersihkan diri terlebih dahulu, barulah setelah itu mereka akan makan malam bersama. Mereka berdua masuk ke kamar, Bella memandang setiap sudut kamar. Dia ingat, ranjang itu adalah saksi bisu dari kejadian malam yang menyakitkan saat itu.
Devan yang mengerti arah pandangan mata Bella pun, kembali merasa bersalah.
"Sayang, maafkan mas," ucap Devan tiba-tiba.
Bella sontak menoleh, menatap manik mata sang suami, "Tidak apa-apa mas."
Setelah beberapa percakapan kecil antara keduanya, Bella memutuskan untuk membersihkan dirinya. Barulah setelah itu gantian Devan.
Setelah selesai Bella langsung memasuki walk in closet, baju bajunya yang lama masih tersusun rapi di sana. Bahkan isi lemarinya semakin banyak saja, banyak sekali pakaian baru di sana dan ukurannya pun adalah ukuran dirinya. Bella kemudian memakai pakaiannya.
Setelah keduanya selesai, mereka turun untuk makan malam. Terlihat papa Andra sudah duduk di sana.
"Selamat malam pa," sapa Bella.
"Selamat malam nak, duduklah. Kita makan malam bersama," kata papa Andra.
Bella duduk di kursi yang biasa dia duduki dulu, kemudian mengambilkan makanan untuk suaminya. Devan senang, akhirnya kembali bisa di layani oleh sang istri.
"Terima kasih, sayang," ucap Devan saat makanan sudah tersaji di hadapannya.
"Sama-sama mas."
Mereka makan dalam keheningan, terkadang sesekali di bubuhi perbincangan kecil. Mereka terlihat seperti keluarga Cemara yang bahagia.
Semangat Kak:)
jangan lupa mampir di ujian menjadi seorang istri mkasih