NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.

PLAK…

Tamparan keras mendarat di wajah cantik seorang Florencia Hapsari Dinata, hal itu menjadi tontonan bagi semua tamu yang ada di acara kenegaraan. Pelaku utama yang menampar Florencia yaitu ayahnya sendiri.

“Papa menamparku barusan?” ucapnya seperti tak percaya papanya sendiri mempermalukan dirinya saat ini.

“Ya, ..kenapa kau tidak terima. Minta maaf pada Perempuan yang kau tampar barusan” Victor Dinata papa dari Florencia, atau biasa di sapa Flo itu menatap nyalang sang putri.

“tidak sudi, untuk apa aku minta maaf” tolaknya masih menatap Perempuan yang tersenyum sinis padanya.

Flo tidak perduli kalau saat ini semua mata memandangnya apalagi kamera-kamera sekitar merekamnya.

Flo langsung pergi begitu saja karena mereka semua seperti meremehkannya.

“Flo, mau kemana kamu..minta maaf dulu” Victor menahan tangan putrinya, masih meminta sang putri untuk minta maaf.

Flo tidak perduli, dia melepaskan tangan Papanya begitu saja, lalu dia berjalan pergi dari tempat acara itu. Acara yang di adakan oleh Presiden. Kenapa ia dan ayahnya bisa berada di situ, karena ayahnya seorang pengusaha sukses dan sering bekerja sama dengan pemerintahan.

Victor merasa take nak sendiri dial alu meminta maaf di tempat atas sikap putrinya barusan.

“Saya Victor Dinata dari Adinata Group meminta maaf atas keributan yang telah di lakukan oleh putri saya.” Ucapnya meminta maaf di depan wartawan dan orang sekitar. Dia menundukkan kepalanya penuh penyesalan dengan sikap putrinya barusan yang menampar salah satu tamu di acara yang ia hadiri juga.

………………….

Keributan yang di buat Flo tentu saja menjadi headline berita dan menjadi perbincangan orang-orang. 

“ANAK SULUNG DARI VICTOR DINATA SI PENGUASA ADINATA GROUP KEMBALI MEMBUAT IMAGE NEGATIF ADINATA GROUP, APAKAH SAHAMNYA AKAN TETAP MENJADI MINAT ORANG LAIN”

Membaca itu Victor membanting korannya di meja, dia tampak murka. Dan wajahnya memerah menahan amarah. Semalam dia sudah di buat malu oleh putrinya dan pagi ini dia Kembali menjadi headline berita media masa.

“Anak itu sampai kapan akan mempermalukan keluargaku, Arggh sial…kenapa semalam ia harus aku ajak” Victor mengumpat sambil mengepalkan tangannya.

“Kenapa? Menyesal mengajakku semalam. Salah sendiri sudah mengajakku” sinis Flo yang baru saja menuruni anak tangga menatap dingin ayahnya.

Victor langsung menatap wajah putrinya penuh kebencian,

“Sampai kapan kau akan bertingkah Flo, apa mau kau kubuang keluar negeri lagi” 

“Silahkan kalau mau membuangku keluar negeri lagi, memang aku mau tinggal disini. Kau sendiri kan yang membawaku ke sini” Flo tak takut dengan pekataan papanya barusan. Ia malah seperti menantang sang papa.

“Dan mereka semua akan tahu kalau aku anak yang kau buang” lanjut Flo, seperti mengejek papanya.”Bisa-bisanya dulu Mama ku mau menikah dengan pria bajingan sepertimu” ucap Flo sambil tersenyum miring.

“KAU…” Victor berdiri dari duduknya, tangannya terangatkat keudara hendak menampar putrinya tapi sebelum tangan itu mendarat ke wajah putrinya sebuah suara menghentikannya.

“PAPA, apa-apaan kamu ini..” teriak seorang Perempuan paruh baya tapi masih terlihat cantik. Perempuan itu datang dengan dua orang pemuda.

Flo tadi yang bersedekap dada tampak santai, tak ada ketakukan sama sekali di wajahnya. Kini dia tersenyum miring menatap papanya.

“Lihat, istri dan anak-anakmu datang” gumam Flo.

“Pa, kamu ini apa-apaan sih. Kenapa kamu mau nampar Flo” istri dari Victor menarik tangan suaminya agar menatapnya.

“Kak, kenapa? Berantem sama papa?” tanya salah satu pemuda itu pada kakaknya.

“Tanya aja sama papamu, gue mau kedapur. Gue laper.” Ucap Flo lalu melenggang pergi ke dapur.

“Papa sama kak Flo kenapa? Kalian berantem?” tanya pemuda lainnya. Mereka bertiga masih menatap penasaran dengan apa yang terjadi dengan Victor dan Flo, karena pagi-pagi mereka sudah bertengkar.

“Kalian tidak usah ikut campur, Valen, Vicent kalian masuk ke kamar kalian” bukannya menjawab Victor malah menyuruh kedua putra kembarnya itu untuk masuk.

“Pa, kita bukan anak kecil lagi yang bisa papa suruh pergi saat ada masalah di keluarga kita. Aku dan Valen sudah dua puluh tahun pa” Vincent menatap papanya dengan tegas.

“benar kata Vincent pa, papa marah karena ulah Kak Flo semalam. Tapi tidak seharusnya papa menamparnya lagi” Valen sependapat dengan kembarannya. Mereka bukan anak kecil lagi yang hanya bisa patuh.

“Brenda..” Victor seperti malas menanggapi, dia menatap kearah istrinya. Brenda yang di tatap seperti itu mengerti maksud suaminya. Ia lalu menatap kearah kedua putranya.

“Valen, Vincent kalian keatas sekarang. Bukannya kalian hari ini ada rapat?” Brenda akhirnya turun tangan menyuruh kedua putranya itu.

Valen dan Vincent saling tatap,

“Aishh sial, benar hari ini kita ada rapat” umpat Vincent dan langsung pergi tapi tidak dengan Valen, dia masih berdiri di sana menatap curiga kedua orang tuanya.

“kenapa kau masih disini? Mau klien papa kecewa dengan kalian” ketus Victor melihat putranya

“Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Papa dan Flo, tapi bisa tidak papa bersikap baik dengannya. Dia putrimu juga pa” setelah mengatakan itu Valen langsung pergi dari hadapan mama dan papanya.

Victor diam saja, dia tak menanggapi ucapan putranya itu. Setelah Valen pergi dia langsung menatap istrinya.

“Gara-garamu menyuruhku membawa dia ke Indonesia citra perusahaanku malah jelek” Victor malah menyalahkan Brenda.

Brenda langsung duduk di sebelah suaminya.

“Pa, Flo itu anakmu juga. Dan semua orang tahu dia anak sulung kita, kalau ia terus di luar negeri. Bagaimana tanggapan orang-orang nanti,”

Victor menatap nyalang istrinya,

“Aku heran denganmu, padahal dia bukan anakmu. Tapi bagaimana bisa kau begitu perduli dengannya”

“Pa, dia anakku meskipun bukan lahir dari rahimku. Tapi aku yang merawatnya dari kecil. Kamu boleh membenci ibunya tapi tidak membenci anakmu sendiri. Dia lahir juga karena dirimu pa” tegas Brenda menatap tegas suaminya.

“Tapi anak itu membuatku malu seperti mamanya dulu, memalukan…Aku heran dia seperti itu menurun dari siapa. Mamanya seperti orang bodoh tapi dia seperti orang yang susah di atur” Victor seperti penuh benci mengingat Flo.

“Kamu pengen tahu dia mirip siapa? Flo mirip kamu yang keras dan sering buat onar. Papa mengatai Flo seperti itu tapi papa tidak sadar dengan sifatmu saat muda dulu”

Victor sedikit terkejut mendengar perkataan itu dari istrinya

“kenapa jadi aku, anak itu tidak ada miripnya denganku. Kenapa juga semalam kau menyuruhku mengajaknya..” ucap Victor lalu membuang muka.

Brenda hanya bisa diam saat suaminya itu menggerutu dan berusaha mengelak keras.

“Aishh, besok seminggu lagi kita keluar negeri lalu siapa yang mengawasi anak urakan itu..” Victor Kembali memijat pelipisnya.

“Sewa saja ajudan pa, papa kan selama ini di kawal ajudan. Suruh ajudan lain untuk mengawal Flo juga pa” usul Brenda pada suaminya.

“Ajudan apaan, gue ogah di awas ajudan” Flo yang mendengar itu saat akan menaiki tangga langsung berhenti.

Victor melihat putrinya itu yang seperti menolak keras.

“Ya, besok aku bilang ke pihak pengurus untuk menambah ajudan” Victor setuju dengan saran istrinya, dia menatap meremehkan pada Flo.

“Papa tidak dengar, gue nggak mau ajudan..” sentak Flo, berjalan mendekat menolak keras.

Victor berdiri dari duduknya, dia berdiri tepat didepan sang putri.

“Penolakan darimu berarti iya bagiku,” ucapnya dengan senyum miring lalu ia pergi dari situ.

“Maafin mama ya, tapi ini demi kebaikan kamu juga Flo” ucap Brenda menepuk Pundak putrinya lalu ikut pergi Bersama dengan suaminya.

“Brengsek kalian semua..” teriak Flow frustasi.

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!