NovelToon NovelToon
Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Tiya Corlyningrum

Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.

Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!

Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.

Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.


"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Milik Mereka Berdua

Pevita menatap Nadia lekat-lekat, wanita itu menyunggingkan senyum sinisnya kearah Nadia begitu Pevita mengingat pertengkaran yang terjadi antara mamanya dan juga sang papa.

Alasan orang tuanya bertengkar tentu saja selalu sama. Alasannya adalah mama Nadia dan juga Nadia. Bukankah jika memang papanya mencintai mama Nadia tidak seharusnya sang papa merayu mamanya dengan memberikan mereka mimpi untuk hidup berkeluarga sebagaimana mestinya.

Seharusnya jika memang papanya masih ingin" bersama mama Nadia, papanya bisa merelakan Pevita dan sang mama untuk mundur dari pernikahan poligami yang dilakukan papanya tanpa persetujuan mama Nadia karena sang papa kala itu memalsukan identitasnya yang sudah memiliki istri tapi mengaku masih lajang.

"Apa yang kamu lihat?" tanya Nadia mendongak menatap Pevita.

Mata mereka bertemu, sorot mata mereka berdua hampir sama. Mungkin karena mereka memiliki darah yang sama, darah yang mengalir dalam tubuh mereka berdua meskipun Nadia ingin sekali menolak kenyataan itu. Memiliki darah yang sama dengan Pevita bukanlah sebuah kebanggan, tapi sebuah penderitaan yang kini Nadia emban sampai detik ini juga.

"Hanya melihat saja," jawab Pevita berjalan menuju bangkunya sebelum mata pelajaran mereka dimulai.

Nadia menoleh ke arah Pevita yang sudah duduk di bangkunya, kening Nadia berkerut karena itu adalah pertama kalinya Pevita berani menatapnya selekat itu.

'Apa yang tengah Pevita pikirkan?' batin Nadia ingin tahu.

"Nad, kamu udah denger belum?" tanya Olivia mengalihkan perhatian Nadia dari Pevita.

"Denger apaan Liv?" tanya Nadia balik.

"Sekolah kita mau ngadain piknik ke Lombok, piknik tahunan untuk merayakan kelulusan kelas tiga. Kamu mau ikut nggak?"

Nadia berpikir sejenak.

"Tapi untuk kita enggak wajib kan?" tanya Nadia kepada Olivia yang kini mengeluarkan brosur piknik mereka sebagai acara tahunan ketika merayakan kelulusan para siswa kelas tiga.

"Enggak sih, siapa tahu aja kamu ikut. Kalau kamu ikut aku juga mau ikut," ucap Olivia.

"Lihat nanti ya, aku ngomong dulu sama mama," ucap Nadia diangguki Olivia.

Acara itu adalah acara yang dilakukan setiap tahunnya untuk merayakan kelulusan siswa kelas tiga yang sebentar lagi akan meninggalkan sekolah. Acara yang menjadi moment perpisahan mereka sebelum mereka melanjutkan masa depan mereka diluar sana.

Baik Fernando maupun teman-temannya sudah pasti mengikuti acara itu. Suatu moment yang tidak akan bisa mereka ulangi ketika mereka sibuk mengejar cita-cita mereka.

"Memangnya Olivia ikut?" tanya Fernand saat dia dan teman-temannya sudah berkumpul di base camp mereka yang tidak lain adalah kantin sekolahan mereka.

"Dia sih kalau ada Nadia pasti ikut, jadi pastikan Nadia ikut. Okay bro?" ucap Rehan menepuk bahu Fernand.

"Pasti seru ya kalau ada mereka, oke deh nanti kalau istirahat aku tanya ke Nadia," jawab Fernand membuat Rehan bersorak bahagia.

Semua siswa di sekolah mereka sudah tidak asing dengan hubungan Fernando dan Nadia. Keduanya bahkan sudah terang-terangan menunjukkan bahwa mereka berdua sudah menjalin hubungan. Tidak ada yang menyangka tentu saja, mereka berdua selalu saja bertengkar dan saling menjahili satu sama lain setiap mereka bertemu.

Tapi akhir-akhir ini, mereka berdua nampak tenang dan juga sangat kalem. Tidak ada lagi pertengkaran di antara Fernand dan juga Nadia.

"Eh Fer, elu tahu nggak siapa bokapnya Nadia?" tanya Racka yang merasa penasaran karena selama ini mereka hanya tahu tentang mamanya Nadia.

Nadia juga seperti menutup diri ketika ada yang membahas perihal keluarganya. Apalagi jika ada yang bertanya siapa papa Nadia, bla bla bla. Nadia hanya mengekspose kedekatannya dengan sang mama.

"Bokapnya masih hidup kan?" tanya Regan yang juga ikut penasaran.

"Kayaknya sih masih," jawab Fernando membuat semua teman-temannya menganga.

Kayaknya? Apa selama ini Fernando tidak pernah mendengar kekasihnya berbicara tentang orang tuanya?

"Elo bilang kayaknya? Selama berbulan-bulan kalian pacaran emang dia nggak pernah bahas soal bokapnya?" Sekarang giliran Nata yang penasaran.

Fernando menggeleng, Nadia sama sekali tidak pernah membahas tentang papanya. Bahkan Nadia selalu mencari topik bahasan lainnya ketika Fernand mencoba bertanya siapa papa wanita itu.

"Atau dia anak di luar nikah?" tebak Rehan.

"Gila ya, papa mama Nadia bercerai satu tahun yang lalu bodoh. Papanya denger-denger sih pengusaha sukses, cuma gue nggak begitu paham siapa," jelas Fernand kepada teman-temannya.

Mereka melihat sosok Nadia dan Olivia berjalan kearah mereka.

"Diem, mereka datang ke sini," ucap Racka memberitahu teman-temannya agar tidak keceplosan.

"Nad, sini," panggil Fernand membuat Nadia menoleh ke arahnya.

Wanita itu melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Fernand,

"Kalian di sini?" tanya Nadia tidak menyangka jika mereka ada di kantin sekolahan padahal mereka sudah libur dan tinggal menunggu pengumuman kelulusan.

"Habisnya di rumah aja bokek Nad, nggak dikasih uang jajan," kekeh Racka diangguki setuju oleh teman-temannya yang lainnya.

"Gimana harimu?" tanya Fernand penasaran.

"Seperti biasa," jawab Nadia tersenyum.

"Seperti biasa? Masih tetap mencintaiku dong?" goda Fernand membuat teman-temannya disana mendengus.

"Ayo-ayok kita pergi, kita hanya ngontrak di sini. Dunia hanya milik mereka berdua," cibir Nata mengajak teman-temannya pindah dari sana.

1
Andi Fitri
👍👍👍
Siska
kok ak bingung ya. bukanya kelulusan ya. kok jd msh kls 2
Gue Kangen🥰
sadar pak.... sadarrrr..... mantan tuuuu😆😆😆
Fikavindia
aku gk bisa baca nama panjang Fernando🤣
Elly Watty
mnding nadia jgn tiru sifat emaknya deh, hrs konsisten ma ucapannya, jg ngeludah trus dijilat lg
Elly Watty
seorang ibu hanya krn kenikmatan biologis sementara dah g peka sama anaknya, q jd condong k ferra dr pd sonia, elegan tp kyak pelacur
Elly Watty
1000% kecewa bnget ma sonia, dia tak ubahnya kyak pelacur, didekati bram dia g mau, skrg mlah pelakor teriak pelakor
Elly Watty
jijik q thor dg sonia, bener kata si suami keplek kyak ardhi, klw msih cnta knp tdk bsa memaafkan skrg mlah lbih parah dari ferra, berzina dg mntan suami, lah mnding ferra msih dinikahi meskipun dibawah tangan
Elly Watty
jgn goblok deh si sonia diselingkuhin 15 thn msih g bisa moveon?awalnya q salut tp di part ini q jd g respect bnget ma sonia ketika tahu klw dia msih mngharapkan mntan suaminya
Elly Watty
udah bikin klah telak gi si pa2n cucian ardika, buat sonia nikah ma bram ja biar dia stroke skalian
Elly Watty
harus nya si Bpk g tau diri g usah ngasih boneka nya dulu coz da nadia tp nyatanya otak si Bpk konslet tetep ja boneka nya dikasih pdahal tanpa sengaja itu dah melukai nadia
Elly Watty
alur ferdinand n nadia terkesan tergesa2 n dipaksakan...
bung@ter@t@i
sakiiiit tau gak thoooor
Me Ta
his Sonia menjijikan🤮🤮
divyyy
pusat masalahnya di ferra itu
Masttk Eko Prasetyo
kutunggu cerita selanjutnya
Masttk Eko Prasetyo
ciye...mulai perhatian si fernand
Masttk Eko Prasetyo
bau baunya mau ada yg jatuh nih ama adik kelas
Masttk Eko Prasetyo
penisirin cerita selanjutnya
Darla Calista
si anjjjing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!