sebut saja Lily,
Lily sejak kecil mempunyai insting yang kuat, terutama soal hal hal ghaib..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lailya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tumbal Proyek
Setelah selesai bersiap, Lily pun segera menghubungi Om Didi kembali, dan sembari menunggu jemputan dari Om Didi, Lily mengobrol dengan Ibunya.
"Buk, aku ijinin kerja bakti ya nnti bayar uang aja, ini uangnya, soalnya aku mau pergi. " Kata Lily kepada Ibunya.
"Lah meh pergi kemana lagi inih, pagi pagi sekali, mau kerja lagi?,. " Tanya Ibu pada Lily.
"Hehe betul sekali buk, kemaren sih kerja, tapi sekarang diajak liat proyeknya Om Didi, yah gak tahu siapa tahu rejekiku lagi buk, lumayan kan biar dapat tambahan tabungan. " Jawab Lily kembali.
"Iyah gak apa apa, Ibu malah bersyukur kamu bisa mengerti kan jadinya sekarang, kalau cari uang tuh susah. " Jawab Ibu kembali.
"Iyah iya deh bu, maaf kalau dulu sering boros, jajan terus, sekarang kan aku sudah bisa cari uang sendiri, juga bisa sedikit sedikit nabung, dan alhamdulillah bisa kasih ibuk uang walau sedikit. " Jawab Lily kembali sembari tersenyum.
"Iyah deh, anak ibuk sudah dewasa sekarang yah, tapi ingat kata ibuk ya, jaga diri jangan sampai terlalu percaya pada laki laki, ingat ya nak. " Kata Ibu kembali pada Lily.
"Iyah ibuk, Lily akan ingat selalu pesan Ibuk, dadah assalamu'alaikum Lily pamit dulu ya buk, do'ain Lily selamat sampai tujuan amin. " Jawab Lily sembari berpamitan dan menyalami tangan ibunya.
"Iyah waalaikum salam.. hati hati. " Jawab Ibuk kembali sembari menjawab salam Lily.
***
Sesampainya dirumah Om Didi, Lily pun disambut simbok dengan senyum sumringah..
"Sarapan dulu Nduk.. sini bakso kesukaan mu.. " Kata Simbok sembari menyodorkan semangkok bakso kesukaan Lily.
"Aduh Simbok ini, repot repot.. saya malah merasa merepotkan kan jadi malu.. " Jawab Lily malu malu.
"Anggap aja rumah sendiri Nduk, ayok sarapan bareng sekalian, Saya juga belum sarapan kok. " Jawab Om Didi sembari mengajak Lily untuk sarapan bersama.
"Makasih banget ya Om, sudah baik selama ini sama Saya. " Jawab Lily lirih.
"Yuk dimakan dulu nanti keburu dingin gak enak. " Jawab Om Didi kembali.
***
Setelah selesai sarapan Lily dan Om Didi pun segera berangkat ke tempat dimana proyek Om Didi berjalan. Di sepanjang perjalanan Lily mengobrol banyak dengan Om Didi. Dan tiba tiba saat asyik mengobrol Lily merasakan sesuatu yang membuat dalam hatinya terasa sakit.. entah apa itu sulit untuk dijelaskan..
"Ada apa Nduk, apa ada yang tidak enak atau sakit?,. " Ujar Om Didi pada Lily.
"Ini aneh.. Om Didi tahu apa yang aku alami.. jangan jangan.. " Ujar Lily dalam hati.
"Gak papa kok Om, cuma perasaan aja, mungkin hanya kebetulan saja.. " Jawab Lily pelan.
"Tutup matamu Nduk, kalau kamu ingin melihat apa yang ingin perasaanmu katakan kepadamu.. " Ujar Om Didi kembali pada Lily.
Dan benar saja saat Lily menutup matanya, jalan yang didepan berubah menjadi lautan darah.. banyak tergeletak tubuh dengan rantai rantai ditangan dan kaki mereka.. juga disertai teriakan menyayat hati..
"Tolong... " Kata suara itu.
"Lepaskan saya.. " Kata suara lainnya.
"Sakit.. " Teriak suara yang lain.
Karena tidak tahan Lily pun segera membuka matanya, sembari mengusap keringat dingin yang mengalir perlahan di dahinya.
"Siapa mereka Om.. " Tanya Lily pada Om Didi.
"Mereka adalah pekerja jalan ini dan orang orang yang meninggal karena kecelakaan dijalan ini. " Jawab Om Didi kembali.
"Apakah mereka dijadikan tumbal Om. " Tanya Lily kembali.
semakin menarik ni, tapi "insyaallah" nanti saya sambung balik ya, ok?
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
menarik lah cerita awak ni,
apa-apapun
kami sentiasa menantikan karyanya,
semangat berkarya dan banyakkan berehat,
kami sentiasa mendukung anda