Cerelia Park, selebriti terkenal yang kini sedang terlibat skandal dengan pria beristri. Tidak ingin rumor tentangnya makin menyebar luas, Cerelia memutuskan menikah kontrak dengan pria yang bekerja sebagai cleaning service di hotel tempatnya menginap.
Tanpa diduga, pria yang bernama Kang Seok Joon itu adalah putra kedua dari konglomerat terkenal di Korea. Anak buah ayahnya berhasil menemukan Seok Joon yang bernama asli Lee Kang Joon.
Lee Kang Joon akhirnya kembali ke rumah besar keluarganya dengan membawa Cerelia sebagai menantu kedua di keluarga Lee.
Akankah pernikahan Joon dan Cerelia bertahan meski keluarga Lee menentang?
*Kisah ini berlatar di Korea Selatan, anggap saja kalian sedang menonton drakor, hehe
Jangan lupa dukungannya utk karyaku yg satu ini.
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesalahpahaman yang Terjawab
Ponsel Kang Joon terus bergetar. Sebuah panggilan dari Celia di pagi hari saat dirinya akan berangkat ke kantor. Buru-buru Kang Joon menjawab panggilan itu.
Sejak Ae Gyo memintanya kembali pulang ke rumah, Kang Joon terpaksa meninggalkan Celia bersama Mi Ran. Di tambah sikap Byung Man yang seakan masih belum melunak dengan pernikahan Kang Joon dan Celia. Kang Joon akhirnya mengalah.
Raut wajah Kang Joon berubah cemas setelah menerima telepon dari Celia. Kang Joon melewati Ae Gyo dan Byung Man yang sedang ada di halaman depan rumah.
"Kang Joon, kau mau kemana?" tanya Byung Man.
"Ayah, hari ini aku izin tidak masuk kantor," jawab Kang Joon.
Byung Man menatap sinis kearah putranya. "Kau sudah berjanji akan memenuhi tanggung jawabmu di perusahaan. Kau harus mewujudkan janjimu itu!"
"Tapi, Ayah... Saat ini Celia..."
"Jika kau ingin kami menerima istrimu itu, maka turuti perintah Ayah!" Byung Man masuk ke dalam mobil setelah mengatakan itu pada Kang Joon.
Ae Gyo mengelus lengan putranya. "Sudahlah. Sekarang ikuti saja dulu kemauan ayahmu. Ibu yakin Celia akan mengerti."
Kang Joon mengangguk. Kemudian mau tak mau Kang Joon berangkat ke kantor dan menunda untuk menemui Celia.
#
#
#
Tiba di rumah sakit, Mi Ran segera ditangani oleh dokter. Celia dan Jae Joong menunggu di depan ruang IGD.
Raut wajah cemas jelas tergambar di raut muka Celia. Celia merasa bersalah karena sudah mengabaikan Mi Ran beberapa hari ini. Karena kesedihannya, dan juga ego dalam diri membuat gadis kecil tak berdosa itu harus menanggung akibatnya.
"Maafkan Ibu, Nak..." lirih Celia berkali kali.
"Mi Ran adalah anak yang kuat. Aku yakin dia pasti bisa menghadapi ini." Sebisa mungkin Jae Joong memberikan kalimat penyemangat untuk Celia.
"Terima kasih. Oh ya, bukankah kau harus pergi ke kantor? Pergilah, Jae Joong. Kau sudah banyak membantuku selama ini. Sebentar lagi Kang Joon pasti akan datang."
Jae Joong mengangguk kemudian berpamitan pada Celia. Belum sampai langkah kakinya jauh, seorang perawat menghampiri Celia.
"Maaf, Nyonya. Kami butuh golongan darah AB untuk Mi Ran. Saat ini kondisinya sangat lemah."
"Eh?" Celia tertegun karena golongan darahnya berbeda dengan Mi Ran. Dan Mi Ran juga bukan putri kandungnya.
"Bagaimana ini?" gumam Celia dalam hati.
"Ambil darah saya saja!" Suara seseorang membuat Celia tertegun.
"Moon Jae Joong?" lirih Celia dengan wajah bingungnya saat melihat Jae Joong mengikuti perawat untuk melakukan pemeriksaan.
Celia kembali duduk di kursi tunggu. Tangannya saling bertautan seraya memohon doa pada Tuhan. Kini dirinya tidak memiliki siapapun lagi. Mi Ran adalah hidupnya sekarang. Dan juga Kang Joon tentunya.
Setelah beberapa saat, Jae Joong kembali menemui Celia. Celia langsung berdiri.
"Maaf jika aku harus menghambat pekerjaanmu. Sekarang sudah terlambat untuk pergi ke kantor. Bagaimana ini?" Celia merasa tak enak hati.
"Tidak apa," jawab Jae Joong sambil tersenyum.
"Sekali lagi terima kasih."
"Jangan sungkan. Mi Ran sudah menjadi bagian dari hidupku juga."
Dari arah tak jauh dari mereka berdua, dua orang perawat sedang berbisik-bisik membicarakan apa yang baru saja mereka lakukan.
"Ini aneh sekali! Golongan darah Mi Ran sangat cocok dengan pria yang baru saja mendonorkan darahnya. Seakan mereka terikat sesuatu," ucap perawat satu.
"Apakah mungkin mereka ada hubungan darah? Apa pria itu adalah ayahnya Mi Ran?" timpal perawat dua.
"Entahlah. Golongan darah AB digolongkan sebagai golongan darah langka. Bisa saja mereka saling terikat. Tapi kita tidak bisa menyimpulkan tanpa ada bukti yang jelas," sahut perawat satu.
"Kalau begitu buktikan!" Sebuah suara membuat kedua perawat menoleh kearah sumber suara.
"Tu-tuan?"
"Kalian harus membuktikan apakah memang Mi Ran dan si pendonor memiliki hubungan darah atau tidak. Tenang saja! Ini akan jadi tanggung jawabku!" jawab seseorang yang adalah Kang Joon.
Meski hatinya panas mendengar apa yang dikatakan kedua perawat itu, tapi ia harus membuktikan sendiri apakah benar Jae Joong adalah ayah biologis Mi Ran atau bukan. Kang Joon memang sudah curiga antara Jae Joong dan Mi Ran. Mereka seakan memiliki banyak kesamaan.
Setelah memerintahkan kedua perawat untuk melakukan tes DNA, Kang Joon segera pergi menemui Celia yang masih bersama dengan Jae Joong.
"Kang Joon?" sapa Celia.
Kang Joon hanya mengangguk dan menatap Jae Joong sinis.
"Kau dicari oleh kakakku. Apa kau tahu betapa dia uring-uringan karena kau tidak kunjung datang. Bisa saja kau dipecat karena hal ini. Kau malah mementingkan orang yang bukan siapa-siapamu!" kesal Kang Joon.
"Kang Joon, apa yang kau katakan? Jae Joong sudah banyak membantuku dan Mi Ran," bela Celia.
Tak ingin membuat situasi makin runyam, Jae Joong segera pamit undur diri. Celia bisa melihat sorot ketidaksukaan di mata Kang Joon.
"Tidak adakah yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Kang Joon.
Celia mengernyit tidak mengerti dengan pertanyaan Kang Joon.
#
#
#
Sebuah kertas dilemparkan Kang Moon di depan Jae Joong.
"Kau dipecat! Sudah kubilang kan, jika kau mangkir sekali lagi dari pekerjaanmu, maka kau akan dipecat. Sekarang angkat kaki dari perusahaan ini!" ucap Kang Moon penuh penekanan.
Jae Joong tidak menjawab dan hanya mengangguk patuh. Ia tahu ini adalah salahnya sendiri. Tidak seharusnya ia merelakan pekerjaannya hanya demi Mi Ran. Namun entah kenapa ia merasa tak tega melihat Mi Ran. Seakan ada hal yang menariknya agar terus menjaga gadis kecil itu.
Jae Joong pamit undur diri dari hadapan Kang Moon. Kini ia harus memikirkan cara agar tetap kembali ke Grup Lee Ni. Ia harus menghancurkan Hye Ri melalui Keluarga Lee.
Tiba di parkiran, Jae Joong teringat akan satu hal. Jae Joong segera melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat.
Jae Joong menunggu seseorang di depan sebuah kantor. Siapa lagi kalau bukan Shin Hye Ri. Si mantan kekasih yang sudah meluluhlantakkan hati dan hidupnya.
Hye Ri meninggalkannya di saat dirinya terpuruk dan kehilangan segalanya. Jae Joong tidak akan membiarkan Hye Ri hidup tenang sebelum Hye Ri merasakan kejatuhan sama seperti dirinya.
Begitu Hye Ri keluar kantor dan menuju mobilnya, Jae Joong langsung ikut masuk ke dalam mobil Hye Ri.
"Apa yang kau lakukan?" pekik Hye Ri.
"Jalankan mobilnya!" perintah Jae Joong.
Hye Ri menatap kesal pada Jae Joong.
"Cepat jalankan! Apa kau mau semua orang di kantormu tahu jika kau bersama dengan mantan kekasihmu di dalam mobil? Kira-kira apa yang mereka pikirkan tentangmu?" ancam Jae Joong.
"Kau!" kesal Hye Ri. Tapi ia tidak memiliki pilihan lain kecuali menuruti keinginan Jae Joong.
Hye Ri melajukan mobilnya keluar dari area kantornya. Selama perjalanan yang entah akan kemana, Hye Ri terus saja mengerutu kesal.
"Mobilmu baru?" tanya Jae Joong dengan melihat-lihat sekeliling mobil baru Hye Ri.
Hye Ri menatap tajam dan kesal pada Jae Joong.
"Jangan marah! Aku hanya ingin tahu saja ternyata sekarang hidupmu sudah sangat enak. Kau bisa berganti mobil sesuka hatimu jika kau bosan."
"Tutup mulutmu! Dan katakan apa maumu, hah?!"
Jae Joong hanya tersenyum smirk. "Kenapa kau mengganti mobilmu, Hye Ri? Apa ada sesuatu dengan mobil lamamu? Apa kau tahu? Aku memasang alat pelacak di mobil lamamu dan aku menemukan sesuatu disana."
Mata Hye Ri langsung membelalak dengan sempurna. Ia segera menginjak pedal rem dan berhenti di tepi jalan.
"Katakan apa maumu?!" teriak Hye Ri saking kesalnya.
Jae Joong malah tertawa dengan keras menanggapi pertanyaan Hye Ri.
"Apa yang kau sembunyikan Hye Ri? Apa mobilmu menabrak seseorang? Aku lihat bagian depan depan mobilmu penyok, pasti terjadi sesuatu bukan?"
"Diam! Dasar brengsek!" geram Hye Ri.
"Jangan bicara kasar, Hye Ri! Kau tidak akan bisa lari jika aku menemukan semua bukti itu!"
Usai berucap demikian, Jae Joong segera turun dari mobil Hye Ri. Ia menyetop taksi dan pergi meninggalkan Hye Ri.
Hye Ri yang kesal langsung memukul kemudi dengan cukup kencang.
"Dasar sialan! Awas saja kau, Moon Jae Joong. Aku akan membuatmu menyesal karena sudah melakukan ini padaku!"
#
#
#
Keesokan harinya, Mi Ran nampak sudah membuka matanya. Kondisinya mulai stabil meski tubuhnya masih lemah. Celia sangat senang karena Mi Ran sudah sadarkan diri.
"Bagaimana kabarmu, sayang?" tanya Celia.
"Aku baik, Bu. Maaf aku sudah menyusahkanmu..."
"Tidak, sayang. Ibu yang minta maaf karena sudah membuatmu terluka. Maafkan ibu karena mengabaikanmu." Celia menggenggam tangan mungil Mi Ran.
Bersamaan dengan itu, Kang Joon masuk ke dalam ruangan bersama dengan Jae Joong.
"Ayah! Paman Jae Joong!" seru Mi Ran gembira.
"Jae Joong? Kau disini? Bukankah harusnya kau ke kantor?" tanya Celia.
"Tuan Kang Moon sudah memecatku," jawab Jae Joong santai.
"Apa?! Aku minta maaf karena sudah membuatmu kesulitan." Celia merasa tidak enak hati.
"Tidak apa, Celia. Tuan Kang Joon sudah menawariku pekerjaan lain. Tapi kurasa, aku ingin menikmati hidup menjadi pengangguran dulu." Jae Joong menggaruk tengkuknya.
"Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian berdua," celetuk Kang Joon yang sedari tadi diam.
"Kita bicara di luar!" lanjutnya.
Celia dan Jae Joong saling pandang kemudian keluar kamar mengikuti Kang Joon.
"Ada apa, Kang Joon?" tanya Celia penasaran.
Seorang perawat menghampiri Kang Joon dan memberikan sebuah amplop.
"Hasil di dalam amplop ini akan menjawab semuanya." Kang Joon segera membuka isi amplop yang berisi selembar kertas.
Kang Joon tersenyum sinis kemudian menatap Jae Joong.
"Sudah kuduga! Jadi kau adalah pria yang sudah mencampakkan Mi Ran dan Celia."
Tanpa babibu, Kang Joon langsung mengarahkan tinjunya kearah Jae Joong hingga pria itu jatuh tersungkur.
"Kang Joon! Apa yang kau lakukan? Hentikan!" Celia mencekal lengan Kang Joon yang akan kembali memukul Jae Joong.
"Kang Joon! Apa maksudmu?" tanya Celia tidak paham.
"Ini!" Kang Joon melempar kertas itu kearah Jae Joong.
Jae Joong malah menangis usai membaca isi kertas itu. "Jadi, Mi Ran adalah anak yang selama ini aku cari-cari?" Jae Joong terduduk lemas.
"Apa maksudmu?" Celia langsung merebut kertas itu dari tangan Jae Joong.
Celia menutup mulutnya tak percaya.
"Apa ini? Jadi, kau adalah orang tua kandung Mi Ran?"
Kini giliran Kang Joon yang bingung. "Apa maksudnya ini?"
Kang Joon menatap Celia dan Jae Joong bergantian.
"Siapa orang tua Mi Ran sebenarnya?" tanyanya lagi.
Jae Joong berdiri dan menepuk bahu Kang Joon.
"Jika Mi Ran adalah putriku. Maka ... Celia bukanlah ibu kandung Mi Ran."
Kang Joon menatap Celia. "Apa itu benar?"
Dengan perasaan yang masih syok, Celia mengangguk pelan.
"Mi Ran bukanlah putriku. Aku menemukannya di depan rumah lama ibuku."
Entah apa yang dirasakan Kang Joon sekarang. Namun yang pasti, ada kelegaan ketika mengetahui jika Mi Ran bukanlah anak Celia dan Jae Joong.
#tobecontinued
Kali ini baca drakor 😂😂😂 alhamdulillah gak perlu bawa tisue 😊😊😊😊
kasian Mi Ran ya harus tau keyataan ini 🥺🥺