Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.
Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.
Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Skandal
"Grey, sakit! Lepasin!" ujar Alicia yang mencoba memberontak.
Alicia tidak mengerti kenapa Grey bisa membawa ke apartemen miliknya, dia semakin tidak percaya saat pria yang dia takuti selama ini berhasil membuka kata kunci pada apartemen milik sang suami.
Begitu pintu dibuka Grey pun langsung menarik ke dalam kamarnya, lalu menghempaskan Alicia ke atas tempat tidur. dia mengambil surat nikah dari dalam lemarinya lalu dilempar tepat di harapan sang istri.
"Apa kamu masih tidak percaya bila aku adalah suamimu?" tanya Grey yang berdacak pinggang dengan deru napas tersengal.
Alicia melihat buku nikahnya bersama Grey karena selama ini, baik Grey maupun Alicia mereka sama-sama tidak mempedulikan hal tersebut.
Grey yang menginginkan pernikahan mereka hanya enam bulan saja, karena itulah dia mengajukan pernikahan bertopeng dan selama itu pula dia tidak ingin mengenal satu sama lain, tetapi kenyataannya dia tertarik pada sang istri sampai akhirnya mengetahui kalau Alicia adalah wanita yang dia cari.
"Apa sekarang kamu percaya? Hmmm?" tanya Grey yang kali ini ingin menyakinkan Alicia. "Baiklah, sepertinya aku harus meyakinkan kamu dengan cara lain!"
Grey membuka baju di hadapan Alicia, menciptakan suara teriakan dari bibir mungil sang istri membuatnya tersenyum sinis.
"Grey!" teriak Alicia.
Grey berhenti tepat di wajah Alicia saat wajahnya begitu dekat tanpa penghalang apapun, hingga deru napas satu sama lain terasa di wajah mereka.
Kelopak mata dengan bulu yang lentik milik sang istri terpejam akibat ketakutan, membuat Grey menarik rahang Alicia dengan kencang, hingga menimbulkan rasa sakit yang teramat dalam pada kedua pipi itu.
"Dengar ya, kamu itu Istriku! Jadi jangan coba-coba berbuat macam denganku, jangan pernah tersenyum lebar pada laki-laki lain apalagi dengan bodyguard-mu apapun itu, jangan pernah dekat! Karena kamu dan dia beda kasta, jadi jangan harap bisa bersama hidup bahagia!" ancam Grey saat dirinya mengingat bagaimana kedekatan Alicia dengan Jacob.
Tangan itu menghempaskan wajah Alicia sembari berkata, "Sekali kamu membuatku kesal maka tanggung sendiri akibatnya!"
Grey langsung bangun dan memakai bajunya kembali usai selesai melampiaskan amarah, dia pergi begitu saja meninggalkan Alicia yang meringis kesakitan pada rahang yang dicengkeram kuat.
"Aaakkkhh!" teriak Alicia yang meremas seprai. Dia begitu kesal dengan apa yang terjadi, ternyata pria yang begitu dia benci dalam hidupnya adalah suaminya sendiri.
Hati Alicia tambah kesal ketika Grey sesuka hati mengatur hidupnya, sedangkan pria itu bisa bersenang-senang dengan wanita lain.
"Peter, cepat kau cari informasi siapa Alicia dan apa hubungannya dengan Alice! Aku ingin mendapatkan informasi tersebut secepat mungkin!" ujar Grey saat dia membuka pintu mobil lalu pergi dari apartemen menuju perusahaannya.
***
Jacob yang melihat kepergian Grey langsung mengetuk pintu apartemen Alicia, begitu pintu dibuka, nampak wajah wanita yang masam dengan kelopak mata yang sembab akibat menangis.
"Nyonya ...?" Jacob ingin menyentuh wajah Alicia tapi wanita itu justru mundur untuk menghindar.
"Sorry, J ... aku ingin sendiri!" ucap Alicia yang ingin menutup pintu apartemen tetapi ditahan oleh Jacob. "J!"
"Baiklah, kalau ada sesuatu, panggil aku!" ujar Jacob dengan berat hati dia memilih mengalah membiarkan wanita itu untuk menenangkan pikiran dan hatinya.
Perlahan pintu itu tertutup, Jacob melihat wajah cantik pada wanita yang dia suka begitu murung. Ingin sekali dia memeluk dan membawa pergi dari orang-orang yang selalu membuatnya menangis.
Namun, apalah daya untuk saat ini, Jacob hanyalah seorang Bodyguard biasa. Sehingga hanya bisa melindunginya dari jarak jauh berharap suatu saat Alicia bisa melihat ke arahnya sebagai seorang laki-laki.
"Bersabarlah, Al ... aku akan membawamu pergi dari sini!" ucap Jacob dalam hati.
***
Malam hari, selepas masak makan malam. Alicia pun makan sendiri menikmati makan malamnya. Menu sederhana menjadi makanan favoritnya, sembari menyuap pada makanan sendiri, sorot matanya melihat ke ponsel.
Tawa ceria pun mengisi kesunyian pada apartemen mewah itu, sampai akhirnya suara pintu terbuka. Alicia langsung terdiam saat melihat Grey masuk sembari melirik sinis ke arahnya.
Alicia langsung buru-buru menghabiskan sarapannya lalu mencuci piring, dia masuk ke dalam kamar saat mengingat dalam surat perjanjian yang sudah disepakati.
Baru juga Alicia merebahkan tubuhnya tapi suara ketika pun terdengar, awalnya Alicia malas membukakan pintu tetapi suara gedoran pintu semakin menjadi saat dia mengabaikannya terlalu lama.
"Denger gak si, suara ketukan pintu? Pura-pura mati?" sewot Grey tidak tertahan. "Tadi makan apaan? Kenapa gak bikinin buat aku sekalian?"
"Kirain gak pulang, kemarin kan gak pulang!" sahut Alicia sekenanya.
"Gak usah banyak omong! Bikinin, buruan gak pakai lama!" pinta Grey yang langsung meninggalkan Alicia. Dia melangkahkan kaki pergi ke arah ruangan televisi untuk menunggu makan malamnya siap dihidangkan.
Laptop serta beberapa dokumen menemani Grey untuk menunggu sang istri selesai masak, sesekali sorot matanya melihat ke arah Alicia yang tengah berdiri dengan kesibukannya di dapur, lantas tangannya memegang satu amplop di mana berisikan tiket honeymoon.
Grey menaruh kembali tiket itu ke dalam selipan dokumen, kemudian kembali fokus ke layar laptop. Matanya menelusuri seluk belut wajah Alice dengan sang istri, tidak ada satupun yang terbuang dari wajah mereka yang begitu mirip.
"Alice Delmora?" Grey menunjuk ekspresi wajah seriusnya ketika mengetahui nama kembaran sang istri yang sama. "Alicia Delmora?"
"Ini!" Alicia menaruh sepiring tenderloin pada Grey, lantas langsung segera pergi dari sana tetapi sayangnya tangannya sudah dicegah lebih dulu oleh pria itu.
Grey langsung menutup laptopnya dengan cepat, lalu melihat makanan yang dimasak oleh sang istri. Dia memotong daging itu yang dicelupkan ke dalam saus kemudian dia kunyah.
"Apakah ibumu yang mengajarkan kamu memasak?" tanya Grey yang memancing Alicia untuk menemukan jawaban yang dia cari.
"No, aku belajar sendiri," sahut Alicia dengan dingin.
"Oh," ucap Grey, dia kembali mengunyah. "Apa kamu sering mengunjungi makam ibumu?"
Alicia melempar tatapan ke arah sang suami saat menanyakan tentang ibunya, entah kenapa pembahasan yang dibicarakan oleh Grey membuat matanya berkaca-kaca.
Ya, Grey mengetahui semuanya tentang kehidupan Alicia yang tinggal bersama ibu tiri dan kakak tirinya, semua diketahui dalam sekejap atas usahanya yang membujuk Dominic untuk memberitahu latarbelakang sang Istri.
"Apa urusanmu?" tanya Alicia dengan ketus, tapi sayangnya itu hanya dalam pikirannya saja tidak berani dia ungkapkan. Dia hanya berkata, "Aku tidak tahu makam ibu di mana, mendiang Ayah tidak pernah menunjukkan di mana bahkan foto juga tidak ada."
Alicia tetap tersenyum saat arah pandangannya mengarah ke yang lain tanpa melihat ke arah Grey, dia tahu pasti sang suami menganggap latarbelakang tidak setara dengan latarbelakang keluarga Dominic.
"Apa kau punya kekasih?" tanya Grey yang kembali melirik ke arah Alicia.
"Jelas punya!" sahut Alicia dengan bangga dan ingin menunjukkan bahwa bukan dia saja yang mempunyai kekasih.
Jawaban Alicia membuat Grey tersedak, dia langsung meminum gelas berisi air dingin yang sang istri tuang hingga tandas.
"Siapa?" tanya Grey yang menduga itu adalah Jacob—bodyguardnya Alicia. "Apakah aku mengenalnya?"
"Sangat!" sahut Alicia dengan jujur saat tahu bahwa Marvel adalah keponakan Grey.
Suara dentingan pisau dan garpu pun terdengar jelas ketika kedua benda saling beradu dengan piring, sampai Alicia langsung terlonjak mendengarnya.
"Siapa pun, dia! Jangan pernah kamu temuinya lagi, segara putuskan hubungan kamu sebelum nama keluarga Elmer buruk di mata masyarakat karena hubungan skandal yang kamu lakukan!" ujar Grey saat berdiri dan meninggalkan Alicia.
Jelas Alicia langsung terpaku mendengar ucapan Grey. "Skandal? Heuh! Dia apa aku yang punya skandal? Gak salah? Aneh!"
To be continued...
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord