NovelToon NovelToon
Gravitasi Terbalik

Gravitasi Terbalik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:68
Nilai: 5
Nama Author: Aarav Rafandra01

Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah penyesalan

Faisal si trouble maker, bekas pentolan geng ternama di sekolah. Kini menangis sendirian di parkiran yang sepi. Jaket parasutnya yang dulu melambangkan kepercayaan diri, kini terasa seperti beban berat. Ia tahu meminta maaf saja tidak akan cukup. Untuk memenangkan hati Aruna kembali, ia harus berjuang, menghancurkan egonya, dan membuktikan bahwa Aruna jauh lebih berharga daripada semua rasa ketidakpercayaan di masa lalunya.

Seminggu setelah perpisahan di parkiran, Aruna mengisi waktunya dengan cara yang sangat Aruna, belajar lebih keras. Ini adalah perisai terbaiknya, yang melindungi nya dari rasa sakit dan kerinduan pada Faisal yang sesekali muncul.

Dalam kesibukan itu, figur Arya menjadi semakin menonjol. Bukan karena Arya mengejar Aruna secara romantis, tapi karena Arya adalah sumber dukungan akademis yang paling stabil. Mereka sering bertemu di perpustakaan, tempat yang aman dan netral untuk membahas tugas tugas sekolah. Arya adalah sosok yang sabar, logis, dan selalu menawarkan solusi, bukan drama.

Suatu sore, saat Arya dan Aruna sedang membahas tugas yang membuat Aruna frustasi. Aruna menghela nafas panjang. " Aku cape, Arya! Istirahat dulu bentar ya. " Aruna memijat pelipisnya.

Arya segera menutup bukunya. " Tentu, kamu mau Kopi? Atau jalan jalan sebentar, otak kita butuh udara segar."

Mereka berjalan dibawah atap sekolah, menelusuri koridor. Arya tidak memaksa Aruna untuk bercerita tentang perpisahannya, meski jelas Arya tahu. Semua orang dilingkungan sekolah tahu, Faisal sudah tidak ada lagi disampingnya.

" kamu keliatan lebih tenang sekarang," kata Arya pelan.

" Harus! Ulangan tinggal 2 Minggu lagi." jawab Aruna.

" Bukan soal ulangan atau sisa waktu, Kamu gausah pura pura sama aku, aku tau kamu lagi mikirin hubungan kamu,kan? Tapi aku kagum, kamu milih buat tetap belajar ga larut dalam kesedihan kaya orang orang biasanya. " Arya tersenyum tipis.

kelembutan dan pengertian dari Arya terasa seperti udara dingin ditengah cuaca panas. Itu adalah jenis dukungan yang tidak emosional, tidak menuntut, dan jauh dari kemarahan Faisal.

Aruna mulai menikmati ketenangan yang ditawarkan Arya.

" Makasih Arya. Kamu sangat membantu." kata Aruna tulus.

" Sama sama, itu gunanya temen,kan? kita disini harus selalu saling dukung, tanpa drama, iya kan?" Arya mengedipkan mata, dan dibalas dengan tertawa kecil Aruna.

Dalam hati Aruna, terlintas perbandingan yang menyakitkan. Faisal si pembuat masalah dengan Arya yang memadamkan amarah. Faisal adalah badai sedangkan Arya adalah pelabuhan.

--------

Disisi lain, Faisal tak tinggal diam. Ia tak lagi terlambat, ia tak lagi meninggalkan jam pelajaran. Ia duduk dibarisan paling depan dan menjawab pertanyaan guru dengan cerdas. Perubahan drastis Faisal membuat seisi sekolah terkejut, termasuk Yadi. Hingga gosip tentang nya beredar luas, dan terdengar oleh Aruna.

Jam istirahat pun berbunyi.

" Sal, gue mau minta maaf. Lo bener bener berubah bukan karena cewe itu. Lo berubah karena keinginan Lo sendiri. Gue minta maaf udah salah paham selama ini." Ucap Yadi.

" Santai aja, Di. Lo tetep jadi sahabat gue sampai kapan pun." balas Faisal sambil memeluk Yadi.

" Sal, gue denger lu putus ya sama Aruna. Gue juga lagi sendiri nih kebetulan."

Faisal langsung mendorong Yadi dari pelukannya.

" Gila lu, Di. Gue masih normal. "

Yadi tertawa lepas.

" Maksud gue kalo Lo mau cerita, cerita aja sama gue. Gausah sungkan."

Faisal tertawa.

" Iya, thanks Bro!"

" Gue mau ke markas, lu mau ikut? " Tanya Yadi.

" duluan aja, gue mau ngerjain tugas remedial."

Faisal bergegas menuju kelas Aruna, ia tahu Aruna sedang tidak ada di dalam kelas. Faisal berjalan sambil mengintip dari jendela kelas Aruna. Memastikan Aruna tidak ada disana, lalu berjalan cepat menuju bangkunya, menyimpan sesuatu.

bel masuk kembali berbunyi.

Aruna duduk dibangkunya, menemukan ada sebuah kotak kecil di mejanya, berisi sebuah bunga edelweis kering. Dibawahnya ada kartu sederhana.

" Aku ga butuh maaf kamu, aku cuman pengen kamu liat perubahan aku. Bunga ini melambangkan ketulusan dan keberanian. Dan Aku akan berani kali ini . - F "

Aruna menatap bunga itu, hatinya berdenyut. Edelweiss adalah bunga favoritnya, dan Aruna tahu perjuangan Faisal untuk mendapatkan bunga ini tidak mudah, Faisal harus pergi ke toko bunga khusus atau bahkan mencari keluar kota untuk mendapatkannya.

Kini Faisal bukan lagi trouble maker yang hanya bisa bersikap emosional.

Saat jam pulang, Aruna ingin menemui Faisal untuk pulang bersama atau sekedar mengucapkan terima kasih. Tapi ia sudah ada janji dengan Arya di perpustakaan.

Saat Aruna sedang berjalan menuju perpustakaan, ia melihat Faisal sedang berjalan ke arahnya. Mengenakan seragam lengkap dan rapi. memegang beberapa buku tebal dengan judul yang sama persis seperti yang akan ia pelajari bersama Arya diperpustakaan.

Faisal menghampiri Aruna, sorot matanya penuh penyesalan, tapi suaranya stabil.

" Aku tau kamu mau ke perpustakaan, mau ketemu Arya, " kata Faisal tanpa cemburu. " aku mau menawarkan bantuan, aku udah pelajari buku ini, dan aku bisa bantu kamu memecahkan soal soal inti dalam satu jam. Lebih cepat dari siapapun."

Aruna ragu, daya tarik Faisal secara intelektual tidak pernah hilang. Dia adalah yang terbaik di sekolah, hanya saja ia jarang belajar dan sering bolos.

" Aku udah ada janji sama Arya! " jawab Aruna ketus.

Faisal mengangguk, " Aku tau, tapi aku mau kamu tau satu hal. Aku ada disini, di sekolah yang sama, setiap sore. Kalo kamu cape sama Arya yang terlalu serius, dan butuh solusi cepat yang menyenangkan. Cari aku, aku bakalan selalu nunggu kamu datang."

Faisal menyerahkan sticky note dengan nomor ponselnya yang baru dan jadwalnya.

" Ini Faisal yang baru, Faisal yang mau percaya dan mendukung. terserah kamu mau pake jasa siapa. "

Aruna mengambil sticky note dari uluran tangan Faisal dengan kasar, dan melangkah pergi menuju perpustakaan tanpa berkata apapun.

Faisal tersenyum ditengah rasa sakit.

" Dia benar benar sudah melupakanku! "

Aruna akhirnya bertemu Arya diperpustakaan. Sesi belajar mereka berjalan lancar, penuh dengan rumus dan kalkulasi.

Saat mereka sedang beristirahat sejenak, Arya tiba tiba berkata.

" Aku liat Faisal barusan sebelum kesini."

" Oh,iya?" Aruna pura pura terkejut.

" dia keliatan lebih rapi, sorot matanya fokus. Kayanya dia bener bener nyesel udah ninggalin kamu." Arya menatap Aruna dengan tatapan menilai.

" Mungkin, tapi aku tak peduli. Dia hanya pembawa masalah, ga penting dibahas."

Arya meletakan tangannya diatas tangan Aruna, sebuah sentuhan yang kali ini Aruna ijinkan.

" kamu ga perlu balik lagi, karena Faisal udah berubah. Perubahan itu harus karena dirinya sendiri, bukan buat dapetin kamu lagi. Kamu pantes dapet cowo yang lebih baik dari Faisal."

Sentuhan Arya meskipun penuh perhatian dan tulus. Tidak memberikan debaran yang sama seperti sentuhan Faisal, si trouble maker. Yang selalu berhasil membuat jantung Aruna berdebar kencang. Baik karena marah, terpesona, maupun bahagia. Arya hanya memberikan rasa aman yang perlahan berubah menjadi nyaman.

Aruna menarik tangannya perlahan.

" Makasih, Arya. Aku tahu, aku lagi berusaha nyari apa yang terbaik buat aku."

Aruna tahu, Arya adalah jalan yang logis dan damai. Tapi Faisal adalah api, dan kini Aruna merindukan panasnya. Bahkan saat api itu membakarnya. pilihan ini terasa semakin berat, Aruna harus memilih antara pelabuhan yang tenang atau kembali ke badai yang telah berjanji untuk berubah?!.

Disisi lain, Faisal yang sedari tadi mengintip lewat celah jendela, mulai meneteskan air matanya. Ia tahu wanitanya akan segera pergi dengan pelabuhan yang baru, yang jauh lebih baik dari dirinya.

" ke ulang lagi, gua harus ngerelain orang yang gue sayang pergi sama orang lain. Ini jauh lebih berat dari sebelumnya. Tapi gue harus bisa ikhlas liat mereka berdua! '

Faisal kecewa terhadap dirinya sendiri yang telah gagal mempertahankan satu satunya hal baik dihidupnya, Aruna. Tapi disisi lain, ia merasa tenang karena pria yang bersamanya sekarang jauh lebih baik dari dirinya. mulai saat ini Faisal memutuskan untuk fokus pada perubahan baik dirinya, mencoba mengarahkan semua fokusnya hanya pada pelajaran, dan berhenti menganggu Aruna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!