'' Rani Marissa ''
Seorang gadis cantik, yang mandiri baik hati.
'' Leonardo Pratama ''
Pria tampan ,pewaris tunggal perusahaan Pratama . sekaligus pria yang menjadi kekasih Rani Marissa.
'' Disa Andini ''
Sahabat Rani yang menyukai Leon, sejak pertama kali bertemu. Ketika Leon diperkenalkan oleh Rani, sebagai kekasihnya. Tapi demi persahabatan mereka , dia menyimpan perasaan itu dalam htinyaa.
Ada sebuah kejadian yang menyebabkan Leon menikah dengan Dissa
Apa kejadian itu?
penasaran ?.
yuk!! bacaa😍😌
jangan lupa like, comen, vote nya yaahh
😍😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raquini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Rani bersama anak-anaknya sudah tiba dirumah, Nandi yang sedang duduk dan menyandarkan punggunggnya sedangkan wajahnya dikompres ibunya. Emosi yang belum surut terlihat jelas di mata Nando rasanya dia ingin menghajar ayah mereka tadi.
Nando melihat ibunya yang masih mengompres wajah saudaranya itu, sepulang dari acara ulang tahun itu, ibunya belum mengeluarkan sepatah kata pun. Nando mengira ibunya masih menyimpan perasaanya pada ayah mereka karena tadi tatapan dari keduanya sempat dilihat Nando.
Selesai mengompres wajah Nandi, Rani menyuruh Nando memapah tubuh Nandi ke kamarnya. Nandi dengan perlahan membaringkan tubuhnya di kasur, Rani mengambil bantal dan meletakkannya di dada Nandi, jadi wajahnya beralaskan tangan dan tidak mengenai kasur. Baju Nandi yang sudah dibuka menampakkan punggung putihnya, Rani memijit punggung putranya masih dalam diam. Merasakan pijitan dipunggungnya merilekskannya dan akhirnya Nandi pun terlelap. Melihat putranya sudah tertidur Rani mengecup wajah Nandi dab memakaikan selimut untuk menutupi tubuh putranya itu.
Nando dan Nindhy yang sedang bersantai diruang tengah melihat Rani sudah keluar dari kamarnya.
" Nando, Nindhy nanti tidur nanti yaa... " Rani mengecup kening keduanya dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat, rasanya tidak hanya tubuhnya yang lelah tapi hatinya juga.
Nando yang mengerti dengan suasana hati ibunya memutuskan untuk diam, tidak dengan Nindhy yang langsung mengikuti ibunya masuk ke dalam kamar.
" Ma..Mama kenapa ?" tanya Nindhy saat sudah tiba di kamar dan melihat ibunya sudah mulai naik ke tempat tidur.
Rani menghentikan aktivitasnya memakai selimut dan melihat wajah putrinya.
" Sini sayang ." Rani mengulurkan tangannya
Nindhy mendekat dan langsung di peluk oleh ibunya, Rani mengingat saat dimana dirinya bertemu dengan Arga pertama kali setelah kejadian itu, putrinya memberikan pertanyaan yang sama pada saat itu.
Rani tidak menjawab pertanyaan putrinya dan langsung memeluk putrinya hingga mereka masuk ke alam mimpi.
***
Berbeda dengan rumah yang tenang di Desa C, suasana menegangkan tengah dirasakan oleh seorang wanita yang merupakan penyebab dari semua kekacauan yang terjadi, siapa lagi kalau bukan Disa.
" Pokoknya dalam minggu ini aku akan urus surat cerai kita." Leon berbicara dengan suara tegasnya
" Leon.... ingatt anak-anak kita. Kamu jangan egois." Disa berusaha meluluhkan Leon lagi, dia tidak bisa menjamin apa-apa saat ini. Rumah tangganya saat ini berada di tepi jurang jadi jika salah melangkah maka tidak bisa lagi diselamatkan.
Leon menatap tajam Disa, berani-beraninya menyebut dia egois.
" Kamu bilang aku egois?" mencengkeram bahu Disa. " Trus kamu buat Rani kayak gitu demi nafsu kamu itu kamu gak pikir haahhhh!"
" Nafsu aku? bukannya kamu juga nafsu sama aku? kamu yang langsung cium aku dan mere**s payu***a aku! Salahin juga kamu dan hati kamu yang gampang banget aku cuci, aku jadi curiga kamu beneran sayang atau cuman hanya di mulut doang sama Rani." ketus Disa panjang lebar.
" Kamu...!" Leon menghentikan perkataanya karena hatinya membenarkan perkataan istrinya itu.
Leon keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras mengambil kunci mobil lalu meninggalkan tempat itu, Disa membiarkan Leon pergi karena dia yakin jika Leon hanya butuh waktu untuk merenungi semuanya.
Leon mengemudikan mobilnya dengan perasaan kacau, hingga tiba di sebuah taman dia berhenti dan turun dari mobil. Kursi panjang yang sedang kosong di depan sana menjadi tujuan utamanya dia juga bersyurkur karena bangku itu tidak dipakai orang.
Leon sudah duduk di kursi itu, kursi bersejarahnya dengan Rani 17 tahun lalu. Awal mula semua kejadian terjadi dan kandasnya hubungan mereka.
' Aku masih mencintaimu...
Yaa. . . aku memang masih mencintaimu, aku yakin kamu juga ngerasain hal yang sama.
Rani....
Aku merindukan semua tentangmu
Canda tawamu, senyummu yang menyejukan hati. Sungguh Aku merindukan semuanya..
Aku akan berusaha untuk kembali mengisi hatimu, dan aku harap semuanya terjadi. Akan sulit bagimu untuk menerimaku kembali, apalagi karena kebodohanku menyebabkan orang tuamu tiada. Melalui ungkapan hatiku, semoga kamu bisa menyadarinya. Rani.... I LOVE YOU FOREVER... '
•**°•°•°•°•°•°***
JAngan lupa Vote yah🤗😘**