NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Sang Aktor

Suami Rahasiaku Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: avy sulas

Oca dipaksa menikah dengan pria asing di depan altar—demi memenuhi wasiat sang kakek yang tak bisa ia menolak. dan yang tak terduga, suaminya adalah seorang aktor terkenal yang harus disembunyikan rapat-rapat dari dunia, termasuk dari sahabat-sahabatnya sendiri.

Belum sempat ia membiasakan diri dengan kehidupan barunya, datang seseorang yang perlahan mengisi ruang kosong di hatinya—ruang yang sengaja ditinggalkan oleh suaminya sendiri. Oca pun membuka hati, tanpa pernah menyangka ada yang luput dari pandangannya.

Kini ia terjebak di antara dua hati: satu yang seharusnya ia cintai karena status, dan satu lagi yang ia pilih sendiri karena rasa.

Tapi siapa sangka, tak semua yang terlihat tulus benar-benar seperti itu.

Siapakah yang berhak atas hati Oca? 💍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon avy sulas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iya, Untuk Sekarang

Keesokan harinya, Oca terbangun dengan mata yang masih terasa berat karena kurang tidur semalaman. Ingatannya langsung kembali pada kejadian tadi malam, ketika Anthony berdiri di samping ranjang dan hampir menyentuh wajahnya. Ia menoleh ke sisi ranjang di sebelahnya, tempat itu masih rapi dengan sprei yang masih terlipat seperti sebelumnya, sepertinya tadi malam ia tidur sendiri lagi.

"Semalem... dia sebenernya mau ngapain, sih?" gumamnya lirih, sambil mengerutkan kening.

Bayangan tangan Anthony yang sempat terangkat ke arahnya kembali terlintas di kepalanya. Namun sedetik kemudian ia menggeleng pelan, berusaha mengusir pikiran itu. Rasanya mustahil Anthony tiba-tiba bersikap seperti itu padanya.

Tanpa sadar, pikirannya justru kembali pada foto yang ia lihat semalam. Senyum Anthony saat menatap Emma, unggahan ulang di story, sampai komentar para penggemar yang menganggap mereka begitu serasi.

Oca mengembuskan napas panjang.

"Mungkin gue aja yang terlalu banyak pikiran," gumamnya pelan. "Dia keliatan jauh lebih bahagia sama Emma daripada sama gue. Kenapa juga gue harus terus berharap sama orang yang bahkan nggak pernah ngelirik gue sebagai istrinya."

Kalimat itu terasa pahit, tetapi entah kenapa juga membuat hatinya perlahan pasrah.

Tak ingin kembali larut dalam pikirannya sendiri, Oca segera bersiap ke sekolah. Ia membersihkan diri dan kemudian mengenakan seragam, mengambil tas, lalu keluar kamar tanpa berniat sarapan terlebih dahulu.

Sementara itu, beberapa menit kemudian Anthony turun dari lantai atas dengan pakaian kerja yang sudah rapi. Tatapannya sempat menyapu ruang makan, tetapi tidak menemukan sosok Oca seperti biasanya.

"Fransesca belum turun?" tanyanya singkat kepada salah satu pelayan.

Pelayan itu menggeleng hormat. "Nona sudah berangkat ke sekolah dari tadi, Tuan.”

Anthony sedikit mengernyit. "Tumben berangkat sepagi itu.”

"Iya, Tuan. Nona juga tidak sempat sarapan.”

Anthony hanya terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya menarik kursi dan duduk di meja makan, meminta pelayan membawakan segelas kopi. Pelayan tersebut mengangguk kemudian meninggalkan Anthony sendiri di meja makan.

______

Suasana sekolah kembali ramai seperti biasanya. Begitu Oca masuk ke dalam kelas, Andira dan Kinan yang sudah menunggu langsung menyambutnya.

"Nah, akhirnya datang juga," ucap Andira sambil menyeringai usil.

"Gimana? Udah mikirin jawaban buat Dirga belum?" sambung Kinan penasaran.

Oca baru saja meletakkan tasnya ketika mendengar pertanyaan itu. Ia mengembuskan napas pelan sebelum duduk di kursinya.

"Kalian berdua pagi-pagi udah kepo aja."

"Ya iyalah," sahut Andira cepat. "Kemarin satu sekolah ngelihat lo ditembak. Masa kita, sahabat lo sendiri, nggak boleh tahu kelanjutannya?"

Kinan mengangguk setuju. "Kasihan juga, tau, Dirga dari kemarin pasti deg-degan nunggu jawaban lo."

"Belum ada jawaban," ucap Oca tersenyum tipis. "Gue cuma... masih mikir.”

Andira dan Kinan saling pandang.

"Udahlah, Ca, terima aja," celetuk Andira sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Lagian Dirga juga baik, kelihatannya perhatian. Kalau duitnya banyak juga, makin mantep tuh." godanya dengan mata berbinar.

"Dikit-dikit duit. Dasar matre," sindir Kinan sambil menyikut lengan Andira.

"Ya, realistis dong," balas Andira tanpa merasa bersalah, membuat Kinan hanya bisa menggeleng sambil terkekeh.

Oca ikut tertawa kecil melihat tingkah kedua sahabatnya. "Untung Bryan masih betah sama lo."

"Justru karena dia betah, berarti selera dia bagus," jawab Andira santai sambil mengangkat bahu.

Tawa mereka bertiga baru mereda ketika bel masuk berbunyi. Guru mata pelajaran pun masuk ke dalam kelas, membuat seluruh siswa kembali ke tempat duduk masing-masing.

______

Beberapa jam kemudian, bel istirahat akhirnya berbunyi. Beberapa siswa langsung bergegas keluar menuju kantin, termasuk Andira dan Kinan yang sejak tadi sudah tidak sabar menunggu jam makan siang.

"Ayo, Ca. Gue udah laper banget," ajak Andira sambil meraih lengan Kinan.

"Kalian duluan aja," ucap Oca pelan sembari menutup bukunya.

Andira mengernyit heran. "Loh? Emang lo mau ke mana?"

Oca tampak ragu beberapa saat sebelum akhirnya menjawab, "Gue... mau ngobrol bentar sama Dirga."

Jawaban itu membuat Andira dan Kinan saling pandang. Senyum jahil langsung menghiasi wajah keduanya.

"Oalah..." gumam Andira sambil menaik-turunkan alisnya.

Kinan ikut tersenyum lebar. "Semangat ya, Ca!"

"Ih, apaan sih kalian." Oca memutar bola matanya, meski pipinya mulai terasa sedikit hangat.

"Pokoknya semangat!" seru Andira sambil mengepalkan tangan memberi semangat. Setelah itu, ia dan Kinan pun berjalan lebih dulu menuju kantin.

Oca mengembuskan napas pelan sebelum melangkah keluar kelas. Tak butuh waktu lama hingga ia menemukan Dirga yang sedang mengobrol bersama beberapa temannya di depan kelas sebelah. Begitu melihat Oca menghampiri, Dirga langsung menghentikan pembicaraannya dan menoleh.

"Ca? Ada apa?" tanya Dirga begitu melihatnya.

"Bisa ngobrol bentar?"

Dirga mengangguk tanpa ragu, lalu berpamitan singkat pada teman-temannya. Mereka berjalan menuju taman kecil di belakang perpustakaan, jauh lebih sepi dari koridor utama.

"Maaf kalau pengakuan gue kemarin bikin lo nggak nyaman," ucap Dirga lebih dulu.

Oca menggeleng pelan. "Nggak."

"Gue juga nggak mau maksa. Mau jawaban lo apa pun, gue bakal tetap hargain," lanjut Dirga tersenyum tipis.

Oca menunduk sesaat, lalu menghela napas. "Semalem gue kepikiran terus soal ini."

Dirga memilih diam. Ia membiarkan Oca menyelesaikan semua yang ingin ia katakan.

"Jujur, gue masih belum yakin ini keputusan yang paling bener. Kita juga baru saling kenal, jadi gue nggak mungkin langsung nerima lo gitu aja."

Senyum Dirga perlahan memudar. Namun sebelum ia sempat berkata apa-apa, Oca kembali melanjutkan ucapannya.

"Tapi... kalau lo emang serius sama gue..."

Perlahan Oca mengangkat wajahnya hingga pandangan mereka bertemu.

"...gue mau coba kasih kesempatan buat kita saling kenal lebih jauh."

Dirga terdiam beberapa saat, seolah memastikan dirinya tidak salah dengar.

"Jadi..." tanyanya hati-hati. "Berarti gue boleh jadi pacar lo?"

Oca tersenyum tipis lalu mengangguk. "Iya."

Jawaban sederhana itu langsung membuat senyum lebar menghiasi wajah Dirga. Untuk sesaat ia hanya bisa tertawa kecil sambil mengusap tengkuknya, seolah masih sulit mempercayai apa yang baru saja didengarnya.

"Makasih, Ca. Gue janji bakal buktiin kalau keputusan lo hari ini nggak salah."

Oca ikut tersenyum kecil.

"Jangan bikin gue nyesel udah nerima lo."

"Nggak bakal."

Angin berembus pelan, menggoyangkan dedaunan di atas kepala mereka. Oca melihat sorot mata Dirga dipenuhi kebahagiaan yang begitu tulus. Entah keputusan itu akan membawanya ke arah yang benar atau tidak, ia belum mengetahuinya.

Oca hanya berharap ia telah mengambil keputusan yang tepat.

1
MayAyunda
mampir kak
Lavicaysm
🥰
MayAyunda
ceritanya bagus ..lanjut kak
Putry Chan
semangat ya 💪
Lasa Hardianti: Makasih kak semangat juga yah😁
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
mampir lagi aku kakk, mampir juga dong kaaa ke novel kuu
Lasa Hardianti: Makasih kak nanti aku mampir ya😁
total 1 replies
MayAyunda
cerita bagus kak .
Lasa Hardianti: Thanks ya kak😁
total 1 replies
MayAyunda
lanjut kak
nunu
next lanjut kak
Lasa Hardianti: Oke kak siap, ditunggu lanjutannya ya. makasih udah mampir😁
total 1 replies
MayAyunda
bagus ,mampir kak
white star ⭐
bagus kak
white star ⭐
yah lagi dimasa usia suka kumpul2 sama temen malah nikah kasian oca
Lasa Hardianti: Huhu iya kak masa SMA-nya jadi berubah total, Semoga Oca kuat ya menghadapi semua ini. Makasih udah mampir dan dukung Oca🥹🤍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
kaa sampai sini dlu ya nanti aku mampir lgii
Lasa Hardianti: Siap Kak. Makasih udah mampir sampai sini🥹❤️ Ditunggu lanjutannya ya, semoga makin seru buat Kakak🤭
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
acara pernikahan/Facepalm/
Lasa Hardianti: Ssst... jangan dibocorin dulu yaa🤫😂
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
baguss
Lasa Hardianti: Makasih banyak kak!🥹❤️
total 1 replies
mary dice
Badai pasti berlalu ya Oca.. semangat lanjut thor
mary dice
benaran nih menang taruhan heeeem
reyanzarayyanfahlevy_
Bagus kak, semangat ya kak salam penulis pemula
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak😍💪
total 2 replies
reyanzarayyanfahlevy_
semangat kak
Annisanur hasanah
semangatt kakk, aku tunggu update kakak😍
Annisanur hasanah
bagus dan menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!