NovelToon NovelToon
Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Status: tamat
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Kegiatan Olahraga Serba Bisa / Tamat
Popularitas:578.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ned_Kelly

Setelah kepalanya terbentur tiang listrik saat pulang sekolah. Rizaldi Fatah, seorang kutu buku dan penyuka permainan sepakbola, mendapatkan sebuah sistem yang bisa membuatnya menjadi seorang pemain bola yang hebat.

Hari-hari yang ia jalani mulai berubah setelah mendapat sistem sepakbola, dan ia mulai bertekad untuk merubah hidupnya yang cupu.

Genre: Sport, System, Romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ned_Kelly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33: Terbayarkan

Setelah kemenangan yang meyakinkan dari Mining Way Tanjung kala itu, trend positif yang kami raih setiap harinya terus berlanjut. Bukan hanya sekali dua kali, dalam hampir 10 pertandingan yang telah kami jalani saat ini, kami berhasil menyapu bersih semuanya dengan kemenangan beruntun.

Dan pertandingan hari Minggu nanti, di pertandingan kandang- kami akan melawan tim yang cukup kuat kali ini. Tim ini merupakan tim yang menduduki posisi kedua di tabel klasemen sementara.

Sistem liga I-Youth sedikit berbeda dengan I-LEAGUE. Jika di I-League ada 20 tim yang berlaga di liga dengan adanya sistem relegasi di akhir musim, di I-Youth sedikit berbeda. Di I-Youth, akan dibagi dalam 3 wilayah zona. Yaitu zona barat, tengah dan timur.

Zona barat mencakup Pulau Sumatera hingga ke Pulau Jawa. Jumlah tim yang berlaga pun hanya berjumlah 16 tim dan akan diambil dan akan diambil beberapa tim untuk masuk ke babak utama. Untuk zona barat, jatah klub yang masuk ke babak utama sebanyak 6 klub. Di zona bagian tengah juga sebanyak 6 klub, lalu di zona bagian timur slot nya sebanyak 4 klub sehingga kalau di total menjadi 16 klub.

Setelah terkumpul 16 klub dari seluruh wilayah, maka format liga akan berubah menjadi sebuah kompetisi cup dengan diadakannya babak penyisihan hingga sampai pada akhirnya dua tim terakhir akan bertemu di partai puncak.

Tim kami, Pengambangan Cananga Youth B berada di wilayah zona tengah yang mencakupi pulau Kalimantan sampai beberapa Provinsi di pulau Sulawesi. Untuk menjuarai grup zona tengah, kami masih perlu 12 pertandingan lagi sebelum memastikan diri menjadi juara grup.

Dan pertandingan hari Minggu nanti akan menjadi pertandingan yang penting bagi kami semua, dan juga bagi diriku sendiri. Jika kami bisa menang melawan Pontianak Equator City yang merupakan penghuni klasemen 2, kami bisa semakin menguatkan posisi kami di posisi teratas, serta bisa juga untuk tetap menjaga momentum tim dan moral seluruh pemain yang tidak kalah pentingnya.

Apakah kami sudah siap melawan mereka? Tentu saja jawabannya sungguh sangat siap, setiap harinya kami berlatih dengan sungguh-sungguh dan sistem permainan kami juga semakin hari mulai semakin solid. 9 kemenangan beruntun, tanpa pernah draw sama sekali. Kami mencetak 24 gol dan kebobolan 5 saja, itu sudah cukup membuktikan bagaimana situasi yang kami alami saat ini. Sungguh siap!

Tetapi, Coach Dodi Surian adalah orang yang selalu tidak bisa menggunakan satu taktik saja. Beliau selalu mengubah formasi dan taktik setiap kami menang, sampai kami juga sedikit bingung dengan hobi beliau ini.

"Beliau ini bukan sembarang beliau rupanya" komentar dari Risadi yang tiba-tiba saat coach sedang menjelaskan taktik baru, langsung membuat kami tertawa. Bahkan aku hampir tersedak saat minum tadi.

"Kalian semua mulai berani ya menertawakan saya" Coach Dodi Surian langsung berkacak pinggang seperti seorang jenderal, kami semua terduduk diam namun sedetik kemudian kami langsung berubah seketika. "Tapi sepertinya taktik kali ini penuh omong kosong hahaha" beliau tertawa saat menyadari ada hal yang aneh dari taktik yang beliau jelaskan, sehingga kami kembali tertawa.

Setelah tawa itu, kami semua kembali fokus untuk mendengarkan instruksi yang diberikan oleh Coach Dodi Surian.

"Saya ingin mencoba formasi 4-3-3 seperti yang dilakukan oleh Ajax, namun ketika bertahan nanti formasi otomatis akan berubah menjadi 4-5-1 dengan seluruh pemain turun hingga garis kedua"

"Tapi bila seperti itu, bagaimana cara kita agar bisa melakukan serangan balik cepat? Kalau semua turun ke garis kedua, kemungkinan build up kita akan sedikit tersendat" apa yang disampaikan oleh Ardi sepertinya memang cukup krusial sampai-sampai Coach pun sedikit terdiam untuk memikirkan solusi dari masalah tersebut.

Lalu Coach Dodi Surian mulai menatapku cukup lama, aku tahu pasti ada suatu rencana yang sedang menyerang kepala beliau dan itu pasti melibatkan diriku. Aku hanya bisa selalu siap untuk ditugaskan menjadi apa saja.

"Sepertinya kita harus bergantung dengan kemampuanmu sekali lagi Rizal" ujar Coach Dodi Surian.

Aku pun langsung berdiri dan menjawabnya dengan lantang. "Siap Coach!"

"Bagus! Saya suka semangat kamu itu. Saya lihat kamu sudah banyak berkembang semenjak masuk di tim ini, kita akan mengandalkan visi-kamu untuk melakukan serangan"

"Jadi apa tugas saya Coach!"

"Tugas kamu itu nanti scanning area, biasanya kamu lakuin itu juga tapi saya minta lakuin itu lebih sering lagi. Jadi nanti, semua pemain akan kasih bola ke arah kamu dan tugas kamu lakuin scanning area terus oper bola ke tempat ruang yang bisa dimanfaatkan"

"Baik coach saya siap melakukan tugas itu!" ujar ku dengan mantap yang langsung diberi tepuk tangan oleh rekan ku yang lain.

Taktik sudah selesai di siapkan, rencana dan formasi iuga sudah usai. Kami tinggal bersiap diri untuk menghadapi mereka di hari Minggu nanti. Setelah itu aku pun pulang kerumah.

Di rumah, ternyata ada ibuku yang rupanya hari ini pulang lebih awal dari biasanya. Dia menyambutku dengan senyuman tulusnya di wajahnya, sambil menawarkanku untuk makan malam.

"Rizal mau mandi dulu ma"

"Oke, kalo udah mandi langsung kesini ya bang"

Keisha langsung ikut dalam obrolan dan seperti biasanya, dia selalu jengkel dengan diriku. "Gak usah nungguin abang ma, kita duluan aja makan nya" kata Keisha, tangannya sudah mulai meraba-raba paha ayam yang tergeletak di atas piring berwarna putih.

Ibu langsung memukul tangan yang nakal itu, sambil tetap mengomel. "Jangan begitu sama abang mu!" tatapannya langsung membuat nyali si bocah kecil yang genit itu sedikit menciut seperti balon yang kehabisan gas.

"Iya ma" ucap Keisha sambil mengelus-elus tangannya yang habis kena pukul ibu tadi.

Aku tertawa sejadi-jadinya melihat apa yang terjadi pada adik kecilku itu. "Rasain tuh!" ujarku lalu aku langsung pergi masuk ke kamar mandi sebelum berhasil dikejar olehnya.

"Abaaaanggg! Keisha mencoba mengejarku, tetapi aku dengan cepat berlari dan langsung menutup pintu kamar mandi sehingga yang kudengar setelah itu hanyalah suara teriakan penuh keputusasaan dari Keisha.

Setelah selesai mandi, aku langsung pergi ke meja makan untuk makan malam bersama dengan Keisha dan Ibu. Sudah cukup lama kami tidak seperti ini, biasanya ibu selalu pulang terlalu malam sehingga melewatkan makan malam bersama kami, atau bisa juga aku yang berlatih hingga lupa waktu.

Intinya aku senang bila terjadi hal seperti ini, bahkan Ibu dan Keisha pun sedikit keheranan yang melihat ku senyum-senyum sendiri sambil makan. Padahal jika mereka tahu betapa senangnya hati ku saat ini, mungkin mereka berdua akan ikut senang atau mungkin terharu.

**Catatan Penulis:

Kemungkinan besar di chapter selanjutnya. Ned bisa menggunakan sudut pandang orang ketiga alias POV 3 lagi, jadi siap-siap saja dengan perubahannya ya...bye**....

1
Kaisar surgawi
ga di rekomendasi untuk baca ini novel, seakan MC bener2 tidak punya sistem. memang mesti berjuang , tpi fungsinya sistem ialah membantu karakter utama, lah di awal bab sistem kaya ogah2an bantu MCnya. padahal awal2 harusnya bantu MC supaya gampang dilirik, kecuali alur udh masuk pertengahan dan MCnya bermain di kanca internasional,okelah sedikit di beratkan. lah ini msh sekelas main di tarkam indo, udh kalah wkwkwkwkwk
RMQ
cerita nya bagus tp sayang akhir ceritanya kurang memuaskan
Bryan
jangan bilang nanti MC nya hilang ingatan
Bryan
ibu nya pasti imut banget
Bryan
gila amat bang kesetanan
Bryan
orang kalsel bang
Rasyah Saputra Pratama
apaan, udah ada sistem masih jga kalah, mending gak usah ada sistem sekalian biar logis sma alurnya. atornga ngaco
Adha_00
kurang suka novel yg pencerita nya
tokoh darai novel nya itu juga
Hendy Pranata
punya sistem kok cupu 👎👎👎👎👎👎
sampahh
Danang Romadhon
up thorr
Bang Jack
buang buang doang. beli kartu skill ku kira permanen ternyata cuma trial
Bang Jack
novel sistem macam apa ini . ini gak punya sistem pun bisa berkembang sendiri. latihan fisik buat memperkuat tubuh. latihan bawa bola bisa buat lincah pas dribel bola.
Bang Jack
dapat kartu skill tapi yang di dapatkan sampah gak guna semua
Bang Jack
ini judul novel nya sistem tapi sistem nya jarang muncul Cok . dan lagi ku liat poin status MC nya gak ada peningkatan sama sekali
Gondrong96 Gondrong96
Lumayan
Go Anang
Luar biasa
Yudi Priadi
tekunlah
Yudi Priadi
baca saja kan ini awal cerita
Amelia putri
author goblok sistem GK guna
Frez
kalau gt peka dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!