NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:469.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Kejadian kelam yang menimpah Icha di masa lalu, hingga merenggut nyawa sang kakak.

Ternyata meninggalkan trauma tersendiri untuk Icha, wanita itu begitu takut kepada mereka yang berjenis laki-laki, jangankan menyapa! Menatap saja tubuh Icha langsung gemetaran disertai keringat dingin.

Namun demi memenuhi keinginan sang ayah di detik-detik terakhir hidupnya, icha rela menikah dengan pria yang tidak dia kenal.

Tapi siapa sangka di hari kedua meninggalnya sang ayah, suaminya kembali menikah lagi dengan wanita pilihan ibunya tanpa sepengetahuan Icha.

Penasaran bagaimana mana Icha menjalani semuanya?

Yuk kepo-in. 🤗

jangan lupa follow IG: vi_via129.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Weekend.

Masih dengan suasana weekend setelah drama sakit kepala pagi tadi. Siangnya Riyadh berencana mengajak Icha untuk menghabiskan waktu bersama dengan berwisata ke pantai. Namun Icha menolaknya kerena tidak ingin suaminya itu sakit lagi seperti pagi tadi, wanita itu justru menyarankan mereka untuk belanja bulanan saja. Kebetulan stok makanan mereka mulai menipis dan beberapa hari ke depan Icha akan mulai sibuk. Maklum saja dia sudah mulai memasuki semester akhir jadi harus mempersiapkan ini dan itu.

"Sayang, harusnya weekend begini kita kencan berdua. Masa belanja bulanan sih " Sepanjang perjalanan mereka, pria itu terus saja mengeluh.

"Kencan itu hanya berlaku untuk orang yang pacaran saja! Sedangkan kita sudah menikah, mana bisa kencan lagi." Sahut Icha sambil menggeleng-geleng kepalanya. Ternyata Suaminya itu bisa bertingkah kekanak-kanakan juga.

"Siapa yang ngomong gitu." Tanya Riyadh.

"Aku yang ngomong, mas kan dengar sendiri tadi aku yang ngomong." Jawab Icha.

" Mas?" Riyadh langsung memelankan laju mobilnya, kemudian menatap tak percaya kepada istrinya. " Kenapa kamu panggil aku mas?"

Icha langsung mengerutkan keningnya bingung. " Bukannya mas sendiri yang minta sama Nadia dan Eva untuk memanggil mas saat berada di luar kantor?" Tanya Icha.

" Sayang, beda dong mereka itu teman-teman kamu! Sedangkan kamu itu istri aku, masa iya kamu juga ikut-ikutan panggil aku mas. Sayang dong, kan kita saling sayang." Makin meresahkan sih Riyadh ini. Sudah mulai masuk kategori kepedean plus bucin akut yang tidak tertolong.

"Tapi_"

" Nggak usah banyak tapi, mulai sekarang kamu harus belajar memanggil aku sayang! Aku maksa dan nggak ada penolakan." Tegas Riyadh, membuat Icha mendesah panjang dan tidak dapat meneruskan kata-katanya. " Dan satu lagi, kencan itu bukan hanya untuk orang pacaran saja, tapi orang yang sudah menikah juga boleh sangat boleh Mala. " Lanjutnya mengingat obrolan mereka sebelumnya.

" Kamu paham kan?" Tanya Riyadh lagi.

" Emang gitu ya? Kok aku nggak tahu." Jawab Icha sekaligus bertanya, lagian wanita itukan selama ini hanya larut dalam dunianya saja, jadi mama mungkin dia tahu, kencan yang boleh dilakukan atau tidak, di dekat saja tidak bisa.

Jika mengingat kembali awal-awal pertemuan mereka dulu, rasanya Riyadh tidak dapat menahan dirinya untuk tidak tersenyum. Wajah ketakutan Icha terlihat begitu sangat mengemaskan." Sudahlah lupakan saja, ayo kita turun. " Ajak Riyadh begitu mobilnya terparkir di depan sebuah mall.

Riyadh melepas sabuk pengaman yang ia kemudian keluar dari mobilnya. Pria itu berjalan mengitari mobilnya, membukakan pintu untuk Icha. Setelah itu menutup kembali pintu itu dan melangkah bersama-sama memasuki mall sambil berpegangan tangan.

"Kita langsung belanja atau jalan-jalan dulu." Tanya Riyadh, saat mereka berada di dalam mall.

Dan jawab yang sudah bisa ia tebak dari istrinya itu, pasti langsung belanja. " Kita belanja aja! Terus pulang ya." Benarkan dugaannya.

Tapi kali ini tidak menurut ucapan istrinya itu, Riyadh justru sengaja menarik Icha ke arena bermain.

Awalnya Icha menolak, tapi begitu mereka menikmati beberapa pemain yang ada di sana. Seperti balapan mobil, dance, lempar bola basket dan jepitan boneka. Icha pun lupa jika tujuan mereka datang ke mall itu untuk belanja bulanan.

Salahkan saja Riyadh yang begitu pandai membuat istrinya senang sampai lupa akan tujuan mereka. Saat menikmati, waktu bersama seperti itu. Riyadh benar-benar bebas memeluk Icha, terkadang Icha sendiri yang lebih dulu memeluk Riyadh saking senangnya, saat menyetak angka, berhasil menjepit boneka atau memang-kan balapan dari Riyadh.

Kebahagiaan itu begitu sederhana tapi mampu membuat Icha melupakan, keadaannya. Ditambah rasa yang telah tumbuh di hatinya, membuat Icha terbiasa serta mau disentuh oleh suaminya.

" Sayang, nih minum dulu, kamu hauskan." Ucap Riyadh, kemudian memberi botol air kemasan yang dia beli untuk Icha. Padahal pria itu baru sebentar saja menghilang. Namun tak sampai lima menit ia sudah kembali dengan dua botol air mineral untuk mereka. " Sayang duduk di situ yuk." Ajak Riyadh, sembari menunjuk bangku yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

Icha mengikuti arah yang di tunjuk Riyadh, kemudian mengangguk kepalanya. Mereka pun duduk di sana.

" Ma, lihat deh boneka kakak itu banyak ya.." Ucap seorang anak perempuan berusia sekitar delapan tahun sembari menunjuk kepada Icha. Dan Hal itu di sadari oleh Riyadh dan Icha. " Ma, aku mau boneka Seperti punya kakak itu." Ucapnya lagi, suaranya terdengar mulai merengek namun, Icha tidak menunjukkan respon apa-apa.

Sementara mama dari anak kecil itu, terlihat mulai kesulitan membujuk putrinya yang sudah menangis menginginkan boneka milik Icha. Mamanya juga sudah menawarkan untuk membeli boneka lain namun putrinya itu tetap menolak dan tetap kekeuh dengan pendiriannya. Tangisannya yang tadi pelan kini semakin menjadi.

Melihat hal itu, Riyadh pun berinisiatif untuk membujuk Icha agar mau memberikan boneka yang mereka dapat untuk anak itu." Sayang kasih aja ke dia, nanti ganti yang lebih besar buat kamu." Ucap Riyadh sembari mengusap kepala Icha dengan penuh kasih sayang. Namun Icha mengeleng kepalanya, tidak mau. " Sayang boneka itu tidak bisa di peluk, aku akan membeli yang bisa kamu peluk." Rayunya lagi.

Sementara anak kecil itu mulai sesegukan, Icha yang iba pun memberi semua bonekanya kepada anak itu. " Terima kasih ya nak, semoga hubungan kalian berdua selalu Langgeng dan di beri rejeki yang berlimpah oleh yang maha kuasa." Ucap ibu dari anak itu sembari mendoakan Riyadh dan Icha dengan begitu tulusnya.

" Amiin," Icha dan Riyadh kompak mengamini ucap ibu itu.

" Kakak, terima kasih ya." Ucap anak perempuan itu, walaupun ia sudah tidak menangis lagi, namun ia masih terdengar sesegukan. Karena terlalu lama menangis.

" Sama-sama adik cantik. Siapa namamu?" Sahut Riyadh seraya menanyakan nama anak kecil itu.

" Nama aku Bella."

" Hai Bella." Sapa Icha. Mereka terlihat mengobrol sebentar sebelum berpisah. Ibu dan anak itu pula Sementara Riyadh dan Icha masuk ke salah satu restoran yang ada di dalam mall itu untuk makan.

Riyadh sengaja mencari meja yang agak pojokan untuk kenyamanan sang istri tercinta. Setelah mereka duduk di tempat masing-masing, Riyadh langsung memanggil pelayan untuk memesan. Pelayan itu pun datang untuk mencatat makanan yang di pesan Icha dan Riyadh.

" Tunggu sebentar ya mas, mbak." Ucap pelayan itu kemudian meninggal meja Riyadh dan Icha untuk mengambil pesanan mereka.

Dan begitu sang pelayan yang mencatat pesanan mereka pergi. Seseorang menghampiri mereka.

Bruk.

" Riyadh, siapa wanita ini." Tanya orang itu sembari mengebrak meja di hadapan mereka, membuat Icha maupun Riyadh terkejut di buatnya.

1
Rina Arie
Lumayan
Yuni Ngsih
mantap Thor perjalanan hidup yg menyedihkan tp setelah itu mambagiakan jd susunan ceritranys hebat ....trs maju trskan d/ ceritra" selanjutnya ditunggu Thor ...👍👍👍
Sella Darwin
Luar biasa
Sulati Cus
kehancuran seorang ayah ketika merasa buruk untuk melindungi anak2 nya, tp sp yg nyangka ternyata orang terdekat penjahat nya
COOL_I4N
harus nya riyad ajak omong icha untuk terakhir kali nya terkait perceraian kl memang iyad memikirkan kebaikan untuk istrinya. bukan diam2 sdh urus perceraian. dilogika hal yg di lakukan iyad akan menambah luka icha yg sdh byk trauma dlm hidupnya. sedangkan iyad menghindar slama bbrp hr saja icha sdh terluka. ini mau ngajak cerai gak omong baik2 tp main belakang. kl memang memikirkan mental icha hrs nya diomongkan di depan dibuat seakan mengikuti apa yg icha mau. secara disini kan yg mentalnya sehat si iyad. jd memang sdh resiko hrs mau memahami icha yg tdk sehat jiwa nya
resti abineno
banyak tulosan yang salah. mohon dibaca ulang sebelum diupload
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
typooooo nya duhh
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
nyebelin iiihhh
resti abineno
mimi apa eva yang benar. diklarifikasi dg thor
resti abineno
yang benar eva atau mimi. bikin bigung
wina kemal
Luar biasa
Rita Mahyuni
wajar icha marah...sangat sensitif bagi2 org yang memiliki masalah dgn psikisnya...suka thor icha memiliki suport sistem yang baik...sabar riyadh...nanti juga dimaafkan icha...hanya author yg tahu he he
Eva Rubani
makasih..
Eva Rubani
horeee..
Eva Rubani
lanjut..
Eva Rubani
yuppps
Eva Rubani
semangat Icha..
Eva Rubani
lanjut..
Eva Rubani
buat keputusan
Eva Rubani
kepo ibu mertua hehe..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!