Sequel dari {Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda}
Diana Ayu Puspita, Wanita cantik dari desa itu, di lamar oleh seorang Preman, yang tidak dikenalnya.. dan Seolah takdir. mereka selalu bertemu, dan disetiap pertemuan. dia selalu dikejar oleh pria itu. untuk menerima lamarannya
Rafael Widjaya Alexandre. Pria tampan tapi seorang Preman. yang mempunyai suatu rahasia tiba-tiba melamar seorang gadis Desa.
Simak ceritanya, Bang Rafael yang berubah jadi Preman? Ada apakah dengannya ini!. Langsung baca ya gaes dan juga dukung karya ini🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
''Mas...'' Diana memanggil Alex suaminya
''iya sayang....'' sahut Rafael yang lagi menggoreng kentang. katanya istrinya ini mau kentang goreng buatannya
''Mass cepetan dong buatnya?'' kata Diana lagi mungkin ia sudah tidak sabar
''iya. sabar dong ini juga sudah jadi kok'' sambil membawa kentang goreng di nampan. Lalu Rafael segera menyimpan nya di meja depan Diana..
Rafael ikut duduk di samping sang istri,
''hmm kayaknya ini enak banget mas?'' sambil mencium aroma kentang nya
''Ya sudah pasti dong Ay.. apa kamu lupa aku ini seorang Apa?'' kata Rafael
''Iya deh yang sukses jadi chef udah gak jadi preman lagi nih ceritanya?'' meledek Rafael
''iya udah nggak. kan udah dapet bidadari nya juga'' balas Rafael terkekeh
Lalu setelah cukup dingin Rafael segera menyiapkan kentang goreng buatannya Kepada Diana.. Diana segera membuka mulutnya dan menerima suapan dari Rafael
''Amm...hmm enak banget mas''
''kamu suka Ay?''
Diana mengangguk kan kepalanya ''Suka banget ih beneran ini Enak banget mas..'' sampai yang baca ikut ngiler tuh mas, hehe
''aku senang kalau kamu suka''
''iya makasih ya mas, kamu udah mau capek-capek buatin ini untuk aku''
''Itu sudah pasti akan mas lakuin. untuk kamu, dan mas gak merasa capek'' kata Rafael
''Em sebagai gantinya mas, mau di buatkan sesuatu oleh aku juga gak?'' Diana menawarkan
Rafael tampak berpikir. Lalu dia tersenyum lebar dan menatap Diana
''Adaa''
''Apa mau di buatkan apa nih?'' tanya Diana
''Bukan makanan sih Ay. Tapi yang plus-plus'' celetuknya
''Hah yang plus-plus. maksudmu itu?'' dengan tangannya ia Seolah memberi tanda kutip
''nah iya itu''
''nanti?''
''Ya sekarang dong Ay''
''Ih mas Alex tapi ini kan masih pagi'' ingin protes
''Ya gak apa-apa lah sayang. bagi yang sudah halal mah gak ada aturannya sayang''
''Ih itu mah maunya kamu aja sih mas''
''lah bukannya kamu juga suka Ay?'' sambil mengejek
''Ihh kamu nyebelin mas, bukan aku yang suka yang mau. Tapi anak kamu nih'' memberi alasan dengan membawa-bawa anak yang bahkan belum mengerti dan tidak berdosa. Diana Diana
''Yaudah tapi mau kan?'''
''masih pagi'' protes
''Gak apa-apa. gak masalah''
''Malu sama Momy'' kata Diana dengan suara pelan . iya karena Momy Alex lagi menginap di rumah mereka
''Momy masih di minimarket sayang''
apa sih kayaknya mas Alex ngebet pengen banget ya?
Diana terdiam, dia takut nya saat lagi itu. tiba-tiba Momy memanggil nya atau memanggil Rafael terus gimana coba?
''Ay malah bengong kamu. sudah jangan pikirin Momy. itu nanti urusannya mas'' Kata Rafael meyakinkan
''Yaudah..'' menyetujui
dengan sigap Rafael langsung menggendong Diana ala bridal style...
Tapi belum sempat mereka pergi ada yang memergoki rupanya..
''Ups.. sorry lihat'' ucapnya dengan suara keras lagi
dan ia pura-pura menutup mata dengan tangan
''Aduh mas itu ada Mira'' kata Diana panik
''Astaga mau ngapain sih tuh anak menganggu banget'' umpat Rafael. bisa gagal nih bertarung nya! mengomeli
''Mas turunin aku'' suruh Diana
Rafael pun menurunkan lagi Diana,
lalu setelah itu Mira berjalan dan duduk dihadapan dua sejoli ini dengan menenteng keresek ditangannya
''Mau ngapain kesini?'' si kakak berubah ketus
''Ih ketus banget kamu kak. aku kesini tuh udah berbisik hati, bawain ini'' Ucap Mira sambil menunjuk yang dia bawa
''Emang bawa apaan?''
''Nih . aku kesini bawain pesanan kakak ipar'' Mira pun mengeluarkan isinya yang rupanya itu adalah buah semangka Korea . kebetulan Diana sedang mengidam ingin semangka Korea. dan Mira pun membawakannya. Tapi lihat sambutan dari sang kakak malah seperti ini?
''Buah semangka?'' sambil melihat bergantian pada buah yang Mira bawa lalu pada Diana
Diana hanya cengengesan.. dia lupa kalau dia sedang menunggu kedatangan Mira juga, tapi lupa mengabari suaminya ini..
''Ay..'' meminta penjelasan
''Maaf mas, aku lupa ngasih tau. Mira akan kesini sekarang. bawain semangka pesanan aku ini'' masih dengan cengengesan nya dan ada rasa bersalah juga
Hah.
Rafael sampai membuang nafas panjang....
''Kenapa bisa kebetulan yang seperti ini.. bisa pusing kepala gue'' kata Rafael setengah mengumpat
''Pusing kenapa sih kak.. Lo ngidam juga jangan-jangan?'' pura-pura tidak mengerti
''Ah tau lah... berat berat'' Ucap Rafael sambil berlalu ke kamarnya..
Mira dan Diana saling tertawa melihat tingkah Rafael. Yang gagal buka duren.. Ehh
''Maaf ya kak. pasti tadi itu aku ganggu'' Ucap Mira pada Diana
''Nggak apa-apa kok Mir'' balas Diana sambil tersenyum
''OH iya tadi itu kalian beneran lagi mau anu anu ya kak?'' ah rupanya Mira jadi penasaran juga. dasar adik gak akhlak emang nih!
Diana gelagapan di tanya seperti itu oleh adik iparnya ini.. antara malu dan emang bener adanya.
''Yaudah gak perlu di jawab kak.. aku tahu kok jawabannya '' sambil tertawa
rasanya Diana ingin tenggelam saja. untuk menyembunyikan wajahnya. Tapi dia masih mau hidup sih!
Setelah lelah memikat hal yang ke anu-anu an .
mereka pun memakan semangka yang s
Diana inginkan.. bahkan Rafael juga sampai ikut makan.
Malam harinya,
karena Daddy Rafael sedang berdinas di negri orang. Jadi sekarang Mira dan juga Momy menginap lah di rumahnya Rafael..
dan seperti hal yang lumrah. sebelum tidur di wajibkan untuk makan malam bersama terlebih dahulu.
Maka mereka sekarang sedang menyantap makan malamnya!
''Raf...'' panggil Momy
''iya Mom'' balas Rafael menoleh
''momy sama Mira adik kamu. apa gak ganggu nih kita tidur disini?'' tanya Momy tiba-tiba
sampai Diana tersedak makannya ''Uhukk uhuk-''
Rafael dengan sigap memberikan minum untuk sang istri.. Tapi matanya ia fokuskan Kepada sang adik. Yang pura-pura polos itu.
''Momy ngomong apa sih.. sudah pasti kita gak keberatan Momy mau menginap disini'' jawab Rafael
''Kok cuma Momy doang. aku gak di sebut sih kak?'' Mira akhirnya bersuara dan protes
''Tanpa di undang pun kamu pasti datang kan''
''eh jangan salah ya . ingat aku kesini karena bawain pesanan anak mu tuh'' membela diri
''Lalu kenapa ngadu?'' menyindir Mira
''Ngadu? siapa yang ngadu aku tidak mengerti?'' mengelak
Rafael ingin bersuara lagi. Tapi Diana mencegah nya, ''Mas, sudah '' sambil menggeleng pertanda Rafael jangan lagi bicara
Momy sih hanya asyik menyantap makanan nya. dia sudah terbiasa melihat pemandangan ini.
''Oh ya si Radit kapan ngajak kita bertemu dengan keluarga nya?'' tanya Rafael . sekarang dia jadi serius
''Kalo tidak sibuk . Minggu ini kak, kita di undang ke rumahnya'' balas Mira
''Oh gitu. semoga kakak dan Daddy juga sedang tidak sibuk. biar kita bisa bertemu dengan mereka
''iya..'' balas Mira