Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JENDRAL DAN PUTRA MAHKOTA BERTEMU GUANG MANYUE.
Walaupun banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, namun karena dia tidak tahu pada siapa, karena dia tahu kalau hanya dia yang mendengar suara itu, akhirnya Pangeran Huang hanya bisa menekan di dalam hatinya
(Sebenarnya suara siapa itu...mengapa semua pembicaraan mereka tentang penyakitku benar adanya. Dan aku merasa kalau suara itu suara seorang gadis dan anak kecil. lalu Apakah semua yang dia katakan tentang Putra Mahkota dan Pangeran kedua benar adanya . Lalu apakah benar dia bisa menyembuhkan aku ..? Benarkah mereka bisa melihat masa depan...tapi Kenapa hanya aku saja yang bisa mendengar suaranya.?) ucapnya dalam hati. Mereka berdua bersama para pengawal melanjutkan langkah mereka menuju lantai atas .
Langkah kaki Pangeran Huang dan Putra Mahkota mulai kembali melangkah di tangga menuju lantai atas tempat biasa mereka tempati saat berada di restoran ini . Restoran ini ada tiga lantai. Lantai pertama bagi masyarakat menengah keatas. Lantai Dua ruang kamar pribadi bagi mereka yang ingin memesan dan mampu membayar harganya . Dan lantai ketiga, khusus bagi anggota istana.
Dan saat ini sudah tersedia ruang khusus bagi Putra Mahkota dan Pangeran Huang seperti biasanya saat mereka datang ke tempat ini . Pemilik sudah menyiapkan ruangan itu dengan sangat baik . Dua pria itu sekarang menuju Lantai tiga. Namun saat langkah mereka berada di lantai dua, tiba -tiba Pangeran Huang berkata.
" Apakah di lantai dua ini masih ada ruang pribadi yang kosong..?" Tanya Pangeran dingin itu pada sang pemilik Restoran yang sejak tadi mengikutinya . Dia memang sengaja menyambut dan mengantar sendiri Dua Pangeran kebanggaan Kerajaan Gongyun ini.
" Masih ada Yang Mulia.. Apakah anda ingin memesan di lantai dua ini...." Ucap sang pemilik dengan senyum menjilat di bibir tuanya.
"Antarkan aku ketempat itu. Terutama ruang yang menghadap ke lantai bawah..." Ucap Pangeran Huang dengan wajah datar.
"Sangat beruntung Yang Mulia... kebetulan kamar yang anda ingini Masih ada Yang Mulia... " Jawab sang Pemilik Restoran.
(Untung saja ruangan itu ada. Tadi pagi yang memesan tempat itu tiba-tiba mengurungkan niat mereka. Dan sekarang Pangeran dingin ini ingin menggunakan tempat itu.
"Paman...bukannya kita telah memesan ruangan di lantai Tiga seperti biasanya ...?" Tanya Putra Mahkota Yun Ji Dan dengan wajah heran.
"Aku ingin memesan di lantai ini saja. Sesekali merubah suasana..." Ucapnya datar. Namun Putra Mahkota merasa sedikit kejanggalan akan perubahan itu. Sebab Pangeran Huang sangat tidak suka akan keramaian. Dan tempat yang paling di sukai Pangeran Huang ada di lantai tiga. Jauh dari lantai satu yang cukup ramai. Namun mengapa Paman dingin yang satu ini tiba-tiba memilih lantai Dua ini..?Apalagi yang bisa melihat kearah lantai satu . ada apa ini..? Seolah sang Paman menyimpan rahasia yang ada di lantai satu.
"Baiklah , keponakan Paman yang baik hati ini akan mengikuti kemauan Paman dingin ku. Walaupun aku tidak tahu , mengapa paman yang tidak suka keramaian tiba-tiba memilih tempat ini. Pemilik Restoran.. Tunjukkan tempat yang di ingini paman kecilku.." Ucap Putra Mahkota sambil tersenyum menatap sang Paman yang tetap diam dan acuh sambil melihat lantai bawah sebentar.
Segera Pria paruh baya itu membawa sang Jendral dan Putra Mahkota menuju kearah ruang kusus yang ada dilantai Dua. Ternyata ruangan itu berada di ujung deretan ruang Pribadi di lantai Dua. Namun tempatnya terlihat memang strategis. Ruang pribadi tersebut memiliki jendela besar yang menghadap keluar kearah jalan di depan restoran. dan juga jendela besar yang menghadap lantai bawah. dari ruangan itu bisa melihat kearah jalan yang ada di luar restoran. Tapi juga bisa melihat kearah lantai dasar dengan sangat leluasa. karena itu banyak pelanggan yang memesan kamar tersebut. apalagi jika ada perataan di ibukota.
Dan saat mereka sudah berada di dalam ruangan tersebut, Jendral Huang Memilih duduk di dekat jendela . Dari sana dia bisa melihat lantai dasar dengan leluasa. Dari tempat dia duduk , Dia bisa melihat seluruh ruangan lantai dasar. Dia juga bisa melihat siapapun yang masuk dan keluar dari tempat itu. Setelah Putra Mahkota memesan makanan yang akan mereka makan , Para Pelayan dan sang Pemilik restoran segera keluar dari ruang khusus tersebut. Setelah melihat kepergian para Pelayan dan pemilik Restoran, kini hanya tinggal mereka berdua di tempat itu . Sedangkan pengawal Istana berada di luar ruangan.
" Paman kecil..Kenapa kita duduk disini. Bukankah tempat kita ada di lantai tiga..? Apakah ada sesuatu yang membuat Paman kecil merubahnya..." Tanya Putra Mahkota yang sejak tadi ingin menanyakan perubahan tempat oleh sang Paman . Sejak Jendral Agung Huang Yutian ( sang Paman kecilnya) bertanya ruang khusus di lantai Dua, dia heran dan ingin segera bertanya. Namun karena masih ada pemilik Restoran dan para Pengawal, Putra Mahkota menahan keinginannya. Dan karena sekarang mereka sudah tinggal berdua, karena itu Putra Mahkota berani bertanya.
" Tidak ada... " Ucapnya datar dan singkat. Namun Putra Mahkota bisa melihat wajah dingin itu selalu terlihat menatap ke arah lantai dasar.
" Benarkah.. Atau ada sesuatu yang membuat Pamanku ingin duduk di sini..!"Ucap Putra Mahkota dengan nada menggoda. Memang hubungan Putra Mahkota dan juga Pangeran ketuju adik kandungnya, yang paling memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Huang Yutian di antar tuju Putra Kaisar Yun . Karena itu, hanya Putra Mahkota kah yang berani berbicara dengan santai dan menggoda. Namun sang paman diam tak menanggapi ucapannya.
"Paman Tian... Apakah ada seseorang yang membuatmu memilih tempat ini... ? Tempat ini aku rasa agak berisik lo.., tapi mengapa Paman Tian ku tiba-tiba mau memilih tempat ini.. " Ucap Putra Mahkota kembali dengan nada menggoda.
" Diamlah... " Ucap Pangeran Huang dingin. Jawaban itu bukannya membuat Putra Mahkota marah atau takut , dia malah tertawa pelan.
" Baiklah aku diam.. Tapi jika paman kecil perlu bantuan, bilang saja padaku ya.. aku ini Keponakan terbaikmu lo..." Ucap Putra Mahkota dengan nada santai . Terdengar geraman pelan bernada kesal dari mulut Pangeran Huang . Melihat kekesalan sang Paman, Putra Mahkota tertawa pelan. Dan Akhirnya dia memilih ikut melihat kearah bawah. Dan tanpa sengaja dia melihat seorang wanita dengan pakaian sederhana berwarna putih tukang . Namun Putra Mahkota tahu kalau bahan baju itu adalah bahan berkualitas sangat baik. Wanita itu memakai cadar menutupi wajah senada dengan pakaian yang dia kenakan . Dari jarak jauh, Putra Mahkota bisa merasakan aura dingin tapi membawa keanggunan. Dari tempat mereka berada, Putra Mahkota tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu. Namun sikapnya sangat tenang dan anggun membuat mata seakan enggan berpaling . Dia sedang makan bersama dua wanita lain yang penampilannya sangat sederhana. seperti mereka berdua pelayan dari gadis tersebut . Dari penampilan wanita itu dia yakin kalau wanita itu majikan dari dua Wanita di depannya.
(Gadis itu... Apakah dia sedang makan bersama dua pelayannya.. Ataukah dia juga seorang pelayan. Tidak, itu tidak mungkin... Sebab dari bahan pakaian, dan juga sikap dan tingkah lakunya, aku yakin dia bukan pelayan. Dan kedua wanita itu juga sangat sopan pada gadis itu. Walaupun terlihat mereka cukup akrab. Kalau memang mereka majikan dan Pelayan, benar- benar membuatku kagum. Seorang Tuan mau makan semeja dengan pelayannya. Benar- benar gadis unik...) ucap Putra Mahkota sambil nasih menatap kearah lantai dasar.
Sedangkan di lantai dasar sendiri, terlihat kelompok Guang Manyue baru selesai makan bersama pelayan dan pengawalnya. Mereka bersiap keluar dari Restoran tersebut .
" Setelah ini kita akan pergi kemana lagi Nona.. " Tanya Ansi sambil menatap Manyue.
" Kita langsung pulang saja. Sepertinya kita sudah lama keluar . Oh ya An.. Saat kau membayar nanti, belikan makanan untuk Paman Dao , aku lupa meminta pelayan tadi memisahkan makanan untuk Paman Dao dari makanan untuk pelayan di rumah.. Kasihan dia.. Kita tadi lupa mengajak dia makan...pasti dia lelah menunggu kita di kereta. dan pesankan agak berlebih, mungkin nanti dia akan membawa pulang makanan itu..." Ucap Manyue sambil berdiri dari kursi yang dia duduki .
" Baik Nona... " Jawab Ansi yang langsung berdiri dan pergi lebih dahulu . Sedangkan Manyue bersama kedua pengawal dan Juya berjalan keluar Restoran . Tapi yang tidak di ketahui Guang Manyue adalah, pembicaraan mereka terdengar oleh telinga tajam Jendral Huang . Pria itu mengenali suara Guang Manyue yang persis dengan suara gadis yang dia dengar tadi. . Segera mata tajamnya menatap ke arah Lantai bawa. Tetapi sikapnya tetap terlihat tenang dan Dingin. Hingga Putra Mahkota yang ada di dekatnya tidak menyadari ketegangan sang Jendral.
Dengan cepat Dia menemukan tempat Guang Manyue . Dia melihat ada tiga gadis yang duduk dalam satu meja. Salah satu dari mereka terlihat memakai cadar di wajahnya. Namun Pangeran Huang bisa melihat tatapan tajam dari mata indah itu terlihat sangat tenang dan lembut. Namun terlihat ketegasan di matanya . Pangeran Huang bisa melihat itu, karena tempat dia duduk persis berhadapan dengan wajah gadis itu. Ketajaman matanya bisa melihat dari jarak jauh tempat mereka duduk .
Terlihat gadis bercadar itu sedang berbicara dengan salah satu wanita yang ada di depannya. Dia kaget saat mendengar pembicaraan mereka. Karena jelas sekali kalau dua wanita di depan gadis itu adalah Pelayannya.
(Menarik.. Ternyata Dia gadis yang sejak tadi aku dengar suaranya. Tapi mengapa hanya aku saja yang mendengar ucapannya, kenapa Putra Mahkota dan yang lain tidak mendengar..apakah karena ketajaman pendengaran ku..? Sepertinya tidak... Kata-kata gadis itu sangat tajam dan berbahaya. Jika mereka semua mendengar, pasti terjadi kehebohan . Apalagi jika itu Putra Mahkota yang mendengar , pasti dia marah dan menangkap gadis itu. kalau di bilang tidak mendengar suara itu karena suara itu terdengar pelan, itu malah tidak mungkin, karena aku bisa dengan sangat jelas mendengar suaranya. Apalagi mereka yang ada di dekatnya. Lalu mengapa mereka diam saja. Sepertinya semua orang yang ada di ruangan ini tidak bisa mendengar ucapan gadis itu . Aneh.. Ini benar-benar aneh. Lalu siapa sebenarnya gadis bercadar itu. ) ucap Pangeran Huang yang dengan serius menatap kearah kelompok Guang Manyue. Tak berapa lama terlihat mereka berdiri setelah pelayan yang dia suruh telah pergi. Gadis itu bersama wanita yang ada di depannya berdiri lalu pergi, dan dua Pria seperti pengawal yang duduk di meja yang ada di sebelah meja gadis itu berjalan di belakang Guang Manyue dengan sikap melindungi. Mereka berjala ke arah pintu keluar, .
(Menarik...sepertinya gadis ini beda dengan gadis yang pernah aku lihat. Sepertinya dja tak membedakan status para bawahannya. Dia mau makan bersama orang - orang rendah yang bersama dia . Tanpa melihat status mereka. Sangat menarik.. Dan aku yakin kalau suara yang aku dengar tadi milik gadis itu. Lalu dengan siapa dia berbicara tadi . Tidak mungkin kalau dia tadi berbicara dengan salah satu pelayannya . Suara itu seperti suara gadis kecil. Sedangkan diantara mereka tidak ada gadis kecil...) ucap Pangeran Huang dengan wajah heran . Dan dengan suara telepati Dia menyuruh pengawal bayangan juga sekaligus pengawal kepercayaannya untuk menyelidiki gadis bercadar tersebut .
"Cari tahu, siapa gadis bercadar yang baru saja keluar dari restoran ini.." Ucapnya datar.
"Baik Yang Mulia... " Tanpa di ketahui siapapun itu, pengawal bayangan segera pergi dari restoran tersebut. Sedangkan Putra Mahkota yang melihat pamannya diam sambil menatap ke satu arah di lantai bawah , segera ikut melihat ke arah tatapan sang Paman. Dan Dia melihat kalau tatapan sang Paman terarah ke arah kelompok orang yang berjalan keluar restoran. Dan di dalam kelompok itu terlihat gadis bercadar tadi yang sedang melangkah keluar bersama wanita yang tadi bersama gadis itu. dan juga dua pria yang memakai seragam pengawal. Dan dia ingat, kalau kedua Pria itu tadi , duduk di meja sebelah gadis itu.
( Benar dugaanku, kalau gadis itu sedang makan bersama pelayannya. Dan ternyata dia juga mengajak pengawalnya makan bersama. Menarik.. Sangat menarik. Baru sekarang aku melihat seorang majikan mau makan bersama pelayannya dan Pengawalnya. Gadis dari keluarga mana dia.. Benar- benar menarik..ee tapi tunggu dulu..kenapa Paman kecil menatap kearah gadis itu dengan serius, apa dia mengenal gadis itu.. Apakah gadis itu yang membuat Paman memilih tempat ini...? Waah..aku jadi penasaran..) ucap Putra Mahkota dalam hati. Dia lalu melirik kearah tempat sang Paman . Dia melihat wajah Paman Kecilnya terlihat tenang. Namun tatapannya tajam kearah gadis yang sedang berjalan keluar dari lantai dasar Restoran itu.
Setelah sampai di Luar Restoran , Guang Manyue dan rombongannya segera melangkah pergi kearah pintu gerbang setelah Ansi terlihat keluar dari Restoran dengan membawa bungkusan makanan.
Sesampainya mereka di tempat kereta berada, mereka melihat paman Dao sedang duduk dengan santai di bawa pohon dekat dengan kereta dan kuda mereka. Melihat Putri majikannya datang, Buru- buru paman Dao berdiri. Dan saat Ansi memberikan makana untuknya, Paman Doa kaget. Mendapatkan makanan dari sang Nona, terlihat Kusir tua itu terharu. Dengan gembira dia mengucapkan terimakasih.
Ketika mereka sampai di rumah kediaman sang Jendral, ternyata hari sudah menjelang petang hari , mereka segera berjalan menuju kediaman taman Anggrek. Ketika sampai di taman , mereka melihat kelompok Feng Li Nan berada di taman. Sepertinya gadis itu sengaja menunggu kedatangannya. Dan ketika mereka lewat, terdengar suara Feng Li Nan menyapa.
" Adik.. Kau baru pulang.. Aku kira kalian tadi tersesat.. Sampai selarut ini kau baru pulang.." Ucap Feng Li Nan sambil menatap ketiga wanita di depannya dengan wajah sinis.
"Hanya pergi ke Pasar saja, kenapa aku harus tersesat, bukankah kami pergi bersama pengawal... " Ucap Guang Manyue datar .
" Ooh aku lupa..Benar apa katamu , mana mungkin kau akan tersesat kalau ada pengawal yang menjagamu , tapi kenapa kau begitu lama baru kembali,dan sepertinya kau begitu banyak berbelanja..." Ucap gadis itu dengan nada menyindir . Guang Manyue tahu kalau kalimat itu sindiran yang terucap dari mulut Wanita itu.
" Apapun yang aku beli, bukan urusanmu kan..?. Atau kau mau mencari bahan untuk memfitnah ku lagi..? " Ucap Manyue dingin. Terlihat wajah Feng Li Nan kaget, tak lama memerah karena marah. Namun itu hanya sebentar saja. Dan tak lama dia berkata.
" Adik.. Kenapa kau begitu marah, apakah aku salah bertanya..? Atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami .. ? "Ucapnya dengan nada lembut namun dengan sangat jelas kalau perkataanya terdengar sinis. Dan semua orang tahu, kalau kalimat itu sengaja memprovokasi Guang Manyue. Mendengar ucapan Feng Li Nan, Ansi yang tahu sifat jahat gadis itu terlihat cemas. Dia takut sang Nona akan masuk perangkap jahat wanita itu.
"Siapa bilang aku marah, atau kau sendiri yang marah. Kau marah karena Ibu dan Nenek mengijinkan aku pergi.? Dan mereka juga memberiku uang untuk aku habiskan..." Ucap Manyue dengan nada mengejek . Tentu saja kalimat itu mengenai titik sensitif Feng Li Nan. Karena apa yang di ucapkan Guang Manyue memang kenyataan yang ada di dalam hatinya. Dan itu membuat Feng Li Nan tersulut emosi yang sejak tadi sudah Dia tahan.
"Sialan..Dasar wanita desa bodoh dan sok pintar. Kau fikir siapa kau ha.. Berani sekali kau menghinaku.. Kau fikir hanya karena mendapatkan sedikit perhatian dari Ibu dan Ketiga kakak serta Nenek, kau sudah besar kepala. Kau sudah merasa kalau kau Putri Jendral Feng yang mereka sayangi...? Dasar wanita tak tahu diri. Sampai kapanpun juga, kau tidak akan pernah bisa merebut mereka dari ku. Kau itu hanyalah wanita kampung bodoh dan tak tahu diri..! Jangan harap kau bisa merebut kasih sayang mereka dariku. Mimpi...!" Teriaknya marah. Selain karena sudah menahan kemarahan beberapa hari ini , dan juga peristiwa tadi pagi yang membuat dia tertekan dan sangat marah , kini gadis sialan ini terlihat berani padanya. apalagi di tambah dengan kepergian sang ibu keluar rumah tanpa mengajak dia seperti biasanya. Dan Ketiga kakaknya belum pulang. kesempatan inilah yang dia gunakan untuk menekan Guang Manyue seperti biasanya. Dan Dia akan membuat Fitnah bagi Guang Manyue. Dan Dia yakin kalau Mereka akan kembali menghukum gadis sialan itu.
"Hei kenapa kau marah... Apakah semua yang ku ucapkan itu benar adanya..? Dan soal aku ingin merebut kasih sayang dari mereka, kau salah.. Aku sudah tidak butuh lagi kasih sayang mereka. Ambil saja kalau itu membuatmu bahagia.. Dan aku yakin mereka akan sangat senang memberikan kasih sayang mereka padamu.. " Ucap Guang Manyue acuh. Tentu saja ucapan Guang Manyue membuat Feng Li Nan semakin marah.
" Brengsek dasar wanita sialan. jangan sombongnya Kau...Kalau kau memang tidak menginginkan perhatian dan kasih sayang mereka, lalu kenapa kau tidak pergi dari sini ha. Untuk apa kau tetap tinggal di kediaman ini .. Dasar munafik..! kalau kau memang tidak butuh, pergi saja dari sini..." Teriak Feng Li Nan marah , kesal dan benci menjadi satu . Dia menatap Guang Manyue dengan tatapan seolah ingin membunuh gadis itu.
"Itu suka - suka aku lah. ..Tapi kalau kau menginginkan aku pergi dari rumah ini, cukup kau suruh kakak atau ibu kesayanganmu itu mengusir ku dari kediaman ini, dengan sangat senang hati aku akan pergi .. "Jawab Guang Yue.
"Kau..Kau.." Terlihat Feng Li Nan tak bisa menjawab ucapan Guang Manyue karena terlalu marah . Melihat itu, Guang Manyue mengajak kedua pelayannya melanjutkan langkah mereka menuju Rumah tinggal mereka . yang memang tidak terlalu jauh dari taman itu . Dan dengan dagu terangkat kedua pelayan Guang Manyue berjalan mengikuti sang Nona.
Sesampainya di rumah tinggal mereka, Ansi dan Juya terlihat bahagia. Mereka berseru dengan gembira.
"Hebat Nona... Kali ini anda menbuat hamba bahagia dan bangga. Sekarang hamba tidak lagi melihat majikan hamba seorang wanita lemah yang mudah di tindas wanita jahat itu. !" Seru Ansi dengan wajah gembira. Andai tidak di katakan kurang sopan dan kurang ajar pada Nona nya, rasanya Ansi ingin memeluk erat sang Nona.
"Benar kata Ansi Nona..hamba melihat anda sangat hebat. Kali ini anda bisa membuat wanita jahat itu tak bisa menjawab ucapan anda. Dan hamba bisa melihat wajah wanita jahat itu sangat marah . tapi apakah perbuatan Nona tadi tidak berbahaya. Apakah Ibu dan kakak anda tidak akan memarahi anda.." Ucap Juya dengan wajah khawatir.
"Tidak usah khawatir akan kemarahan mereka . aku tahu apa yang telah aku perbuat. Seandainya mereka mengusirku dari kediaman ini karena membela gadis itu, Dengan senang hati aku akan segera pergi dari tempat ini. Ya sudah, sekarang lebih baik kau bagikan makanan dan baju pada teman kalian. Aku akan masuk kedalam kamarku. Siapkan saja air mandi untuk ku. Tolong airnya nanti agak panas..." Ucap Guang Manyue.
"Baik Nona..." Segera Guang Manyue masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Juya dan Ansi segera membagikan baju dan makan yang sengaja mereka belikan untuk mereka tadi . Tentu saja pemberian itu membuat mereka bahagia sekaligus terharu .
" Apakah Nona memang sengaja membelikan ini untuk kami An..? " Tanya lusi kepala pelayan yang baru di angkat oleh Guang Manyue.
" Tentu saja.. Saat kami sampai di toko pakaian, Nona Manyue langsung menyuruh ku dan Juya memilihkan pakaian ini untuk kalian semua. Dan juga Makanan ini, Nona sendiri yang memilih dan memesan dari restoran besar yang terkenal di kota ini . " Ucap Ansi bangga.
"Benarkah..?Jadi kalian tadi masuk restoran terkenal itu..? " Tanya Yi An tak percaya.
"Tentu saja.. Aku pun tadi kaget bukan main. Aku seakan tak percaya kalau aku bisa juga masuk dan makan di tempat semewah itu. Banyak pengunjung yang memperhatikan kami. Tapi Nona Manyue dengan tenang mengajak kami duduk bersama. Begitu juga dengan Pengawal Gu dan San. Mereka duduk bersama kami juga... " Ucap Juya dengan bangga.
"Mendengar ceritamu aku jadi iri... " Ucap Yi An sambil menatap keduanya dengan wajah di buat sedih. Tapi Juya tahu kalau Wanita yang umurnya lebih tua darinya ini tidak muda memiliki sifat iri dan cemburu . dia tahu kalau Yi An hanya menggoda dan bercanda.
" An..Bukankah kami baru saja bekerja di sini. Kenapa Nona Manyue sudah membelikan kami baju baru.. "Ucap Li Si salah satu pelayan baru dengan wajah tak percaya.
"Itulah sifat majikan kita, wanita itu lembut dan baik hati. Dia sudah menganggap kita sebagai keluarganya. Karena itulah kita wajib menjaga kepercayaannya pada kita.. " Ucap Ansi.
" Benar kata Ansi, kita harus menjaga kepercayaan Nona kita dengan sangat baik . Dan kita harus selalu membela dan mendukung Dia. juga harus melindungi dia dari kejahatan Nona Feng Li Nan. Jangan sampai kita di pengaruh oleh Dia.. " Ucap Juya menambahkan .
" Kami pasti melakukannya. Tapi siapa Nona Feng Li Nan itu.. " Ucap pelayan yang lain. tentu saja mereka belum tahu siapa Feng Li Nan. karena mereka budak yang baru Nyonya Lu beli.
"Dia dulu putri palsu keluarga ini. Nona kita saat bayi dulu di tukar oleh seseorang dengan gadis palsu itu. Kalian harus hati- hati dengan wanita jahat ini . Sejak awal Nona kita datang, dia selalu memfitnah dan menyakiti Nona Kita. Hingga membuat Ibu dan ketiga kakaknya membenci Nona Manyue. Tapi akhir- akhir ini sikap Ibu dan ketiga kakaknya sudah banyak berubah . Seolah mereka telah menyadari kesalahan mereka. Hingga sekarang mereka menempatkan Nona Manyue di rumah ini..." Ucap Ansi menjelaskan.
"Waa...wanita yang tak tahu diri. Kalau begitu kita harus melindungi Nona Manyue dari kejahatan wanita jahat itu. " Ucap pelayan yang lain.
"Ya sudah ayo kembali bekerja. Tapi sebelum itu, makan dulu makanan yang di belikan Nona Manyue..." Ucap Ansi.
Setelah menerima Baju dan makanan pemberian Guang Yue, mereka menemui gadis itu untuk mengucapkan terimakasih. Lalu segera menyiapkan air panas untuk mandi sang Nona.
@@@
Sedangkan Feng Li Nan yang di tinggalkan dj taman , mengepalkan tangannya erat karena menahan kemarahan. hingga tanpa dia sadari melukai telapak tangannya . Telapak tangan lembut itu terlihat Luka kecil berdarah. dan Feng Li Nan tak sadar akan hal itu.
" Baik kalau itu maumu aku akan mengatakan semua ini pada ibu dan Kakak. Dan saat kau di usir dari rumah ini, kau akan tahu betapa kejamnya kehidupan gadis yang di buang. " Ucapnya dengan nada sangat kesal, benci dan juga marah menjadi satu . Akhirnya dia membawa para pelayannya kembali ke tempat tinggalnya ,
Dengan kemarahan menumpuk di dadanya.
🪭🪭🪭
Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya.
Bersambung.