Kita Sama sebagai seorang Abdi Negara, mengabdi untuk Negara tercinta. Dimana dengan seragam yang kita kenakan di baliknya ada sebuah tanggung jawab.
Di balik seragam kita, ada Cinta yang tulus selain untuk Negara , Cinta untuk kamu Abdi Negara pujaan hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banyak Rahasia Yang Belum Terungkap
" Kamu kemana saja, Abang hubungi kamu tapi nggak aktif? " Tanya Dimas saat Annisa sampai.
" Ada apa Abang cari Saya? " Tanya Annisa kembali bertanya sambil memasuki rumah Dinas nya.
" Ibu kemana saja, Saya khawatir sama Ibu?" Tanya Bi Asih saat melihat majikan nya datang.
" Saya nggak kemana - mana Bi hanya ingin sendiri saja." Jawab Annisa.
" Ibu mata nya kenapa? "
Dimas langsung menatap Annisa melihat mata nya terlihat sembab, dan berpikir hati nya sedang bersedih karena kasus yang menimpa Arka.
" Saya ingin sendiri." Ucap Annisa langsung memasuki Kamar nya.
" Maaf kan Ibu ya Pak."
" Kalau ada apa - apa hubungi Saya Bi."
" Baik Pak."
Sedangkan di dalam kamar Annisa kembali menangis, mengingat akan Shakira yang kini entah dimana.
Hiks... hiks.. hiks...
" Sayang kamu dimana Mamah kangen."
Dimas menatap pintu kamar Annisa, lalu melangkah keluar dan saat tepat di teras rumah beberapa Wartawan mendekati Dimas.
" Apa yang sedang Bapak lakukan disini? "
" Apakah kedatangan Bapak kesini untuk memberikan support untuk Ibu Annisa? "
" Bagaimana tanggapan Bapak mengenai kasus yang menimpa kekasih mantan istri Bapak? "
Rangkaian rentetan pertanyaan pada Dimas, dan mantan suami Annisa ini hanya diam dan melanjutkan langkah nya menuju ke arah motor nya.
" Apakah Bapak tidak mau menjawab satu saja dari berbagai pertanyaan dari kamu? "
Ucap Salah satu Wartawan.
" Seperti nya kita disini dari kemarin nggak akan mendapatkan berita satu pun." Ucap seorang Wartawan perempuan.
" Iya mending kita cari info tempat lain saja." Ucap seorang Wartawan pria.
******
" Bagaimana tanggapan Ibu Dokter mengenai kasus yang menimpa kekasih dari mantan istri Pak Dimas? "
" Yang jelas Saya perihatin apa yang menimpa nya, dan Saya sebagai wanita pasti sangat kecewa dan sedih." Ucap Siska pada Wartawan.
" Apa Ibu tidak cemburu kalau Pak Dimas memberikan perhatian pada mantan istri nya?"
Siska terkejut saat Wartawan mengatakan nya, dan seolah menutupi keterkejutan nya Siska tetap tersenyum ke arah Wartawan tersebut.
*****
" Bunda Ayah, tolong katakan sama Dimas, untuk tidak mendekati lagi Annisa. Hargai Saya sebagai calon istri nya yang hanya hitungan hari." Ucap Siska yang emosi di depan Pak Ibrahim dan Ibu Riana.
" Memang nya Dimas apa yang dia lakukan sama Annisa? " Tanya Pak Ibrahim.
" Ayah, Wartawan memergokinya setelah menemui Annisa. " Jawab Siska.
" Nanti Ayah tegur."
" Jangan nanti Ayah tegur, harus Ayah Saya nggak mau menjelang hari pernikahan malah ada kabar miring."
*******
" Kamu harus jaga perasan Siska bagaimana juga dia calon istri kamu." Ucap Pak Ibrahim pada Dimas saat berkunjung di rumah Dinas Bupati.
" Iya." Ucap Dimas singkat.
" Kamu itu seperti nya bukan nya sibuk mempersiapkan pernikahan kamu tapi kayak nya sibuk memikirkan Annisa." Ucap Ibu Riana.
" Banyak sesuatu yang masih Saya tidak tahu tentang Annisa, di saat seperti ini seperti ada yang berat di dalam hidup nya. Masalah yang belum usai, kini ada lagi yang entah bagaimana rasa nya menjadi Annisa."
" Bunda ingin tanya, kenapa rasa seperti itu kamu bisa rasa kan sekarang, kenapa nggak dari dulu.Apa kamu sekarang memiliki rasa perhatian? " Ucap Ibu Riana.
" Saya sudah banyak dosa pada nya, entah Saya harus menebusnya bagaimana."
" Ingat Annisa terlihat tegar, tapi hati nya rapuh." Ucap Pak Ibrahim.
*******
" Kapan acara adat Desa kita? "
" Minggu depan pak."
" Yasudah kamu siap kan semua panitia nya."
Pak Bowo tersenyum penuh arti apa yang ada di otaknya, saat sebuah rencana tersusun.
*****
" Katakan apa yang kamu ketahui? " Tanya Dimas yang di dampingi Toni saat membesuk Jhoni.
" Saya tidak akan menjawab pertanyaan Pak Polisi." Jawab Jhoni.
" Apa kamu mau mendekam disini seumur hidup kamu, dan asal kamu tahu Arka sudah menjadi buronan, sebentar lagi Bos kamu dan anak buah nya akan tertangkap." Ucap Dimas.
" Nggak akan, kami kebal hukum. Walau Bos Arka tertangkap Bos kami Pak Bowo punya seribu cara."
" Eh apa kamu sudah bosan hidup? " Ucap Tio dengan nada menekan.
" Silahkan tembak Saya sekarang, karena percuma kalian datang lagi ke saya." Ucap Jhoni tersenyum sinis.
Toni mengambil pistol yang ada di balik jacket nya dan mengarahkan langsung ke kepala Jhoni.
" Kamu ingin mati kan, kamu suka membunuh kan, sekarang kamu akan merasakan bagaimana rasa nya di bunuh." Ucap Tio yang sedikit jarinya akan menarik pelatuk pistol nya.
Jhoni hanya diam, namun wajahnya berubah pias dan sedikit gemetar. Melihat keadaan Jhoni membuat Dimas dan Tio tersenyum.
" Sudah jujur saja apa yang kamu tahu, dari pada hari ini kamu mati sia - sia."
" Ba - baik saya akan mengaku."
" Katakan? "
******
" Secara tidak langsung mereka ingin menghancurkan Arka juga, dan Annisa juga dalam incaran bandot tua itu."
" Kita harus selamatkan Arka dulu sebelum nyawa dia terancam." Ucap Tio.
" Kita cari kemana, dia juga hilang begitu saja benar - benar pengecut." Ucap Dimas.
" Kita harus cari tahu dimana sekarang, mungkin barang bukti yang disita bisa menjadi petunjuk."
" Kita temui mereka." Ucap Dimas.
******
Dreeet.. dreeet....
Annisa meraih ponsel nya saat melihat nomer asing menghubunginya.
" Hallo. "
" Annisa."
" Bang ini kamu? " Ucap Annisa terkejut.
" Maaf kan Abang." Ucap Arka dari seberang.
" Kamu dimana Bang, mana Shakira. Kamu tega bawa lari Shakira."
" Mamah...!! " Teriak Shakira
" Sayang, kamu tidak apa - apa nak? " Tanya Annisa panik.
" Shakira baik - baik saja Mah." Jawab Shakira.
" Mamah kangen kamu sayang, apa kamu nggak kangen sama Mamah?" Ucap Annisa dengan mata yang berkaca - kaca.
" Shakira kangen, disini Papah Arka membelikan banyak mainan mah. Terus Shakira di ajak makan enak terus, sama dengerin musik di headset sama Papah."
" Syukurlah kamu bahagia sayang."
" Annisa maaf kan Abang, untuk saat ini Saya ingin bersama Shakira." Ucap Arka
" Bang Polisi sedang cari Abang, semua barang milik Abang disita. Dan Abang pun di pecat secara tak hormat."
" Tunggu waktunya Abang selesaikan sesuatu hal dulu dan setelah itu Abang akan menyerah."
" Sekarang Abang dimana? "
" Maaf Abang nggak bisa kasih tahu, setelah selesai urusan Abang, akan Abang kembalikan Shakira sama Kamu."
******
" Kami menemukan banyak file photo anak kecil, disini ada photo Bu Annisa bersama seorang anak kecil, bahkan banyak. Ini pasti anak Pak Dimas sama Bu Annisa, wajahnya sangat mirip Pak Dimas." Ucap Ilham penyidik dari pemberantasan korupsi.
Dimas menatap tajam ke arah photo gadis kecil yang tampak tak asing di mata nya, sekilas flashback mengingat wallpaper di ponsel Annisa.
" Pak Dimas kami menemukan riwayat chat dan pencarian sebuah website Bank Mata." Ucap Ilham kembali.
Dimas melihat sebuah chat milik Arka yang belum Arka tutup, dan sebuah Website Bank Mata sepintas mengingat Annisa pun sama membuka Website Bank Mata.
" Untuk siapa, apa anak yang di maksud Annisa adalah anak panti? " Ucap Dimas dalam hati.