NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Luna 2

Cinta Untuk Luna 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:889.9k
Nilai: 5
Nama Author: Poel Story27

Disarankan untuk membaca 'Cinta Untuk Luna' terlebih dulu.

Gio menjadi lumpuh dalam sebuah misi penyelamatan.

Merasa hidupnya tidak berguna lagi, dia menjadi kehilangan semangat hidup. Di sini Luna terus memberikan perhatian dan kasih-sayangnya, dia tidak ingin Gio semakin depresi.

Tapi sayangnya Luna harus melawan penolakan dari Gio, dia tidak sudi menerima perhatian dari Luna yang dianggapnya hanyalah bentuk dari rasa iba.

Bagaimana Luna akan meluluhkan hari Gio?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?
Ikuti kisah selengkapnya!

Jangan lupa follow IG: @poel_story27

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Bahagia

"Selamat, Nona. Anda memang positif hamil, umur kandungan Anda juga sepuluh minggu," ujar dokter tersebut sambil menunjuk layar monitor.

"Fiiuuuh ...." Rara menghembuskan napas berat.

"Selamat ya, Ra ... usia kandungan kita sama, nanti kita bisa ngelahirin bareng-bareng," seru Luna seraya memeluk Rara.

Sadar Rara tidak menyahut, dan reaksi tubuhnya juga biasa saja, Luna pun melepas pelukannya.

"Kok sepertinya kamu nggak senang gitu, Ra? Kenapa?" tanya Luna heran.

"Aku senang kok, Lun. Cuma aku kasihan sama Caca, umurnya baru 5-bulan tapi sudah harus berhenti nyusu," keluh Rara sambil menghela napas berat sekali lagi.

"Namanya juga rizki, Ra. Mau gimana lagi? Udah ... jangan cemberut gitu! Itu sama saja nggak bersukur namanya," celutuk Luna.

Rara menganguk, anak memang rizki yang dititipkan Tuhan. Dan ia wajib mensukurinya meskipun ini agak kurang adil untuk putri keduanya, tapi setidaknya Rara akan berusaha adil membagi kasih sayang untuk anak-anaknya.

Mereka menunggu dokter untuk membuatkan surat keterangan dan meresepkan vitamin. Setelah itu mereka pun beranjak meninggal ruang praktik dokter obgyn tersebut.

Di perjalanan Luna mengutak-atik ponselnya, dia ingin menghubungi Gio untuk menanyakan keberadaan suaminya itu.

'Halo, My Kwen.' Terdengar suara Gio menjawab panggilan Luna.

"Kamu di mana Gi?" tanya Luna.

'Aku di mansion uncle B, kenapa lun?' Gio memberitahu keberadaannya sebelum balik bertanya.

"Bukan apa-apa, ya sudah ... aku akan menyusulmu ke sana," ujar Luna seraya memutuskan sambungan telponnya.

Luna menoleh ke arah Rara yang tengah fokus menyetir. "Ra, kita langsung ke mansionmu aja, Gio ada di sana katanya."

Rara yang matanya fokus pada jalanan itu hanya mengangguk. Dia pun melajukan mobilnya ke mansion Richard.

Saat tiba di sana mereka langsung menuju taman belakang, karena mereka yakin saat ini Gio berada di sana bersama mertua Rara.

Tepat seperti tebakan, keluarganya memang berada di sana termasuk orang tua Gio, dan sepertinya mereka sedang membahas hal yang serius.

Luna memberi salam kepada para tetua, sebelum duduk di samping suaminya. Dia memandangi suaminya dengan tatapan berbinar.

"Lagi bahas yang serius ya?" tanya Luna.

"Ehmm, aku sedang meminta saran dari Daddy dan Uncle B untuk memilih bisnis yang prospek. Aku tidak boleh kelihatan menganggur di depan istriku yang cantik ini." Gio mengusap puncak kepala istrinya.

"Begitu, ya?" Luna mengembangkan seyum seraya mengeluarkan surat keterangan dokter dari dalam tas, lalu memberikannya pada Gio, "Aku punya kabar baik," ujarnya memberitahu.

Gio langsung sumringah saat membaca keterangan di kertas tersebut. "Kamu hamil?"

Luna menganggukkan kepala. "Iya."

"Ya, Tuhan ... kita harus merayakan ini, My Kwen," ujar Gio sembari merangkul Luna, dengan pandangan yang tertuju keluarganya bergantian. "Istriku hamil, aku akan jadi ayah!" imbuh Gio penuh suka.

"Benarkah, coba mommy lihat!" sahut mommy Delia, dan Gio memberikan surat keterangan dokter yang masih dipegangnya.

"Waah ... sudah sepuluh minggu, ya! Selamat ya, sayang. Keluarga kita akan semakin besar," ujar mommy Delia.

"Aku juga hamil," ujar Rara lesu.

"Hah? Bukannya kalian sendiri yang bilang mau tunggu minimal Caca umur 2-tahun dulu, baru mau punya anak lagi," Ibu Lidya menaggapi sambil menatap heran.

"Maunya begitu, Bu. Tapi ini kecolongan waktu di Lombok," sahut Rara pelan.

Ibu Lidya mengalihkan pandangan pada putranya dengan sedikit kesal. Tapi bagaimanapun tidak ada yang perlu disalahkan, karena yang datang itu adalah Karunia Tuhan, meski si kakak harus kehilangan haknya di sini.

Sementara itu Sean yang ditatap ibunya menggaruk kepala. Mau bagaimana lagi? Dia pun tidak menyangka kecebongnya akan seganas itu.

Selepas membuat rencana untuk mengadakan sedikit perayaan atas kehamilan ini, Luna dan Rara pun pergi ke panti asuhan untuk menjemput Rio. Hari memang sudah sore dan sudah waktunya Rio untuk pulang.

Saat tiba di panti, mereka langsung menuju aula belakang, karena jam-jam segini Rio biasanya ada di sana bersama teman-temannya.

Karena berjalan sambil mengobrol, Luna dan Rara tidak ada yang memperhatikan kondisi lantai, tiba-tiba ....

"Aaaah ...."

Luna kehilangan keseimbangan, dia berusaha menggapai Rara untuk menopang dirinya. Tapi sayangnya Rara juga kehilangan keseimbangan, hingga akhirnya mereka berdua sama-sama terjerembab.

"Aduuh ...." Rara meringis sembari memegangi pinggangnya, di saat yang sama ia terbeliak melihat darah yang mengalir dari paha Luna. "Ya, Tuhan, Luna ...." lirih Rara cemas.

"Perutku sakit, Ra ...." Luna memegangi perutnya yang seperti diremas-remas.

Bersambung.

Jangan lupa like, vote, dan komentarnya juga, ya ... terimakasih.

1
choky_chiko_r
kerenlah..ada lucunya...mksh
Juni Cayang Bunda
banyak x author sampaikan pesan2 yg baik di judul 1. luar biasa KK author, smgt ya
Tutik Yunia
yg wajahnya rusak pasti Vita
arfan
up
Amelia claudia
lanjut anak2 blm
Sri Widia Wati
contohnya aku ya ra tak semulus jalan tol di eropa sana 🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Widia Wati
tidak semudah itu perguso coba ajah nanti juga kamu sendiri yang memetik hasilnya...mendingan kamu insaf Vita sayang tuh muka udah mulus tar benyok malah lebih parah lagi 🤭🤭🤭
Sri Widia Wati
awas kesalip tuh Gio cepat pecat perawatmu itu lagian dia duri daalm daging
Sri Widia Wati
mangaat thor makasih luna udah jadian ma Gio 🥰🥰🥰
Sheeon
😂😂😂.. kebakaran jenggot Gio..
mancing² sih..
Sheeon
sepertinya kejadian begini pernah terjadi juga di tempat saya. waktu itu, sampai gempar rumah sakit. karna baru kali itu kejadiannya, sampai di jahit juga karna si istrinya pendarahan parah.
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
Maia Mayong
hahhha gio pkir ny enk apa lahiran it . klo bisa pun yg mgrasakan skit pas lhiran suami z . biar qt pra istri tggl ngeden z . hahhahaha
bkn skit ngrasai ngidam z . pngn ny suami mgrasai skit ny mlhirkn
Maia Mayong
😂😂😂😂😂😂😂 sean mnddak stupid .
Maia Mayong
luna knp egois x . uda 2x hmpir kgugurn . nti 3x celaka bru gugur janin nu , ngis2 mnta maaf .
Maia Mayong
kurg kejam nyiksa ny si vita ..
Maia Mayong
hbiskn jalang it sean gio ...
org sprti it ga bs dksihani lg ,, dy akan mglunjak .
Maia Mayong
god job opa brian . asisten ny jg keren . scpt kilat lgsng dpt data ny ...
Maia Mayong
saat nti kau ktauan. hbis la kau vita
Maia Mayong
aws racun l
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!