NovelToon NovelToon
Dual Cultivation: Kebangkitan Tubuh Abadi

Dual Cultivation: Kebangkitan Tubuh Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Action
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Ketika Ye Chen berusia 18 tahun, ia membangkitkan tubuh uniknya — Tubuh Pedang Bawaan. Sejak saat itu, jalan menuju keabadian yang ia impikan runtuh seketika!Para santo, dewi, dan wanita iblis dari jalur abadi maupun jalur iblis menjadi gila:
"Siapa pun yang mendapatkan Ye Chen akan mendapatkan jalan menuju langit! Tangkap dia, dia adalah kesempatan kita untuk menjadi abadi!"Sementara itu, hati para cultivator pria hancur berkeping-keping, diliputi rasa iri yang tak tertahankan:
"Bunuh Ye Chen! Lindungi sisa-sisa integritas dunia kultivasi!"Ye Chen hanya bisa mengeluh putus asa:
"Aku hanya ingin berkultivasi dengan tenang… kenapa kalian malah merampas dan membunuhku? Tunggu… Santo, kita bisa bicara baik-baik, kenapa langsung menyerang?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Wanita di Dalam Pedang Ilahi

Ye Chen merasa tubuhnya melayang. Sekelilingnya kabur, hanya ada aliran cahaya warna-warni seperti cairan yang mengalir tanpa henti.

Di tengah cahaya itu, muncul sesosok wanita cantik. Dia tersenyum, bibirnya bergerak seolah mengatakan sesuatu—tapi Ye Chen tidak bisa membaca gerak bibirnya. Dari senyumnya saja, dia menebak itu semacam sapaan ramah.

Wanita itu melangkah mendekat. Setiap kali jaraknya semakin dekat, pedang di tangan Ye Chen berpendar semakin terang, memaksa esensi sejatinya berputar liar di dalam tubuh. Anehnya, meski sosok itu asing baginya, hatinya bergetar oleh rasa akrab yang tak masuk akal—rambut terurai, wajah lembut, sosok anggun yang seperti muncul bukan dari cahaya, tapi dari kedalaman ingatannya sendiri.

Ye Chen yakin ini pertama kalinya dia melihat wanita ini. Tapi tangannya bergerak sendiri, terulur menyentuh wajah itu.

Wanita itu tidak menghindar. Dia malah menggesekkan pipinya ke telapak tangan Ye Chen, lalu membuka tangannya dan memeluknya. Seketika, cahaya di tubuh wanita itu menyatu ke tubuh Ye Chen. Qi Spiritual luar biasa kuat membanjiri Dantian nya—begitu dahsyat hingga Ye Chen sempat khawatir Dantian nya akan hancur.

Untungnya tidak. Kekuatan itu dahsyat tapi lembut, menyatu sempurna ke dalam dirinya.

Cahaya pada tubuh wanita itu memudar. Wanita itu ikut lenyap, menyatu ke dalam tubuh Ye Chen bersama cahayanya. Pedang di tangannya kembali redup, rune-rune di permukaannya kembali biasa. Artefak-artefak lain yang tadi berputar di langit ikut jatuh kembali ke Lembah Tianque.

Di suatu tempat jauh, di dalam gua bawah tanah pegunungan Alam Roh, seorang wanita cantik terbangun dari kultivasinya.

"Kau sudah bangun rupanya," gumamnya, matanya berkilat campuran kesal, marah, tapi juga lega. "Aku tahu kau punya rencana cadangan... Karena kau sudah bangun, sekarang giliranku pergi."

Auranya mendingin. Gua yang sudah dingin itu langsung tertutup lapisan es.

Di Lembah Tianque, penglihatan Ye Chen kembali jernih. Hatinya dipenuhi emosi aneh yang tak bisa dia jelaskan.

*Wanita tadi itu... Roh Pedang? Atau sisa jiwa pemilik aslinya?*

*Tapi kenapa aku merasa begitu akrab dengannya, padahal jelas ini pertama kalinya aku melihatnya?*

Dia bereinkarnasi dari Blue Star—mustahil pernah bertemu wanita itu di sana. Setelah tiba di Alam Roh Surgawi dan bergabung dengan Sekte Dao Abadi, dia juga tak banyak berinteraksi dengan wanita lain selain para Senior dan tetua sekte.

"Jangan-jangan itu succubus yang mencoba merasukiku?" gumamnya, merinding membayangkan wanita itu menyatu ke tubuhnya.

Dia segera memeriksa seluruh tubuhnya sendiri—terutama Dantian, yang tadi dilindungi kekuatan pedang. Hasilnya melegakan: tidak ada jiwa asing, tidak ada kejanggalan, Lautan Kesadarannya normal. Wanita itu benar-benar sudah menyatu, menjadi bagian dari kekuatannya sendiri.

Ye Chen bukan tipe yang suka berlarut-larut memikirkan hal semacam ini. Dia yakin, selama dia terus mengubah Qi Spiritual ini menjadi esensi sejatinya sendiri, semua keanehan ini akan hilang dengan sendirinya.

Perhatiannya beralih ke pedang di tangannya. Dia mengerutkan kening—aura kuat pedang itu sudah menghilang, membuatnya tampak seperti pedang biasa. Tapi begitu dia menyalurkan esensi sejati ke dalamnya, alisnya kembali rileks.

Pedang ini sekarang sepenuhnya miliknya. Semua jejak pemilik sebelumnya sudah lenyap—artinya pedang ini akan tumbuh seiring kekuatannya sendiri. Sekuat apa pun dia nanti, sekuat itu pula pedangnya.

"Tidak buruk sama sekali," gumam Ye Chen, tersenyum. Fondasinya masih ada, potensinya luar biasa.

Dia menarik napas dalam, lalu turun dengan pedang di tangan.

"Ye Chen, selamat! Aku tahu kau yang akan mendapatkan pedang itu!" Su Ruoxue adalah yang pertama menyambutnya, wajahnya berbinar tulus.

"Kakak Ye, selamat! Sesuai dugaan, kau memang hebat!"

"Kakak Ye, sekarang kita tidak perlu khawatir diprovokasi sekte lain lagi!"

"Kakak Ye, memegang pedang itu, kau terlihat sangat gagah."

Murid-murid Sekte Dao Abadi berdatangan memberi selamat—ada iri di mata mereka, tapi lebih banyak rasa hormat. Pedang ini tak terjangkau selama tiga puluh ribu tahun. Banyak yang pernah gagal mencobanya kini menjadi tokoh berpengaruh. Dan Ye Chen adalah satu-satunya yang berhasil dalam tiga puluh ribu tahun terakhir.

"Ye Chen..." Ji Canglan mendekat dengan ekspresi rumit, biasanya sombong kini terlihat canggung. "Selamat."

Dia tahu betul, sekarang Ye Chen bukan lagi orang yang setara dengannya.

"Masih mau menantang ku nanti?" goda Ye Chen, melihat wajah Ji Canglan yang seperti menelan lalat.

"Jangan menggodaku," Ji Canglanq tersentak. "Kalau kau dapat Artefak Formasi emas, aku pasti tetap menantang mu. Tapi sekarang kau punya Artefak Ilahi—dengan apa aku menantang mu? Batuk... aku terlalu percaya diri sebelumnya. Semoga kau tidak mempermasalahkannya."

Ini pertama kalinya Ji Canglan meminta maaf pada seseorang, canggung tapi tulus.

Ye Chen tersenyum tipis. Dia memang tak pernah berniat mempermasalahkan itu—provokasi orang bodoh tak pernah dia anggap serius.

"Ye Chen, bagus sekali!" Su Ming menghampiri, menepuk bahunya keras. Melihat kultivasi Ye Chen masih utuh dan kekuatannya tetap di puncak, dia menariknya ke tengah kerumunan.

Di depan semua orang, Su Ming berkata dengan bangga, "Pedang suci ini didapat murid Sekte Dao Abadiku, Ye Chen. Sekte kami mendapat harta karun terbanyak dan terbaik tahun ini—gelar pertama memang pantas jadi milik kami."

Dia mengangkat tangan kanan Ye Chen yang masih menggenggam pedang. "Sesuai kesepakatan Delapan Sekte—siapa yang ingin menantang pemimpin Sekte Dao Abadiku ini?"

Pedang suci itu tak lagi bercahaya, tapi ketajamannya tetap berkilau mengerikan di bawah sinar matahari.

1
Pecinta Gratisan
jangan lupa thor grandmaster terlupakan nya di up seruu thor cerita nya
anggita
🤧.. pendekar bersin, pilek😑🤭
anggita
ikut dukung ng👍like aja, 2x☝☝iklan. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!