NovelToon NovelToon
RINDU DIATAS KHIANAT

RINDU DIATAS KHIANAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Tiga tahun menjalani pernikahan, Rindu dan suaminya masih menanti kehadiran buah hati. Di tengah cinta yang mereka bangun, harapan itu perlahan berubah menjadi beban ketika sang mertua terus menyalahkan Rindu dan mendesaknya untuk segera memberikan cucu.

Tekanan yang tak kunjung reda membuat hubungan mereka mulai retak. Di saat kepercayaan dan komunikasi memudar, hadir sosok perempuan lain yang menawarkan perhatian dan kenyamanan kepada suami Rindu. Kehadiran orang ketiga itu menjadi ujian terbesar dalam pernikahan mereka. Kini, Rindu harus memilih terus bertahan memperjuangkan rumah tangganya atau melepaskan cinta yang perlahan berubah menjadi luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Omelan Ratna!

"Dari mana kamu! Jam segini baru pulang, hah! Pamitnya beli iga, larut malam baru pulang!" bentak Ratna pada Rindu saat Rindu baru saja melangkah masuk menembus pintu utama rumah mewah tersebut.

Suara cempreng sang mertua menggelegar di ruang tengah yang sepi. Ratna berdiri di dekat sofa dengan kedua tangan bersedekap di dada, matanya menatap tajam bagaikan hendak menguliti Rindu hidup-hidup.

Rindu menghentikan langkahnya yang gontai. Tubuhnya terasa begitu layu, matanya sembap, dan jiwanya remuk redam setelah menyaksikan pengkhianatan Arsen dan Nia beberapa saat lalu.

Menghadapi semprotan emosi mertuanya saat ini sungguh berada di luar batas kemampuannya.

"Maaf, Ma... Rindu ada urusan tadi," kata Rindu pelan, suaranya parau dan nyaris tenggelam oleh keletihan yang teramat sangat.

"Urusan apa! Kamu itu tadi perginya buat beli iga, Rindu! Sampai larut begini baru pulang, bukannya masak di rumah, malah keluyuran nggak jelas kamu!" ujar mertuanya tajam, mengibaskan tangan dengan raut wajah penuh kekesalan.

Rindu menghela napas panjang yang terasa menyiksa di dada. Ia tidak sanggup membayangkan reaksi wanita tua di hadapannya ini jika tahu bahwa keluyurannya malam ini adalah untuk menyaksikan anak kesayangannya sedang berbuat maksiat di apartemen selingkuhannya.

Namun, Rindu memilih membisu. Lidahnya terlalu kufur untuk membeberkan aib Arsen saat hatinya sendiri masih berdarah-darah.

"Ma, maaf. Rindu masuk ke kamar dulu ya... Rindu capek," kata Rindu berpamitan, lalu memutar tubuhnya hendak melangkah pergi.

Dia sudah terlalu lelah dan tak punya tenaga lagi untuk meladeni ocehan mertuanya yang seolah tak pernah ada habisnya.

"Eh, kamu ya! Nggak sopan banget! Orang tua lagi bicara malah mau melengos aja pergi!" sergah Ratna makin meradang, melangkah lebar memotong jalan Rindu.

"Ada apa sih ini malam-malam, Ma?"

Suara berat Pak Baskoro memecah ketegangan. Ayah mertua Rindu itu berjalan keluar dari ruang kerja dengan kacamata baca yang masih menggantung di lehernya. Dahinya berkerut melihat istrinya yang sedang berkacak pinggang di depan menantu mereka.

"Ini loh, Pa! Si Rindu baru pulang jam segini! Pamitnya cuma mau beli iga, tapi malah nggak pulang-pulang sampai larut. Makan malam kita tadi jadi terbengkalai dan harus pesan makanan dari luar!" adu Ratna pada suaminya dengan nada bernada provokatif.

Pak Baskoro menatap Rindu yang berdiri mematung dengan kepala tertunduk. Wajah menantunya itu tampak sangat pucat di bawah pendar lampu gantung kristal.

"Eh, Mama lagi nasehatin ya, kalau perempuan bersuami itu nggak boleh keluyuran sampai malam! Tapi dia malah main pergi aja, emang nggak ada adabnya sama sekali!" cerceh Ratna lagi tanpa ampun, melemparkan tuduhan demi tuduhan yang kian menyudutkan.

Rindu meremas jemarinya sendiri di samping bajunya. Di dalam rumah yang harusnya menjadi tempat ia berlabuh dan berlindung, ia justru dihujani tuduhan tak beradab, oleh orang-orang yang sama sekali tidak tahu bahwa anak laki-laki kebanggaan mereka baru saja menghancurkan pernikahan ini hingga tak tersisa.

"Lihat itu, Pa! Bukan cuma nggak tahu waktu, sekarang dia bahkan nggak mau menatap muka orang tua!" celetuk Ratna makin menjadi-jadi saat melihat Rindu hanya membisu dengan kepala tertunduk.

Ratna mengambil langkah maju, memangkas jarak lalu menunjuk wajah Rindu dengan telunjuknya yang bergetar emosi.

"Kamu pikir rumah ini tempat penampungan? Bisa keluar masuk seenaknya tanpa mikirin tanggung jawab? Dari awal Mama memang udah curiga, kamu ini sengaja keluyuran buat menghindari kewajiban kamu sebagai istri!"

"Ma, sudah..." Pak Baskoro mencoba menyela, namun Ratna langsung menepisnya dengan kibasan tangan.

"Nggak bisa gitu, Pa! Harus ditertibkan! Anak ini makin hari makin ngelunjak!" bentak Ratna lagi, lalu kembali menumpahkan kekesalannya pada Rindu.

"Mana iganya? Kamu beli iga sampai berjam-jam begini mana hasilnya? Nggak ada, kan? Kamu itu cuma pakai alasan beli bahan makanan supaya bisa kelayapan di luar! Kalau Arsen tahu kelakuan kamu yang begini, kamu pikir dia bakal diam aja? Arsen itu banting tulang cari uang di luar, tapi istrinya malah nggak ada otak, keluyuran malam-malam!"

Mendengar nama Arsen disebut sebagai sosok suami yang bekerja keras, sudut bibir Rindu gemetar pelan. Rasa sakit di dadanya mendadak berubah menjadi tawa ironis yang tertahan di tenggorokan.

"Harusnya kamu itu cermin diri, Rindu! Beruntung kamu dinikahi sama Arsen, diangkat derajatmu sama keluarga ini. Tapi balasan kamu apa? Masak nggak becus, diomongin orang tua malah masang muka tembok begitu! Nggak tahu diri banget!"

Ratna melipat kedua tangannya di dada, matanya mendelik penuh penghinaan.

Saat Ratna sedang mengomeli Rindu dengan berapi-api, di luar mendadak terdengar deru mesin mobil Arsen yang baru saja memasuki pelataran rumah.

Suara deru mesin itu perlahan mati, disusul bunyi dentuman pintu mobil yang ditutup. Ratna yang mendengar kedatangan putra kesayangannya seketika menghentikan serangannya, lalu mengalihkan pandangan ke arah pintu utama dengan binar wajah yang mendadak berubah penuh kepuasan.

"Nah, itu Arsen pulang!" seru Ratna dengan suara meninggi, sengaja agar Rindu makin tertekan.

Ia menyunggingkan senyum sinis menatap menantunya.

"Bagus! Biar Arsen sendiri yang lihat dan tahu kelakuan istrinya yang baru pulang larut malam begini!"

Langkah kaki Arsen terdengar semakin mendekat menyusuri teras. Rindu yang berdiri mematung seketika merasakan tubuhnya membeku.

Pintu depan akhirnya terbuka lebar. Arsen melangkah masuk ke dalam rumah mewah itu dengan kemeja yang sedikit kusut dan raut wajah yang tampak lelah.

Namun, Rindu masih berdiri mematung di tempatnya. Pandangannya perlahan terangkat, menatap tajam sosok pria yang baru saja menembus pintu.

Belum sempat Arsen menyapa atau melepas sepatunya, Ratna sudah lebih dulu melangkah cepat mendekati putra kesayangannya itu.

"Arsen! Bagus kamu udah pulang, Mama mau kasih tahu kamu!" sergah Ratna langsung mengadu tanpa membuang waktu.

Ratna membalikkan tubuh, menunjuk Rindu yang masih membisu dengan telunjuknya yang bergetar.

"Istri kamu ini baru aja pulang jam segini! Dia keluar dari sore dan nggak masak makan malam! Pamitnya cuma mau beli iga, tapi malah keluyuran nggak jelas sampai larut begini. Kamu banting tulang cari uang di luar, tapi lihat kelakuan istri kamu di rumah!" Lapor Ratna.

1
Sarah Nindya
Jangan mau luluh Rindu
Eva Rosita
sangat bagus
Shinta Teja
Thor plis Thor, plisss!!!!!
buatlah rindu bercerai dari Arsen & keluar dari keluarga toxic itu. aku ga rela rindu menderita lebih lama lagi 🥺🥹
Sanda Rindani
jangan bodo rindu
Shinta Teja
jangan lupa minta no unitnya mbak Fina,rindu. jadi kamu bisa sementara sembunyi di apartemen nya....🥺
Sanda Rindani
jangan lembek dong rindu
Ben Aben
Udah mulai seru ya thor
stela aza
sakarepmu sing nulis Thor endinge arep kaya apa Yo ngono ,,, wis bebeh drama rumah tangga yg ngono kui wis biasa Karo wis akeh di setiap novel hampir sama rata 🙏 nek ora selingkuh Karo konco Yo Karo Adine trs sepupu Yo muter2 Ning Kono kui tok 🙏
Maple latte: saya gk tau ya kak kalau novel lain juga sama, saya cuman nulis apa yang terlintas di pikiran aja.
kayak, bikin cerita ini kayaknya seru, selingkuhannya si ini. terus nanti pertengahannya akan jadi seperti ini, dan endingnya akan seperti ini.
jadi semua sudah saya pikirkan, dan semua sudah ada di otak di penulis. gambarannya seperti apa. dan, juga pasti mencari ini akan seru nih cerita seperti ini. jadi, kita itu gk tau ceritanya sama atau tidak dengan yang lain, kalau kakak merasa ceritanya sama dengan yang lain ya, mungkin pemikiran saya dan penulis yang lain sama.
total 1 replies
stela aza
ujung2 nya Nnti setelah cerai baru ketahuan kalau Nia hamil bukan anaknya Arsen ,,, wisss mambu lagu ngono kui ,,, 🤣
Cha Libra
jngan biarkan Rindu lluh thour ma s Arsen .biar rindu kluar gugat cerai suami kga tau diri
Delisa
novelnya good thor
Yantie Narnoe
😭😭😭 sedih x....up lg othor...💪
stela aza
balas rindu jangan diem Bae ,,, balesnya dg cara yg cantik dan apik ,,, hancurkan sampai tak bersisa 2 penghianat itu 🤭
Shinta Teja
terimakasih ya otor,dah dikabulkan permintaan ku...🫰
btw jangan lama² bongkar kebusukannya si Arsen & Nia dong,Thor. kasihan banget di rindu...
tolong buat dia pisah dari Arsen & keluarga toxic nya itu lalu buat dia bahagia ya, Thor....🙏🫵🫰
Shinta Teja
up nya yang banyak dong Thor. masa cuma 1 . mana makin bikin penasaran lagi🫰
Anonim
Wah wah si nia ini pelakor nya ternyata y thor🤭
Shinta Teja
tolong dong,kak. jangan lama² bongkar kebohongan nya Arsen. sebab aku mau si RINDU itu bisa bersikap tegas & keluar dari keluarga toxic itu
Anonim
Rindu jangan lemah dong thor buat jadi cewe badas,gemes ih sama mertua modelan kek gitu pengen kasih rawit sekilo
stela aza
kok rindu diem j di hina di injak-injak harga dirinya,, meneng Bae ,,, lawan donk , jgn jdi perempuan bodoh ,,
Shinta Teja
jangan sampai itu si Nia,sahabat nya rindu🥺🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!