NovelToon NovelToon
Mr. Edzard, I Want You!

Mr. Edzard, I Want You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Stivani

"Kau begitu angkuh dan dingin, tapi aku menyukaimu."

Sebuah kisah cinta antara gadis yang merupakan pengawal dan seorang pria pewaris tunggal generasi ketiga perusahaan terbesar di Asia, Edzardians Group.

Siapa sangka Selita akan tergila-gila dengan Alvaro Edzard yang dijulukinya sebagai iblis tampan yang juga ternyata merupakan pria angkuh, kasar dan arogan!

Apakah Alvaro yang dingin itu akan membalas cinta Selita? Ataukah dia memiliki gadis di masa lalunya yang akan menjadi penghalang bagi Selita untuk mendapatkan hati Alvaro?

Penasaran? Kuyyy mampir ✨

©Copyright by Stivani, April 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stivani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 : Menginap

Al berjalan menuju luar rumah. Dia memandangi pepadian yang bergoyang diterpa angin. Tempat yang asing yang sangat berbeda jauh dengan tempat tinggal Al yang biasa. Dia menikmati angin sejuk yang menembus dinding pori-porinya.

"Beautifull place," gumam Al.

Dia terkagum dengan pemandangan yang ada di depannya. Meskipun kampung itu terletak jauh dari kota namun mempunyai karismanya sendiri membuat pria konglomerat yang berdiri di teras rumah itu terlihat sangat menikmati kesejukan di malam hari.

"Masuk Nak, di luar dingin," ucap pria yang berdiri di belakangnya.

"Udara di sini bagus Pak."

"Ya begitulah udara di pedesaan memang lebih baik dibandingkan di kota yang hampir tidak ada kehidupan lagi akibat polusi." ujar Marko.

Al mengangguk, menyetujui ucapan Marko.

"Apa kakekmu baik-baik saja?" tanya Marko.

Seketika Al mengalihkan pandangnya dan menatap Marko. "Bapak mengenali kakekku?"

"Tentu saja. Haha, siapa yang tidak mengenal Julian Edzard." ucap Marko sambil terkekeh.

"Kakek dalam keadaan baik."

"Bagaimana dengan penyakitnya? apa asmanya sudah sembuh?" tanya Marko kembali.

Al sontak kaget. Kali ini pertanyaan Marko lebih bersifat pribadi. Hanya orang-orang terdekat saja yang mengetahui penyakit Julian.

"Dari mana Bapak tahu tentang penyakit Kakek?"

Marko terperanjat dia benar-benar khilaf dengan pertanyaannya. Ya ampun! apa yang baru saja ku katakan. Batin Marko.

"Ayah, Alvaro makan malam sudah siap. Ayo masuk," ajak Anggun.

Keduanya melepaskan pandangan mata mereka yang bertemu satu sama lain dengan tegang. Marko kembali mengalihkan perhatian dan mengajak Alvaro masuk ke dalam rumah.

"Ayo Nak, masuk ke dalam. Kamu mungkin sangat lapar kamu kan belum makan dari siang," ucap Marko.

Al pun mengiyakan ajakan Marko. Tapi perasaannya masih janggal karena Marko belum menjawab pertanyaannya. Sesampainya di meja makan Al melihat Selita yang sibuk memasak sesuatu.

"Apa yang kau buat?" tanya Al.

"Sup kerang Tuan. Makanan kesukaan Tuan," memindahkan masakannya.

Al menarik kursi dan segera mendudukinya. Dia menatap lekat seluruh makanan yang ada di atas meja itu dengan mengerutkan keningnya.

Masakan apa ini! Aneh sekali. Batin Al.

Anggun mulai menaruh sesendok nasi di piring Alvaro, ketika Anggun mengambil sebuah lauk dan hendak meletakkan di piring Al, pria itu tiba-tiba menarik piringnya menjauh. "Apa itu?" tanya Al.

"Tenang Al, ini itu lauk khas kampung ini. Rasanya enak sekali dan kau harus mencobanya."

Al memandangi lauk aneh itu dengan mengernyit. Dia mencoba memperhatikan bentuk lauk yang dibaluti saus dengan saksama. Al bahkan mengucek matanya memastikan apakah itu betulan bisa di makan atau tidak. Ini pertama kalinya Al memakan makanan yang berbeda. Biasanya makanan yang dia konsumsi berasal dari negara asing, kalau pun di Indonesia Al hanya mengkonsumsi roti, susu dan seafood.

"Ayo ambil."

Akhirnya Al menerima lauk aneh itu. Dia bahkan mengendus meyakinkan baunya. Seli menarik kursi di sebelah Al dan mendudukinya. Gadis itu mengambil nasi yang cukup banyak beserta lauk yang diberikan Anggun untuk Al.

Al menatap Seli dengan wajah aneh yang memakan lahap ikan itu dengan menggunakan tangannnya. Seli pun menyadari sorot mata yang memperhatikannya dari tadi. "Ada apa Tuan? Ada yang Tuan butuhkan?" tanya Seli dengan mulutnya yang penuh makanan.

Al menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan Seli. Dia mencoba menyicip lauk itu dengan perlahan.

Rasa pedas asin, di tambah lagi dagingnya yang empuk membuat Al merasa ketagihan. "Tidak buruk," melahap makanannya.

Semuanya menyelesaikan makan malam mereka. Anggun meinggalkan meja makan sementara Selita mengatur meja itu dengan rapi.

"Selitaaaa!" teriak Anggun.

Semua di ruangan itu menutup telinga mereka karena mendengar teriakan Anggun yang menggelegar. "Apa sih Ibu malam-malam begini teriak mulu! Namanya aja yang Anggun, tapi sifatnya kebalikan dari kata Anggun," gerutu Seli.

"Selitaaaa! Kau budek ya?" kembali berteriak.

"Iya Bu, aku datang!" berlari menuju sumber suara ibunya.

Al memperhatikan kegaduhan itu, Marko terbahak membuat Al segera menoleh.

"Al jangan kau pikirkan. Haha, mereka berdua kalau bertemu memang seperti itu kayak kucing dan tikus. Haha,"

Al mengangguk kaku. Keluarga yang aneh.

***

"Apa sih Ibu teriak-teriak gak jelas!"

"Heh anak nakal, bersihkan kamarmu! Alvaro akan tidur di sini," melempar bantal ke wajah Seli.

"Trus aku tidur di mana dong?" merengek kesal.

"Tidur di sawah sana bareng tikus!"

"Ahhh ibu. Kenapa jahat sekali padaku. Hiks," menangis yang dibuat-buat.

"Ayo bersihkan. Bunuh kutu-kutunya dengan benar, agar Al bisa tidur nyenyak. Kamu mau badannya yang limited edition itu terkontaminasi dengan kutu yang kau piara ini?" ketus Anggun.

"Sejak kapan Ibu perduli dengan Tuan arogan itu?" ucap Seli dengan suara pelan sambil menunduk.

"Ibu mendengarnya," meninggalkan kamar.

Selita pun kini membersihkan kamarnya yang sudah lama tak ditinggalinya. Gadis itu memungut pakian-pakaian yang berserakan di mana-mana. "Uhh nasib-nasib! Bener-bener ya Ibu. Anak orang disayangi, anak sendiri ehh di buat susah!" gerutu Seli.

"Oyyy Ibu mendengarnya!" suara teriakan dari luar yang merupakan suara Anggun.

"Ehh buset, telinganya kayak penciuman cimoy, tajemmm,"

"Dasar anak tengik! Kau mengatai Ibu Anjing?"

Seli terperanjat ibunya ternyata masih mendengarnya walaupun dia berbisik saat berucap. Dan Cimoy adalah Anjing peliharaan mereka. Ketika mendengar nama Cimoy di sebutkan ibu Seli langsung peka dengan maksud ucapan Seli.

Mendengar suara langkah kaki yang keras dari balik pintu membuat Seli langsung berlari dengan cepat mengunci pintu itu. ****** aku! Ibu kau sangat kejam. Hiks. Tunggu! Kau tidak bisakan mendengar batinku. Hahah. Ibu kau tua, makanya sifatmu seperti itu. Haha. Ledek Seli dalam hati sambil melanjutkan beres-beresnya.

Setelah hampir satu jam Seli membersihkan kamarnya dia pun terlelap karena kelelahan. Suara ketukan dari balik pintu membangunkannya. Setengah sadar dia berjalan dan membuka pintu itu. Matanya sipit karena baru bangun tidur sehingga penglihatannya buram.

"Ini tempat tidurku, jadi kau cari tempat lain," ucap Al.

"Hmm, masuklah," dengan suara pelan.

Al masuk ke dalam dan segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tiba-tiba,

"Aww ini keras! Siapa yang menaruh batu di sini?" teriak Al.

Seli tidak memperdulikan ucapan Alvaro. Dia mengunci pintunya tanpa sadar. Seli belum benar-benar sadar. Dia tidur sambil berjalan.

"Aku lelah! Aku mau tidur, bergeserlah," ucap Seli.

Al terperanjat. Dia memperhatikan tingkah Seli yang aneh. "Apa kau mabuk? Heyyy, menyingkirlah dari tubuhku!" ucap Al ketika benturan keras jatuh tepat di atas tubuhnya.

Seli tidak memperdulikannya. Dia terasa sangat lelah sehingga dia tidak menyadari perbuatannya. Posisi Seli kini berada sangat dekat dengan tubuh Al. Apalagi Kepalanya yang bersandar di dada bidang milik Alvaro.

"Rupanya kau sangat kelelahan!" membiarkan kepala Seli menindih dadanya. Al pun tersenyum licik. Dia memanfaatkan momen berharga itu dengan tetap berdiam diri membiarkan Seli tidur bersamanya.

Bersambung ...

Jangan lupa like, komen dan vote 😘

1
Erni Cahaya Nst
smangat thor👍👍❤️❤️
⭐️asteri
kayaknya perlu di revisi thor.. baru 3 hari Square dr koma udah bisa di banting dan ga kenapa2
⭐️asteri
otor masa orang abis operation dan baru bangun dr koma bisa didotong sampe jatuh
⭐️asteri
kalimatnya bukan very much ,tapi too much
⭐️asteri
Lumpur sawah kan ga bau toorr
⭐️asteri
kalimatnya ambigu. mengeras dan kaku xixiix
Puspita Sari
nti KL seli udh diem gabbanyak omong AL kelabakan hahhaha
Kiki Oktaviani
awalnya kejam akhirnya pasti bucin deh 😊
Ami Kerto Surat
masakin sambel plus lalapan ikan asin udah
Ami Kerto Surat
vera
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kereeen👍👍👍🤩
Yanti Teku
ih Seli sfatx gak suka aq
Yanti Teku
tolong perbaiki sifatnya Selly,,,terlalu ikut campur
Yanti Teku
cobalah Seli cuek aja gitu Napa????biar Al pnsaran SMA kmu Seli.
Susana
😅😅
Susana
wah, Tuan Muda.
Sriningsih Rds
😆😆😆ngakak gegara ethan ma bobby👍👌
aunty destye
best👍👍😍
Ria
lanjut
Sidieq Kamarga
Hi hi hi hi hi 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!