Namaku Khoirunnisa, aku anak dari sepasang suami istri yang sholeh dan merupakan ustad dan ustadzah. namun aku bukanlah seorang wanita yang sholehah. aku selalu membuka auratku jika bepergian. aku tak mendengarkan nasihat kedua orang tuaku. hingga malam kelam itu terjadi. aku di nodai oleh orang yang tidak ku kenal. sejak saat itu aku memilih untuk menutup auratku dan tinggal di pesantren sambil meneruskan kuliahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resepsi pernikahan
Satu bulan kemudian
Hari ini merupakan hari yang paling bahagia untuk keluarga Nisa dan Alvin.
Bu Siti sedang melihat anaknya yang baru selesai di rias. Nisa mengenakan kebaya muslimah. bahkan jilbab yang dia kenakan juga menutupi dadanya. dia terlihat semakin cantik dengan riasan di wajahnya.
"Wah, anak Mamah cantik sekali," Bu Siti memuji kecantikan anaknya.
"Terima kasih Mah, Mamah juga cantik," ucap Nisa yang juga memuji kecantikan Ibunya.
"Sayang, aku tampan tidak?" Alvin yang baru berganti pakaian langsung berjalan mendekati Istrinya.
"Tampan Mas, kamu terlihat seperti suamiku."
"Aku ini memang suamimu loh?"
"Hehe... masa sih? kok suamiku tampan sekali?" Nisa memuji ketampanan suaminya.
"Ekhm, kalau mau bermesraan nunggu nanti malam." ucap Bu Siti yang melihat Alvin mengecup singkat punggung tangan Istrinya.
"Hehe sampai lupa kalau disini ada Mamah." ucap Nisa sambil tersenyum menatap Ibunya.
"Sekarang kita keluar yuk, tamu undangan sudah berdatangan." ajak Bu Siti
"Baik Mah" jawab Nisa
Mereka memilih untuk keluar dari kamar hotel. mereka menuju ke ballroom hotel tempat acara resepsi di laksanakan.
Pintu ruangan terbuka, mereka berjalan di atas karpet merah. Nisa dan Alvin saling bergandengan tangan. dan senyum kebahagiaan terpancar dari keduanya. banyak teman Nisa dan Alvin yang datang. termasuk teman kuliah Nisa juga banyak yang datang.
Keduanya berjalan menuju ke pelaminan. mereka langsung melaksanakan sesi foto keluarga. karena mereka tidak akan melakukan upacara adat pernikahan. hanya sesi foto-foto saja bersama keluarga dan teman mereka berdua.
Setelah selesai dengan sesi foto-foto, kini kedua pengantin itu memilih berdiri di pelaminan bersama kedua orang tua mereka. satu persatu tamu undangan mulai menghampiri mereka untuk memberikan selamat.
Bu Hilya melihat menantunya kelelahan.
"Nis, kamu lelah?" Bu Hilya bertanya kepada Nisa.
"Sedikit Mah" jawab Nisa
"Kamu istirahat dulu yah," ucap Bu Hilya kepada Nisa. lalu Bu Hilya beralih menatap anaknya. "Al, antar Nisa ke kamar!" pinta Bu Hilya
"Baik Mah" jawab Alvin
"Nisa tidak apa-apa kok Mah," ucap Nisa
"Sebaiknya kamu memang harus istirahat sayang, nanti kalau sudah tidak cape, kamu kesini lagi." ucap Alvin kepada Istrinya.
"Baiklah" akhirnya Nisa menuruti perkataan suaminya.
Alvin mengantar Nisa menuju ke kamar hotel yang akan menjadi kamar pengantin mereka. namun Alvin kembali lagi ke ballroom hotel karena acara masih berlangsung dan tamu masih banyak yang berdatangan.
Hanya lima belas menit Nisa beristirahat. kini dia memilih untuk kembali ke ballroom hotel. dia merasa tidak enak jika tidak ada disana bersama keluarganya. kebetulan saat ini Nisa sudah berganti pakaian dan dia juga sudah tidak memakai high heels. itu semakin mempermudah pergerakannya. dia tidak mungkin kelelahan karena kelamaan memakai high heel seperti tadi.
"Nisa, kamu sudah kembali?" Bu Hilya bertanya kepada menantunya.
"Iya Mah, tidak enak kalau ada teman yang datang dan mencari Nisa, tapi Nisa tidak ada." jawab Nisa
°°°
Akhirnya ballroom hotel sudah kosong karena semua tamu sudah pulang. kini Nisa dan keluarganya juga sudah tidak ada
di sana. Kedua orang tua Nisa dan Alvin memilih untuk pulang. sedangkan Nisa dan Alvin memilih untuk menginap di salah satu kamar hotel yang sudah di dekorasi layaknya kamar pengantin.
Nisa dan Alvin sedang beristirahat. mereka merasa sangat cape sehingga memilih untuk tetap di dalam kamar.
Nisa mendengar suara adzan maghrib. dia mengajak suaminya untuk sholat berjama'ah. setelah sholat, Alvin menghubungi layanan hotel dan memesan makanan untuk mereka berdua.
Setelah selesai makan malam, mereka memilih untuk bersantai sambil menonton televisi yang ada di kamar hotel itu.
"Sayang, ini ada kado dari temanmu," ucap Alvin sambil memberikan bungkusan kado kepada Istrinya.
"Temanku yang mana?" tanya Nisa
"Itu loh Melmel, siapa sih namanya Mas lupa?"
"Oh Melda, kok ngasihnya ke Mas Alvin? kenapa tidak memberikannya kepadaku?" Nisa kembali bertanya kepada suaminya.
"Mas juga tidak tahu sayang, coba saja kamu tanya ke temanmu itu." ucap Alvin kepada Istrinya.
"Nanti deh" jawab Nisa lalu dia mulai membuka kado dari Melda.
Nisa menatap lingeria berwarna merah cerah.
"Astaga, Melda pakai kasih beginian." gumam Nisa dan masih terdengar oleh suaminya.
"Coba dong kamu pakai!" pinta Alvin
"Dingin Mas, masa mau pakai beginian."ucap Nisa sambil menatap suaminya.
"Tidak apa-apa sayang, jangan malu-malu dong. kayak sama siapa saja sih."
"Baiklah" Nisa beranjak dari duduknya dan mulai mengganti pakaiannya di kamar mandi.
Nisa keluar dari kamar mandi. dia menutupi atas dadanya dengan tangan karena sedikit terlihat.
"Sayang, jangan di tutupin dong!" pinta Alvin kepada Istrinya.
"Nisa malu Mas"ucap Nisa tampak malu-malu. dia merasa tidak nyaman memakai pakaian seperti itu.
Alvin mendekati Istrinya yang kini sedang berdiri tak jauh darinya.
"Mas, mau ngapain?" tanya Nisa
"Mau malam pertama eh maksudnya malam yang ke sekian kalinya." ucap Alvin
"Nanti habis Sholat Isya saja. jangan sekarang! Nisa tidak mau mandi lagi." kata Nisa
"Baiklah, ayo kita sholat dulu! sudah adzan tuh" ucap Alvin saat mendengar adzan.
Kini mereka berdua memilih untuk mengambil wudhu. dan menunggu sampai adzan Isya selesai baru mereka langsung sholat.
°°°
emng nya org hamil gmpang kn trgntung d kasih nya sm Allah swt .
nyatanya nisa hamil.. tapi... jgn" trlnjur nikah sama c nita lg hadehhhhh hncur hatiku kata nisa .. ikut sedih aku thorr mrskn hti ny nisa