NovelToon NovelToon
Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Murid Genius / Chicklit / Tamat
Popularitas:769.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara memiliki kisah masa bayi nan kelam. Kelam karena ia dibuang ke laut luas dan kelam karena belum diketahui ia anak siapa. Anak manusia atau anak ikan.

Setelah menuntaskan masa bergurunya di bawah asuhan Pemancing Roh dan Pangeran Kumbang Genit, Alma Fatara memulai perjalanan keduanya, yaitu pergi mencari orangtua kandungnya dengan hanya bermodal sebuah gelang emas.

Pusaka legenda Bola Hitam yang menjadi miliknya, justru memancing kedatangan orang-orang sakti untuk merebutnya, menciptakan ancaman kematian berkali-kali di dalam perjalanannya.

Kali ini, Alma yang dijuluki Dewi Dua Gigi, didampingi oleh lima sahabatnya yang setia dan kocak. Meski perjalanan mereka penuh bahaya dan maut, tetapi tawa dan bahagia melimpah dalam hidup mereka.

Kejutan besar menanti Alma saat ia akan bertemu dengan kedua orangtuanya. Siapkan diri Anda untuk terkejut dan tertawa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerja Bu 8: Menghukum Rawil

*Keris Pemuja Bulan (Kerja Bu)*

 

Alma Fatara bersama Anjengan dan Gagap Ayu sedang bersembunyi di atas pohon besar seperti sekawanan orang utan.

“Bagaimana nasib Iwak Ngasin dan Juling Jitu?” tanya Anjengan.

“Tidak akan apa-apa. Jika mereka mati, pasti minta tolong,” kata Alma.

“Hihihi!” tawa Gagap Ayu. “Ka-ka-kalau sudah ma-ma-mati, bagaimana bi-bi-bi ….”

“Bisul?” terka Anjengan memotong perkataan Gagap Ayu.

“Bi-bi-bisulmu!” maki Gagap Ayu.

“Hahahak!” tawa Alma.

“Bagaimana bi-bi-bisul …. Eh, kok bisul lagi? Bagaimana bisa minta to-to-tolong kalau ma-ma-mati? Hihihi!”

“Eh, kita harus selamatkan si penghamil perempuan itu!” sentak Alma tiba-tiba.

“Dia sudah bersama keluarganya, untuk apa ikut campur?” tanya Anjengan.

“Aku menilai keluarganya pun tidak baik dengan si penghamil itu. Jika si penghamil itu sampai dibunuh atau dikurung oleh keluarganya, kasihan pasangannya yang akan menjadi janda sebelum menikah. Kasihan bayinya yang akan menjadi anak dedemit tanpa ayah,” jawab Alma.

“Hahahak! Anak dedemit? Berarti bapaknya setan dong?” tawa Anjengan

“Hihihi!” tawa Gagap Ayu.

“Kalau kau mau menolong, kenapa tadi mengajak kabur?”

“Kalau tidak kabur, kalian akan mati dikeroyok. Kalau tidak kabur, mereka akan mati di tanganku!” tandas Alma.

“So-so-sombong betul!”

“Hahaha! Mau ikut tidak?” tanya Alma setelah tertawa pendek.

“Anjengan ja-ja-jangan ikut!” larang Gagap Ayu.

“Eh, jangan cari masalah lagi kau, Ayu. Aku cekik lagi kau!” sewot Anjengan.

“Ka-ka-kalau kita mau se-se-sembunyi-sembunyi, ba-ba-ba ….”

“Badak?” terka Anjengan.

“Kau yang badak. Hihihi!” sentak Gagap Ayu. “Ba-ba-badan Anjengan besar, ja-ja-jadi mudah terlihat!”

“Aku bisa mengecil jika sembunyi! Hahaha!” kata Anjengan berseloroh.

“Mana tega aku meninggalkan kakakku yang imut ini,” kata Alma.

“Imut da-da-dari mananya? Hihihi!”

“Kau mau iri denganku? Dasar biang kerok!” gusar Anjengan lalu tiba-tiba melompat ke dahan tempat Gagap Ayu.

“Eit!” kelit Gagap Ayu sambil melompat pindah ke dahan lain.

Brak!

Dahan yang diinjak Anjengan tiba-tiba hancur pada pangkalnya karena terkena tinju jarak jauh Gagap Ayu. Mau tidak mau, Anjengan jatuh ke bawah bersama dahan yang patah.

“Hihihi!” tawa Gagap Ayu.

“Hahahak!” Alma pun justru tertawa. Pertengkaran seperti itu sudah hal biasa bagi mereka, dan menjadi pertunjukan lucu bagi Alma. Sedangkan dia sendiri, tidak ada sahabatnya yang berani mengajaknya bertengkar.

Beruntung Anjengan, satu tangannya masih sempat menyambar dahan lain sehingga ia bergantung.

Bret!

“Hahahak …!” tawa Alma terbahak saat mendengar suara kain robek.

“Hihihi!” tawa Gagap Ayu pula.

“Apamu yang robek, Kakak?” tanya Alma.

“Bokongku!” teriak Anjengan kesal, meski yang robek adalah ketiak bajunya.

Alma dan Gagap Ayu kian tertawa.

Jleg!

Anjengan akhirnya melepas tangannya dan ia mendarat dengan baik di tanah. Alma dan Gagap Ayu lalu juga turun ke tanah.

“Ayo!” ajak Alma.

Setelah itu, pertengkaran antara Anjengan dan Gagap Ayu selesai. Seperti itulah siklus pertengkaran antara Anjengan dan Gagap Ayu, tidak sampai menjurus kepada pertengkaran yang fatal, kemudian selesai dengan tiba-tiba tanpa dendam yang membekas. Demikian pula jika mereka bertengkar dengan Iwak Ngasin dan Juling Jitu.

Ketiganya kembali pergi menuju ke lokasi Garis Merah. Namun, mereka juga waspada jika ada centeng-centeng yang berkeliaran memergoki mereka. Jalan utama bukanlah pilihan tepat.

Sementara itu, di halaman sebuah rumah besar dan luas, Rawil Sembalit diikat di sebatang pohon dengan tali. Selain beberapa centeng berpedang terlihat berjaga di sejumlah sudut, di bawah pohon itu telah berdiri Narisantai dan Jaran telu.

Wajah tampan Jaran Telu dalam kondisi berbedak kuning, bermaksud mengademkan rasa panas akibat terkena panas ledakan ilmu Lima Mata Setan Neraka.

Seorang lelaki berpakaian bagus berwarna hijau tua dan bercelana hitam, bersarung kuning berbatik cokelat, dan berblangkon warna hitam, muncul berjalan dari arah teras rumah. Lelaki tanpa kumis dan jenggot itu berusia separuh abad lebih sepuluh tahun. Ia membawa seutas cemeti berwarna hitam. Dialah Raden Bagus Penjogo, putra dari Raden Runok Ulung dan ayah dari Rawil Sembalit.

Raden Bagus Penjogo didampingi oleh seorang wanita bertubuh agak gemuk. Ia berusia separuh abad kurang beberapa tahun. Dari model pakaiannya yang bagus menunjukkan kebangsawanannya. Ia adalah Raden Ayu Rungki, istri dari Raden Bagus Penjogo.

Berita bahwa Rawil Sembalit telah menghamili putri dari Raden Gondo Sego telah sampai kepada kedua orangtuanya. Raden Bagus Penjogo dan istrinya datang dengan warna wajah yang menahan amarah. Sorot matanya begitu tajam menatap Rawil Sembalit yang kepalanya hanya tertunduk terkulai.

Ctas!

“Ekh!” rintih Rawil Sembalit saat tubuhnya mendapat lecutan keras dari cemeti yang dikebutkan oleh ayahnya.

Raden Bagus Penjogo kembali melecutkan cemetinya.

Ctas!

“Ekh!” erang Rawil Sembalit lagi. Erangan lemahnya menunjukkan bahwa ia sudah kehabisan tenaga, seolah tinggal menunggu waktu nyawanya habis.

Narisantai dan Jaran Telu hanya diam.

“Bagaimana bisa kau menghamili putri Gondo Sego?!” tanya Raden Bagus Penjogo.

“Aku …” ucap Rawil Sembalit, tapi hanya satu kata.

“Jawab, Rawil!” bentak Raden Ayu Rungki pula marah.

Ctas!

“Ekh!”

Satu cambukan kembali merobek baju dan kulit Rawil Sembalit.

“Hentikan!” teriak satu suara lelaki tua yang menggelegar.

Mendadak di antara mereka telah muncul seorang kakek berambut putih lagi gondrong, tetapi kumis dan jenggot setengah jengkalnya masih hitam. Ia mengenakan pakaian atas dan bawah warna hitam, tetapi kain yang melingkar di pinggang berwarna putih. Kakek itu membawa sebatang tongkat setinggi pinggang, yang bagian atasnya ada bola-bolanya berwarna putih dan bagian bawahnya lancip seperti tombak. Ia adalah Raden Runok Ulung, pemimpin tertinggi Keluarga Raden Runok Ulung.

Si kakek merampas cemeti di tangan Raden Bagus Penjogo dengan gerakan yang terlalu cepat, mengejutkan pasangan suami istri itu.

“Kenapa kalian memperlakukan anak sendiri dengan sekejam ini?!” bentak Raden Runok Ulung.

“Dia telah melanggar larangan keluarga. Dia telah menghamili putri Keluarga Gondo Sego!” jawab Raden Bagus Penjogo dengan emosi.

“Biarkan saja. Biar mereka merasakan jika punya anak yang murahan seperti itu. Kalian tidak lihat, cucuku Rawil ini hampir mati!” kata Raden Runok Ulung.

“Tapi, Kakek …” sela Narisantai. “Aku sudah berjanji kepada anak-anak Gondo Sego akan memberi pelajaran kepada Adik Rawil yang setimpal dengan kelakuannya.”

“Lalu, pelajaran setimpal apa yang harus adikmu terima? Membunuhnya? Lebih baik biarkan anak-anak Gondo Sego yang membunuh Rawil, agar kita punya alasan untuk membunuh mereka semua!” kata Raden Runok Ulung.

Mendengar itu, Narisantai hanya bisa terdiam.

“Aak! Aduh! Perih perih perih! Sakitnya tuh di sini! Ampun ampun ampun!”

Tiba-tiba terdengar ramai suara erangan dan keluhan. Mereka semua segera memandang ke luar halaman.

Mereka semua bisa melihat sederetan centeng keluarga itu berjalan saling memegang bahu belakang rekannya yang ada di depan. Mereka seperti serombongan bocah besar yang sedang main kereta-keretaan dengan mata terpejam kuat. Ada juga centeng berseragam merah gelap itu yang tidak ikut main kereta-keretaan, mereka menuntun rekan-rekannya yang mayoritas menderita sakit pada matanya.

Raden Runok Ulung dan keluarganya kerutkan kening melihat kondisi itu. Rantai manusia itu diarahkan agar tidak menabrak tembok pagar saat masuk ke halaman. (RH)

1
MARQUES
temennya gagap malah di ketawain dsr temen lucknut🤣
Umar Muhdhar
1
asta guna
sejauh ini. ini yg paling jauh dan seimbang jika berperang dg sanggana kecil. bahkan bisa mengalahkan pasukan sanggana meskipun ada 8 Dewi bunga, karena Alma selalu ngasih senjata2 level pro kepada abdi2nya yg nota benenya jg udah sakti
asta guna
ha-ha-ha bar bar sekali kau om rudi
asta guna
ha-ha-ha setan kau om author, pake menjelaskan lubang hidung segala. rusak dong imaginasiku
Om Rudi: jiahahahaha sabar Kang Mas
total 1 replies
asta guna
visualisasine koyok Hulk
Om Rudi: hulk nenek nenek
total 1 replies
asta guna
wuih sadis coek... lanjutkan kesadisanmu om rud
asta guna
ha-ha-ha lowbat, anjay
Om Rudi: jiahahahaha
total 1 replies
Dida Madu Pati
/Facepalm/
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
anjengan itu ya lucu udah tau kalah Mulu pke ngajak berantem
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
kedua saudara kalau bertengkar itu hal biasa tp kalau udah adu fisik ngeri juga
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, alma. klu mau main yg bener, jangan kayak orang ngajk berkelahi. kasihan juling jitu, namanya jd melekat gitu sbb matanya mmg juling
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️: kalo ngikutin ceritanya seru banget... kocak parah... 😅😅
total 1 replies
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
selamet lara, merupakan nama berdasarkan kisah hidupnya. namanya ortu, pasti berharap anaknya selamat ketika hadir diduni, namun krn sering sakit jd loro, alias lara
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma seperti ketua geng deh, berkomando segala🤭🤣
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️: kelak jd seorang Ratu tanpa istana 😅😅😅
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma ada2 aja tingkahnya
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
ah kok bisa ada bayi, ibunya tega sekali
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
alma buat nama nya wkwkwk, sungguh terlalu
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
repot denger orang gagap
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wehh keren ini pendekat desa iwakleket
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
😂😂🤣😂🤣terimakasih om sudah menghibur kami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!