Xiao Xuan adalah seorang Kultivator yang sangat kuat namun tragedi yang tidak pernah dia inginkan terjadi, kedua orangtuanya menghilang, dewa menghukum semua orang-orang terdekatnya, bahkan dalam 3 dunia dewa selalu membunuh semua orang yang penting bagi Xiao Xuan...
“AKU XIAO XUAN!! JIKA KALIAN PARA DEWA MARAH PADAKU, MAKA BERTARUNGLAH DENGANKU! JANGAN HANYA MEMBUNUH SEMUA KELUARGAKU YANG LEMAH!” #XIAO XUAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MarselImanuel¹³, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gurun Sahara II
Igneel, FengHuang, dan Xiao Hua seakan mau bunuh diri akibat kelakuan Xiao Xuan yang sangat tidak tau malu.
“Hmmm... Tunggu sebentar, aku akan membuat topeng yang keren dulu sebelum masuk.” Kata Xiao Xuan dan langsung membuat sebuah topeng hitam yang memiliki tanda Yin dan Yang di dahi topeng itu.
Setelah selesai, Xiao Xuan langsung melanjutkan perjalanan dan masuk ke Gurun Sahara. Saat beberapa hari di sana, Xiao Xuan kini mulai tidak sanggup dan mengeluh pada Igneel karena Igneel yang menyuruhnya kemari.
“Jangan manja! Lihat ada sebuah kota di sana.”
Xiao Xuan terkejut karena ada sebuah kota kecil di Gurun Sahara. “Aku rasa ini masih berada di wilayah yang aman.”
Dengan semangat yang membara Xiao Xuan dengan cepat langsung lari ke arah kota tersebut. Nama kota itu bernama Kota Matahari Abadi.
Saat Xiao Xuan masuk ke dalam, Xiao Xuan membeli makanan dan minuman yang sangat banyak agar bisa di gunakan untuk melanjutkan perjalanannya yang panjang.
Setelah itu, Xiao Xuan hanya beristirahat sebentar dan masuk ke sebuah tempat makan.
“Para 9 penjaga ratu Medusa telah bergerak! Katanya mereka telah bertarung dengan para petinggi dari Sekte Naga Kembar.”
“Benarkah?! Apa gurun Sahara akan jadi lembah pertarungan lagi?!”
“Mungkin saja karena pertarungan ini adalah pertarungan kultivator raja dan kaisar.”
Xiao Xuan sontak kaget akan mendengar hal tersebut. Di balik topeng Xiao Xuan, dia tersenyum tipis karena keputusannya untuk datang ke gurun sangat tepat.
“Oh ya! Aku dengar batu perbatasan juga telah di curi. Wali kota Matahari Abadi dan beberapa pengawalnya sedang mencari pencuri tersebut.
Wajah Xiao Xuan seakan langsung berubah dan langsung bergegas pergi dari sana. Beberapa prajurit dari kota matahari abadi yang melihat Xiao Xuan yang sedang terburu-buru merasa curiga pada tingkah Xiao Xuan.
Saat Xiao Xuan sudah berada di depan pintu tempat makan itu...
“Hei! berhenti.” Kata prajurit kota.
“Ikut aku!” Lanjutnya. Xiao Xuan mengelah nafas panjang dan mengikuti prajurit itu karena tidak ingin membuat kerusuhan.
Setelah itu Xiao Xuan di bawa ke sebuah aula besar yang merupakan tempat wali kota Matahari Abadi. Xiao Xuan di awasi oleh lebih dari ratusan kultivator tingkat master dan Grand Master.
“Tuan, topeng yang di pakai anak ini mirip sekali dengan batu pembatas yang di curi.” Kata prajurit yang membawa Xiao Xuan sambil memberi hormat.
“Jadi... Coba jelaskan.” Kata Walikota Tersebut.
“Begini Walikota, aku pikir batu ini hanya batu yang di buang jadi aku mengambilnya.” Kata Xiao Xuan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Apa kau pikir aku bisa menerima penjelasanmu? Semua orang dari benua ini pasti tau kalau itu adalah batu perbatasan.”
“Itu karena aku bukan dari benua ini.”
Semua orang yang ada di sana kini terkejut dan mulai waspada pada Xiao Xuan. “Dari mana kau?” Tanya Walikota.
“Aku hanyalah seorang Kultivator pengelana biasa dari benua timur.” Kata Xiao Xuan santai.
“Apa ada yang bisa kau gantikan?” Tanya Walikota dengan mata yang tajam.
“Hmmm... Tidak ada.” Sambil membuka topengnya, Xiao Xuan tersenyum tipis mengejek.
“Berarti kau sudah siap untuk mati di-” Belum selesai Walikota berkata, Xiao Xuan sudah berada di depannya.
“Walikota... Aku hanya meminjamnya, dan jika kau ingin membunuh ku... Setidaknya bawahlah Kultivator Raja 6 kemari.” Bisik Xiao Xuan di telinga walikota dan langsung mengeluarkan aura yang sangat kuat di sana.
Kultivator Master, Grand Master dan walikota sendiri yang merupakan Kultivator Raja 1 terlutut sambil memuntahkan seteguk darah.
Mereka akhirnya menyadari bahwa Xiao Xuan bukanlah orang yang bisa di singgung sembarangan. “Ingat ini... Aku adalah orang terkuat dari benua timur, ingat itu!” Kata Xiao Xuan dan langsung menghilang di sana.
“Wa-walikota...”
“Jangan... Biarkan saja batu itu padanya... Aku tidak ingin dia menghancurkan kota ini hanya karena sebuah batu.” Dengan suara yang gemetar, dia melarang semua anak buahnya untuk mencari masalah lagi dengan Xiao Xuan.
“Hah... Merepotkan.” Kata Xiao Xuan yang kini sudah berada di luar kota.
“Itu karena kesalahanmu sendiri sialan! Kau terlalu banyak menarik perhatian!” Kata Igneel kesal.
Xiao Xuan tidak mendengarkan hal tersebut dan langsung melanjutkan perjalanan ke tempat Medusa berada dalam panduan Igneel.
Setelah beberapa jam Xiao Xuan berjalan, Xiao Xuan melihat dari kejauhan ada seorang wanita cantik yang sedang bertarung dengan salah satu dari 9 pengawal Ratu Medusa.
Wanita cantik itu bernama Yun Yun. Dia adalah salah satu dari tetua besar dari Sekte Naga Kembar. Dia adalah tetua termudah yakin 23 tahun namun sudah mencapai Kultivasinya tingkat Raja 5.
Sementara salah satu pengawal Ratu Medusa itu bernama Han Feng yang merupakan Kultivator Raja 6.
“Xiao Xuan, yang di lawan wanita kecil itu merupakan salah satu dari sembilan pengawal Ratu Medusa. Terdapat banyak informasi darinya, aku akan membantumu untuk melihat isi pikirannya.” Kata Igneel. Xiao Xuan mengangguk pelan dan melesat cepat ke arah mereka.
Yun Yun...
“Akhirnya aku bisa membunuh dari salah satu tetua besar dari Sekte Naga Kembar.” Kata Han Feng sambil menjilati bibirnya.
“Cih, sial kenapa aku bertemu dengannya?! Dia merupakan Kultivator Raja 6!” Batin Yun Yun kesal.
“Hmh...” Saat keadaan mulai tegang, Xiao Xuan langsung tiba di samping Yun Yun. Yun Yun sontak kaget dan memalingkan wajahnya dan menatap Xiao Xuan yang tidak memakai sebuah topeng.
Xiao Xuan sempat menatap mata Yun Yun yang terus menatapnya tanpa henti. “Kau tidak apa?” Tanya Xiao Xuan.
Lamuan Yun Yun terhenti... “Y-ya... Ak-aku tidak apa-apa.”
“Wah! Muncul seorang pahlawan kesiangan.” Tawa Han Feng dan menepuk jidatnya.
“Ini ambilah... Ini bisa mengembalikan Qi-mu...”
Kata Xiao Xuan memberikan pil Pembeku Darah. Yun Yun berterimakasih dan langsung memakan pil itu. Semua QI-nya Yun Yun kembali seperti semula.
“Apa kau masih bisa bertarung?” Tanya Xiao Xuan. Yun Yun hanya mengangguk kecil tanpa menatap Xiao Xuan.
“Kalau begitu, tunggu sampai ada celah baru kau serang dia.” Seketika itu Xiao Xuan langsung menghilang dari pandangan mereka dan muncul di depan Han Feng.
Xiao Xuan mengayunkan pedang hitam (yang dia buat) ke arah leher Han Feng dengan cepat namun sayang, pedang itu langsung hancur dalam sekali Jentikan jari.
Xiao Xuan terkejut dan langsung mundur kebelakang. “Hahah pedang tingkat langit, tapi... Itu sudah retak loh.” Kata Han Feng yang sudah mengetahui bahwa pedang hitam itu sudah retak jadi akan mudah baginya untuk menghancurkannya.
“Hm, mau coba yang satu ini?” Kata Xiao Xuan sambil mengeluarkan Pedang peninggalan ayahnya.
Karena merasa pedang itu tidaklah kuat jadi Han Feng meremehkannya dan malah menyuruh Xiao Xuan untuk menebas jarinya.
Senyuman lebar kini di perlihatkan Xiao Xuan dan langsung melesat dengan cepat. Xiao Xuan mengayunkan pedang itu dengan kekuatan penuh namun karena terlalu di remehkan, Han Feng mencoba menahannya dengan satu jarinya dan...
**SRRT!
“Eh**...” Batin Han Feng sebelum tersadar bahwa jari telunjuknya telah hilang dari tempatnya.
“Seperti itulah terus maka aku akan membuat seluruh tubuhmu berpindah tempat.” Tawa Xiao Xuan mengejek.
###