NovelToon NovelToon
Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:946.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

" Kau menggoda ku lagi?! dasar sialan! pergi kau jal*ang! "
Kata-kata itulah yang sering aku dengar saat suamiku bangun di pagi hari.

Saat malam ia pulang dengan keadaan mabuk, dia memaksaku untuk melakukan hubungan suami istri. Tapi saat pagi, dia menendang ku layaknya seonggok sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada yang Aneh

Jordan duduk termenung sembari menatap putrinya yang tengah bermain di pesisir pantai. Sungguh ini sangat membahagiakan tapi juga menyedihkan karena bisa saja dia tidak bisa melihat putrinya lagi sementara waktu. Tatapan Jordan terus terarah kemana putrinya Ele berlarian kesana kemari. Sesekali Jordan terlihat sedih, tapi dia juga ikut tersenyum bahagia saat Ele tertawa karena menemukan kerang di sana. Sungguh rasanya tidak rela kalau harus jauh dari putrinya yang baru saja ia temukan.

" Ayah! " Panggil Ele sembari berlari ke arahnya. Gadis kecil nan cantik itu juga merentangkan tangan agar disambut sang Ayah. Tentu saja Jordan menyambutnya dan langsung mengangkat tubuhnya ke dalam gendongannya.

" Ada apa, sayang? " Tanya Jordan sembari mengusap pipi Ele lembut.

" Lihat ini Ayah! aku menemukan bintang laut. " Ele mengangkat tunggi dan dengan bangga menunjukkannya kepada Ayahnya.

" Wah, ini indah sekali, sayang. " Jordan tersenyum lalu sembari memegang bintang laut yang ditemukan oleh Ele.

" Iya, Ayah. Ini sangat sangat cantik. " Ucap Ele dengan wajah polosnya.

Jordan terus memperhatikan wajah cantik Ele dengan seksama. Sungguh dia merasa begitu jatuh cinta dengan putrinya dari saat pertama kali bertemu. Mulai dari caranya menatap, tersenyum, tertawa dan berbicara. Ele terlihat manja memang, tapi dia juga termasuk anak yang pengertian dan periang. Jordan tersenyum lalu erat memeluk tubuh Ele sembari menghirup aroma segar yang keluar dari tubuh putri cantiknya itu.

" Ele, Ayah sangat menyayangi mu. "

" Aku juga sayang Ayah. "

" Kalau begitu, ini untuk Ayah saja. " Ucap Ele setelah Jordan mengurai pekukannya. Ele meyerahkan bintang laut yang berukuran sedang itu kepada Jordan.

" Untuk Ayah? " Ele mengangguk dengan bibir yang tersenyum manis.

" Terimakasih, Princess. " Jordan menerima bintang laut itu dan menyimpannya di saku celananya.

Ele tersenyum sembari menatap Ayahnya yang juga tersenyum menatapnya. Meski tidak bisa mengatakan betapa bahagianya Ele saat ini karena memiliki seorang Ayah, tapi setidaknya Jordan bisa merasakan bahwa putrinya benar-benar menyayanginya, sama seperti rasa dihatinya untuk Ele.

Ele, maaf kan Ayah ya? setelah ini mungkin Ayah akan pergi untuk sementara waktu. Setidaknya sampai Ibu mu benar-benar merasa tenang. Ayah janji akan segera menemui mu lagi nanti.

" Ele, kalau Ayah pergi, apa Ele akan merindukan Ayah? " Tanya Jordan sembari mengusap rambut Ele yang kini tengah berada di pangkuannya.

Ele mendongak menatap Jordan dan mulai lah dia terlihat sedih.

" Apa Ayah akan pergi? "

" Sepertinya begitu, sayang. "

" Ayah kan baru datang, kenapa sudah ingin pergi? apa aku membuat kesalahan? apa Ayah tidak menyukai ku? " Tanya Ele dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Jordan menggeleng dengan cepat agar sang ana tidak merasa ucapannya benar.

" Tidak, sayang. Bukan begitu. Hanya saja, Ayah harus bekerja. Nanti setelah Ayah selesai bekerja, Ayah akan datang lagi ke sini dan bermain dengan mu lagi. " Ele tak mau menjawab dan mulai menangis pilu. Jordan langsung memeluk sang anak dan mendekapnya erat. Sungguh dia begitu menyesal karena sudah mengatakan hal itu.

" Maaf, sayang. Baiklah, Ayah akan meminta izin kepada Ibu mu untuk tinggal lebih lama. "

Ele mulai perlahan menghentikan tangisnya. Jordan tersenyum lalu mengusap air mata yang jatuh dari kedua mata putrinya.

" Jangan menangis lagi, princess nya Ayah. Ayah minta maaf ya? "

Tak jauh dari mereka. Gaby sedari tadi terus memperhatikan Jordan Dan Ele. Memang benar hatinya masih sangat sakit karena teringat luka lama yang masih terasa di hatinya. Tapi dia juga sadar bahwa Ele membutuhkan Ayahnya. Mungkin dia memang tidak noleh menjadi egois. Maka di memutuskan untuk membiarkan Jordan dan Ele bersama. Meski tidak ada niatan di hatinya untuk kembali kepada Jordan.

" Ele, kau pasti sangat bahagia karena sekarang kau tahu kau punya Ayah. Tapi nak, Ibu tidak bisa jika harus terus melihat Ayah mu. Maafkan Ibu yang masih begitu egois dan takut akan luka masa lalu. Semoga kau mengerti ya nak. "

Gaby menghela nafas sembari mengalihkan pandangannya. Tak sengaja matanya terarah kepada sebuah Photo dirinya dan Ele saat bersama. Dia tersenyum lalu mengambil photo itu.

" Ibu harap, kau akan terus tersenyum seperti ini, nak. Kau adalah alasan Ibu hidup. Kau adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan Ibu. Ibu tidak membutuhkan yang lain selain dirimu, sayang ku Ele. " Gaby meletakkan kembali photo itu dan berjalan masuk ke dalam kamar. Dia hanya bisa menghela nafas karena ternyata kamarnya masih berantakan. Perlahan dia mulai membenahi kamarnya nya.

" Apa ini? " Tanya Gaby yang tak sengaja melihat ada noda darah di bantal anaknya. Dia terus memperhatikan noda darah itu sembari memikirkan dari mana asal noda darah itu.

" Sepertinya ini masih baru. Tapi jadwal datang bulan ku sudah berlalu sekitar sepuluh hari yang lalu kan? lagi pula, tidak mungkin kan darah menstruasi ku ada di bantal Ele? "

Tak mau banyak berpikir, akhirnya Gaby lebih memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Dia membawa seprei dan sarung bantal itu dan meletakkan di keranjang khusu untuk baju kotor.

Jordan dan Ele masih terus bermain bersama. Mereka juga mengobrol dengan begitu asik hingga tidak memperdulikan cuaca yang terik. Melihat putrinya yang mulai banyak berkeringat, Jordan akhirnya memutuskan untuk mengajak putrinya kembali ke rumah.

" Ele, kita sudahi bermainnya ya? cuaca sangat terik, sayang. " Ele memang sempat merengut tidak setuju, tapi karena bujukan Jordan, akhirnya dia menuruti ucapan Jordan.

" Sini, Ayah gendong. " Jordan meraih tubuh mungil putrinya dan langsung menggendongnya. Jordan mengusap-usap pelan tubuh Ele yang terkena banyak pasir mulai dari kaki, tangan dan terakhir adalah punggungnya. Jordan mengeryit bingung dan kaget saat tak sengaja melihat punggung Ele yang seperti memar. Perlahan Jordan menurunkan baju yang dikenakan Ele untuk memastikan apa benar yang sepintas ia lihat tadi.

" Ele, kenapa punggung mu memar? " Tanya Jordan panik.

" Memar itu apa Ayah? " Ele dengan polosnya bertanya karena memang dia belum terllau paham semua bahasa.

Jordan menatap manik mata Ele dan memastikan dari mana luka memar itu di dapatkan.

" Apa ada yang memukul punggung mu? " Ele menggeleng.

" Apa kau jatuh dan punggung mu terbanting? " Ele juga menggeleng.

" Apa ini sakit? " Tanya lagi Jordan sembari menyentuh bagian punggung yang memar. "

" Aku tidak sakit, Ayah. Memar itu apa? "

" Memar itu bekas luka yang berwarna kebiruan dan merah. Dipunggung mu ada memar itu, sayang. "

" Aku tidak jatuh, oh, mungkin saat malam aku tidur, aku tidak sengaja melukai punggung ku, Ayah. "

Jordan masih menatap khawatir.

" Tapi kau bilang tadi tidak sakit kan, sayang? "

" iya. "

Kenapa putriku begini? kalau di lihat dari cara dia berbicara, Ele benar-benar terlihat tidak berbohong. Tapi dari mana luka memar sebesar ini? Gaby juga tidak mungkin melukai Ele. Lalu kenapa ini?

Bersambung...

1
Les Tari
bagus
ayu cantik
suka
sukensri hardiati
kesetiaan buta Ron
sukensri hardiati
masih mikirin jordan juga si Ge...
YuWie
crrita yg bagus, samle bab ini masih asyik dibaca.. Ron cerdik banget sih
YuWie
Luar biasa
Khairul Azam
kenapa tegasnya baru skrng dulu pas disiksa jordan diz tak berdaya?
Khairul Azam
banyak banget kesialan, ini si penulis apa yg dipikirkan
Khairul Azam
novel othor ini perempuanya tersiksa dulu dibikin balikan dan baru bahagia
Khairul Azam
kq bisa ya bikin cerita mengenaskan begini tp perempuanya masih dibikin balikan sama laki laki seperti jordhan
white lily
leukimia bisa donor sumsum tulang belakang Thor,
white lily
lah lebih blangsak
Annie Soe..
Bawang bertaburan tor, tapi seru kyknya..
Annie Soe..
Yup,,,
Ge n jordan mulai keluar tanduknya..
Annie Soe..
Dah jelas hasil dna jordan anak biologisnya ttp aja si bapaknya jordan ga maw terima, marah2 ga jelas..
Bisa ga siy ini disebut bapak durhakim ???
Annie Soe..
Hebat kau ge,,
karakter perempuan yg aku suka,
ga menye2 berurai air mata..
lanjuuttt..
Annie Soe..
Ikut senang Ge dah bisa tersenyum lagi..
Kasih bahagia mereka ya tor ( klg kecil jordan ) n biarkan.l elle sembu sehat lagi .
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
khilaf apa doyan🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
punya firasat yg buruk kayanya...🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!