NovelToon NovelToon
Suamiku Mantan Calon Ipar

Suamiku Mantan Calon Ipar

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Perjodohan / Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:9.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

"Dia istriku."

"Tapi dia milikku, Kak."

---------

Menggantikan sang Adik dalam sebuah pernikahan tak pernah menjadi mimpi dalam hidup Dirgantara Avgian. Sebuah kejutan yang disusun sebaik mungkin untuk sang adik nyatanya menyeret Gian dalam sebuah ikatan pernikahan yang tak dia inginkan.

Bagaimana mungkin ia mencintai gadis yang sudah bertahun–tahun menjadi kekasih adiknya, dan bagaimana mungkin ia menjalani pernikahan dengan gadis kecil yang masih sibuk dengan pelajaran Matematika, sungguh tidak dapat dipercaya.

ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Dia Sebenarnya? (Radha)

Hening, untuk kali pertama Gian melaju sepelan itu. Bahkan Radha telah berapa kali menguap, mata kini memerah lantaran kantuknya mulai melanda. Entah kemana tujuan Gian, yang jelas ia hanya menanti waktunya pria itu bicara.

Bahkan tugas Matematika dan Bahasa Inggris masih terbuka di atas meja belajarnya akibat ulahnya kemarin malam, sejenak Radha berlari dari kenyataan bahwa dirinya masih seorang siswa.

"Kak, kenapa jalannya begitu pelan? Apa Kakak tidak hapal jalan seperti kemarin?"

Radha curiga, ia hanya tak ingin adegan dramatis yang bisa saja mengancam nyawanya itu akan terulang kembali. Sejak tadi ia mengubah posisi duduk, dengan berbagai gaya yang sukses membuat Gian terbahak dalam diamnya.

"Tidak, kau tidur saja, bukankah kau mengantuk?"

Gian bertanya sesaat setelah ia menatap Radha sekilas, istri kecilnya itu terlihat benar-benar ingin tidur. Gelengan cepat namun dengan mata yang kini semakin mengecil membuat Gian merasa lucu.

"Tidur, Zura, kau tak perlu khawatir. Aku akan membangunkanmu nanti," ujar Gian menenangkan Radha dengan nada datarnya yang benar-benar biasa.

Tak ada jawaban dari Radha, bak bicara dengan kesendirian, secepat itu Radha benar-benar telah tertidur. Pria itu mencebik dan menatap kesal ke arah istrinya, untuk apa bertanya, pikirnya.

Mencoba tak terlalu memperhatikan Radha, Gian kembali fokus dengan arah tujuannya. Karena perjalanan kali ini akan cukup panjang dan menyita tenaga yang tak sedikit.

*****

Perlahan kecepatan mobil mulai berkurang, Gian menepikan mobilnya. Radha yang cepat merasakan perubahan dalam segala sesuatu kini terbangun, dengan mata yang masih menyesuaikan cahaya ia meneliti keberadaan Gian.

"Kemana dia?"

Radha kehilangan sosok Gian dalam sekejab, tidak ada Gian di sampingnya. Hanya ada keheningan dan kesendirian di sepanjang jalan itu. Pikirian negatif mulai menguasainya, bahkan wanita itu berpikir begitu liarnya.

"Hah!! Dia ninggalin gue?!! Sendirian?!!'

Radha mulai panik, mencari kemana sang Suami. Ingin turun namun ia lebih takut jika bayangannya akan adegan film action penculikan akan terjadi padanya jua.

Tak lama berselang namun keringat di tangannya sudah membasah, Radha bernapas lega kala menyadari makhluk itu telah kembali. Dengan membawa snack yang tak sedikit.

"Hah?? Untuk apa, Kak?"

"Ah? Tidak, kenapa kau bangun?" Gian balik bertanya, tak ia menjawab pertanyaan Radha.

Sedang Radha masih berpikiran sendiri dengan menatap jumlah makanan yang tak biasa itu, apa mungkin Gian tak bercanda dengan ucapannya tadi pagi, pikir Radha.

"Aku tidak mengantuk lagi, apa kita masih lama, Kak?"

Gian menggeleng pelan, menarik napas dalam dan ia hembuskan begitu berat. Benar-benar tak niat menjawab pertanyaannya, pikir Radha begitu kesalnya.

Lagi-lagi Radha hanya mampu terdiam, menanti Gian berhenti kala di tujuannya. Radha menatap hilal arah kini semakin terlihat, meski awalnya tak yakin namun ia mencoba berpikir positif kali ini.

"Kita kesini?"

Tak ada jawaban Gian, wajah penuh tanya Radha hanya menyimpulkan jawaban dari apa yang ia lihat. Panti asuhan, sudah lama ia tak mengunjungi tempat seperti ini, bahkan mungkin 2 tahun lalu lebih tepatnya, dan ia lakukan bersama orang tercintanya.

Radha terhenyak kala Gian meghentikkan mobilnya, perasaan ini datang lagi. Kenapa selalu saja hal ini ia rasakan bila mengunjungi tempat ini.

"Ayo turun," perintah Gian menatap istri kecilnya, wajah heran Radha sempat membuatnya sedikit bertanya.

Dengan segala perasaan yang kini bercampur, Radha turun dan mengiring di belakang di belakang suaminya. Beberapa mata mulai tertuju padanya, terutama anak-anak panti yang usianya bahkan sama denganya.

"Papa!!"

Radha tersentak kala seorang anak berusia 5 tahun menghampirinya dengan langkah cepat, lebih tepatnya Gian. Wajah imut tak berdosa itu tampak amat sangat merindukan Gian, ia memeluk erat Gian yang kini berlutut agar menyamai tingginya.

"Hai, jagoan Papa baik-baik aja kan?"

"Oh tentu dong, Rey kangen Papa ...."

Ucapan itu terhenti kala ia lebih memilih kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Gian. tentu saja hal itu tak lepas dari perhatian Radha, ia terheran kala Gian kini menggendong anak itu dengan penuh kasih sayang.

"Ra, ikut Kakak."

Radha tak punya kesempatan banyak untuk bertanya, ia memilih tunduk dan kembali mengiring di belakan pundak Gian. Tentu saja dengan membawa hadiah untuk para anak panti di tangan kanan dan kirinya.

Memasuki pintu utama, Gian bak pangeran yang disambut begitu banyak orang. Baik dari anak-anak yang sedari tadi sibuk belajar maupun dengan wanita paruh baya dan juga wanita muda lainnya.

Hanya ada beberapa laki-laki di sana, dan Radha tak suka. Mengapa semuanya harus dominan wanita, kenapa pula Gian begitu di sanjungi bak maha guru, gerutunya kesal bukan main.

"Nak Gian, sudah lama kau tak berkunjung kemari. Dan siapa gadis manis di sampingmu?"

"Iya, Bunda, maaf aku terlalu sibuk."

Gian tersenyum kaku sesaat, pria itu menatap Radha sejenak, dengan tak melepaskan Rey dari gendongannya.

"Dia_"

"Papa!!"

Lagi-lagi seorang anak bermanik hazel dan rambut semu kemerahan itu mendekat dan memeluk kaki Gian, terpaksa ia menurunkan Rey dan berlutut agar dapat menyesuaikan tinggi ketiganya. Tak jauh berbeda dengan Rey, ia juga sama rindunya dengan Gian.

"Hahah kau lihat, putramu begitu merindukanmu, Gian."

Deg

Radha tercekat, ucapan wanita paruh baya itu sukses membuatnya tak mampu bernapas dengan benar. Entah mengapa ia merasa nyeri, padahal meski Gian sudah memiliki anak seberapa banyak pun harusnya ia tak peduli.

"Iya, aku merasa bersalah tak punya banyak waktu untuk mereka."

"Maafkan, Papa ya," ujar Gian membelai manja wajah mereka begitu lembut, anggukan patuh dari keduanya membuat Gian tersenyum hangat.

Lain halnya dengan Radha, ia masih terpaku menatap pemandangan di depannya. Ia hanyut terbawa perasaan kala Gian memperlakukan kedua anak itu dengan amat sangat lembut.

"Gadis manis, sini biar Bunda yang bawa untuk mereka."

Radha tersenyum kaku kala wanita itu mengajaknya bicara, setidaknya ada orang yang menganggap kehadirannya, pikir Radha.

"Ah iya, Papa, kenapa datang sendiri? Mama masih sibuk ya?"

Gian terdiam, menatap wajah Radha yang kini menatapnya penuh tuntutan. Sungguh teramat bingung ia dengan hal yang kini terjadi padanya.

"I-iya, Sayang, Mama masih sibuk."

Spontan Radha memejamkan mata serta menarik napas sebegitu dalamnya. Entah perasaan apa ini, khawatir dan sakit bercampur menjadi satu dan benar-benar mengaduk perasaannya.

"*Papa? Mama? Apa maksud dua makhluk ini?"

"Apa dia sudah punya istri?"

"Haaa? Kenapa Papa menikahkanku dengan Om-Om*?"

Radha menyimpan banyak pertanyaan, tatapan Gian yang berusaha menenangkan namun tetap saja membuatnya kesal membuat Radha memilih berlalu dan meninggalkan Gian dengan kesibukannya.

"Mas Gian ...."

Langkah Radha terhenti kala suara lembut itu terdengar merdu, siapa pemiliknya dan mengapa ia memanggil Gian dengan sebutan semesra itu, pikir Radha yang mulai tak jernih.

"Tu manusia banyak amat bininya."

Tbc

1
Karsini Agus
y Allah.... jgn jahat2 bikin ceritanya kak desh... kasian Haidar. kasian qt jg yg bacaaa/Sob//Sob//Sob//Sob/
Desy Puspita: Ya Allah, Kak, ini novel zaman purbakala masih dibaca 🤣😭 baca novel yang baru aja napasiih, jelek banget novel ini
total 1 replies
Mari Anah
😄😄😄
Mari Anah
🤣🤣🤣🤣kocak
🌸WD🌸
Radha cantik banget balesnya 🤣🤣🤣🤣🤣
Mari Anah
🤣🤣🤣🤣aku jg kaget radha
chess🍂
papa Raka egois banget sumpah.
Ais NSP
RadhaGian jodoh yang tidak disangka kisah cinta rumit mengorbankan rasa persaudaraan makasih kak othor banyak kasih pelajaran kehidupan dalam cerita ini. Sukses terus dengan semua karyamu semangat kak othor/Good//Heart//Rose/
Juan Sastra
kisah terpanjang namun ggak bikin bosen baca,, 👍👍
Juan Sastra
layla pergi alhamdulillah,,pantas aman
Juan Sastra
agak langka sekarang ya catherin,, lelaki seperti gian
Juan Sastra
takutnya nanti gian di jebak sama ulet bulu itu,, dan minta di nikahi, jelitabkok ggak ngeh sih jika uler itu jahat suka matok zura
Juan Sastra
benar bukan may pepatah bilang dunia tak selebar daun kelor,,gak jadi iparan namun jadi besanan
Juan Sastra
biasalah rey namanya juga terbucin bucin ter zura zura,,,😂😂😂😂
Juan Sastra
perempuan bego ya gitu,,, mau aja di bodohi bodohi
Juan Sastra
good girl,, cerdas radha aku suka
aryuu
tak sepolos yang kudugong
Juan Sastra
mampus
Raja Rosnenty
Luar biasa
my_dear_Budiarti
amin🤲
Juan Sastra
syukur karma berlaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!