NITA WULANDARI
Orangtuanya ditipu bisnisnya pun hancur gulung tikar, kedua orangtuanya bercerai dan parahnya lagi ia menjadi gelandangan dan pengemis.
......
REVAN PRADIVA WILSON
Seorang pemuda tampan yang tiba-tiba saja masuk kedalam kehidupan Nita mengangkat derajat hidupnya dan menjadi suaminya.
......
Menikah karena terpaksa akankah cinta bersemi dihati keduanya? Atau hanya akan saling meyakiti..?
......
copyright @Nona Kireina terbitan februari 2020
......
Jangan lupa untuk terus dukung Author dengan cara like, comment, dan jangan lupa vottngnya juga ya hehehe 😋
Novel ini tidak di buat dengan mencontek, asli buatan sendiri sesuai dengan apa yang ada di dalam fikitan author.. siang malam author ngetik membuat alur ceritanya sangatlah tidak mudah..
Author sedih saat ada yang mengatakan novel ini mirip dengan novel sebelah, author mau bilang karakter Revan tidak sama dengan yang di sebelah, begitu juga dengan Nita. jika kalian baca di chatper selanjutnya itu jelas berbeda..
selamat membaca readersku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 - TERPAKSA!! (KARENA AKU MENCINTAIMU)
Hembusan angin malam begitu dingin, hingga larut malam bahkan Nita tak dapat memejamkan matanya, berkali-kali ia menatap pria yang tertidur pulas di atas sofa itu.
Hatinya sangat tidak tega melihatnya seperti itu, perlahan ia berdiri dan melangkah mendekatinya dengan membawa selimut tebal yang sudah di ambilnya dari dalam lemari.
Menyelimutinya dengan lembut, memandangi wajahnya dengan lekat hingga begitu dekat.
Jarak itu hanya menyisakan 1 cm dan jlep..!! kedua mata maskulin itu terbuka sempurna membuat Nita kalang kabut hingga salah tingkah, dengan cepat Revan merengkuhnya.
“Kau sedang menunggu kesempatan?”
“Tidak.. Revan lepaskan aku.. sakit...” pintanya memohon, kini dadanya sedang bergemuruh hebat.
“Tidak usah bohong...” ia menggendong Nita dan merebahkannya di atas ranjang, meremas jari jemarinya dengan pelan.
“Jangan....”
“Kau tahu..? seumur hidupku aku tidak pernah menerima penolakan.. dan itupun berlaku hingga sekarang..” perlahan menyusuri leher jenjang itu dan meninggalkan jejak kepemilikannya.
Lenguhan itu keluar dengan sendirinya membuat Revan semakin bergairah.
Dan..........................................
Pagi hari seperti biasa Nita menyiapkan sarapan untuk keluarga meskipun ia telah dilarang keras oleh Morina agar tidak melakukan pekerjaan di dapur.
“Selamat pagi sayang...” sapa Morina.
“Selamat pagi juga mah...” melempar senyum.
“Selamat pagi Nita...” sapa Handoko sembari menarik kursi itu untuk istrinya duduki.
“Pagi pah...”
“Selamat pagi cucuku...” kakek pagi ini terlihat begitu semangat.
“Iya.. selamat pagi juga kek..”
Tak lama kemudian Revan datang bergabung dengan mereka untuk sarapan.
***
Ruang baca...
Kakek Wilson, Handoko, dan Revan tengah duduk berhadapan dengan 3 cangkir teh hangat yang menemaninya tepat di atas meja.
“Bagaimana keadaan perusahaan?” tanya Handoko kepada putra semata wayangnya.
“Sejauh ini dalam kondisi baik dan stabil..”
“Hm.. syukurlah.. apakah kau sudah mendapatkan kabar dimana keberadaan kedua orangtuanya?” imbuh kakek Wilson menimpali.
“Untuk apa mencarinya? Hanya orangtua bodoh yang berani menelantarkan anaknya sendiri seperti itu..!” tatapannya menajam menatap teh itu.
Handoko beranjak dari duduknya dan menepuk pelan pundak kekar itu, “Kau benar.. jika hal itu terjadi pada anakmu.. papah akan membuatmu tidak dapat bertemu dengan mereka berdua...” diam sejenak kemudian melanjutkan kalimatnya dengan penuh penekanan, “Selamanya!!” genggamannya dipundak Revan semakin kuat.
Sementara Revan, ia mengernyit menahan sakit cengkraman tangan Handoko.
***
Tingtong...
Siapa yang bertamu..? gumam Nita sembari melangkah menuju pintu, ceklek... saat pintu terbuka Adyt berdiri tepat di hadapannya.
“Lama tidak bertemu gadis kecil...”
“Kau...” mengerutkan kening, “Jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu..” tuturnya dengan nada tidak suka.
“Hahaha...” hendak mengelus wajah cantik di hadapannya, namun dengan cepat Nita menepisnya dengan kuat.
“Jangan menyentuhku!” mencoba menutup pintu itu sekuat mungkin namun tenaga Adyt jauh lebih besar.
“Hey... kenapa tidak bersenang-senang denganku saja? Dan pergilah darinya..”
“Apa..!!” lengkingan suaranya membuat Adyt menutup kedua telinga.
Dasar sakit jiwa.. Nita membalikan badan dan sebelum kakinya melangkah, dengan cepat Adyt menahannya.
Memegang pinggang ramping itu dan terlihat seperti orang yang sedang memeluknya, “Lepaskan aku brengsek..” Nita meronta dan menggigit kuat tangan Adyt.
“Aw...!!” pekiknya kesakitan, tangannya memerah dan berdenyut, “Berani sekali kau menggodaku hah!”
Apa..? dasar sakit jiwa.. kau sendiri yang berusaha menggodaku..! Nita menggeleng menatap jengah padanya dan melangkah pergi saat ia membalikan tubuhnya kebelakang, Plak!!
Tamparan itu mendarat diwajah Nita, “Lancang!! Berani sekali kau bermain api di hadapanku!!”
“Dia yang mencoba menggodaku.. aku tidak pernah ..”
Plak!! Untuk yang kedua kalinya tamparan itu mendarat sempurna diwajah cantiknya, membuat air matanya menetes.
udah biarin aja istri mu tenang ga usah di cari urusin aja tuh pacar jalang kesayangan km...