Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?
Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.
apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?
guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex²⁷
*Sabar, Serena. Kamu tidak pantas memikirkan isi hatimu sendiri.*
Serena memejamkan matanya sesaat sebelum kembali menatap lampu-lampu jalan yang berlarian di balik kaca jendela.
Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya.
Mobil terus melaju membelah jalanan kota hingga tanpa sengaja melewati sebuah danau yang begitu dikenalnya.
Danau itu.
Tempat yang masih sering ia kunjungi diam-diam hingga sekarang.
Tempat yang menyimpan terlalu banyak kenangan yang seharusnya sudah lama ia lupakan.
Untuk sesaat, tatapannya terpaku ke luar.
Cahaya lampu taman memantul di permukaan air yang tenang, menciptakan pemandangan yang begitu familiar.
Hingga akhirnya Serena mengalihkan pandangannya ke depan.
Dan membeku.
Tatapannya bertemu dengan sepasang mata gelap milik Dirga melalui kaca spion.
Tatapan datar.
Sulit ditebak.
Seolah pria itu telah memperhatikannya sejak tadi.
Jantung Serena langsung berdetak lebih cepat.
Ia segera menundukkan pandangan dan merapikan ponselnya.
Berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Namun entah kenapa, ia bisa merasakan tatapan itu masih ada.
Masih mengawasinya.
Di kursi depan, Dirga tetap memegang kemudi dengan satu tangan.
Ekspresinya tidak berubah sedikit pun.
Seakan pertemuan pandangan mereka barusan tidak berarti apa-apa.
"Danau itu indah saat malam hari."
Suara Lyora memecah keheningan.
Serena sedikit terkejut.
"Hm?"
Lyora menoleh ke arah jendela.
"Aku sering melihatnya saat pulang malam. Pemandangannya selalu menenangkan."
Serena memaksakan senyum kecil.
"Ya, Nona. Saya juga berpikir begitu."
"Kalau ada waktu, kita harus mampir ke sana lain kali."
Serena hanya mengangguk pelan.
Sementara itu, jari Dirga yang berada di atas kemudi mengetuk pelan permukaannya sekali.
Sangat pelan.
Hampir tidak terdengar.
Namun entah mengapa, setelah mendengar ucapan Lyora tadi, tatapannya kembali tertuju pada kaca spion.
Dan kali ini...
Yang dilihatnya bukan danau itu.
Melainkan bayangan Serena yang sejak tadi berusaha menyembunyikan sesuatu di balik ekspresi tenangnya.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka tiba di sebuah gedung mewah yang menjulang tinggi.
Cahaya dari dalam gedung memancar terang, menandakan pesta sudah berlangsung cukup ramai.
Satu per satu mereka turun dari mobil.
Begitu kakinya menyentuh lantai, Lyora segera merangkul lengan Dirga dengan senyum yang sulit disembunyikan.
Malam ini adalah kesempatan yang sudah lama ia tunggu.
Kesempatan untuk memperkenalkan Dirga kepada teman-temannya.
Bagaimanapun juga, tidak semua orang bisa memiliki kekasih seperti Dirga.
Pria itu bukan hanya tampan dan sukses, tetapi juga memiliki pengaruh besar di dunia bisnis hingga dikenal di beberapa negara.
Karena itulah Lyora begitu percaya diri.
Ia yakin setelah malam ini, dirinya akan menjadi pusat perhatian di dalam lingkaran pertemanannya.
Dan tentu saja, ia sangat menikmati pemikiran tersebut.
Sementara itu, Dirga tetap memasang ekspresi datar seolah tidak terlalu tertarik dengan pesta yang akan dihadirinya.
Sedangkan Serena dan Zayn berjalan beberapa langkah di belakang mereka, menjaga jarak layaknya bawahan yang hanya datang untuk menemani atasannya.
Dirga tiba-tiba merangkul pinggang Lyora dan menarik wanita itu sedikit lebih dekat ke sisinya.
Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang jarang ia tunjukkan di depan banyak orang.
Lyora tampak terkejut sesaat, namun segera membalas dengan senyum bahagia.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan siapa pun, tatapan Dirga beralih sekilas ke arah Serena.
Ia mendapati wanita itu sedang memperhatikan mereka.
Entah karena sengaja atau tidak, langkah Serena seketika terhenti.
Hanya sepersekian detik.
Namun itu sudah cukup untuk membuat senyum di bibir Dirga semakin dalam.
Ternyata, Serena masih peduli.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Bersambung.....
Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃