Ini kisah season 2 dari nikah kontrak dengan om ceo tampan.
Mia Allura Atmaja putra pertama dari Alex Atmaja dan Rara Artnia, ia terpaksa kabur dari rumah orangtuanya untuk menghindari perjodohan dengan rival sang papa hingga akhirnya ia terjebak cinta segitiga dengan pengusaha muda bernama William.
Akankah ia menyerah atau memperjuangkan cintanya?
Nb : Untuk melihat visual mereka bisa cek di ig ; Duwi Sukema
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Simpanan
“Lur, kapan elo beri tahu mama kalau elo itu baik-baik saja. Mama itu tiap hari bawaannya mewek terus kayak anak kecil yang minta dibelikan premen, elo jadi anak durhaka banget,” sindir Daffian.
Lura bangkit dari kursi kerjanya, lalu menatap adiknya kesal.
“Elo memberi ide gila ini, sekarang elo menyalahkan gue,” hardik Lura dengan menyilangkan kedua tangannya di pinggang. “Kalau elo ngak nyuruh kabur pasti gue sudah bahagia dengan pacarku,” tegasnya lagi.
Dafiian, mendorong kepala Lura kebelakang dengan jari telujuknya.
“Tolol, jika elo sampai nikah dengan mantan pacar elo habis riwayat kekayaan keluarga Atmaja. Elo itu buta atau rabun?” ledek Daffian.
“Bos, rabun sama buta itu beda tipis. Jelas-jelas nona Lura penglihatnya masih jelas, lihat itu tatapannya aja tajam setajam pisau yang mau mengiris daging untuk ditumis ralat seperti singa yang melotot ingin menerkam mangsanya. Mengerikan tatapannya kok di bilang buta,” sahut Yoga.
“Diam elo. Jangan ikut bicara kalau elo ngak mau di mangsa oleh singa hidup-hidup!” bentak Daffian. “Ra, Sammy itu tidak tampan apa sich yang elo banggakan dari laki-laki biadab yang keluarganya gila harta. Mending elo move on terus elo jalanin itu cinta elo sama bos William. Gimana hubungan elo dengan dia? Tadi elo bilang mau married sama William benar ngak?” tanya Daffian.
“Bukan urusan elo, sudah elo kesini mau apa? Jangan macam-macam atau sampai mereka tahu kalau kita saudara, nanti mereka kira gue penyusup atau mata-mata perusahaan kita.”
“Beres, gue cabut dulu. Nanti malam kita makan bersama ya, ada banyak hal yang ingin gue kasih tahu ke elo,” pamit Daffian.
.
.
.
Ke esok harinya, pagi hari Lura segera mengirim beberapa pesan untuk William sekadar basa-basi untuk menanyakan apakan sudah sampai dengan selamat. Banyak pesan whatsapp yang ia kirim namun belum satu pun yang masuk. Ia memilih untuk segera berangkat ke kantor untuk mengisi hari-harinya yang begitu membosankan. Ya menurutnya waktu berjalan begitu lambat ketika sang pujaan hati tidak ada disampingnya.
Merasa pikirinya tidak karuan yang teringat akan ucapan Luna tentang masa lalu William ia menjadi penasaran akan hubungan kekasihnya dengan mantan pacarnya.
Lura segera menyalakan laptopnya untuk browsing mencari nama artis terkenal Shintia Luba. Tidak butuh waktu lama ia sudah mendapatkan informasi dan skandal tentang William bersama Shintia.
"Oh jadi mereka sama-sama berasal di New York, ternyata mereka putus karena alasan Shintia belum siap nikah. Tunggu, ini ada artikel jika William tidak ingin putus maka mereka memutuskan untuk saling menunggu hingga waktu yang telah mereka sepakati. Ini masih belum ada satu tahun, masih enam bulan yang lalu," ucap Lura membaca blog di layar laptopnya.
Lura mengepalkan tangannya, dadanya bergemuruh menahan sesak tidak menyangka jika ia hanya dipermainkan dan di jadikan simpanannya saja. Ia memilih menonaktifkan ponselnya lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Ra, elo kenapa kok wajahmu kayak di tekuk gitu?" tanya Henry masuk ke dalam ruangan Lura.
"Ngak ada apa-apa? Gimana jadi bertemu dengan klien ngak?"
"Jadi, tapi biar gue sama Luna. Elo kerjain tugas William."
"Hen, elo tahu kenapa William pergi ke New York ya? Emang ada masalah apa?"
Bersambung..
😍😍