NovelToon NovelToon
Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: picisan imut

(Follow Instagram aku: @Picisan_Imut94)

'Innalillahi...' satu kata yang mungkin pas untuk Nuha ucapkan ketika mendengar kabar sang senior guru ngaji killer yang selalu membuatnya dongkol dengan segala titahnya, tiba-tiba saja melamar.

ya... Faqih Al Malik, adalah sosok pria yang mungkin paling wajib di hindarinya, demi menyelamatkan diri dari tingkah Bosinya itu (bikin emosi). pria diam namun tengil itu yang Nuha tahu. namun siapa sangka, dia malah mengkhitbah-nya. dan bahkan acara pernikahan hanya berselang beberapa hari saja, sesuai keinginan dia dan sang Abi pastinya.

kalian perlu tahu, seorang senior killer itu adalah pria yang harus kau taati setiap titahnya.
sementara seorang suami adalah aturan hidup paling benar yang perlu kau iyakan dan kau hormati segala keputusannya.


dan ketika senior guru killer merangkap sekaligus menjadi suami mu. kelar hidup mu!!!

bagaimana kehidupan Nuha saat menjalani hari-harinya sebagai istri sang Hafizh 30 juz itu?

baca saja .... hehehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

patung Semar

Di dapur, Faqih dan Nuha baru saja menyelesaikan sahur mereka.

Kini dua pasang tangan itu tengah mencuci piring yang sebenarnya tidak banyak... Nuha saja heran, kenapa sih A' Faqih harus ikut-ikutan membasahi tangannya hanya untuk tiga piring kotor dan dua gelas.

Tapi semakin Nuha menolak, semakin Faqih malah melarangnya untuk mencuci piring itu. Hei... Hei... A'a, jangan menambah masalah ya. Tapi itu lah Faqih yang gemar berwajah datar namun sebenarnya dia itu sangat romantis.

Lihat-lihat dia tidak sibuk mencuci piring malah justru menangkap kesepuluh jari jemari Nuha dengan kedua tangannya.

"A'a dapat ikan..." Ucapnya datar, ngelawak sih dia sebenarnya, tapi sumpah itu terdengar kaku bin aneh. Hehehe. Tapi sukses membuat Nuha menoleh, dengan A' Faqih juga lalu terkekeh kemudian. Keisengan yang sungguh tak berfaedah kan? yang ada malah cucian piring yang tak seberapa itu tak kunjung bersih gara-gara meladeni permainan A' Faqih.

Kini piring-piring itu sudah nangkring di tempatnya, bersamaan dengan beberapa gelas juga.

Namun sepertinya tangan A' Faqih masih saja menangkap tangan Nuha yang basah dengan satu tangannya, sementara yang satu lagi meraih handuk kering di dekatnya, untuk apa lagi? Tentu saja untuk mengeringkan tangan Nuha menggunakan handuk kering itu. Ya Allah... Sungguh suami idaman, kurang kerjaan sih dia tapi... Itu romantis.

Bibir Nuha tersungging ceria, menatap A'a yang sama sekali tak menyunggingkan senyum saat melakukan itu, tapi tetap saja perbuatan itu cukup membuat Nuha bahagia.

dia pun menarik tangannya saat melihat bayangan seseorang memasuki area dapur.

Ya... Abi Rahmat, datang dengan senyum ramahnya.

"Kalian sudah makan?" Tanya beliau dengan ramah, padahal baru saja ada perang sedikit di kamarnya. Namun beliau memang pintar menutupi setiap masalah Antara dirinya dan sang istri pada anak mereka.

"Sudah Abi, Alhamdulillah. Jawab Nuha."

Tersirat kelegaan di hati ustadz Rahmat, saat melihat senyum ceria Nuha masih terbit di sana... Benar-benar gadis yang menyejukkan hati.

"Umma bagaimana, katanya Umma pening?" Tanya Nuha kemudian. Abi Rahmat menoleh ke arah Faqih yang tengah tersenyum tipis, seraya mengangguk pelan, seolah memberi kode bahwa Abi harus menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang di tanyakan Nuha dengan sedikit berbohong.

"Oh... Iya? Umma lagi istirahat," jawab Abi Rahmat. Faqih pun menoleh terlihat tatapan sedih tergambar di wajah Nuha.

"Apa perlu berobat Bi?"

"Tidak perlu, Umma hanya butuh istirahat."

"Kalau begitu jangan dulu puasa, kasian Umma." Mengusulkan.

Abi Rahmat sudah tidak bisa berucap apa-apa lagi selain terkekeh, beliau pun memberi kode pada Faqih untuk mengajaknya ke kamar. Karena waktu imsyak tinggal beberapa menit lagi A' Faqih pun membawa Nuha keluar area dapur itu setelah berpamitan dengan sang ayah sejenak.

Entahlah, gemar sekali A'a di kamar, padahal dia ingin menjenguk ibunya A' Faqih dulu yang katanya sedang tidak sehat. Namun ya sudah lah menurut saja gadis itu mengikuti langkah kaki suaminya.

Di dalam kamar itu, Faqih duduk menyandar di ranjang, dengan satu kaki di luruskan, dan satunya lagi di tekuk sembari memainkan rambut Nuha yang tengah duduk di depannya dengan jari telunjuk menggulung-gulung pelan lalu menjatuhkan lagi. Sementara Nuha masih asik berkirim pesan dengan sang ibu.

"A'a, Abi Irsyad dan Umma Rahma katanya mau ke sini." Ucap Nuha senang.

"Oh... Ya? Kapan?" Mengecup rambut Nuha.

"Siang ini."

"Tapi siang ini niatnya kita yang mau ke sana, neng." Jawab Faqih. Nuha pun menoleh, sehingga membuat Faqih langsung memberikan kecupan di pipi kanan Nuha.

"Benarkah?" Semakin bersemangat gadis itu.

"Iya neng, malamnya kita menginap di rumah Abi Irsyad ya tapi maaf cuma semalam, karena besoknya A'a harus ke Bogor."

"Tidak apa A' yang penting sebelum A'a ke Bogor Nuha di anterin lagi ke sini. Kan Umma Hasna ada acara di rumah."

"A'a mau kamu di rumah Umma Rahma neng saat A'a tidak di rumah." Tutur Faqih.

"Memang kenapa A'? Nuha mau bantu Umma Hasna, kasian kan kalau Umma masak sendirian." Jawab Nuha. Faqih pun mengecup kening Nuha cukup lama.

'sepertinya niat ke Bogor harus ku batalkan. Umma sedang dalam kondisi seperti itu, khawatir ada masalah lagi.' batin Faqih.

"A'a banyak diam." Jawab Nuha, Faqih tersenyum. Ia pun meraih wajah Nuha dan mengecup area bibirnya. Gadis itu beringsut. "A'a dengar kan? Suara imsyak?"

"Kamu sih kelamaan ngobrol, sedikit deh bentar saja." Faqih mendekat lagi hanya menempelkannya sebanyak tiga kali. Muaah muaah muaah.

Nuha terkekeh.

"Nuha mau minum..." Pintanya manja. Faqih terkekeh lalu meraih air di dalam gelas serta mendekatkannya pada sang istri.

"Nuha pegang sendiri saja."

"Sudah minum saja, A'a yang pegangin gelasnya."

"Berlebihan." Jawab Nuha seraya terkekeh namun kembali mendekati gelas itu, A'a menarik gelas itu menjauhkannya dari Nuha.

"A'a?"

"Hahaha... Iya... Iya... Nih minum." Faqih mendekatkan lagi gelas itu pada Nuha yang langsung meminumnya.

***

Pukul sembilan pagi, dengan mengendarai sepeda motor. Faqih membawa Nuha menyusuri kota Jakarta menuju daerah Harapan Indah Bekasi. Tepatnya rumah ustadz Irsyad.

Sementara yang hendak di kunjungi sudah tidak sabar menanti di luar rumah.

Ustadz Irsyad pun geleng-geleng kepala berdiri sembari menyandar di depan pintu.

"Dek... Kok berasa di Jawa gitu ya? Ada patung Semarnya." (Salah satu karakter wayang)

Menoleh. "Maksudnya?"

"Biasanya orang Jawa pada punya patung Semar di depan pintu, gemuk pakai sarung. Nah kamu kan sedang berdiri di depan pintu. Kurang acungin jempol dek, nanti kalau Faqih sama Nuha datang kamu bilang 'monggo' gitu ya pakai ibu jari kamu itu." Ustadz Irsyad memperagakan, setelah itu membayangkan jika Rahma melakukan itu, sontak beliau langsung menutup mulutnya Tergelak.

"Ohhoooo... Sepertinya suami Rahma ini sudah semakin gemar mencari julukan baru untuk menghina Rahma ya?" Berkacak pinggang. Ustadz Irsyad pun meredam tawanya dengan tangan memegangi perutnya yang sedikit kaku akibat tertawa.

"Ya habis ngapain di depan gitu... Berjemur? Jangan dek, kamu bukan bule, udah sawo matang jadi sawo busuk nantinya." Ustadz Irsyad berlari masuk saat sang istri sudah ancang-ancang mengangkat tangannya, hendak memukul bahu sang suami.

"Astagfirullah al'azim... Puasa... Puasa... Jangan bikin emosi ya mas?!" Rahma berseru.

Ustadz Irsyad menongol kan kembali kepalanya, "ngga bikin esmosi, mending bikin es Dawet ayu... Kan ada logo Semar, garengnya. Samaan sama induk beruang jadi trio nanti."

"Abi bener-bener mau Rahma lempar pakai sendal jepit ya...?"

"Hahaha... bercanda Khumaira...." ustadz Irsyad tergelak, "Masuk yuk ahhh panas dek, lagian Nuha pasti baru jalan, masih lama sampainya."

"Rahma mau tetap di sini. Menyambut dua anak Umma yang tampan dan cantik." Tersenyum ceria.

"Ckckck... Dibilangin masih lama? Mau di gendong atau bagaimana ini?"

"Sook banget sih... Memang masih kuat?" Menantang.

"Wah wah... Ayo sini." Ustadz Irsyad mendekat namun Rahma melangkah mundur.

"Jangan-jangan, bukannya romantis, malah jadi drama karena pinggang mu yang encok itu mas. Hahaha."

"Ngece wae, nek ra puasa wes tak ntekno koe dek... Ya Allah." (Ngejek melulu, kalau tidak puasa sudah ku habiskan kau dek, ya Allah.)

"Hei,,,, aku tahu artinya ya mas?"

"Opo jal?" (Apa coba?)

"Pokoknya tahu aja..."

"Yo opo jal, mas mu iki ngomong opo wae?" ( Ya apa coba, mas kamu ini bilang apa saja?)

"Intinya opo..." Jawab Rahma asal, ustadz Irsyad tergelak.

"Opo... Maksude pie dek?"

"Ya opo..." Jawab Rahma lagi turut terkekeh. Karena ustadz Irsyad sudah menyolek pinggangnya sehingga membuat Rahma merasa geli.

"Opo? Opo wae, Ndang jawab dek..."

"Hahaha. Mas ih geli..." Rahma semakin berlari masuk karena Ustadz tak kunjung berhenti menyolek pinggang Rahma membuat sang istri semakin tergelak dan memutuskan untuk kabur.

1
Gafita Almas
Luar biasa
M. Namikaze
banyak kok, ngirit cucian gelas juga
M. Namikaze
Bayi : " Fitnah teroooos...!"
M. Namikaze
padahal dianya sendiri "Gus Harun Azmi"
Riani
Kecewa
Riani
Buruk
Riani
romantisnya.
Herlina Lina
😭😭
Herlina Lina
iya kah g boleh pake air hangat?sy baru tau
manusia biasa
aq bolak balik baca novel ini tapi tetep ajah mewek
Herlina Lina
knp g bilang aja si nuha?lw sakit bgtu berulang dan sakitny bs sampe g ketahan q rasa gpp kx suami qt tau krn dy berhak tau kondisi qt jgn lw udh parah baru ketauan suami dan malah bahayain bdn sendiri itu dzolim k diri sendiri jg jd lw bilang kn minimal bs periksa k klinik terdekat
Herlina Lina
.
Herlina Lina
part2 yg bikin nyesek
Herlina Lina
yg baca aja nyesek baca nya apa lg jd nuha coba😭
Herlina Lina
drama ikan terbang kah😁
Silfia magfiroh
Luar biasa
solihin 78
jangan putus harapan qori
Herlina Lina
ya Allah segini nya d terima faqih d keluarga rahma pdhl nuha ....😥
Herlina Lina
nah asik kluarga yg bgni si mnrt q santuy aja d bawa slow
walau rahma bkn anak ustadz or kiyai tersohor ttp beradap kx alhamdulillah
Herlina Lina
konflikny bs d bilang sepele tp bacany sambil nangis gini,,,krn ini perasaan yg akan d rasakan sm perempuan2 beristri tp mertuany mmpunyai perangai 11 12 umma hasna...ini bkn bicara soal ilmu atau keimanan tp lbh k adab
krn mertua kan sm halny dg ortu sendiri knp bs berperangai bgtu sm menantu sendiri,sdgkn dg org lain bermanis2 tutur bahasanya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!