NovelToon NovelToon
The Guy Next Door

The Guy Next Door

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Kriminal / Tamat
Popularitas:209.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Magnifica

Aku hanya sesekali berpapasan dengannya, di lift, di koridor. Ya, dia tampak seperti pria biasa. Hanya sedikit aneh. Wajahnya dingin, tanpa senyum, bahkan nyaris tanpa ekspresi. Walaupun kuakui sebenarnya dia sangat tampan, dengan rambut cokelat berantakan dan mata birunya. Aku baru melihatnya beberapa hari ini. Sepertinya dia baru pindah ke gedung apartemen ini. Dan sepertinya, dia tinggal tepat di samping flatku. Kupikir dia semacam nerd atau apalah itu - Kirana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Magnifica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Kirana menggeser lengan Hayden pelan dari dadanya. Dia turun dari ranjang dan meraih kemeja kotak - kotaknya dari lantai dan mengenakannya.

Dia tersenyum melihat Hayden yang masih terlelap dalam tidurnya.

So peaceful.

Pelan dia melangkah keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk mencari segelas air.

Kirana mengambil gelas dan mengisinya dengan air dari keran, lalu meneguknya hingga tak tersisa.

Dia berjalan ke arah sofa, berniat untuk duduk di sana sembari menunggu Hayden bangun.

Jam dinding menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Artinya masih ada waktu satu setengah jam lagi sebelum dia berangkat kerja.

Mata Kirana tertumpu pada sebuah pistol berwarna hitam yang tergeletak di atas meja.

Kirana duduk di atas sofa dan meraih benda itu. Dia terkekeh. Pastilah semalam Hayden tanpa sadar meletakkan senjatanya ini sembarangan karena sibuk bercumbu dengannya.

Bibirnya mencebik. Dia menimang pistol yang terasa sedikit berat itu kemudian dia arahkan ke layar televisi. Berpura - pura seakan - akan dia tengah menarget seseorang. Dia melihat bayangannya sekilas dari layar televisi. Terlihat keren.

"No, Kira, put it down (jangan, Kira, letakkan pistolnya)!"

Seruan Hayden dari belakangnya membuat Kirana kaget bukan main. Secara spontan Kirana mengarahkan pistol ke arah Hayden yang langsung mengangkat tangannya.

"It's loaded (pistolnya terisi peluru)!" ujar Hayden setengah berseru.

"Sorry ...." Buru - buru Kirana meletakkan pistol di tangannya ke atas meja.

Hayden menghela nafas lega. Lalu meraih pistolnya dan menyimpannya di dalam laci yang terletak di bawah meja.

"Jangan bermain - main dengan benda itu, okay?" ujarnya seraya duduk di samping Kirana dan memberinya ciuman selamat pagi.

"Sorry ...." Kirana merebahkan kepalanya di bahu Hayden yang langsung menghirup puncak kepalanya dalam - dalam.

"Tunggu di sini," ujar Hayden seraya mengelus puncak kepala Kirana dan berdiri melangkah ke ruang dapur.

Dia memeriksa lemari pendinginnya dan mengambil beberapa bahan mentah dari sana.

Beberapa saat kemudian Hayden telah sibuk dengan aktifitasnya memasak sarapan. Entah menu apa yang sedang dia buat. Yang jelas aromanya begitu menggoda selera makan.

Kirana memperhatikannya dari sofa tempatnya kini berbaring. Dipandanginya punggung kokoh Hayden yang tertutup tattoo bergambar kepala tengkorak dengan dua pedang menyilang yang mengapitnya.

"What can I help you with (ada yang bisa kubantu)?" tanya Kirana.

"Nah, I'm good ( tidak usah)." sahut Hayden tanpa menoleh.

"Alright ...."

Kirana kembali memperhatikan gerak gerik Hayden dengan terus menyunggingkan senyum di bibirnya.

Seorang Pembunuh Bayaran, Penembak Ulung, Penantang Maut, saat ini di matanya tampak hanya seorang pria biasa yang sedang melakukan hal - hal normal.

"Kira, come here."

Kirana terkesiap mendengar seruan Hayden yang memanggilnya. Dilihatnya Hayden tengah menaruh dua piring makanan ke atas meja.

Scrambled Eggs (telur orak - arik), roti panggang, dan bacon membuat perut Kirana meronta untuk diisi.

"Wow!" gumam Kirana seraya meraih sendok dan garpu. "Merci, Mon Amour (terimakasih, cintaku)," ucapnya jahil dalam bahasa Perancis.

"De rien, Mon Bébé (sama - sama, sayangku)."

Kirana mencebik. Dia tidak menyangka Hayden bisa menyahutnya dengan bahasa yang sama.

"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Hayden.

"Silahkan," jawab Kirana seraya mengunyah scrambled eggsnya.

"Wajah setengah Asiamu, dari mana kau mendapatkannya?"

Kirana terkekeh. "Ibuku orang Indonesia."

"Owh, I see (begitu)." Hayden mengangguk - angguk. "Tell me more about you ( ceritakan lebih banyak tentang dirimu)."

"Hmm .. well, aku lahir dan besar di Seattle, Ibuku orang Indonesia, my dad's American, kami keluarga sederhana dan normal, dulunya, sampai Ayahku pergi meninggalkan Ibuku untuk wanita lain, lalu Ibuku menjadi seorang alkoholik, dan aku harus bertahan hidup."

"Kau tidak mau menceritakan padaku pria yang bernama Matthew itu?"

"Owh, Matthew dekat denganku saat SMA. Aku tidak tahu hubungan seperti apa di antara kami dulu. Bisa dibilang sahabat, atau pacar, mungkin."

"Hmmm ...."

"Aku bertemu kembali dengannya beberapa waktu yang lalu di pemakaman Ayahku, dia memberitahuku kalau dia seorang polisi."

"I see."

Kirana melihat sekilas ekspresi wajah Hayden berubah suram. Membuat Kirana tersenyum tipis lalu menghabiskan makanannya tanpa berkata apa pun lagi.

"I'll do the dishes (aku akan cuci piringnya)." ujar Kirana seraya mengambil piring dan sendok - sendok kotor di atas meja. Lalu membawanya ke wastafel untuk mencucinya.

"Heiii ...." pekiknya tertahan ketika merasakan sensasi geli di tengkuknya. Hayden memberinya kecupan - kecupan lembut di sana.

"Hayden, biar kuselesaikan dulu," ujar Kirana sembari menghindar dari kecupan Hayden.

"I just wanna hold you (aku hanya ingin memelukmu)."

Kirana mendecak. Namun pada akhirnya dia membiarkan saja Hayden melakukan apa pun yang dia inginkan.

"Hayden, I gotta go to work (aku harus berangkat kerja)," engah Kirana ketika Hayden mulai mendesaknya ke dinding dan mengincar lehernya.

"No way, I won't let you go (tidak mungkin, aku takkan membiarkanmu pergi)." Hayden tak menghentikan aksinya. Membuat Kirana harus mendorong dadanya pelan.

"Aku serius, lihat jam berapa ini," ujarnya seraya bersusah payah melepaskan dirinya dari rengkuhan Hayden. Lalu menunjuk ke arah jam dinding. Pukul setengah sepuluh pagi.

"Biar saja Si Kepa rat itu memecatmu."

"Hayden .. please." Kirana memberikan pipinya ketika Hayden hendak mencium bibirnya.

"Okay .. okay." ujarnya seraya menghujani pipi Kirana dengan beberapa kecupan lembut. "Tapi aku akan mengantarmu, dan juga menjemputmu nanti. Atau kalau perlu aku akan menungguimu sampai kau selesai." Hayden mengelus rambut Kirana. "Atau sebaiknya kau tidak usah bekerja di sana."

Kirana terbahak. "Tidak usah berlebihan," ujarnya seraya mengelus perut rata dan telanjang Hayden sembari berlalu dari hadapannya lalu menyunggingkan senyum jahilnya.

***

Hayden membuka pintu flatnya dengan terburu - buru. Seseorang menggedornya dengan sangat keras.

"Mother F**ker, what are you doing here (ba jingan, sedang apa di sini)?" umpatnya begitu melihat sosok jangkung berdiri di depan pintu.

"Surprise (kejutan)!" kekehnya seraya mengerlingkan matanya ke arah Hayden.

"Disgusting (menjijikkan)!" umpat Hayden kembali.

Alex, menghambur masuk ke dalam tanpa mempedulikan Hayden. Lalu menghempaskan badannya ke atas sofa.

"Hei, aku belum memberi jawaban apa - apa untuk Bosmu. Kau tidak perlu datang menjemputku."

"Aku tidak menjemputmu, Breng sek!" hardik Alex seraya menyalakan rokoknya. "Aku mau bersenang - senang."

"Bersenang - senang?" Hayden membuat tanda dengan jari telunjuk dan jempolnya seperti sedang memegang pistol. "Atau bersenang - senang." Hayden lalu memegang bagian pribadinya.

Alex terbahak. "Bersenang - senang," ujarnya sembari mengikuti Hayden memegang bagian pribadinya.

Hayden mendesis.

"Hei, aku mencium bau wanita di sini!" serunya sembari mengendus ke kanan dan ke kirinya. "Apa aku melewatkan sesuatu?"

Hayden tak mempedulikan perkataan Alex. Dia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya rapat - rapat.

Alex menghembuskan asap rokoknya ke udara. Diambilnya ponsel dari saku jaketnya.

Dering telepon terdengar.

"Ya, Sandra? Aku ada di Seattle. Mau bertemu malam ini?"

***

AURORA AVE, SEATTLE.

"Seriously?"

Sandra memekik tertahan sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Kirana menempelkan jari telunjuknya mengisyaratkan pada Sandra untuk tidak berisik.

"Kau bercin ta dengan Hayden .. ya Tuhan." Sandra berjingkrak kegirangan. Namun sejurus kemudian wajahnya cemberut. "Tidak, Kira. Aku tetap harus memperingatkanmu untuk berhati - hati dengan Hayden."

"Rasanya aku tidak mau peduli dengan resiko apa pun." Kirana terkekeh. "I don't care who he is, where he's from, what he did, as long as he loves me (aku tidak peduli siapa dia, dia dari mana, apa yang telah dia lakukan di masa lalu, selama dia mencintaiku)."

Sandra mendecak.

Ponsel di kantung bajunya bergetar. Dia segera meraihnya.

Mata Sandra membulat sempurna. Kirana yang penasaran melongok layar ponsel di tangan Sandra.

"Ha - llo?" sapanya dengan suara bergetar.

"Ya, Sandra, aku ada di Seattle, mau bertemu malam ini?"

Sandra terpekik tanpa suara. "Aku harus jawab apa?" ujarnya tanpa suara pada Kirana.

Kirana mendelik. "Say, yes, Silly (katakan, iya, bodoh)," Kirana menyahut juga tanpa suara.

"Hellooo .. Sandra, are you there (kau di sana)?"

"Ya, Alex, tentu, ya .. okay."

Kirana tersenyum miring. Sandra mengangkat kepalan tangannya ke udara lalu menariknya ke bawah. "Yes!!!"

"Kira ...." Sandra memanggil Kirana yang kini telah sibuk kembali dengan pekerjaannya menata barang - barang.

"Hmmm ...."

"I'm thinking about a double date (aku sedang memikirkan sebuah kencan ganda).

***

***

1
Kustri
jd inget lagu'a see u again
Kustri
hahaa...alex makan simalakama
Kustri
ufft... keren si othor👍
Kustri
wanita manja👊
hayden kasian kau, gmn reaksimu saat tau bosmu yg menghabisi pacarmu
dan hati"lah x ini sakira akan jd target berikut'a
Kustri
kirana diculik, waduduuuuh.... ketegangan di mulai
Kustri
nha... lbh bagus begitu thor
bhs asing lgsg diartikan, drpd hrs nunggu di akhir part👍
Kustri
yaaaa.... kasian sandra, dijadikan pelampiasan alex
Kustri
sayang sekali qu baca sdh tamat
saran aja... sebaik'a lgsg bhs indonesia
ribet klo hrs baca di akhir
pembaca pasti paham koq ini kejadian di LN👍
Kustri
iih...jorok kirana
udh tau gk bisa byk minum alkohol, ngeyel
Kustri
kirana org mana... indonesia bgt nama'a
Kurda Ningrum
keren nih ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Mooie Jkt
Menarik ceritanya..
Riska Aprianty
Lumayan
Riska Aprianty
Luar biasa
Dewa Qin
ahhhhh akhirnya.....😍😍
Dewa Qin
sepertinya kania tidak jadi menargetkan hayden dan kirana karna sudah menemukan ben.dan alex tidak benar2 membunuh hayden
Dewa Qin
q malah udah baca duluan novel itu thor...😁
Dewa Qin
kenapa kania sama ben sich thor,kan eman ben dapet anak mafia yg manja.😂
Dewa Qin
wanita akan menjadi bodoh saat jatuh cinta dan wanita akan jadi mengerikan saat hatinya tersakiti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!