Leo adalah seorang Ceo ternama Di Asia, ia sangat kaya dan juga tampan, Dia terkenal kejam pada setiap lawannya yang menjadikan ia menududuki perusahaan No 1 dinegaranya.
Dia memiliki seorang kekasih yang bernama Salsa namun saat detik-detik menuju hari pernikahanya sang kekasih menghilang bagaikan ditelan bumi.
Karena takut Leo marah, pa Anwar memaksa Sisil untuk menikah dengan Leo, Leo berjanji akan membalas dendam pada Salsa melalui Sisil.
Bagaimanakah kehidupan Sisil selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Tok... Tok...Tok....
" Masuk "
" Siang Bu "
" Ada apa " ucap ketusnya
" Saya mau melapor Bu, jika tadi di Aula semua peserta malah terlihat senang dengan semua gerakan yang diberikan Sisil "
" Apa Kamu bilang, tidak bisa dibiarkan " ucapnya sambil emosi
" Aku harus temukan cara agar Ia menderita....Ayo berpikir Yesi..... " ucapnya dengan berpikir keras
" Apa Kau lihat-lihat, sekarang Kau pergi dari ruangan ku dan panggilkan Sisil kemari " bentaknya
" Tenang Yesi tenang pikirkan rencana lain " batinnya
...****************...
Sementara dikamar Sisil ia sedang memainkan handphonenya, Ia heran karena sudah seminggu ini Leo tak menghubunginya
" Apakah Mas Leo sibuk, bahkan pesanku tak pernah Ia balas " ucapnya sedih
" Aku ga boleh berpikiran negatif, Mas Leo pasti baik-baik saja " batin Sisil
Tok... Tok...Tok....
" Ada yang bisa Saya bantu " ucap ramahnya
" Kamu dipanggil keruangan Bu Yesi sekarang "
" Em... ada apa ya "
" Ga tau lebih baik kau segera keruangannya " ucapnya langsung pergi meninggalkan kamar Sisil
" Aduh, Bu Yesi mau apa lagi ya.... kenapa setiap mendengar nama Bu Yesi aku jadi jantungan " lirihnya
Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Bu Yesi, meskipun Dia sebenarnya terkadang kesal dengan sikap Bu Yesi yang entah mengapa selalu berubah-ubah kadang baik dan kadang bikin susah.
...****************...
Tok... Tok...Tok....
" Masuk "
" Maaf Bu, ada apanya Ibu mencari Saya " tanya herannya
" Kemari Lah.... Sebenarnya ibu sedang sedih dan bingung Sil, harus bagaimana ini Sil " ucapnya sambil pura-pura menangis
" Ibu kenapa Ko nangis "
" Apa yang harus Aku lakukan Sil " masih dengan air mata buayanya
" Coba Ibu ceritakan dulu sama Saya, siapa tau Saya bisa bantu " ucapnya yang merasa tak tega pada Yesi
" Bagus, Kamu terperangkap dalam rencana ku, kata itu yang dari tadi Aku harapkan " batin Yesi
" Jadi begini Sil, Anaknya Bu Jamilah Sakit dan dirawat dirumah sakit....ibu bingung harus bagaimana....ga mudah cari orang buat gantiin Bu Jamilah.... apalagi masakan Bu Jamilah kan enak-enak dan sehat " ucapnya dengan meneteskan air matanya
" Em... Ia juga sih Bu, kasian Bu Jamilah tapi Kita disini juga gimana " jawabnya yang ikut memikirkan perkataan Bu Yesi
" Oh ya Sil, bisakah Kamu bantu Ibu.... waktu itu ibu cicipi Kue buatanmu enak, Ibu yakin pasti Kau jago masak... apakah Kau mau masak untuk Kami semua " ucapnya dengan wajah pura-pura baik
" Tapi Bu.. kalo masaknya harus banyak Saya ga yakin " ucapnya Sisil
" Aduh... gimana ini, Aku harus bujuk apalagi supaya Dia mau " batin Yesi
" Atau begini saja Sil, Kamu bisa meminta bantuan sama Bu Yosi " tawarannya
" Gimana ya bu..... "
" Ibu mohon Sil.... Hiks.... hiks.... hiks... " ucapnya menangis kembali
" Gimana ini Tuhan " batin Sisil
" Ibu mohon Sil please " ucapnya memohon
" Gimana ya bu " ucapnya binngun
" Sok jual mahal banget sih si Sisil ini.... Sabar Yesi.... Sabar " batin Yesi mulai kesal
" Kita ga punya banyak waktu Sil, 2 jam lagi makanan untuk cemilan sore sudah harus siap, gimana ini Sil " ucapnya menangis kembali
" Ibu jangan menangis, yasudah aku akan coba membuatkan makanan " ucapnya pasrah
" Terima kasih Sisil... Terima kasih..... " ucapnya senang
Sisil langsung pergi menemui bu Yosi untuk membntunya menyiapkan makann sedangkan Yesi sedang sangat senang hari ini,
" Kau bodoh sekali Sisil.... Lihat saja Kau pasti tidak akan kuat untuk menjalani nya......Tunggu saja saat waktunya tiba....Aku akan merebut Leo darimu " batin Yesi
...****************...
" Bu Yosi, tolong Sisil... Sisil bingung..... " lirihnya
" Bingung kenapa coba ceritakn pada Ibu "
" Jadi begini Bu, Anaknya Bu Jamilah tuh Sakit dan dirawat dirumah sakit. Bu Yesi meminta tolong Sisil untuk memasak didapur, Bu Yosi bisakan bantuin Sisil.... Sisil mohon " ucapnya dengan wajah memelas
" Aduh Sil kenapa kamu mau diminta tolong seperti itu, harusnya kamu tolak.... " ucapnya kesal
" Sisil ga tega lihat Bu Yesi nangis " ucapnya menundukan kepala
" Aku makin Curiga sama Yesi apa ini disengaja atau tidak.... aku harus menyelidikinya " batin Yosi
" Yasudah Yuk Ibu bantuin " ucapnya
Mereka sedang sibuk menyiapkan makanannya, memasak dengan jumlah banyak itu bukan hal yang mudah, meskipun berat Yosi dan Sisil terus berusaha hingga merekapun selesai. Dan segera menatanya diatas meja, untungnya indah sang pelayan itu ada dan membatu Sisil dan Yosi
" Akhirnya Sil.... beres juga " ucap Yosi yang merasa lega
" Ia Bu, Sisil seneng banget "
" Makasih ya indah dah bantuin Kita "
" Em... " ucap sinis indah
" Maksih ya Bu Yosi dah bantuin Sisil "
" Sama-sama Sil " ucapnya saling berpelukan
Yesi pun datang kekantin untuk melihat persiapan sebelum kantin dibuka
" Hai Sisil " sapa Yesi
" Hai bu "
" Bagaimana persiapannya sudah selesai "
" Sudah bu... "
" Hebat Kamu Sil... ibu bangga padamu " pujinya dengan senyum sinis
" Makasih Bu "
Kantinpun dibuka, semua orang langsung menuju kantin, mereka langsung mengambil makanannya dan duduk dibangku kosong masing-masing. Mereka terlihat sangat senang dengan makanan yang hidangan. begitupun dengan Yosi dan Sisil yang sangat senang melihat kebahagiaan dari orang-orang yang memakannya.
...****************...
Flash Back
Tok... Tok...Tok....
" Masuk "
" Ada apa ya Ibu panggil Saya " tanyanya
" Bu Jamilah Saya dengar Anakmu sedang Sakit, apa benar " tanya bu Yesi
" Benar Bu, Hiks.... Hiks.... " ucapnya sambil menangis
" Jangan menanagis, Saya jadi ga tega... ini uang buat berobat anakmu.....pulang kampung lah... Saya kasih Kamu cuti selama 1 minggu..." ucapnya dengan tersenyum
" Tapi....Bu pekerjaan Saya gimana " tanyanya
" Ibu ga usah khawatir.... Saya sudah memikirkannya dan sudah mendapatkan penganti sementara jadi Ibu bisa pulang kampung dengan tenang "
" Ibu Yakin... kampung Saya jauh Bu... diindonesia Saya ga bisa datang kemari dengan cepat jika ibu sewaktu-waktu membutuhkan Saya " ucap ragu nya
" Ya Saya tau.... Pergilah.... ingat hanya satu minggu " ucapnya
" Baik Bu terima kasih banyak Bu.... Ibu memang baik... semoga kebaikan Ibu dibalas Tuhan " pujinya
" Sama-sama " ucapnya dengan tersenyum
" Renacana Ku pasti akan berhasil, lihat saja Sisil.... sebentar lagi kau pasti akan menyerah... " Batin Yesi
Bu Jamilah pun segera pergi dari sana dan membereskan barang-barangnya untuk segera pergi kekampungnya, karena ini kesempatan langka baginya bisa mendapatkan cuti.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua, Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel ku dan memberikan
Like....Komen..... dan Vote ......
semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
meskipun cerita ini udh end mohon direvisi kembali thor