Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 Pergi keluar Negeri
Pagi hari kami berangkat ke Singapura bersama Oma, miss Valen, aku, Mona dan Zidan, kami sekarang sudah di bandara Sukarno Hatta, biasa Mona sudah update status malah foto bersama Zidan, mereka sangat kompak, Zidan sudah ku ijinkan ke gurunya lagian minggu depan sudah liburan sekolah, jadi enak deh, kalau ngajinya di ijinkan ke ustadz Haris oleh Mona.
Kami masuk ke area penerbangan dengan tujuan Singapura, setelah cek paspor kami, sekarang ini sudah di dalam pesawat yang siap landas, Ini adalah perjalanan pertama ku, keluar negeri jadi aku, Zidan dan mbak Mona agak lebay, maklum orang miskin yang belum pernah naik pesawat ke luar negeri. Ternyata tidak lama kami mendarat di bandara yang ada di Singapura, Ada mobil yang siap menjemput kami, kami segara naik bersama atas komando miss Valen, Mobil membawa kami ke sesuatu tempat tempat tempat hunian modern namanya jurong west, di sana adalah hunian keluarga Oma, hunian modern mungkin hanya orang kaya yang bisa tinggal di sini.kalau aku hanya stay sebantar saja.
Ketika sampai, kami di tunjukan kami kami, aku dan Zidan satu kamar, oma dan Mona satu kamar, tempat nya mewah dan modern Miss Valen di lantai dua, dia bilang kalau lantai tiga adalah kamar nya bang Willy,
Ketika aku santai dengan yang lain, ada seorang tamu, teryata mama nya Leo, dia ngantar Leo kerumah ini dan oma bilang kalau bang Willy dan istrinya pisah rumah, lagi bertengkar karena mbak Emma ketahuan selingkuh dengan mantanya dan mereka lagi proses cerai.
" Eh Leo sudah datang kenalkan itu Zidan anaknya tante Erina" kata miss Valen
" Tante yang tinggal sama sama Oma dan desinernya tante Valen" tanya Leo
" Betul sayang, ayo semua makan itu pelayan sudah selesai masak" kata Oma
Kami makan di meja makan di meja bundar dan duduk menghadapi piring masing masing, makanan orang kaya steak daging dan kentang, selada, dan caus, walah ini anakku nanti lapar lagi apa nggak ya, nanti aku ajak saja ke supermarket biar belanja roti kasihan kalau anakku kelaparan.
Malam kami di ajak jalan ketemu dengan calon suami Miss Valen, dia keturunan dari Italia, tapi sudah lama tinggal di Singapura namanya Mr Joe Andrew, Namanya sulit di ucapkan soalnya orang bule, tapi ada keturunan indonesia dari kakeknya dan dia mualaf jadi mereka akan nikah secara Islam.
Kami ke hotel yang akan di tempati resepsi dan akad nikahnya di masjid yang biasa miss Valen ikut kajian.
Pulangnya aku minta mampir ke super market karena Zidan ingin di belikan jajanan, aku hanya pergi dengan Miss Valen yang lain tidak ikut
" Di rumah ada banyak makanan di kulkas kalau kamu makan tinggal ambil, kalau mau masak ya tinggal masak, atau minta tolong ke koki" kata dia
" Iya gampang Miss ini beli cemilan buat Zidan dia suka makan dan suka minum susu" jawabku
" Anakku mu semakin ganteng dan gembul" kata Miss Valen.
" Biar saja Miss, asal dia bahagia dari pada dia sakit hati dengan kelakuan bapaknya" jawabku
Kami tertawa, bagitu lah orang kaya mau nikah sudah ada yang mengurusi jadi dia santai saja dan tetap kerja.
" Besok kamu berkunjung ke butik dan tempat produksi sama asistenku nama nya Nensi biar kamu tahu tempat produksi dan tempat pemasaran nya produk kita, jangan lupa di foto produk dan butik nanti kamu pasarkan di IG kamu" kata Miss Valen
" Siap Miss, aku akan kerja, jalan jalan, sambil healing" kata ku
Sekarang Erina di Singapura mengunjungi butik, tempat produksi dan menghadiri pernikahan Miss Valen dan berencana mengunjungi butik di eropa sementara di tempat lain pram benar benar menyesal dan terpuruk
POV Pram
Aku pramudia erlangga punya anak satu bernama Zidan dan punya istri bernama Erina.
Aku pulang dari luar kota membawa istri siri, ingin menikahinya secara negara, tapi istriku marah dan nggak mau sama aku lagi, Aku sebenarnya nggak menghancurkan keluarga ku, aku hanya ingin menikah lagi dan nggak ingin menceriakan Erina,
Erina sangat ketus, setiap perkataan nya selalu menyindir kelakuanku, pak ustadz dan pak RT yang ku hadirkan pun kalah ketika kami berdebat, karena aku jengkel, sehingga aku nggak ngasih dia nafkah untuk bulan ini.
Atas ide bapakku aku pura pura bangkrut biar Dewi minta pisah denganku, tapi ternyata Erina yang ingin minta cerai dia sangat jijik pada ku dan Dewi, sampai dia periksa takut ada penyakit menular dari kami
Erina sangat cerdik ketika aku bilang kita bangkrut, dan pindah ke kos dia langsung jual perabotan rumah, kata nya karena tidak di beri uang belanja dan anaknya sangat suka jajan, setalah aku bawa pulang Dewi dia tidak lagi memasak ataupun mencuci bajuku.
Setelah kami tinggal di kos dia berkurang ketusnya, dia mau jawab ketika ku tanya, dan mau membuat kopi untuk ku bahkan dia mau aku suruh beli sarapan. rupanya dia sudah mulai luluh hatinya dan dia menerima perlakuanku dengan baik seperti sepedanya aku siapkan sebelum dia mangantar Zidan.
Sampai suatu siang ada surat pangilan sidang cerai dari pengadilan agama, aku sebenarnya marah tapi dia sangat cerdas selalu menjawab perkataanku dengan kesalahan yang aku lakukan, dan sampai di sidang pengadilan agama dia di dampingi pengacara yang cukup mahal, katanya dia bawa pengacara di bantu oleh Oma tempatnya dia bekerja. Setelah aku bilang bangkrut dia bekerja memasak di tempat orang kaya, dan sekarang tinggal di sana.
Aku yang berusaha mempertahan kan istri ku, aku di buat nggak berkutik dengan semua bukti pernikahan siriku yang ku awali dengan perselingkuhan, dan Erina punya semua bukti, dan dia menemukan sosial medianya Dewi sebagai bukti perselingkuhanku, hadeh Dewi sih pamer suami orang di media sosial kan kena aku.
Sampai di rumah kos, Dewi malah memanasi erina dengan kata kata yang memprovokasi sehingga erina ingin secepatnya meninggalkan kos, dan pindah ke rumah Oma
Rasa batinku tak karuan kalau Zidan pindah aku nggak bisa ketemu setiap hari, jadi aku ngalah saja, aku antar kan mereka pindah sampai ke apartemen Oma dan di sana ada bu Hera jadi aku pasrah kan istriku ke walinya yaitu Bu Hera.
Dengan begitu aku tahu tempat tinggal mereka, nanti aku belikan mereka rumah kalau aku mulai kerja lagi, setiap hari aku masih bisa ketemu Zidan di tempat dia ngaji yang di antar mbak Mona.
Aku kalah di persidangan mereka membawa tiga saksi yang semua memberatkan aku, jadi Hakim tanpa ragu memenangkan gugatan cerai Erina, aku kalah, hingga aku harus ikrar talak, tapi nggak apa apa nanti akan ku kejar lagi dia. Karena aku masih mencintainya.
Hari ini aku harus hadir ada rapat para pemegang saham, aku dengan semangat datang, sebentar lagi aku bisa mulai kerja lagi, biar aku bisa memberi nafkah anakku, aku bisa bayar hutang, nanti rumah itu ku jual beli dua yang agak kecil satu buat Dewi dan satunya biar di tempati Zidan dan bundanya.
Ternyata hasil rapat pemegang saham, tidak sesuai dengan harapan ku, Miss Valen menjual semua saham nya ke Mr Willy sehingga perusahaan ku di akuisisi oleh Mr Willy, seorang pengusaha hebat dari Singapura, sedangkan sahamku tanpa saham Miss Valen hanya lima persen jadi aku nggak bisa jadi direktur lagi, dan rumah harus ku jual untuk melunasi semua hutangku, yang aku pakai membiayai Dewi dan keluarganya yang selalu minta uang kepada ku.
Pengeluaran dan semua hutangku di hitung oleh pak Doni, ternyata banyak jadi aku akan segera jual rumah, buat bayar hutang bukan buat beli rumah lagi, kalau nggak ingin di penjara, aku benar benar jatuh dan bangkrut beneran, itu semua dosa zina yang ku perbuat selama ini dan ku anggap sepele dan akibatnya benar benar hancur semuanya. aku yang pura pura bangkrut ternyata bangkrut beneran.
Bersambung.
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut