NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 32

Segera menghubungi Draja, hanya itu saya ini yang bisa dilakukan oleh Tranaka.

"Draja aku minta kamu bisa mencegah Alensky jika akan berbuat sesuatu pada keluarga Mawardi"

"Apa?!, memangnya ada apa denah Alensky?"

"Dia kabur dalam kondisi marah, aku tidak bisa mencegahnya dan dia sudah kesana naik taksi"

"Apa?!"

Draja terkejut.

"Aku mengandalkan mu, dan aku akan menyusulnya sekarang"

"Oke, aku akan menunggu Alensky"

Percakapan di dalam ponsel pun terputus.

Sementara Alensky, di dalam sebuah taksi sudah tak bisa mengontrol emosinya, kali ini yanga ada di pikirannya adalah bagaimana memberikan pelajaran pada Meriya dan semua keluarganya.

Tanpa di sadari, sesuatu yang ada di dalam dirinya muncul dan mengirimkan sinyal kuat pada seseorang yang sedang membicarakan hari dan tanggal pernikahan.

"Alensky?" Ucapnya pelan, Sera merasakan ada yang tidak baik-baik saja dengan adiknya.

"Ada apa?" Tanya calon suaminya.

"Ada yang berbahaya Graven" ucap Sera.

"Bahaya?, maksudnya?"

"Alensky "

"Ada apa dengan Alensky?" Tanya Graven.

"Sepertinya dia sedang tidak terkendali"

"Menggunakan kekuatannya?" Tanya Graven.

"Iya"

"Segera hubungi!" Graven ikut cemas kali ini.

Sera segera menghubungi ponsel Alensky, tapi nyatanya tak kunjung ada balasan, bahkan banyak ya pesan tidak ada yang di lihat sama sekali.

"Bagaimana ini?" Tanya Sera semakin panik.

"Mungkin ada teman atau siapa?" Graven memberikan ide nya.

"Ada, Draja namanya"

Sera segera menghubungi dan ternyata juga tidak ada yang mengangkat nya.

"Ya Tuhan!, Alen, apa yang kau lakukan, bikin repot saja!" Teriak Sera yang masih kalang kabut di tempat nya.

Akhirnya jalan terakhir dia menyebutkan nama seseorang yang harusnya masih di rahasiakan seperti janjinya, tapi ini darurat, sudah tidak bisa.

"Tranaka!" Ucapnya cepat dan segera menghubungi laki-laki itu.

Graven yang mendengar dengan jelas siapa yang baru saja di sebut oleh Sera seketika mengerutkan keningnya, sepertinya sangat tidak asing dengan nama Tranaka.

"Siapa Tranaka?" Tanya Graven.

"Ck, nanti aku jelaskan, aku masih_"

"Iya kak Sera" terdengar suara Tranaka dalam panggilan ponselnya.

"Kamu bersama dengan Alen?" Tanya Sera.

"Iya kak, maksud ku tidak, tadi iya"

"What?!, kau ini yang benar kalau njawab, Alen ada di sana apa enggak?"

"Tadi iya, dan dia baru saja kabur, aku mengejarnya"

"Apa?, kabur?, memangnya dia kenapa sampai kabur?" Sera semakin cemas.

"Aku masih nyetir kak, nanti aku jelaskan, aku tutup dulu dan lacak ponsel Alensky kalau ingin tau posisinya, dia pergi dengan kondisi emosi!" Teriak Tranaka lalu segera menutup ponselnya.

"Apa?, Tranaka halo, halo!" Sera berteriak namun percuma karena sambungan telah terputus.

"Bisa bantu aku lacak ponsel Alensky?" Ucap Sera seketika memberikan ponselnya pada Graven yang sebenarnya masih penasaran.

"Siapa Tranaka?" Tanya Graven sambil mengutak-atik ponsel Sera agar segera bisa tau di mana posisi Alensky.

"Suami Alensky"

"APA?!"

Graven terkejut dan menghentikan tangannya yang sedang bekerja.

"Ck, ayo cepat, nanti aku jelaskan di jalan, ini darurat Graven"

Melanjutkan lagi apa yang di lakukannya, dan akhirnya bisa mengetahui posisi Alensky saat ini, keduanya segera keluar dari perusahaan dan masuk kedalam mobil menuju ke tempat di mana alat pelacak terus menuntunnya.

"Ceritakan, siapa Tranaka, nama lengkapnya"

"Kamu pasti kenal"

"Tranaka Rudolf?"

"Yap"

"Oh my God, bocah Es itu bisa menikah juga, bagaimana itu bisa terjadi?" Graven tentu saja sangat terkejut sekali, karena yang dia ingat sosok Tranaka adalah laki-laki dingin yang cukup di gandrungi wanita tapi antipati pada mereka, bahkan sempat menolak perjodohan yang sudah di wariskan.

"Mereka tertangkap basah Oma dan aku saat berada di Apartemen" jawab Sera.

"What?!, melakukan hal itu?" Graven semakin tercengang akan sosok adik sepupunya itu.

"Ck, hal apa?, mereka berani berciuman, bersentuhan dan itu membuat Oma tak bisa membiarkan" begitu saja Sera menjelaskan.

"Tidak sampai_"

"Tidak, otak kami wanita keturunan Nugraha masih belum gila sampai harus melakukan hubungan di luar pernikahan, untuk itu Oma langsung menikahkan mereka"

"Wow, Kapan?" Graven semakin penasaran dengan cerita Sera.

"Beberapa hari yang lalu"

"Shit!, kalian benar-benar gila"

PLAK

"Aduh!" Graven seketika menggosok lengannya yang terasa panas karena pukulan calon istrinya.

"Itu juga karena keluarga Rudolf yang main nyosor sembarangan saja, dasar!" Sera tak terima.

"Iya Sorry, kami lelaki di keluarga Rudolf memang semenarik itu bagi perempuan"

"Mau aku pukul kepala mu!" Sahut Sera yang makin kesal saja dengan laki-laki yang sebentar lagi menjadi suaminya.

"Oke-oke, Sorry" Graven akhirnya angkat tangan juga.

Graven kembali serius mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang di atas normal tentu saja, dan Sera terus melihat ponselnya untuk memantau keberadaan Adiknya yang membuatnya pusing.

Sementara Draja, sudah melihat keberadaan Alensky yang berjalan cepat menuju ke pemakaman sata ini.

"Alen!, tunggu, Alen!" Draja menarik tangan Alen untuk menghentikan langkahnya.

"Aku mohon, jangan membuat keributan, kasian Murni dan almarhum ibunya, aku mohon Alen"

"Meriya dan keluarga nya ada disini?" Tanya Alensky tanpa memperdulikan perkataan Draja.

"Alen tolong dengarkan aku, tenangkan dirimu, kita bisa membalas mereka lain kali, kita bisa mencari bukti dan membuat mereka mempertanggung jawabkan perbuatannya, tapi tidak hari ini, tidak sekarang"

"Lalu kapan?"

"Alen aku mohon" ucap Draja lagi.

"Draja pergilah, aku tidak akan melibatkan mu, aku akan membereskan mereka"

"No, please, masalah ini akan semakin kacau kalau kita berbuat semuanya sendiri"

"Menurut mu mereka tidak berbuat semau mereka sendiri, kamu juga lihat setiap hari Murni dan ibunya di siksa oleh mereka, jangan tutup matamu akan hal itu Draja"

"Aku tau, tapi kita harus membuktikan hal itu dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan"

"Aku sudah tidak bisa melihat mereka tertawa saat ini"

Alensky segera melangkah pergi, tapi untungnya, Tranaka sudah berlari dan menghadang Alensky.

"Alen, jangan lakukan itu, aku mohon"

"Aku sedang tidak bercanda Naka, minggir dan jangan menghalangi ku, atau_"

Tangan Alensky sudah terangkat cukup tinggi, disaat itu suara gemuruh mulai terdengar, Tranaka dan Draja masih tidak mengerti apa yang terjadi, sampai akhirnya

BUGH!

"Alen!" Teriak Tranaka segera berlari dan menyambar tubuh Alensky sebelum jatuh ke tanah.

"Bawa dia ke dalam mobil!"

Teriak Sera, di tangannya masih tersisa cahaya putih yang membuat Tranaka dan Draja sempat terpaku melihatnya.

"Draja, ikut kami" Sera yang sudah mendekat segera membantu Tranaka dan membukakan pintu mobilnya, sementara Draja akhirnya tersadar dan ikut masuk ke dalam mobil Tranaka.

Tunggu, Tranaka terdiam sesaat, mobil yang terparkir tepat di depannya, bukankah itu milik_,?

"Kak Graven?" Tanya Tranaka dalam hatinya, dan lebih terkejut lagi saat melihat Sera masuk ke dalam sana.

Yuk komennya mana nih?, jangan lupa LIKE VOTE dan HADIAH nya.

1
Nurul Ambar
ow masih saudara graven sm tranaka, makasih kak crazy upx
Nurul Ambar
gemes banget sama alen
Nurul Ambar
lanjut kak mkin seru critanya
Dwi Setyaningrum
wah meriya sdh gila,dia ga bisa bully murni ibunya yg jadi samsak perlu dihajar tuh meriya kalau bisa smpe msk ICU 🤪
Sinho: makasih komennya kak😍🙏
total 1 replies
Nurul Ambar
mkasih kak
Sinho: sama sama kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
masih saudaraan yak graven dan Naka 🤔
Sinho: mmmm..terus ikuti ceritanya ya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
Sera doang ni mah yg bisa ngendaliin tu ale
Sinho: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
Naka and the gengs selidikin dong seret tu lampir ke penjara ... jangan biarin kelamaan diluar .... bawa penyakit dia
Sinho: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
ealahhh kelamaan kan kalian narik murni dan ibunya dari rumah tu lampir
Ummah Intan
apa graven anaknya om kian?
Sinho: kita lihat saja kak, makasih komennya ya kak😍🙏
total 1 replies
Ummah Intan
jd graven dan naka keluarga?
Sinho: iyes, makasih komennya kak😍🙏
total 1 replies
Ummah Intan
graven mengenal naka?
Sinho: sepertinya begitu kak, di tunggu komennya di setiap bab ya kak😍🙏
total 1 replies
Susy Ariyani
jujur semakin seru ceritanya
Ummah Intan
kukira lebih duluan Sera menikah drpd Alen? diceritanya Sera TDK disebutkan klo Alen menikah
Sinho: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Ummah Intan
Alen ga bs dikendalikan
Sinho: makasih komennya kak🙏😍
total 1 replies
Kaylaa
ikut tegang bacanya.....serasa ikut terlibat .... waduh..jadi konangan....siapa sebenarnya Alen
🤭
Ummah Intan
semoga polisi yg tak lain om dr Galen bs mengungkap apa yg sebenarnya terjadi dan TDK bs disuap oleh keluarga meriya
Susy Ariyani
semangat
Sinho: siap kak😍🙏
total 1 replies
Ummah Intan
apa ibu murni meninggal?
Sinho: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Susy Ariyani
smngt iya
Sinho: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!